
heru, nanti ada seseorang yang datang, dia akan menjadi seketaris saya. tolong kamu cek biodatanya secara lengkap, jangan sampai ada kesalahan. setelah itu suruh dia ke ruangan saya.
baik bu.
bu, seketaris yang ibu maksud sudah datang, saya sudah memeriksa biodatanya, semua sudah sesuai. sekarang dia sedang menunggu di luar. apa saya suruh dia masuk sekarang? (tanya heru)
suruh dia masuk (perintah rose)
bu, maaf sebelumnya (ucap heru)
ada apa?
apa ibu memang mencari seketaris seorang lelaki?
maksud mu?
seketaris yang menunggu di luar adalah seorang lelaki. saya pikir ibu mencari seketaris seorang wanita.
kamu tidak salah orang? (tanya rose)
tidak ibu, saya sudah mewawancarai dia.
tunggu sebentar (ucap rose)
rose menghubungi amel.
mel, apa teman mu yang mau menjadi seketaris itu seorang lelaki?
iya benar (jawab amel)
kenapa kau tidak bilang kemarin?
lu gak nanya rose (jawab amel)
kalau kau bilang aku tidak akan menerima tawaran mu, aku mencari seketaris seorang wanita.
lalu... (ucap amel)
sekarang dia sudah ada di sini (ucap rose) dia sudah menyerahkan biodata dan surat lamaran kepada heru, heru juga sudah memeriksa dan mewawancarai.
rose, kenapa lu gak terima aja si dave. gue yakin dia akan bekerja dengan baik. kalau dia macem-macem gue sendiri yang bakal gantung tu bocah.
coba lu baca biodata dia, lu pasti suka. gue jamin.
gimana bisa kamu jamin mel, ahhh...kamu ini mel.
ya sudah aku tutup dulu. rose mematikan sambungan telepon dengan amel.
sepuluh menit lagi suruh dia masuk (perintah rose pada heru). baik bu.
ini berkas calon seketaris ibu (heru menyerahkan berkas didalam amplop coklat)
rose membaca biodata calon seketarisnya itu.
nama nya "dave putra angkasa", umurnya satu tahun di atas rose. dia lulusan manajemen bisnis. lalu melanjutkan magister di luar negeri. baru lulus dua bulan yang lalu. nilai dan prestasinya sangat bagus.
dia juga aktif di beberapa organisasi.
dia juga ahli bela diri, dan pernah mengikuti pelatihan bela diri selama setahun. dia menguasai empat bahasa. dia memiliki hobi olah raga dan traveling.
rose sungguh tidak menyangka saat membaca biodata dave. *jika prestasinya sebagus ini kenapa dia mau menjadi seketaris, dia lebih cocok menjadi seorang manager*
__ADS_1
kemudian rose melihat pas photo dave.
*tampangnya lumayan juga*
tok..tok..
ya (sahut rose)
maaf bu, apa saya boleh masuk (pinta dave yang berdiri di depan pintu ruangan rose)
silahkan masuk (ucap rose)
dave membuka pintu perlahan, kemudian menutup pintu kembali tanpa menimbulkan suara.
duduk (perintah rose tanpa melihat dave, dan masih membaca biodata)
saya sudah membaca biodata kamu, nama kamu dave? benar (tanya rose)
iya bu, nama saya dave (jawab dave dengan suara berat, khas sekali suara lelaki yang kharismatik)
kenapa kamu mau bekerja menjadi seketaris di kantor ini? (tanya rose yang masih membaca)
*karena presdirnya sangat cantik dan sexy*
saya ingin melakukan sesuatu atas usaha saya sendiri, dan saya akan bekerja dengan baik (jawab dave)
rose tampak berpikir.
sekarang kamu boleh keluar, temui pak heru (perintah rose).
baik bu.
dave keluar dari ruangan rose, sama seperti masuk tadi, dia keluar tanpa menimbulkan suara sedikit pun, hanya ceklek pintu yang terdengar, itu pun samar.
*wanita yang luar biasa. dingin, sombong, angkuh, tapi sangat cantik. dia tidak melihat ku seidkit pun, bahkan melirik saja tidak* -dave-
________-------_______
robin datang ke kantor rose. dia sengaja membawa beberapa makanan, untuk mengajak rose makan siang bersama.
kakak, kenapa repot sekali. kita bisa makan di restoran atau cafe (ucap rose).
oya, kamu yakin (jawab robin)
rose hanya tersenyum, membenarkan perkataan robin.
rose makan bersama robin. rose makan dengan lahap, dia menghabiskan semua makanan yang ada.
wah sepertinya adik tersayang ku kelaparan (ledek robin)
rose hanya menyengir, kemudian minum air mineral.
sampai rose berdeham. kemudia dia reflek menutup mulutnya. maaf kak, aku kekenyangan (ucap rose malu)
robin mengacak rambut rose, tidak apa, aku senang melihat mu seperti ini. setidaknya aku lebih tenang dan tidak cemas akan keadaan mu.
robin mengambil tisu, dia mengelap pinggir mulit rose yang ada sisa makanan. makan saja belepotan, padahal anaknya sudah dua (ledek robin)
kakak.... (rose mendelik ngambek)
robin hanya tertawa melihat tingkah rose.
__ADS_1
_______-------______
*rose jangan lupa, lusa pernikahan ku* -randy-
*kuharap aku lupa* -rose-
*kejam* -randy-
*memang -rose-
*awas kalau tidak datang* -randy-
*kau mengancam ku? akan ku laporkan pada pihak berwajib* -rose-
*hahaha....* -randy-
rose pulang kerumah pukul lima sore. kemudian dia menemani si kembar bermain. lalu menemani jenny belajar dan membantu mengerjakan tugas sekolah jenny.
jen, kak randy akan menikah, dia mengundang kita ke pesta resepsinya. apa kau mau datang? (tanya rose)
kapan kak? (tanya jenny)
hari minggu ini.
apa vero dan varo juga ikut?
tentu, kita akan pergi bersama. kemungkinan kak robin juga ikut.
kalau vero dan varo pergi, pasti jen ikut pergi dong kak. apa lagi sama om dokter juga, pasti seru kita sama-sama (ucap jen senang).
kak andy pasti senang ya kak, kita datang semua (ucap jenny). bukan hanya senang, dia bilang itu kado terindah untuknya (balas rose).
hahaha (jenny tertawa) kak andy itu memang lucu kak.
_______------________
acara penikahan randy dan vania di adakan sangat meriah, dominasi warna putih dan silver menghiasi seluruh ruangan.
rose datang bersama jenny, si kembar dan robin. tentu saja randy tidak mengundang robin, rose yang terus membujuk robin untuk ikut menemani. bahkan rose sempat merajuk dan tak mau bicara dengan robin, karena robin sempat menolak untuk ikut.
dari kejauhan randy tersenyum bahagia saat melihat sosok yang di tunggunya datang. dia memberitahu vania bahwa rose sudah datang. vania pun ikut melihat ke arah yang randy tunjukan.
siapa lelaki yang bersama rose (bisik vania)
itu dokter robin (jelas randy)
vania tampak tak puas dengan jawaban randy.
dia bukan pengganti rendra bukan? (tebak vania)
mungkin, jika di lihat dari lelakinya.
tapi rose tidak akan semudah itu mengantikan rendra di hatinya.
kuharap demikian (balas vania)
kenapa kau penasaran sekali? (tanya randy)
karena aku perduli (jawab vania)
__ADS_1
bukan karena kau masih mencintai rendra kan? (ejek randy)
wajah vania berubah seketika. kau menyebalkan ran (balas vania)