Strange Fate

Strange Fate
BAB 35. Robin DatanG


__ADS_3

rose merasa ketakutan, takut akan kehilangan orang yang ia cintai. perasaannya sudah tidak karuan. semenjak pagi dia memang sudah mendapat firasat yang tidak baik, tapi dia tidak menduga akan terjadi hal seperti ini.


rose duduk di kursi panjang yang ada di depan ruangan itu. tangisnya sudah tidak terdengar, tapi air mata masih terus mengalir dari matanya.


rose hanya bisa merapalkan doa dalam hati, agar tuhan menyelamatkan rendra. membiarkan dia merasakan kebahagiaan bersama rendra dan calon anak mereka yang sebentar lagi akan lahir.


rose mengusap perutnya, *bantu mami berdoa agar tuhan menyelamatkan papi kalian*


rose memejamkan matanya, dia berharap ini hanya mimpi. andai ini mimpi, aku ingin segera terbangun tuhan.


dokter sudah keluar dari ruangan itu, rose langsung menghampiri. bagaimana keadaan suami saya dokter? (tanya rose)


kami sudah berusaha yang terbaik, kita tunggu sampai suami anda siuman. apa saya bisa menemui suami saya dok? tentu, kami akan memindahkan suami anda ke ruang perawatan, anda bisa menemuinya segera. lantas dokter itu pamit meninggalkan rose.


rose melihat rendra terbaring di atas tempat tidur putih itu, dengan alat-alat yang dia tidak tau untuk apa semua itu. dia menggenggam tangan rendra, mencium tangan itu.


mas bangunlah, buka mata mu, ini aku dan jagoan kita merindukan mu. rose mengusap air matanya.


terdengar suara ketukan pintu, rose mempersilahkan masuk.


bu, (sapa heru)


rose hanya diam.


bagaiman keadaan bapak, bu?


dokter bilang harus menunggu bapak sadarkan diri.


_______-------_______


telepon rose berbunyi, jenny menelpon.


kakak dimana? kenapa kalian tidak ada di rumah?


astaga rose melupakan jenny, jen kakak di rumah sakit (jelas rose). siapa yang sakit kak? apa ponakan jen akan lahir? (tanya jen dengan polosnya)


kamu besiaplah, nanti pak dodo akan mengantar mu ke sini. kakak akan menelpon pak dodo.


baik kak. jen menutup telpon.


rose memberitahu pak dodo untuk mengantar jenny ke rumah sakit dimana rendra di rawat.


rose menemui jenny di lobby rumah sakit, mereka duduk di kursi tunggu yang ada di sana.

__ADS_1


kakak kenapa di sini? jen kira kakak akan melahirkan.


jen, kak rendra....


ada apa dengan kak rendra, kak? (ranya jen)


kak.. rendra mengalami kecelakaan, dia di rawat di rumah sakit ini.


jen mulai menangis, dimana kak rendra kak, jen ingin ketemu kak rendra.


rose mengajak jen ke ruang rawat rendra. jen langsung menghampiri rendra, ia tambah sesegukan menangis.


rose memeluk jen, jen pun tak kalah erat memeluk rose, dia menangis sejadi-jadinya.


kenapa dengan kak rendra, kak?


jen lebih baik kita berdoa buat kak rendra agar cepat bagun dari tidurnya, agar kak rendra lekas sehat kembali, dan kita bisa berkumpul bersama lagi.


______-------______


rose menelpon orang tuanya, memberitahu bahwa rendra mengalami kecelakaan, setelah bicara dengan orang tuanya, rose merasa sedikit lebih baik. besok orang tuanya akan datang mengunjungi rose dan menjenguk rendra.


randy datang sehari setelah mendengar rendra kecelakaan. randy berusaha menghibur rose, dia menguatkan rose agar tabah dan tetap tegar, jangan berhenti berharap untuk kesembuhan rendra.


rose bersyukur begitu banyak orang yang perduli dan sayang padanya.


berita tentang pengusaha muda bernama rarendra prabu sanjaya mengalami kecelakaan sudah beredar di seluruh media masa nasional, bahkan di siarkan di stasiun televisi swasta.


sudah seminggu rendra di rawat, dan belum juga membuka matanya. dokter bilang rendra koma, karena ada benturan keras di kepala. hanya kuasa tuhan lah yang akan membuatnya membuka mata kembali.


rose selalu setia berada di samping rendra, dia hanya pulang untuk mengambil pakaian. jen setiap pulang sekolah selalu datang ke rumah sakit.


orang tua rose sudah kembali pulang, mereka tidak bisa terlalu lama menemani rose, karena masih ada adik-adik rose yang harus di urus.


______------______


mas, kenapa lama sekali tidurnya, bangunlah, aku sangat merindukan mu. tidak kah kau kangen untuk bertengkar dengan ku, apa kau tidak ingin mengusili ku seperti biasanya. rose meneteskan air matanya, mengingat kembali kenangan bersama rendra.


dokter masuk untuk mengecek perkembangan rendra seperti biasa. rose menghentikan tangisan seketika, mengusap air matanya.


nyonya apa bisa ikut ke ruangan saya sebentar, ada yang ingin saya bicarakan mengenai kondisi suami anda (pinta dokter)


rose berada di ruangan dokter yang merawat rendra. bagaimana suami saya dok, kapan dia akan sadar kembali.

__ADS_1


maafkan saya nyonya, sepertinya saya memang harus menyampaikan kabar ini.


rose tampak tidak siap, dia takut akan apa yang di sampaikan oleh dokter. betapa terkejut rose saat mengetahui kondisi rendra.


dokter mengatakan bahwa rendra mengalami komplikasi, mereka harus melakukan operasi lagi untuk rendra. akan tetapi resiko yang akan di timbulkan setelah operasi menjadi dilema untuk rose.


rose keluar dari ruangan dokter dengan lemas. dia duduk di kursi panjang yang ada di lorong rumah sakit. dia menutup wajahnya dengan kedua tangan.


dia tidak bisa menghadapi ini semua, sepertinya semua yang dokter itu katakan menghilangkan semua harapan yang selama ini selalu ia jaga.


*tuhan beri kesembuhan pada suami ku, kuatkan aku dan juga anak ku. tuhan tolong lakukan sesuatu atau kirimkan siapa saja yang bisa membantu ku menghadapi semua ini, jangan biarkan aku menghadapi ini sendiri*


ada langkah kaki yang semakin mendekat ke arah rose. rose tidak perduli dan masih menutup wajahnya. merasakan kepedihan, hati dan tubuhnya seperti tesayat dan sakit sekali. matanya sudah bengkak, karena seringnya menangis.


rose....


rose perlahan membuka matanya, melihat sosok yang memanggil namanya, suara itu sangat familiar di telinga rose.


ternyata ada sosok robin berdiri di hadapannya, lengkap dengan pakaian dokternya.


ka..k... robin


rose bergetar menyebut nama robin. dia tidak percaya akan pengelihatannya saat ini. hiks..hiks... rose malah kembali menangis.


robin memberikan rose tisu, rose menerimanya, dia mengahapus air matanya.


apa aku boleh meminjamkan bahu ku untuk kau menangis (ucap robin).


rose langsung memeluk robin, kak.... a...ku..


mas... rendra...


tenanglah, menangislah jika itu membuat mu lebih lega, lepaskan semua yang kau rasakan. robin mengelus kepala rose. robin mengajak rose kembali duduk.


rose masih bersandar di bahu robin, robin merangkul rose dan menenangkannya.


kau sudah lebih baik? (tanya robin)


kakak kemana saja? (rose malah bertanya)


robin hanya tersenyum. apa kau merindukan ku? (robin bercanda)


kakak......

__ADS_1


aku kembali ke sini kemarin, aku sudah mendengar kondisi suami mu.


__ADS_2