
rendra berjalan mendekati rose, rose dengan cepat mengambil baju asal, dia menarik kaos yang ada di atas koper, karena dia memang belum membereskan barang-barangnya.
kemudian berlari masuk kamar mandi. dengan cepat rose memakai kaos itu. tidak lupa dia memakai bra, dan roknya.
rendra masih senyum-senyum sendiri.
rose cepat keluar dari kamar mandi. lalu segera menuju pintu kamar untuk keluar dari kamar itu.
rendra mencegatnya, mau kemana istriku, cepat sekali kamu sudah memakai baju, lebih baik tak usah pakai, jadi aku bisa puas melihatmu. (rendra menyeringai)
rose mendorong tubuh rendra, memegang gagang pintu dan membukanya cepat, sebelum keluar dia berteriak kepada rendra.
dasar kamu mesum mas........
rendra tertawa mendengar kata-kata rose.
*kau membuatku semakin tergila-gila pada mu baby, kenapa kamu menggemaskan sekali, aku menyukai sikap mu itu* -rendra-
______------______
mbok par, ada yang bisa ku bantu, (tanya rose yang sudah di dapur).
tidak non, non tidak perlu melakukan apapun, non temani den rendra saja.
tapi aku bosan mbok. aku ingin mengerjakan sesuatu. biar aku yang menyiapakan piring untuk makan malam ya mbok.
jangan non, nanti den rendra marah. disini sudah banyak pelayan yang mengerjakan semuanya.
akhirnya rose mengurungkan niatnya untuk membantu di dapur.
dia pergi mencari jenny. rose mengetuk pintu kamar jenny.
kakak, masuk lah.
jen menyuruh rose masuk kedalam kamarnya.
mereka asik mengobrol, sesekali rose tertawa mendengar cerita jenny. adik suaminya itu ternyata kocak juga.
mbok par datang memberitahu kalau makan malam telah siap. rose dan jenny menuju ruang makan.
mbok mana mas rendra, kok belum turun? (tanya rose)
mbok juga tidak tau non, tadi mbok sudah memberitahu den rendra kalau makan malam sudah siap. mbok permisi dulu non.
kakak saja yang panggil kak rendra. (ucap jen)
sebenarnya rose malas menemui rendra, takut rendra berulah lagi.
baiklah, kakak panggil kak rendra dulu ya.
rose membuka pintu kamar, sedikit, mengintip, lalu melihat dimana kira-kira rendra.
mas..mas... kok mas rendra gak ada ya.
rose masuk, menuju ruang kerja. ternyata rendra sedang serius dengan laptopnya, sepertinya menyelesaikan pekerjaan kantor.
mas, makan malam sudah siap, mari kita makan (ajak rose lembut).
kamu duluan saja nanti aku menyusul (timpal rendra masih fokus dengan pekerjaan).
setelah makan malam rendra melanjutkan pekerjaannya. jen sudah masuk kamar dan mungkin sudah tidur. rose masih menonton tv di kamar, tapi dia mulai menguap, rose mumutuskan untuk tidur duluan.
______------______
rose terbangun, sinar matahari masuk melalui celah jendela. dia merasa ada yang aneh, kenapa perutnya terasa berat, saat membuka selimut dia melihat ada tangan yang melingkar di atas perutnya. lantas dia membalikan badan, dan terkejut melihat rendra yang masih tertidur.
aaaa.... apa yang kamu lakukan mas,..
rose memindahkan tangan rendra kasar, mendorong tubuh rendra hingga dia terlentang, lalu membuka selimut dan turun dari ranjang, tapi karena terburu-turu, kakinya terbelit selimut dan malah jatuh terjengkang di lantai.
aduhhh.... rose meringis memegang pantatnya yang terasa berdenyut.
rendra sontak kaget langsung melihat rose yang jatuh, kenapa kamu tidur dilantai? (tanya rendra mengejek)
__ADS_1
siapa yang tidur dilantai, aku terjatuh karena kamu mas. (rose ngambek)
suruh siapa pagi-pagi sudah berisik.
mengganggu tidur ku saja,
ini sudah pagi mas, (protes rose)
lagi pula siapa yang berisik, kamu yang mesum...
rose cemberut dan bangun duduk di atas ranjang masih merasakan denyut di pantat.
dia mengusap-usap pantatnya.
mau ku bantu mengusapnya, rendra hendak mengusap tapi rose terlebih dahulu menepis tangan rendra. jangan mesum mas. ini masih pagi.
rendra tertawa, aku mesum kepada istriku, jadi tidak masalah bukan.
*sudah menjadi suami pun masih menyebalkan, bertambah malah*
______-------______
sudah seminggu mereka menikah, keduanya tidak berhenti berdebat dan terus saja bertingkah aneh.
jen yang sering menyaksikan keduanya, hanya menjadi pendengar dan penonton setia tanpa berkomentar apapun.
hari ini rendra akan mengumumkan pernikahannya, memperkenalkan rose pada dunia sebagi istrinya.
semua persiapan sudah selesai.
rose tampak cantik dengan balutan gaun biru dongker, tubuhnya terlihat sangat sexy, rambutnya di kuncir keatas membentuk cepol yang sedikit berurai, anak rambut yang menjuntai kebawah membuat lehernya terlihat makin sensual.
rendra tidak melepaskan pandangan dari rose, dia terus menggenggam tangan rose, terkadang pindah ke bahu merangkul atau ke pinggang.
semua karyawan wanita tentu pada patah hati, dan beberapa rekan bisnis wanita pun tampak kecewa, bahwa saat ini rendra tidak lagi sendiri, sudah ada wanita secantik rose bersamanya.
robin tidak datang ke acara tersebut, dan itu membuat rendra tidak senang, karena tidak bisa memanasi robin.
selamat ya bidadari ku, (ucap randy kepada rose)
*apa-apaan dia, memanggil baby ku sebagai bidadarinya, sudah bosan hidup sepertinya*.
ku pikir aku yang akan jadi pangeran mu rose, ternyata kau membuatku patah hati dengan memilih si muka angker ini (randy masih memancing amarah rendra).
rose tersenyum, merasa bersalah kepada randy.
maa---....
tidak rose, kau tak perlu mengatakan itu, itu akan semakin membuat ku patah hati (timpal randy).
cari lah bidadari lain, yang ini sudah menjadi milik ku.
ucap rendra dan membawa rose pergi meninggalkan randy. randy hanya tersenyum melihat tingkah rendra yang jelas cemburu kepada randy.
istri anda begitu cantik tuan rendra, sapa seorang wanita berumur 40an bernama cyntia, rekan bisnis rendra, lebih tepat suami wanita itu lah rekan bisnis rendra.
terimakasih nyonya. (jawab rendra sopan)
dimana tuan daniel, apa dia tidak bersama anda?
owgh dia tadi pergi ke toilet, dan belum kembali.
selamat atas pernikahan kalian, semoga lekas dapat momongan. (cyntia memberikan doanya).
rose yang mendengar hanya menunduk malu, karena sampai saat ini rendra belum melakukan apapun, bagaimana akan punya momongan. sebenarnya rose lah yang selalu mencari cara menghindar dari rendra.
dia masih takut dan belum bisa menerima rendra yang sekarang sudah menjadi suaminya.
rendra.. (sapa dokter danu)
selamat ya, sekarang pasti jantungmu sudah baik-baik saja bukan (sela dokter danu)
terimakasih dok, tapi sepertinya tebakan mu salah.
__ADS_1
dokter danu mengerutkan dahinya, bingung dengan penuturan rendra.
apa kau belum melakukan apapun (dokter danu berbisik di telinga rendra)
hemm.. besok aku akan menemui mu dok di klinik. rendra mengakhiri percakapan dengan dokter danu, takut kalau rose akan mendengarnya.
rose yang sempat mendengar percakapan dokter danu dan rendra, sekarang di otaknya ada banyak pertanyaan, petanyaan yang membuat dia menciut karena mendengar soal jatung.
*apa rendra punya penyakit jantung??? kenapa dokter itu berkata demikian*.
mereka kembali ke rumah dengan wajah lelahnya.
mas boleh aku bertanya,
tanyalah apa pun itu, aku kan menjawabnya.
apa maksud dokter danu tadi mas?
kenapa dia bilang tentang jantung?
apa kamu mempunyai penyakit jantung?
rendra tersenyum mendengar semua pertanyaan rose.
kamu cerewet sekali (rendra mencubit hidung rose). rose hanya memasang wajah cemberut.
jangan dengarkan dokter tak waras itu, dia sedang bergurau tadi. tak perlu masukan hati kata-katanya (ucap rendra tersenyum)
______------______
cuaca cerah dan masih bisa di bilang pagi, matahari baru mulai menampakan sinarnya. tapi saat ini robin sedang mengamuk, dia membanting barang apapun yang ada di kamarnya. semua sudah pecah tak tersisa.
saat tau rose talah menikah dengan rendra, bahkan sudah seminggu yang lalu, bagimana mungkin dia bisa tidak mengetahuinya.
secara membabi buta dia meluapakan semua amarahnya, beruntung saat ini dia berada di kamarnya, bukan di rumah sakit ataupun tempat lain.
semua pelayan dan penjaga yang mendengar suara gaduh di kamar robin pada ketakutan. akhirnya kepala pelayan menelpon ibu robin yang saat ini berada di luar negeri.
robin turun menuju pantry, dia membuka lemari kaca, mengambil dua botol minuman, yah.. minuman yang sering membuat orang yang meminumnya menjadi mabuk.
robin sudah menghabiskan satu botol, dia berteriak dan terus memanggil nama rose. dia sudah setengah kehilangan kesadaran, semua pekerja di rumah tidak ada yang berani mendekati. dia bahkan menangis sambil mengucapkan "aku mencintai mu rose". dia mengambil hp dan menghubungi rose.
rose yang melihat hpnya bedering tertera nama robin sedikit takut, ada rasa bersalah yang begitu sangat kepada orang yang dianggap sebagai kakak itu.
rose memang menyayangi robin, bahkan dia tidak pernah menolak setiap perlakuan dan sentuhan robin. dia menganggap semuanya sebagai kasih sayang robin sebagai kakaknya.
hallo kak, (suara rose bergetar)
kenapa kau menghianati ku rose, kenapa kau melakukan ini padaku rose, kau jahat rose, aku yang selalu menantikan bersama mu dan kau dengan kejam meninggalkan ku, robin berteriak dan menangis. terus mengoceh di telepon, kumudian membanting botol yang di pegangnya, hingga suara pecahan botol terdengar jelas di telinga rose.
rose mulai panik, kak, kau kenapa, apa yang terjadi,
kak robin. rose masih terus memanggil, tapi robin tak bersuara lagi.
kakak dimana sekarang? kak....
robin sudah membuang hpnya entah kemana, dia menuju kamar. membanting pintu dengan begitu keras.
salah satu pelayan yang melihat hp robin masih ada suara lantas mengambilnya.
hal..hallo.. (suara pelayan itu ketakutan)
siapa ini? (tanya rose)
sa..saya pelayan tuan robin, nona.
saat ini tuan robin mabuk nona, dia berada di kamarnya, nona bisakah kemari, saya takut jika sesuatu terjadi kepada tuan. (pelayan itu menjelaskan)
rose yang panik mendengar penuturan pelayan itu bergegas mengambil tas dan berlari keluar rumah, dia mencegat taxi, dan menuju rumah robin.
rose meminta supir taxi agar lebih cepat, saat ini rose sudah tidak tau harus berbuat apa, dia hanya berpikir untuk menemui robin secepatnya.
dia tidak tau apa yang membuat robin seperti itu, karena setahu rose robin tidak pernah berbuat hal demikian. robin yang di kenalnya penuh kelembutan dan kasih sayang
__ADS_1
_______------______