
haha, kau ini selalu saja begitu (ucap kinan)
kenapa memang dengan ku, kau itu yang selalu merecoki ku. sikap mu kemarin saat di ruangan rose, membuatku tidak nyaman (ucap robin sudah emosi)
baiklah, aku minta maaf (ucap kinan) aku hanya senang menggoda mu, membuat mu terusik, sudah jadi hobi ku sejak kuliah dulu. lantas kinan tertawa kembali, dan memutar kursi yang di dudukinya.
aku mendengar dari salah satu suster, bahwa pasien yang bernama rendra, atau tidak lain suami rose, sempat sadarkan diri saat di ruang operasi, dan dia sempat mengucapkan sesuatu kepada mu (tanya kinan telak)
*hemm kenapa bisa dia tau semuanya, matanya dimana-mana, bukan kah aku yang direktur rumah sakit, kenapa sepertinya dia yang tau segalanya*
apa maksud mu? (tanya robin pura-pura tidak mengerti)
jangan pura-pura bodoh hah, kau tau apa maksud ku. kau mau ceritakan pada ku, atau aku yang menceritakan pada momy mu (kinan sudah mulai dengan ancamannya)
bisa mu hanya menggunakan momy ku hah (jawab robin ketus). jika itu bisa membuat mu membuka mulut, kenapa tidak (jawab kinan acuh).
*tukang recok sejati kau kinan*
baiklah, kau tidak akan menyerah bukan jika aku belum bercerita apa yang terjadi (ucap robin)
itu kau sudah tau bin.
rendra sempat tersadar, dia melihat pada ku, sebelumnya kami memang sudah saling mengenal, tapi tidak terlalu baik, karena kami sama-sama bersaing memperebutkan hati wanita yang sama.
saat dia sadar dia mengatakan agar aku bisa menjaga keluarganya, meminta ku untuk membahagiakan rose dan adiknya jenny. serta dia meminta ku untuk menjadi sosok ayah bagi putra kembarnya. setelah itu dia pergi.
berarti secara tak langsung dia meminta mu untuk menjadi penggantinya (tanya kinan).
mungkin, aku tidak tau (jawab robin).
apa ini seperti pesan terakhir dari suami rose, wasiat begitu (tanya kinan lagi).
entah lah, aku tidak tau kinan (ucap robin bimbang)
walau tidak di minta pun aku pasti akan membuat rose dan anak-anaknya bahagia, aku pasti akan menjaganya, karena dia menganggap ku bagaikan seorang kakak untuknya. jadi sudah menjadi tujuanku melakukan yang terbaik untuknya.
dia menganggap mu kakak, bagaimana dengan mu? apa kau bisa menganggapnya benar sebagai adik saja? (tanya kinan telak)
aku hanya tidak mau memaksakan hati ku lagi, aku tidak mau dia terluka (jawab robin).
aku tidak ingin menambah bebannya, serta membuatnya sedih, jadi aku memutuskan untuk tidak mengatakan apa yang di ucapkan rendra sebelum dia pergi. lagi pula aku pasti akan berusaha membuat rose bahagia walau rendra tidak meminta ku.
__ADS_1
aku juga sudah menganggap jenny seperti adik ku sendiri. lagi pula kau tau, aku anak tunggal, jadi aku akan sangat senang jika bisa memiliki adik seperti jenny.
lalu rose (tanya kinan)
emmm... robin tampak berpikir.
aku juga bisa berusaha mengganggapnya seperti adik bagi ku.
bukankah kau mencintainya, itu terlihat jelas dari sikap mu bin, bahkan seluruh anggota tubuh mu mengatakan kau mencintainya, sangat.
tapi sepertinya usaha mu harus ekstra keras, jika hanya mengganggapnya sebagai adik (ucap kinan)
ahhh... tapi aku yakin, kau tak akan bisa bin.
lagi pula mendiang suaminya sudah merestui mu, jadi kenapa kau tidak mewujudkan keinginan terakhir rendra.
aku rasa, rose memang sangat membutuhkan sosok seseorang yang dapat menjaga dan melindunginya. melihat kondisinya saat ini, ku rasa dengan dia dapat mengendalikan emosinya saja itu sudah cukup baik (jelas kinan).
terdengar simpatik (ucap robin)
kau pikir aku batu bin?
kurasa lebih, kau ka-----.....
robin menaikan sebelah alisnya, seraya bertanya ada apa, pada kinan.
sepertinya ada seseorang (ucap kinan berbisik).
______------_______
segrekkk.... terdenganr suara kaki menabrak kursi.
rupanya rose sejak tadi berdiri di depan ruangan dokter kinan, pintu itu tidak tertutup dengan rapat, jadi jelas terdengar suara dari dalam sama.
rose mendengar semua pembicaraan robin dan kinan sejak awal. dia tidak menyangka rendra mengatakan itu pada robin.
*mas sebegitu besarkah kau mencintai kami, sehingga saat kau pergi, kau masih memikirkan keadaan kami, beruntung sekali aku bisa menjadi istri mu*
saat mencari ruangan dokter kinan, rose tak sengaja mendengar suara robin dan kinan berdebat, jadi dia mengurungkan niatnya untuk masuk. saat akan pergi dia mendengar nama rendra di sebut, lantas dia memutuskan untuk mendengarkan pembicaraan robin dan kinan.
rose sadar dia akan ketahuan, kalau tetap di sini. keterkejutannya membuat dia tak sengaja menabrak kursi panjang di depan ruangan dokter kinan. dengan langkah cepat rose meninggalkan tempat itu.
__ADS_1
kinan bergegas keluar, untuk memeriksa apa benar ada seseorang yang mendengarkan pembicaraan dia dan robin. kinan melihat sekeliling dan tidak menemukan siapapun.
sepertinya tadi ada orang yang mendengar pembicaraan kita, sebaiknya kamu cepat kembali ke ruangan mu (pinta kinan pada robin)
ini semua salah mu, kalau kamu tidak mendesak ku bercerita, tidak akan ada yang menguping (ucap robin emosi).
awas saja jika sampai ada gosip yang beredar tentang ku (ancam robin)
sudah lah, sana pergi (pinta kinan) aku akan urus semuanya, kau kan direktur, jadi duduk manis saja, oke (ucap kinan dengan tenangnya, padahal dalam hati dia juga takut, sambil berpikir kemungkinan yang terjadi).
kepala mu yang duduk manis, memang siapa yang akan di tuntut jika tersebar berita tidak baik (tanya rendra masih emosi).
tentu saja kau (ucap kinan enteng) kau kan direkturnya. kinan menyeringai.
kau ini, hah... sudahlah. bisa-bisa aku yang tidak waras jika terus menanggapi mu.
itu derita mu bin.
robin menatap horor pada kinan. sedangkan kinan hanya menyengir. tidak merasa bersalah sedikit pun.
pantas saja tidak ada lelaki yang mau dengan mu, selain tukang recok, kau juga menyebalkan (ejek robin).
kinan malah tertawa kencang mendengar ucapan robin. aku saja yang tidak mau menanggapi para lelaki itu, jika aku mau, aku sudah dapatkan banyak (ucap kinan sombong).
kau memang tak waras kinan, kemudian robin pergi meninggalkan kinan yang masih tertawa.
______------______
mel hayo kita pergi (ajak rose)
si kembar taro di stroller saja (perintah rose)
amel meletakan si kembar di stroller sesuai kata rose. mulai mendorong menyusuri lorong rumah sakit.
dokter robin tidak mengantar kita rose (tanya amel)
tidak (jawab rose)
kenapa (taya amel)
tidak tau (jawab rose)
__ADS_1
*kenapa dengannya, perasaan saat pergi bertemu dokter robin masih baik-baik saja, kenapa sekarang sikapnya aneh, habis kesambet kali* -amel-