
kak robin, tolong selamatkan mas rendra. dia sungguh berarti untuk ku. aku tak ingin anak-anak kami lahir tanpa ayahnya. aku sangat membutuhkan dirinya. rose mengelus perutnya.
aku ingin saat melahirkan mas rendra berada disisi ku, menemani ku. rose kembali menangis. kak... mas rendra bisa pulih kembali bukan. aku tak peduli seperti apa nanti kondisinya, yang penting dia bisa kembali bersama ku. aku tidak ingin kehilangannya.
rose masih menumpahkan semua isi hatinya kepada robin.
robin memang ingin rose menjadi miliknya, tapi bukan seperti ini yang diharapkannya. dia sudah sadar akan kesalahannya dahulu. dia hanya ingin melihat orang yang di cintainya bahagia dan tersenyum.
tapi saat ini dia melihat wanita di hadapannya ini begitu rapuh dan menyedihkan.
rose yang dikenal selalu ceria dan tertawa, kini terlihat begitu berbeda.
robin merasa iba melihat keadaan rose. saat ini dia hanya ingin melihat senyum di wajah rose kembali, membuat wanita itu bahagia dan ceria lagi.
kami para dokter akan berusaha sekuat kami, akan kami upayakan yang terbaik (ucap robin)
kau terus lah berdoa untuk rendra, agar operasinya berjalan lancar.
______-------______
rendra sudah menjalani operasi, sekarang dia berada di icu, begitu banyak alat medis yang terpasang di tubuhnya. rose memandangi rendra.
kak robin, apa dia baik-baik saja? (tanya rose yang menatap rendra sendu) apa dia merasakan sakit yang teramat sangat, aku tak tega melihatnya seperti ini.
robin selalu berusaha menghibur rose, memberi saran agar rose selalu mengajak rendra untuk mengobrol, untuk merangsang reaksi tubuhnya.
setidaknya saat ini rose merasa bersyukur, ada robin yang selalu menguatkan dan menyakinkan bahwa rendra akan kembali padanya. memberi harapan, walau tidak tau apakah harapan itu bisa menjadi kenyataan.
______-------______
bu, maaf apa bisa saya bicara sebentar (ucap heru)
ada apa? (jawab rose)
ada beberapa dokumen perusahaan yang harus mendapat persetujuan bapak dan tanda tangannya, ada juga beberapa perusahaan yang mulai ragu berkerja sama karena kondisi bapak yang belum siuman.
lalu kita harus bagaimana her? (tanya rose yang seperti tak berminat)
jika bisa dan memungkinkan, ibu dapat mengantikan bapak sementara waktu, ibu bisa menanda tangani beberapa dokumen dan memutuskan beberapa keputusan penting untuk perusahaan.
her, kamu tolong bantu urus perusahaan, saya percayakan kepada mu, jika memang ada dokumen yang membutuhkan tanda tangan, kamu bisa membawa kemari, dan saya akan menandatangani.
baik bu, saya akan berusaha dan berkerja dengan baik.
__ADS_1
saya tidak akan mengecewakan bapak, beliau sudah terlalu baik dan selalu membantu saya dan keluarga saya, jadi sudah sepatutnya saya mengabdi pada beliau.
heru lantas pamit dan menundukkan diri.
rose mengenggam tangan rendra, menatap wajah rendra lekat. membingkai wajah itu, agar selalu ada dalam ingatannya.
*mas ku mohon bangunlah, sampai kapan kau akan tidur? apa kau tidak lelah tidur terus. kamu mendengar perkataan heru barusan bukan, aku tidak sanggup lagi mas, tolong bangun lah mas*
rose menangis dalam diam, dari luar ruangan robin mendengar dan melihat semuanya. hati robin terasa lebih sakit saat ini, dulu saat rose tidak memilihnya hatinya memang sakit. tapi melihat rose dalam keadaan seperti ini, jauh lebih membuatnya sakit.
timbul rasa ingin selalu melindungi rose, dan berada di sisinya kapan pun dia membutuhkan. walau hanya bisa sebagai kakak bagi rose, robin sudah merasa senang. setidaknya dengan begitu dia bisa terus bersama dan berada di dekat rose.
niat robin telah berubah kini, rasa ingin memiliki rose untuk dirinya sudah tidak ada lagi. saat ini tujuan robin hanya ingin melihat senyum dan tawa di wajah rose.
robin ingin melihat rose hidup bahagia.
ternyata ini arti cinta sebenarnya, mencintai tidak harus memiliki. mungkin sekarang robin mengerti istilah itu. mencintai adalah membuat orang yang kita cintai bahagia walau tidak bersama kita.
______-------______
..........tiitt...........
rose panik mendengar alat itu berbunyi, dia segera memanggil dokter. robin datang dengan segera.
amel tolong jaga rose (pinta robin)
amel mengangguk
kak.... tolong selamatkan mas rendra (tangis rose begitu pilu, membuat yang mendengarnya ikut meneteskan air mata)
amel merangkul rose, mengusap punggungnya, memberi ketenangan. kita berdoa ya supaya laki lu baik-baik aja. gue yakin tuhan sayang sama kalian, tuhan pasti kasih yang terbaik (ucap amel)
mel, a...ku... takut (rose memeluk amel, dan menangis) matanya sangat sembab, wajah pucat, seperti orang yang tidak punya semangat untuk hidup.
robin segera menolong rendra bersama dokter lainnya.
siapkan semuanya, seluruh orang di ruangan itu berusaha untuk mengembalikan detak jantung rendra. mereka berkerja sesuai dengan instruksi robin.
tak lama jantung rendra kembali berdetak, mereka semua bernapas lega, kemudian melakukan tindakan lanjutan.
tak disangka rendra membuka matanya, menatap robin. tidak lama matanya terpejam, dan kali ini dia menghembuskan napas terakhirnya.
______------______
__ADS_1
robin tidak tau harus bagimana menyampaikan kabar ini pada rose, dia tau ini akan menghancurkan rose.
robin menarik napas panjang, kemudian menghembuskan. berusaha untuk tenang agar bisa menemui rose.
tetap saja hatinya tidak bisa bohong, dia tak tega mengatakan yang sebanarnya pada rose. tetapi semua harus robin lakukan, kerena ia harus menghadapi kesedihan dan kekecewaan di wajah rose.
robin keluar dari ruangan itu.
menundukkan wajahnya, terlihat sekali ekspresi wajah robin. walau robin belum mengatakan apapun, tapi dapat terlihat dengan jelas dari raut wajah robin yang tampak sendu. raut wajah itu lebih dari sekedar kata-kata.
rose melihat robin, dia tau arti ekspresi itu, rose terdiam. robin menghampiri rose.
rose.... (panggil robin)
rose menggelengkan kepalanya, air matanya mengalir dengan sendirinya.
rose..... (robin ingin menjelaskan)
ja...ngan.... katakan kak, ..a....ku....
rose berdiri, hendak berjalan menjauhi robin.
tiba-tiba pandangannya kabur, badannya lemas, terasa pening dan menggelap.
bruk...
rose pingsan, robin dengan sigap menahan tubuh rose agar tidak terjatuh. amel pun bangkit hendak membantu.
astaga rose, apa yang terjadi. kenapa lu begini, bangun rose, bangun.... (teriak amel panik)
robin langsung menggendong rose, membawa rose ke sebuah ruang perawatan, dia meletakkan rose di atas tempat tidur.
______------______
apa yang terjadi dokter robin? (tanya amel cemas)
rendra tak selamat (ucap robin menyesal)
deg...
amel merasa tubuhnya lemas.
*apa yang akan terjadi sama rose*
__ADS_1
amel duduk di sofa, menenangkan dirinya. memastikan yang di dengarnya.