
aku sangat membenci mu. rose masih terus berteriak kepada rendra. hatinya begitu sakit mendengar tuduhan rendra.
rendra masih merasa nyeri di pipinya.
memegang dan mengelus pipinya.
maaf kan aku rose. aku hilang kendali, aku cemburu melihat mu dengan lelaki lain, apa lagi sampai menyentuh mu. aku bisa gila rose. (rendra masih berusaha membujuk rose agar memaafkan dia).
rose hendak turun dari mobil rendra, seketika rendra menahan, dan menarik tangan rose, membuat rose membentur kepala rendra.
auu.... rose mengelus kepalanya sakit
begitu pula dengan rendra, sedikit denyut di keningnya.
belum puas kah kamu menyakiti ku mas, kenapa kamau jahat pada ku mas.
rendra memegang tangan rose, menatap mata rose dalam.
aku tau, aku salah rose. semua sikap ku menyakiti mu, tapi ketahuilah aku menyayangi mu, sangat.
aku tidak ingin ada orang lain yang menyentuh mu.
aku hanya tidak tau bagaimana cara mengendalikan emosi ku. saat bersama mu membuat ku lepas kendali rose. sungguh maafkan aku. aku akan berusaha untuk jadi lebih baik untuk mu rose.
rendra mengecup punggung tangan rose.
kamu mau kan memaafkan ku rose? (tanya rendra penuh harap)
rose melihat ketulusan dan kejujuran di mata rendra.
baiklah aku memaafkan mu mas.
rose, ya mas.
bisa kah kamu belajar mencintai ku?
rose terkejut mendengar pertanyaan rendra, iya tidak tau perasaannya, juga tidak tau akan menjawab apa, akhirnya dia mengganggukan kepalanya.
aku mencintai mu rose. rendra mengecup kening rose.
_______------______
setelah mengantar rose ke bandara rendra langsung menuju klinik dokter danu.
ada apa rendra? (tanya dokter danu)
apa kamu sudah mendapatkan wanita itu.
aku akan menikah dengannya dok.
wah selamat ya rendra, aku senang akhirnya kau mandapatkan kebahagian mu.
kapan itu?, apakah aku di undang.
tentu dok kau harus datang.
lantas apa tujuan mu datang kesini, apa hanya mengundang ku saja?
dok, aku masih merasakan apa yang ku rasakan dulu.
tapi sekarang aku tidak bisa mengontrol emosi ku, rasa untuk memilikinya begitu besar.
entah kenapa badan ku terasa panas saat berdekatan dengannya.
ada sesuatu yang aneh menurut ku dok.
dokter danu hanya menghela napas, rendra di umur mu sekarang apa kamu pernah melakukan itu pada wanita, rendra mengerutkan keningnya. melakukan apa dok?, melakukan hubungan itu dengan wanita, masa kau tidak mengerti rendra.
ohhh.... tidak pernah dok, memang kenapa?
dokter danu tersenyum.
kalau berciuman pasti pernah kan? (tanya dokter danu)
dok, kau ini kenapa, kenapa menanyakan sesuatu yang aneh seperti itu. (rendra sudah mulai kesal dengan dokter danu)
baiklah, baiklah, segera lah menikah, maka kau akan mengerti maksud ku, dan kuharap kau akan bahagia.
______------______
heru, bagaimana perkembangannya? (taya rendra datar)
belum ada kabar pak, kami masih menyelidiki, tapi bisa di pastikan bahwa kecelakaan yang menimpa bapak itu adalah sebuah kesengajaan.
jadi ada yang ingin mencelakai ku?
__ADS_1
sepertinya demikian pak. (jawab heru yakin)
cari siapa dalangnya, dan kabari aku secepatnya.
baik pak. saya permisi.
*siapa yang berani bermain api dengan ku? dia pasti tidak tau sedang berurusan dengan siapa, jika ku dapatkan, ku pastikan dia akan membusuk di penjara*
rendra tidak bisa menebak siapa yang hendak mencelakainya. terlalu banyak orang di luar sana yang ingin menjatuhkan dan menghancurkan kesuksesannya.
______------_____
hai ndra, gue gak ganggu kan? (tanya randy yang baru memasuki ruangan rendra)
gangu, (jawab rendra datar) lebih baik lu pergi.
randy tertawa mendengar sahabatnya itu.
lu masih aja sama ndra, gak berubah, muka lu tetap angker. hahaha
baimana kalau kita pergi makan ndra, kita sudah lama tidak makan bersama.
rendra bangun dan mengambil jas, berjalan menuju pintu.
ndra mau kemana? (tanya randy)
lu bilang mau makan (jawab rendra datar)
hahaha... hayoo lah. randy merangkul rendra.
mereka ke restoran yang menjadi langganannya.
gimana lu sama rose? (tiba-tiba randy bertanya)
baik, kami akan menikah (jawab rendra santai).
randy langsung terbatuk, dan menyemburkan makanan yang ada di mulutnya.
lalu dia mengambil segelas air dan meminumnya.
berusaha mencerna ucapan rendra barusan.
becanda jangan keterlaluan ndra. gak lucu.
gue gak bercanda, beberapa hari lagi gue akan resmi menjadi suaminya.
randy akhirnya menyerah, tidak ingin berdebat dengan sehabatnya itu.
baiklah, jika memang rose memilih lu, gue bisa dengan rela menerima semuanya.
tapi gue tidak menyangka dia memilih lu ndra.
jika lu membuat rose terluka dan kecewa, gue akan merebutnya kembali (ancam randy).
*pantas saja dia tidak menjawab saat aku meminta dia menjadi pacar ku*. -randy-
rendra tersenyum penuh makna, mendengar randy mengancamnya.
tidak akan gue biarkan apa yang menjadi milik gue kecewa ran, apa lagi sampai terluka.
_______-------______
randy begitu kecewa dan sedih, mengetahui rose akan menikah dengan rendra.
*sepertinya aku harus merelakan mu rose, dan semoga kau bahagia rose, aku yakin rendra akan membuat mu bahagia*
randy hendak menelpon rose, tapi ia urungkan niatnya.
ia tidak ingin semakin kecewa lagi.
_______-------_______
rendra sudah berada di kediaman orang tua rose.
dia sudah siap dengan jas yang melekat di tubuhnya.
tampan dan gagah.
rose masih berdandan di kamarnya, di temani amel yang setia bersamanya sejak kemaren sore kedatangannya.
rose, lu cantik banget, si rendra pasti melongo liat lu nanti, bisa ngences dia, (tutur amel)
jenny datang menemui rose. miss, (memeluk rose) miss cantik sekali. jen senang akhirnya mis menikah dengan kak rendra.
rose hanya tersenyum dan mengajak jenny duduk di sebelahnya.
__ADS_1
miss nanti setelah kembali ke kota, miss akan tinggal bersama jenny bukan? jenny senang sekali, jenny tidak akan sendian lagi.
rose dan amel hanya mendengar celotehan jenny.
saat rose keluar, benar saja rendra melongo dan terpana melihat betapa cantik calon istrinya.
rendra bahkan tak berkedip terus memandang rose.
dia yakin bahwa hatinya tidak lah salah memilih rose, karena semua yang diinginkan ada pada diri rose.
*baby kau membuatku semakin gila, akhirnya hari ini kamu menjadi milik ku* -rendra-
acara sakral pun berjalan lancar, rose resmi menjadi istri dari seorang rendra. pesta pun sudah selesai.
rendra meminta ijin kepada orang tua rose akan kembali ke kota besok, karena ada banyak pekerjaan yang harus ia selesaikan.
orang tua rose hanya bisa mengiyakan. ayah rose meminta agar rendra menjaga puterinya, dan membahagiakannya.
______------______
rendra tak menyentuh rose di malam pertama mereka, mereka sama-sama lelah setelah semua acara panjang itu.
akhirnya mereka kembali ke kota. jenny tak henti-hentinya bercerita apa saja yang ia ingin lakukan bersama rose. jenny terus saja menempel dengan rose, dan itu membuat rendra sedikit iri. andai ia berada di posisi jenny, pasti akan sangat bahagia bisa sedekat itu dengan rose.
miss, apa jenny boleh memanggi miss dengan kakak ipar. rose tersenyum, tentu saja jen. miss tidak keberatan apapun kamu memanggil miss.
jen bersorak senang, serta kembali memeluk rose erat.
senang sekali sepertinya kamu jen, begitu ada kakak ipar mu, kamu melupakan kakak mu ini. (protes rendra)
tidak kak, jen tidak mungkin melupakan kakak, jen menyayangi kalian. (jen memeluk rendra)
rendra tersenyum akan tingkah jen.
rendra berencana mengenalkan rose sebagai istrinya pada acara ulang tahun perusahaaan minggu depan.
dia sudah memerintahkan heru dan seketarisnya vina menyiapakan semuanya. dia ingin membuat rose terkesan dan bangga menjadi istrinya.
rendra juga sudah mengundang semua kolega dan rekan bisnisnya. tidak lupa dia menyuruh heru mengundang robin. dia ingin menunjukan pada robin bahwa rose hanyalah miliknya.
______------______
rose berada di kamar rendra. dia bingung harus bagaimana. ada sedikit rasa takut dan canggung bila berhadapan dengan rendra.
rendra keluar dari kamar mandi, dengan handuk di pinggangnya, menunjukan bentuk tubuh kekarnya.
rose menundukan kepala, malu melihat rendra yang tidak pakai baju.
kenapa kamu tidak pakai baju mas, cepat pakai baju mu.
ini kamar ku, jadi terserah aku mau pakai baju atau tidak.
sana cepat pergi mandi, kamu bau rose?
rose menendus tubunya, *aku tidak bau, dasar hidungnya saja yang konslet*
rose melotot pada rendra, tapi bergegas masuk ke kamar mandi.
saat sudah selesai mandi, rose lupa mambawa baju ganti, dia membuka perlahan pintu kamar mandi, memunculkan kepalanya sedikit, mencari dimana rendra.
*sepertinya cowok menyebalkan itu gak ada, mungkin dia keluar, sebaiknya aku bergegas mengambil pakaian ku* -rose-
rose segera keluar, dan celingak celinguk, karena memang kamar rendra cukup besar, dan menyambung dengan ruang kerja juga.
ahh... aman. dia segera ingin mengambil baju, berjalan dengan cepat tanpa memperhatikan, rendra muncul dari ruang kerjanya.
saat itu mereka bertabrakan, tak sengaja handuk rose terlepas, rose begitu panik, karena paniknya dia sampai berteriak.
aaaaa.......
rendra yang melihat membulatkan matanya, tidak percaya dengan pemandangan indah di depannya.
mas balikan badan mu, rose langsung membalikkan badan rendra. tutup mata mu mas (rose masih berteriak). tapi rendra tak menghiraukan, malah meghadapkan tubuhnya dengan rose.
rose cepat mengambil handuknya dan memakai kembali. *untung aja aku pakai celana dalam, tapi kan dada aku, arghhhh... pasti dia tadi lihatkan, bodoh banget sih rose*
rendra tersenyum, kenapa aku harus tutup mata, aku suami mu sekarang, kamu tidak melupakan itu bukan.
aku berhak melihat semuaya, lagi pula cepat atau lambat aku pasti akan melihatnya kan.
rendra memiringkan kepalanya, tersenyum penuh pengharapan, dia hendak menyentuh handuk rose, tapi dengan sigap rose menahan handuknya, menepis tangan rendra.
jangan macam-macam kamu ya mas, rose melotot ke rendra. aku akan teriak kalau kamu macam-macam. (ancam rose).
berteriaklah, tidak akan ada yang mendengar mu. kamar ini kedap suara.
__ADS_1
rose sungguh takut mendengar rendra, *kamar ini kedap, habislah aku, aku harus cepat kabur*.