Strange Fate

Strange Fate
BAB 39. RaveRo & RevaRo


__ADS_3

jenny sudah tidak sabar ingin ke rumah sakit bertemu rose dan kedua ponakannya. sejak tadi dia terus melirik jam di tangannya, menanti bel pulang sekolah berbunyi.


kak rose, mereka tampan sekali, mereka sangat mirip dengan kak rendra (ucap jenny semangat).


rose tersenyum, ia kembali mengingat kenangan tentang rendra.


*mas apa kau melihat dari sana, anak-anak kita sangat mirip dengan mu, jaga kami dari sana mas* rose sudah berkaca-kaca, tapi dia berusaha tidak meanangis lagi.


dalam hati rose berjanji akan kuat menjalani semua demi kedua anaknya dan juga jenny. dia berjanji tidak akan menangis lagi dan akan menerima takdir tuhan dengan bahagia.


kak rose, siapa nama lengkap mereka (tanya jenny membuyarkan lamunan rose)


namanya : Ravero prabu sanjaya dan Revaro prabu sanjaya ucap rose lantang


nama mereka bagus kak, seperti nama kak rendra (jenny tampak senang mendengar nama ponakannya)


iya vero dan varo memang duplikat mas rendra, nama meraka kakak gabungkan antara nama mas rendra dan nama kakak (ucap rose sedih bercampur syukur).


benar nama mereka sangat bagus (timpal robin yang baru masuk). om dokter (sapa jenny, tersenyum)


hai jenny, baru pulang sekolah dan langsung ke sini??


hehe, iya om dokter (jawab jenny cengengesan)


bagaimana kondisi mu hari ini rose? (tanya robin)


sudah lebih baik kak, kapan aku bisa pulang kak? (tanya rose)


mungkin besok kamu sudah bisa pulang.


_______-------______


rose..... (teriak amel girang)


mana si kembar, gue mau lihat. rose melirik ke ranjang bayi. amel mengikuti arah mata rose.


aaa.... si kembar tampan sekali, amel sudah mencoel pipi tembam kedua bayi itu. siapa nama meraka rose?


vero dan varo (jawab rose)


hei tampan, cepat besar ya, biar bisa aunty amel ajak jalan-jalan. rose boleh aku menggendong mereka. rose hanya mengangguk.


wah mereka anteng sekali rose, tidak rewel, pasti senangkan di gendong aunty amel. amel riang tertawa sambil menimang vero, lalu bergantian menggendong varo.


dokter robin apa aku cocok menggendong bayi (tanya amel sambil menggoda)


ya mel, sudah cocok (ucap robin sambil tersenyum ke arah rose, dan memberi tatapan aneh akan pertanyaan amel)

__ADS_1


dokter mau gak jadi ayahnya? (goda amel lagi)


robin berdehem.


*itu harapan ku menjadi ayah untuk anak-anak rose*


maksudku ayah anak-anak kita kelak (amel kembali melanjutkan kata-katanya) amel tertawa ketika mengucapkannya.


raut wajah robin berubah seketika, sedang rose mengerutkan keningnya. robin dan rose saling pandang, kemudian mereka tertawa bersama.


baiklah, cukup sampai disini berkunjungnya, rose harus istirahat dan menyusui si kembar (ucap robin).


amel mengajak jenny keluar bersamanya, amel mengajak jenny makan di cafe dekat rumah sakit.


robin juga hendak keluar meninggalkan rose, membiarkan rose untuk menyusui bayinya, tapi langkahnya terhenti karena dokter kinan datang.


sore, (sapa dokter kinan)


sore dok, (jawab rose)


dokter robin, kau disini? sepertinya dokter rutin berkunjung ya (kinan tersenyum penuh arti)


apa itu mengganggu mu dokter kinan? (tanya robin datar)


kinan mengangkat bahu, sama sekali tidak (ucap kinan)


e..ti..dak dokter, saya ---- (rose melirik kearah robin)


*seperti terjadi sesuatu antara kak robin dan dokter kinan, apa dokter kinan menyukai kak robin???*


saya biasa saja dokter kinan, dokter robin sudah seperti kakak bagi saya (ucap rose)


dokter kinan memeriksa keadaan rose, sepertinya anda sudah pulih, besok sudah bisa kembali ke rumah (ucap dokter kinan)


terimakasih dokter (ucap rose)


wah si kembar menggemaskan sekali ya (ucap dokter kinan) kinan melihat bergantian pada si kembar, dokter robin jika kau berlama-lama disini ku rasa si kembar nanti akan mirip seperti mu (sindir kinan).


robin sudah tampak mulai jengah dengan ucapan kinan. dokter kinan bukankah kau masih memiliki satu operasi lagi (ucap robin datar).


owghh... sepertinya aku di usir, karena menganggu moment bersama dokter robin (kinan makin menjadi).


robin menatap kinan tajam.


baiklah, kalau begitu saya pamit dulu nyonya rose. semoga anda dan si kembar selalu sehat.


rose tersenyum, dan mengucapkan terimakasih.

__ADS_1


ketika sampai di depan pintu keluar kinan menghentikan langkahnya, berbalik, dokter robin apa nanti kita bisa bicara sebentar (ucap kinan)


*mau apa lagi biang recok ini* -robin-


hemm... robin hanya berdeham. rose aku tinggal dulu, istirahatlah. robin mengelus kepala rose.


kak, apa kakak punya hubungan dengan dokter kinan? (tanya rose)


*kenapa tiba-tiba rose bertanya seperti itu, apa dia cemburu? jika ya, berarti dia memiliki perasaan pada ku*


tentu kami ada hubungan (jawab robin datar)


rose hanya manggut-manggut. sok tau dengan maksud robin.


hubungan ku dengan dokter kinan adalah hubungan sesama teman kerja (ucap robin kemudian).


rose malah tampak bingung, apa yang di pikirkannya tadi.


*ngapain juga aku nanya hubungan kak robin dengan dokter kinan*


oooo,,, jawab rose. tapi sepertinya dokter kinan sejak tadi menyindir kak robin, dia cemburu atau dia tidak suka kakak berada di sini? (tanya rose dengan polosnya)


dia memang seperti itu rose, selalu merecoki ku. kinan adalah teman kuliah ku di kedokteran dulu. dia tidak mungkin menyukai ku, aku bukan tipe lelaki yang dia inginkan. kami hanya berteman. tapi dia memiliki sifat yang suka ikut campur dan merecoki orang, terlebih itu aku.


aku pun heran kenapa dia bisa berkerja disini, untung saja dia profesional saat berkerja. dia dokter yang bertanggung jawab dan pintar.


rose mendengarkan robin dengan seksama, jadi begitu ceritanya, pantas saja dokter kinan bersikap seperti itu. kakak mungkin pernah melakukan kesalahan, jadi dokter kinan bersikap seperti itu (ucap rose)


sudah lah tidak usah dibahas si kinan itu, tidak penting, oke (pinta robin).


_______-------_______


rose sudah bersiap-siap, membereskan barang-barangnya, dan barang si kembar. amel dengan setia menemani, sedang jenny masih di sekolah.


mel, aku titip si kembar sebentar ya (pinta rose)


lu mau kamana rose? (tanya amel)


aku mau menemui kak robin sebentar, sekalian pamit pulang, soalnya sejak pagi aku belum bertemu dengannya, sepertinya dia sedang banyak pasien.


rose menuju ruangan robin, tapi robin tidak di ruangannya. dia bertanya pada suster yang ada, suster bilang robin sedang berada di ruangan dokter kinan.


suster memberitahu arah menuju ruang dokter kinan, rose segera menuju kesan, pikirnya sekalian pamit dengan dokter kinan juga.


ada apa lagi hah? (tanya robin pada kinan)


bukannya kemaren kita sudah bicara, aku gak akan merusak nama baik rumah sakit, seperti apa kata mu.

__ADS_1


______------______


__ADS_2