
nanti kalau sudah sampai, kau harus mengabari (pinta robin pada rose) iya kak, nanti begitu mendarat rose akan menelpon kakak.
dave, jaga bos mu dengan nyawa mu (perintah robin)
siap pak (jawab dave)
*tanpa disuruh pun, pasti akan ku jaga rose dengan nyawa ku, bahkan senyumnya lebih penting dari nyawa ku* -dave-
sejak awal dave bertemu rose, dia sudah tertarik pada rose, tapi dia terlalu takut untuk mengakui perasaannya.
dave belum pernah jatuh cinta, jadi dia juga tidak terlalu mengerti apa itu cinta, yang dave tau, dia menyukai semua yang ada pada rose, mengaguminya.
dave bahagia saat melihat senyum di bibirnya. sakit jika melihat dia menangis. ingin melindungi jika dia dalam keadaan tidak baik. jadi bila itu di bilang cinta, maka yah dave jatuh cinta pada rose.
bu, semua sudah siap. kita harus berangkat sekarang (ucap dave). rose berpamitan pada semuanya. robin dan jenny ikut mengantar ke bandara.
sore hari rose dan dave tiba di kota tujuan mereka.
di dalam mobil menuju hotel rose menghubungi robin, mengabarkan bahwa dia telah sampai dengan selamat.
bu silahkan istirahat (ucap dave yang mengantar rose menuju kamar hotel)
besok kita akan bertemu client pukul delapan pagi, saya sudah mengatur semuanya (jelas dave)
________-------_______
seperti biasa dave selalu mendampingi rose disetiap pertemuan dengan client.
penampilan dave yang rapih dan sederhana, menunjukan bahwa dia pria baik dan penurut. namun itu semua tidak menutupi ketampanan dave. selama dave berkerja dia selalu berpenampilan seperti itu. dave tidak ingin menarik perhatian orang disekelilingnya.
kaca mata besar yang bertengger di matanya, membuat dia seperti seorang kutu buku. rambut klimis yang disisir rapih kebelakang. kemeja yang selalu rapih dimasukan kedalam calena panjangnya, dan dikancing hingga leher. sudah pasti orang yang melihatnya akan berasumsi dave pria polos dan lugu.
rose terlihat lelah, dahinya sedikit berkeringat, bibirnya juga sedikit pucat. meskipun begitu rose tetap profesional, menyelesaikan rapat hingga mencapai kesepakatan yang saling menguntungkan.
setelah rapat itu selesai, mereka saling berjabat tangan, menandakan permulaan kerjasama antara perusahaan akan di mulai.
semenjak rose memimpin perusahaan, kemajuan perusahaan cukup baik, rose mampu membuktikan dirinya. tapi semua itu tak luput dari kerja keras dave yang selalu setia membantu rose.
dave, saya mau langsung balik ke hotel saja. saya ingin beristirahat (ucap rose).
kamu baik-baik saja? (tanya dave) muka mu sedikit pucat, kamu sakit? (dave mulai khawatir)
saya hanya lelah (jawab rose)
susuai permintaan rose, kalau tidak di kantor dan tidak berhubungan dengan perkerjaan, mereka akan bicara tanpa embel-embel bawahan dan atasan. hal itu juga yang membuat dave semakin kagum pada rose.
tapi kamu belum makan siang, kita kembali ke hotel setelah makan (ucap dave).
__ADS_1
sikap dave terkadang terlihat seperti memerintah rose, tapi itu semua demi kebaikan rose. memastikan rose dalam keadaan baik.
rose juga tidak pernah mempermasalahkan sikap dave yang kadang sedikit memaksa jika rose sedang tidak berselera untuk makan.
rose sudah menganggap dave seperti keluarga sendiri.
mereka pergi makan di sebuah restoran. dave sudah memesan makanan kesukaan rose, tanpa di minta oleh rose. dia juga sudah memesan minuman.
dave selalu memastikan rose makan dengan teratur dan makan makanan sehat.
rose juga tidak tau bagaimana dave bisa sangat paham dengan apa yang rose suka dan tidak suka, bahkan kebiasaan rose, dave sudah sangat hapal.
sesampai di kamar hotel, rose langsung merebahkan tubuhnya. tak lama diapun tertidur.
______------______
rose ada di ruangan serba putih dia tidak melihat siapapun. aku dimana? (tanya rose dalam hati)
tampak ada cahaya di kejauhan, rose menyempitkan matanya, karena silau terkena cahaya itu.
dia membuka perlahan matanya, memastikan sumber cahaya.
mas rendra, mata rose berbinar.
aku merindukan mu mas.
rose mengejar sosok rendra, tapi sosok itu semakin menjauh. mas... rose memanggil rendra.
kemudian sosok itu hilang. jangan tinggalkan aku mas (teriak rose dengan napas tersengkal)
rose masih terengah mengatur napasnya. di pegang kepalanya yang terasa pusing.
ternyata aku bermimpi. rose bangun dari tidurnya, melihat jam sudah sore hari.
rose mencari ponselnya, melihat ada beberapa panggilan dari robin, dan heru. juga ada beberapa pesan whatsapp.
*kenapa telpon ku tidak diangkat rose?* -robin- (10.12)
*rose jangan lupa makan* -robin- (12.15)
*rose kau masih rapat? telepon aku jika sudah selesai* -robin- (13.05)
*rose......* -robin- (14.00)
*rose kau dimana? kau baik-baik saja?* -robin- (15.30)
__ADS_1
*rose telepon aku segera jika kau membaca, aku khawatir, kau tidak ada kabar. kau baik-baik saja???* -robin- (15.50)
astaga kak robin, aku lupa menghubunginya lagi.
dia pasti khawatir sekarang.
rose langsung menelpon robin. robin langsung mengangkat di dering pertama. sejak tadi hp tak pernah lepas dari tangannya.
setelah selesai menelpon robin, rose mnghubungi heru.
her, ada apa? (tanya rose)
saya sudah mendapat laporan, bahwa client yang ibu temui telah menyetujui kerjasama kita, dan dia akan tandatangan kontrak besok pagi.
bagus her, siapkan semua berkasnya. kau sudah kembali dari luar negeri? (tanya rose)
sudah bu, saya sampai dua jam lalu (jawab heru)
dave pesankan makan malam, dan tolong antar ke kamar ku (perintah rose pada dave di telpon)
dave bersama pelayan hotel, mengantar makanan pesanan rose. dave memastikan makanan sudah tersaji dengan baik. baru kemudian dia pergi meninggalkan rose untuk makan malam.
_______-------______
apa yang dilakukan anak itu? (teriak Riko, ayah dave)
dia sudah kembali beberapa bulan lalu dari study, tapi dia tidak pulang ke rumah (riko sudah mulai marah)
sabar pah, jangan marah-marah, ingat jantung papah (ucap Sari, ibu dave)
tidak bisa mah, dia anak kita satu-satunya, tapi dia selalu berbuat semaunya.
suruh anak itu pulang, atau aku sendiri yang akan menyeretnya (perintah riko pada dua orang berpakaian serba hitam, yang berdiri menunduk di dekatnya)
kedua pengawal riko segera pergi melaksanakan perintah.
pah, dave bukan anak kecil lagi, biarkan dia melakukan sesuatu yang dia inginkan (ucap sari)
kau selalu memanjakannya. itu sebabnya dia berbuat sesuka hati. apa yang dia lakukan dengan berkerja di perusahaan orang, seharusnya dia belajar memimpin perusahakan milik kita mah (ucap riko dengan emosi)
sudah pah, sudah... (sari mengusap dada suaminya)
papah jangan terlalu emosi menghadapi dave, ingat jantung papah.
sekarang papah minum dulu tehnya (ucap sari menyodorkan secangkir teh pada riko)
nanti mamah coba bicara pada dave.
__ADS_1
______-------_______