
heru, tolong panggilkan seketaris mas rendra kemari (pinta rose). maaf bu, seketaris pak rendra yang dulu sudah tidak berkerja lagi.
kenapa?
semenjak dia hamil, suaminya meminta dia berhenti berkerja, karena kondisinya yang lemah.
lalu siapa seketaris penggantinya?
sampai saat ini belum ada bu.
saya akan sampaikan ke bagian personalia agar segera merekrut sekertaris untuk ibu.
mmm... tidak perlu her, saya akan memilih seketaris saya sendiri.
sekarang tunjukan semua laporan dan seluruh dokumen kerjasama perusahaan (pinta rose)
baik bu, saya akan menyiapkan semuanya segera.
oya her, bilang pada bagian keuangan saya ingin mengadakan rapat. setelah itu atur rapat dengan seluruh kepala bagian.
baik bu, heru menundukan kepala dan pergi dari ruangan rose.
dalam hati heru terkejut melihat perubahan sikap rose, tapi dia juga senang, seperti melihat sosok bosnya rendra yang duduk di kursi itu.
seharian ini rose berkerja dengan serius dan fokus. dia belajar dengan cepat untuk mengetahui semua hal tentang perusahaan rendra.
siang tadi dia sudah menelpon mbok par, untuk mengecek keadaan si kembar.
jam sudah menunjukan pukul tujuh malam, tapi rose masih sibuk dengan berkas di mejanya.
tok..tok..
ya masuk (ucap rose)
permisi bu, ini sudah lewat jam pulang kantor bu, apa ibu tidak pulang? (tanya heru)
jam berapa sekarang? (tanya rose tanpa menoleh dari berkas di tangannya)
jam tujuh malam bu (jawab heru)
sepuluh menit lagi saya turun, siapkan mobil.
baik bu.
heru keluar ruangan, dia menutup pintu dengan pelan. dia masih berdiri di depan pintu. *apa itu tadi?? kenapa seperti pak rendra yang berbicara pada saya*
heru menggelengkan kepalanya, dia pergi melaksanakan perintah rose.
______------______
rose menelpon amel.
kamu dimana mel?
seperti biasa lah gue di apartemen. kenapa rose?
aku otw kesana, ada yang mau aku omongin.
oke, gue tunggu.
tak lama rose sampai apartemen amel.
__ADS_1
wah ibu presdir ada angin apa mampir ke gubuk gue (ledek amel)
apaan sih mel, ngaur kamu. aku tetap rose yang dulu, sahabat kamu. tidak ada yang berubah.
amel tertawa. canda kali rose, sensitif banget. lagi dapet lu.
mel, kamu mau gak jadi seketaris aku? (tanya rose)
what??? gue, (amel menunjuk diri sendiri) gue jadi seketaris. hahaha (amel tertawa terbahak-bahak)
lu ada-ada aja rose, mana bisa gue jadi seketaris, yang ada juga nanti gue malah ngerecoin kerjaan lu.
aku seirus mel (ucap rose)
lah gue juga serius kali, gue bukan mau nolak rose, tapi gue kagak ngerti kerjaan seketaris. lu kan tau gue orangnya gimana, nanti malah gue gak enak sama lu klo kerjaan gue gak bener.
rose tampak kecewa. ya elah rose, muka lu jangan di tekuk gitu lah. gimana kalau gue rekomendasi seseorang buat jadi seketaris lu. ya itu pun kalau lu mau.
siapa maksud mu? (tanya rose)
ada kawan satu kampus gue dulu tapi beda jurusan, kemaren gue kebetulan ketemu dia, dia lagi nyari kerjaan. kalau lu mau nanti gue suruh dia dateng ke kantor lu aja.
boleh deh, tapi orangnya baik kan? lebih baik dari kamu gak? (tanya rose)
lahh.... mana ada sih rose yang lebih baik dari gue (amel membanggakan diri sambil tersenyum).
ya udah, suruh dia datang besok ya ke kantor. jam 10 pagi, bilang jangan terlambat.
siap ibu presdir (ucap amel sambil mengacungkan jempol).
______------______
si kembar sudah tidur mbok? (tanya rose)
jadi baby sister itu sudah berkerja hari ini?
iya non, mereka datang tadi sore sekitar pukul empat.
satu jam lagi tolong panggil mereka mbok, saya ingin bertemu di ruang kerja. saya mau mandi dan ganti baju dulu mbok.
baik non.
kalau jenny dimana mbok?
sepertinya non jenny sedang belajar dikamarnya non. tadi setelah makan malam, non jen bilang mau belajar, soalnya banyak tugas dari sekolah.
oya mbok. terimakasih sudah menjaga si kembar. (ucap rose tulus) sama-sama non. itu sudah kewajiban si mbok.
siapa nama kalian?
saya tini non.
kalau saya mirna.
kalian sudah tau tugas kalian?
sudah non, mbok par sudah menjelaskan pada kami (jawab mirna)
saya harap kalian dapat berkerja dengan baik, jangan membuat kesalahan.
ba...baik non. (kedua baby sister itu menjawab bersamaan)
__ADS_1
tini kamu menjaga vero, dan mirna kamu menjaga varo. jangan sekalipun kalian lalai, kalian mengerti.
mengerti non (jawab mereka bersamaan)
sekarang kalian boleh pergi.
permisi non (tini dan mirna meundukan kepala dan pamit keluar)
______------______
telepon rose berbunyi, tertera nama robin di sana.
hallo kak,
hai rose, bagaimana hari mu?
lelah kak, ternyata pekerjaan mas rendra sangat melelahkan.
tapi kau bisa melewatinya bukan.
tentu kak, aku kan harus kuat (ucap rose bangga)
terdengar seperti rose ku yang dulu (robin mengingatkan) rose tersenyum.
kau pulang jam berapa dari kantor?
jam tujuh malam kak
kau lembur? hari pertama berkerja sudah lembur?
tadi keasikan mempelajari berkas kak, untung saja heru mengingatkan.
tadi sore aku kerumah, sekalian menjemput jenny dari sekolah. dan mbok par bilang kau belum pulang. rupanya adik tersayang ku lagi sibuk berkerja.
ah kak robin bisa saja.
baiklah, aku tutup dulu ya. istirahat dan minum vitamin yang ku berikan, aku tidak mau kau sakit.
baik pak dokter.
_______------______
jam tujuh pagi rose sudah tiba di kantor. semua karyawan memberi hormat saat berpapasan.
untung kita datang sebelum ibu rose datang, kalau tidak, bisa di berhentikan kita. iya ibu rose sepertinya orang yang disiplin. tapi agak lebih menyeramkan dari pak rendra.
benar, pak rendra memang dingin, tapi tidak terlalu menyeramkan. tapi kalau ibu rose.....
ihhh... takut.....
tapi ku dengar ibu rose itu baik dan suka menolong.
iya ku dengar dia dermawan suka membantu anak yatim dan orang miskin.
bahkan katanya ada anak salah satu cleaning service di kantor ini yang disekolahkan oleh ibu rose. itu sebelum pak rendra meninggal.
tapi aku tetap takut jika berhadapan dengannya, tangan ku saja gemetar, kalau bertemu dengan ibu rose. tak apa beliau galak, galak tapi cantik (ucap salah satu karyawan pria).
hus.. jangan asal bicara, nanti ketahuan mati lah kau.
lah tapi memang benar kan, ibu rose itu memang caktik sekali. bilang saja kalian para ladies pada cemburu. ihh... ngapain kita cemburu. kita cukup tau diri kali. mana mungkin sebanding dengan beliau.
__ADS_1
(begitu lah kira-kira para karyawan yang sedang berbincang)