
sudah mas, cukup, hentikan, aku menyerah.
rose mengucapkan dan masih berlari menghindari rendra. tapi rendra tidak berhenti juga, dia terus saja mengejar rose, hingga berhasil menangkap rose, mengangkat tubuh rose, tapi rose terus memberontak, akhirnya mereka terjatuh bersama di atas sofa.
rose masih mengatur napasnya, rendra yang tepat berada di atasnya, membuat mereka saling menatap,
*dag, dig, dug, ada apa dengan ku??? mas kenapa menatap seperti itu, ingin membunuh ku ya, kenapa bernapas di depan wajah ku, membuat merinding saja. bisa mati kena serangan jantung*
rendra segera berdiri, dia sebenarnya salah tingkah, jantungnya berdetak cepat tak beraturan.
kenapa kamu berlari (tanya rendra datar)
rose hanya menatap tidak menjawab, dia merubah posisi dengan duduk menyandar ke sofa.
suruh siapa juga berontak, kita malah jatuh kan. jadi ini semua salah mu, kita jatuh. lantas dia pergi meninggalkan rose, menuju ruang kerjanya.
rendra mengambil air mineral di atas meja kerjanya, dia meminum hingga habis. memegang dada, mengatur napas.
*selalu seperti ini, kapan aku benar-benar bisa mendekati mu*
rose yang masih duduk di sofa sudah mulai merasakan napasnya teratur. mengingat betapa konyol dia dan suaminya tadi. dia bangkit menuju dapur, hendak mengambil minum, (kemana mbok par, mungkin sudah tidur, lagi pula ini sudah larut malam).
______------______
kakak, jen mau berangkat sekolah di antar kak rendra hari ini.
kemana pak dodo? (tanya rendra). pak dodo adalah supir yang biasa mengantar jen sekolah kalau rendra tidak bisa mengantarnya.
ada, tapi jen mau diantar kak rendra. (bujuk jen dengan manjanya). baiklah adik ku sayang.
kak rose, jen berangkat dulu ya, jen mencium tangan rose.
oya kapan kak rose kembali berkerja di sekolah? kalau kak rose sudah kembali kerja, jen kan bisa berangkat bareng dan pulang bareng setiap hari.
rose melihat pada rendra, rendra mengalihkan pandangannya. mungkin minggu depan jen (rose menjawab).
terdengar suara hp berbunyi, rose mencari di mana arah bunyi itu. dia menemukan hp rendra yang tertinggal di atas meja tamu.
tertera di layar "kantor". dengan sedikit ragu rose mengangkatnya.
hallo, (suara rose menyahut)
rose, (terdengar suara rendra di ujung sana)
ya mas, hp ku tertinggal di rumah (tanya rendra)
iya mas, ku temukan di atas meja tamu.
bisa tolong kamu antarkan ke kantor tidak?
emm... baiklah mas.
_______------______
rose sudah berada di lobby kantor rendra, ia menuju resepsionis, ada yang bisa di bantu sapa wanita di meja resepsionis itu.
saya mau bertemu pak rendra (jawab rose)
tidak lama si resepsionis itu tersadar siapa wanita yang di hadapannya kini.
ibu sanjaya, maaf saya terlambat mengenali. resepsionis itu menunduk. rose tersenyum, tidak apa-apa. bisa saya bertemu suami saya? (tanya rose sopan)
tentu bu, silahkan ibu langsung menuju ruangan bapak. saya akan mengantar bu?
tidak perlu, saya sendiri saja, lanjutkan saja pekerjaan mu. (tolak rose halus)
ba....baik bu.
rose menuju ruangan rendra, saat sampai di lantai yang di tuju, rose menjatuhkan jepit rambutnya, dia mengambil jepit rambut yang terjatuh, saat bangkit tidak sengaja dia menabrak seseorang.
refleks rose menunduk dan meminta maaf.
maaf kan saya, saya tidak sengaja.
rose melihat sepatu orang itu, dia seperti mengenalinya, dan sepertinya kejadian ini pernah ia alami.
rose mendongak, mengangkat wajah, melihat siapa sosok yang di tabraknya.
mas, (ternyata rendra yang di tabrak)
kamu sedang apa? (tanya rendra)
ini jepit rambut ku terjatuh, (sambil menunjukan jepit rambut pada rendra)
rendra menggenggam tangan rose, ikut keruangan ku. (ajak rendra)
rose hanya mengikuti rendra di sampingnya.
__ADS_1
duduklah (rendra menyuruh rose duduk).
tunggu sebentar di sini, (ucap rendra)
tapi mas--- (rose memotong)
tidak lama, aku akan segera kembali.
rose menurut, dia menunggu rendra di ruangan itu. 15 menit berlalu, rose merasa bosan. lantas dia memutuskan untuk melihat-lihat ruang kerja suaminya.
rose tersenyum saat melihat foto pernikahannya dengan rendra terpajang di atas meja kerja rendra, di sebelahnya, ada foto ayah, ibu, rendra, dan jenny kecil. rose mengambil foto keluarga rendra.
melihat mendiang kedua orang tua rendra, rendra begitu mirip dengan ayahnya, tampan dan gagah, yah.. rose mengakui suaminya itu memang tampan dengan tubuh atletis.
rose tersenyum lagi, membayangkan semua sikap rendra padanya. diletakan kembali foto itu keposisi semula.
kau sedang apa? (tanya rendra yang baru datang)
e..tidak apa-apa, aku hanya melihat foto-foto ini.
kamu membawa hp ku?
oh iya, ini hp mas, (rose mengeluarkan hp rendra dari dalam tasnya).
terimakasih kamu sudah mau mengantarkannya.
kamu kesini dengan siapa? aku naik taxi tadi mas.
tok..tok.. pintu ruangan rendra
permisi pak,
ya vina, ada apa?
pak, ada ibu debby dari perusahaan QQQ, beliau bilang sudah ada janji bertemu bapak.
oh... ya, persilahkan dia masuk.
baik pak. vina membungkuk sebentar lantas keluar.
silahkan bu, pak sanjaya menunggu anda di dalam, (vina mempersilahkan)
selamat siang pak sanjaya (sapa debby sambil mengulurkan tangan hendak menjabat rendra)
siang ibu debby, silahkan duduk. (rendra menjabat tangan debby).
rendra melihat ke arah rose, dari tatapannya seraya meminta rose untuk menunggu sebentar. rose yang duduk di sofa, tidak mengerti maksud tatapan rendra.
saya permisi dulu, (ucap rose).
rose, mendekatlah (pinta rendra)
bu debby, perkenalkan ini istri saya.
rendra memperkenalkan rose dengan debby.
rose mengulurkan tangan menyapa debby, debby membalas sopan. tidak menyangka kalau wanita ini adalah istri rendra. dia pikir rendra masih sendiri.
menurut informasi yang di dapat sebulan lalu pemilik perusahaan ini masih sendiri, tapi ternyata sudah memiliki istri, ada sedikit kecewa di hati debby.
maafkan saya, sepertinya saya datang di waktu yang kurang tepat, mengganggu kebersamaan kalian (ucap debby).
sama sekali tidak, saya sudah mau pulang (jawab rose sambil tersenyum)
silahkan selesaikan urusan anda dengan suami saya.
lantas rose keluar ruangan.
rendra yang melihat rose spontan tidak bisa mencegah lagi, padahal ia ingin rose tetap di sini menemaninya sebentar lagi, dan kemudian berniat mengajak rose makan siang bersama.
ibu, (sapa vina)
vina, apa kabar mu?
saya baik bu, apa ibu sudah mau pulang.
ya vin, urusan saya di sini sudah selesai, dan sepertiya suami saya banyak pekerjaan, saya tidak ingin mrngganggunya.
istri bos aneh, apa dia tidak cemburu meninggalkan pak rendra dengan ibu debby berdua saja, setahu ku bu debby tertarik dengan pak rendra.
kalau aku jadi istri pak rendra, tak akan ku biarkan wanita itu di dalam berdua saja.
(vina masih berprasangka sendiri)
rose pergi meninggalkan kantor rendra, dia memilih berjalan sebentar di pinggir trotoar, sebelum menghentikan taxi.
dia memutuskan untuk makan di caffe dekat situ.
__ADS_1
rose memesan gado-gado dan jus jeruk. sambil menunggu pesanan rose bermain dengan hpnya.
dia teringat robin, semenjak kejadian robin mabuk di rumahnya, rose tidak pernah bertemu lagi, bahkan robin tak pernah menghubungi atau sekedar mengirim chat padanya.
kenapa ada bidadari duduk sendirian (randy mengejutkan rose).
*entah datang dari mana, tau-tau muncul begitu saja seperti dedemit*
randy, sedang apa di sini?
sedang menanam padi (jawab randy asal)
nanam padi kok di tempat kering, bagaimana bisa tumbuh (rose menjawab asal juga)
randy tertawa. kamu sudah pandai bergurau sekarang.
aku hanya membalas mu (jawab rose).
tapi tenang, aku tidak di kejar anjing kali ini, (timpal randy) rose tertawa mendengar randy.
mereka terlihat begitu akrab, rose pun sudah tidak canggung lagi berbicara dengan randy.
heru, kau melihat istri ku (tanya rendra, setelah menyelesaikan pertemuan dengan debby)
saya melihat ibu masuk ke caffe di sebrang kantor kita pak.
rendra menuju cafe, dia melihat rose bersama randy. raut wajahnya mulai berubah. dengan segera dia mendekati mereka.
apa yang lu lakukan dengan istri orang? (tanya rendra ketus)
wow, pengawal mu sudah datang rose.
gue gak sengaja bertemu rose, jadi gue samperin aja.
abis gue liat pengawalnya gak ada, mana tau gue bisa gantiin kan (ledek randy).
bosan hidup lu, (ancam rendra)
haha.. randy tertawa. rose aku duluan, takut nanti ada yang ngamuk, kasian pemilik cafe. (ejek randy)
rose hanya tersenyum, melihat randy sudah pergi.
______------_____
kenapa kamu pergi tadi? (tanya rendra datar)
bukankah aku sudah mengantarkan hp mas, jadi aku tidak ada urusan lagi di sana. aku tidak mau mengganggu.
apa kamu cemburu dengan dabby?
rose menyeringai, untuk apa aku cemburu, buang tenaga saja.
rendra sedikit kecewa, mendengar istrinya tidak ada rasa cemburu padanya.
oya, saat tadi aku menabrak mas,.....
kenapa? (tanya rendra)
tidak, sepertinya aku pernah menabrak seseorang seperti itu, tapi aku lupa dimana, aku hanya melihat sepatunya, dan sepatu itu mirip dengan sepatu mas.
rendra tersenyum, kamu mengingatnya?
rose agak bingung dengan penuturan rendra.
tadi kamu menabrak ku untuk kedua kalinya.
maksud mas? (tanya rose masih belum paham)
pertama kali kita bertemu kamu menabrak ku, aku sempat melihat wajah mu, tapi kamu terus menunduk dan meminta maaf, lalu berlari masuk toilet.
jadi itu kamu mas, rose merasa malu, wajahnya bersemu. itu tak luput dari perhatian rendra.
maafkan aku mas.
rendra tertawa, kau memjnta maaf pada pria yang kau tabrak atau pada suami mu?
rose menatap ke arah rendra, sedikit bingung.
sudahlah, wajah mu jelek kalau seperti itu (ejek rendra)
lain kali lebih hati-hati, jangan sampai menabrak pria lain, cukup aku saja pria yang kau tabrak.
lantas rendra tertawa.
sepertinya kau senang sekali ku tabrak mas, (protes rose) kalau begitu besok aku akan menabrakmu lebih keras.
boleh, tapi di dalam kamar saja, jadi saat aku jatuh bisa langsung ke atas ranjang. (rendra menyeringai).
__ADS_1