Strange Fate

Strange Fate
BAB 53. Janji


__ADS_3

dave mengenggam kedua tangan rose, mencium punggung tangannya. terimakasih rose.


aku pergi dulu (ucap dave kemudian berdiri)


nanti malam aku jemput pukul tujuh.


jemput??? kita mau kemana dave? (tanya rose)


kau bilang aku harus mentraktir mu makan malam (dave menedipkan sebelah matanya) dandan yang cantik kekasih ku (ucap dave tersenyum)


rose menghela napasnya.


dave sudah pergi dari kantor rose, clara yang melihat dave keluar dari ruangan rose agak sedikit bingung, melihat perban di tangan dave. *apa yang terjadi*


_______-------_______


*mengapa harus ada pria gila seperti dave yang mengacaukan hidup ku* -rose-


*apa yang telah ku lakukan, kekasih?? menikah?? argghhh....*


rose menyandar pada kursi kerjanya, memijat kepalanya yang sedikit berdenyut.


dave datang menjemput rose tepat pukul tujuh malam.


rose menghampiri dave yang duduk menunggu di ruang tamu.


kau seperti bidadari rose, bidadari tak bersayap (ucap dave tersenyum melihat penampilan rose)


jangan menatapku seperti itu, nanti air liur mu menetes (ejek rose)


dave pun hanya tertawa mendengar ucapan rose.


mereka sudah di perjalanan menuju tempat untuk makan malam.


kita mau makan malam dimana dave? (tanya rose)


nanti kau akan tau, ini kejutan


apa vero dan varo sudah tidur (tanya dave)


iya, tadi ku lihat mereka sudah tertidur. sepertinya mereka lelah bermain seharian.


aku kagum pada mu rose, kau adalah ibu dan wanita yang luar biasa. aku adalah pria paling beruntung bisa menjadi kekasih mu.


rose melihat sekeliling, tampak bingung. dave kita mau kemana? ini bukan restoran. ini rumah siapa?


dave tak menjawab pertanyaan rose. dave menghentikan mobilnya, membawa rose menuju ke dalam rumah besar nan mewah itu.


malam mah, pah, (sapa dave)


malam sayang, kau sudah datang (jawab sari)


dave merangkul pinggang rose. mah, pah, perkenalkan ini calon istri dave.


rose melotot pada dave.


*hei, pria gila, permainan apa lagi ini*


wah cantik sekali calon menantu mamah, sari memeluk rose, dan mencium pipi kiri dan kanan.


rose tersenyum, bersikap sopan.


siapa nama mu nak (tanya sari)

__ADS_1


saya rose tante, lantas rose bersalaman dengan papah dave.


panggil mamah dan papah, rose, kau harus terbiasa (ucap sari) bukan kah kami akan menjadi orang tua mu juga.


e..e... iya ma..mah..


pah... (rose mengangguk)


mereka makan malam, mengobrol dengan santai.


ada perasaan nyaman saat bersama kedua orang tua dave, mereka menerima rose dengan ramah. menganggap rose seperti puteri mereka.


rose teringat mama dan ayahnya. terakhir kali rose menghubungi seminggu lalu. *apa kabar mama dan ayah, juga adik-adik*


mereka bercerita satu sama lain. sari menceritakan tentang masa kecil dave. riko ikut menimpali. lantas bertanya tentang rose, rose pun tak segan bercerita tentang dirinya, karena dia tidak ingin menutupi atau berbohong tentang dirinya.


lain kali kau harus mengajak si kembar kesini rose (ucap sari). mamah ingin sekali bertemu dengan cucu-cucu mamah. cucu ku juga mah (timpal riko)


iya mah, pah, nanti rose akan mengajak mereka.


jangan lupa ajak jenny juga (ucap sari)


kedua orang tua dave sangat baik dan ramah, bahkan mereka menganggap anak rose sebagai cucu mereka.


rose jadi tidak enak hati tentang hubungannya dan dave. orang tua dave terlihat menaruh harapan besar atas hubungan itu.


jangan sampai lepas son, (bisik riko pada dave, saat mengantar rose dan dave ke pintu keluar)


so pasti pah (jawab dave yakin)


_______--------_______


kamu apa-apaan dave, mengapa berkata kalau aku calon isteri mu (ucap rose)


rose sedikit pusing, dia tidak tau harus berbuat apa terhadap dave. lagi-lagi rose terjebak dalam situasi yang menurutnya aneh.


_______--------_______


WhatsApp


*aku sudah kembali


kau di rumah atau di kantor?* -robin-


*aku di kantor kak, aku pulang jam empat sore* -rose-


*aku kan menjemput mu* -robin-


rose bingung saat membaca pesan terakhir robin.


robin akan menjemputnya, sedang kan dave juga bilang akan menjemputnya. rose menggaruk tengkuknya yang tidak gatal.


*tidak usah kak, aku sudah ada janji dengan dave. kita bertemu di rumah saja* -rose-


kini robin yang merasa heran, rose ada janji dengan dave?? bukankah dave sudah tidak berkerja lagi.


tapi karena tidak mau bertanya lebih lanjut robin pun menuruti rose.


*baik lah* -robin-


_______-------_______


setelah mengantar rose, untungnya dave langsung pergi karena ada pertemuan penting dengan rekan bisnisnya.

__ADS_1


rose, (sapa robin)


kakak sudah lama datang?


tidak, baru 10 menit yang lalu.


terlihat vero berjalan tertatih menghampiri rose, memeluk kaki rose, rose mengangkat vero lalu menggendongnya. tini menghampiri, hendak mengambil vero, tidak apa (ucap rose) biarkan vero bersama ku.


baik non, (ucap tini)


dimana varo? (tanya rose)


sedang dimandikan oleh mirna, non


kau sudah mandi sayang (ucap rose pada vero dan menciumi vero dengan gemas)


den vero sudah mandi non.


hemm... rose memberi isyarat agar tini pergi meninggalkan dirinya dan vero.


kak kita ke taman belakang saja (ucap rose yang masih menggendong vero)


non, biar tasnya mbok letakan di dalam (tawar mbok par) rose memberikan tasnya pada mbok par.


kau tidak ganti baju dulu rose (ranya robin)


nanti saja kak


robin mengambil vero daei gendongan rose, sebaiknya kau ganti baju mu, dan bersihkan diri mu. setelah itu baru mengendong vero lagi. kau tidak ingin vero sakit bukan


dengan berat hati rose menuruti ucapan robin.


baiklah dokter ku (ucap rose)


dadah vero, vero dengan uncle robin dulu ya, rose kembali hendak mencium vero, tapi robin menjauhkannya.


bersihkan diri mu dulu (perintah robin)


rose cemberut, menghentakan kakinya sebal, sikap rose sudah seperti anak kecil sekarang. membuat robin tersenyum geli melihatnya.


robin sedang bermain bersama vero dan varo, di temani kedua baby sister mereka.


om dokter sudah pulang (sapa jenny)


iya jen. tadi siang (ucap robin)


bagaimana sekolah mu jen? (tanya robin)


emmm.... baik. tadi jen dapat tugas sekolah, dan jen agak bingung mengerjakannya (ucap jen)


apa tugas mu? mungkin om dokter bisa membantu mengerjakannya.


ini tugas science om dokter, jen di suruh buat eksperimen tentang hujan. bagaimana bisa hujan di buat.


robin tersenyum, kapan tugas mu di kumpul?


lusa...


baiklah, besok om dokter akan membantu mu mengerjakannya (ucap robin)


jen meloncat kegirangan, benar ya om dokter, janji (jen memberikan jari kelingkingnya)


robin pun mengikuti menautkan jari kelingking. janji (ucap robin)

__ADS_1


wah, sepertinya senang sekali, ada apa ini? (tanya rose)


__ADS_2