
Antony menatap kosong kearah akun medsos nya yang memang sangat jarang untuk dibuka.
Memikirkannya hal ini, Antony tiba-tiba merasa cukup sedih, padahal mereka sudah menikah namun dirinya bahkan tidak tahu akun media sosial milik Emelin.
Sambil mengelap nafas, Antony lalu mengeklik di pencarian nama Emelin, dan setelah melihat-lihat beberapa nama, dirinya menemukan Akun Emelin yang memang sedang viral jadi mudah di cari.
Disana, ada banyak posting yang Emelin buat.
Melihat sekilas dari beberapa postingan, seperti tidak ada komentar jelek soal Emelin.
Antony merasa cukup lega.
Antony lalu menelusur lagi postingan lama Emelin.
Melihat lebih jauh kebawa kearah foto-foto Emelin.
Emelin sangat suka memposting foto dan berbagi kesehariannya di Internet.
Ini mengigatkannya kalau dirinya tidak pernah menyimpan foto Emelin diponselnya.
Ya?
Mungkin menyimpan satu atau dua foto akan bagus?
Ketika Antony sedang melihat-lihat dan memilih foto itu, tiba-tiba dia tidak sengaja menekan tombol like.
Ini...
Ini...
Emelin tidak akan tahu kalau dirinya melihat-lihat foto lamanya di Medsos kan?
Ah, lagipula Emelin begitu populer, bahkan jika dirinya spam like juga, mungkin Emelin tidak akan lihat, ini hanya satu notifikasi dari ribuan yang berada disana kan?
Merasa lega, Antony kembali melihat-lihat foto disana sambil tersenyum sendiri, di sofa kamar Hotel.
Emelin yang duduk di tempat tidur dan melihat Antony tengah melihat kearah ponselnya sambil tersenyum tidak bisa menahan untuk tidak bertanya-tanya soal apa yang di lihat orang itu, cukup heran dengan pemandangan langka ini.
Emm, kira-kira apa yang membuat Antony yang biasanya menunjukkan wajah sedingin Es itu sampai tersemyum seperti itu?
"Antony? Apa yang sedang kamu lihat?"
Mendengar suara panggilan Emelin tiba-tiba, ponsel Antony hampir jatuh karena kaget.
Lalu Antony kembali ke ekpersi dinginnya, berpura-pura tenang.
"Tidak ada apa-apa diponselku."
"Ah? Begitu? Lalu kenapa kamu tersenyum sendiri melihat ke ponsel mu?"
Mencoba mencari alasan, Antony lalu berkata,
"Aku hanya sedang melihat-lihat akun Medsos, bagaimana orang-orang berkomentar soal Claudia, benar-benar sesuai rencana kita,"
"Hmm, aku juga sudah melihat beberapa postingan tadi, syukurlah semua berjalan sesuai rencana,"
"Ya, kita hanya perlu menunggu lebih banyak reaksi lagi."
__ADS_1
"Itu bagus."
Emelin lalu mengigat sesuatu, Akun Media Sosial?
Ah...
Dirinya belum memfollow akun milik Antony bukan?
Memikirkannya sekarang Emelin jadi penasaran, apa isi akun Medsos Antony?
Ya ampun, memikirkannya sekarang terasa aneh, mereka sudah menikah begitu lama bahkan tidak saling follow di Medsos!!
Tapi dirinya benar-benar penasaran dengan Akun Sosmed Antony, kan barangkali saja dirinya menemukan foto Antony saat masih remaja atau saat masih kecil?
Ya, mungkin lain kali dirinya akan mencoba mencari tahu.
Pelan-pelan saja, tidak perlu terburu-buru.
####
Ditempat lainnya, disebuah ruangan kantor, terlihat seorang Pria parubaya sedang memarahi beberapa bawahannya.
"Kalian!! Bagaimana kerja kalian! Kenapa bisa sampai Berita seperti ini beredar di Publik? Apakah kalian tidak memblokir berita ini?"
"Maaf, Tuan. Kami sudah berusaha, namun hal-hal itu sudah terlalu viral dan kami tidak bisa lagi mencegah semua itu beredar."
"Kalian benar-benar tidak ada gunanya!!! Pertama, aku suruh mencari rekaman CCTV di Bandara saja tidak sanggup, sekarang kalian tidak bisa mengurus berita ini terus beredar?"
"Kami minta maaf Tuan,"
"Baik, Tuan. Kami akan segera pergi mencari lagi lebih teliti."
Pada bawahan itu lalu segera pergi dari sana, suasana Bos merek benar-benar buruk, namun bagaimana lagi, mereka tidak bisa berbuat apa-apa.
Dan soal Rekaman CCTV itu semua bukti seolah menghilang dengan segaja, apa ini perbuatan seseorang?
Para bawahan itu masih memikirkannya dalam hati, apakah perlu memberi tahu Bos kalau mungkin ada yang mencegah mereka dari mendapatkan bukti?
Setelah bawahannya pergi, Pria itu begitu marah dan menyebar semua hal di mejanya hingga jatuh.
Dirinya benar-benar pusing sekarang, banyak orang mulai meneleponnya karena semua rumor yang beredar ini.
Mulai dari Investor yang memang memiliki beberapa masalah dan ingin segera mencabut Investasi nya...
Apalagi dengan semua berita ini!!
Bagaimana ini bisa terjadi secara tiba-tiba?
Dan soal berita di internet...
Dirinya tidak akan menyangka kalau Emelin benar-benar berani mengatakan hal ini didepan Publik seperti ini!!
Anak itu!!
Sejak kapan dia mulai begitu berani!!
Dan dari mana anak sialan itu mendapatkan hasil Tes DNA itu!!!
__ADS_1
Apakah semua sudah direncanakan sejak awal?
Sekali lagi ponselnya berbunyi, kali ini dari Istrinya Cornelia, dia pun mengangkatnya.
"Iya, sayang ada apa?" Tanya Alvan dengan nada seramah mungkin.
'Alvan! Ini semua gara-gara kamu!! Kamu harusnya tidak memberi tahu Emelin soal Claudia!! Sekarang semua orang tahu, apa kamu tidak tahu, kalau berkat hal ini Putri kita mendapatkan caci maki dari Publik? Ini semua salahmu!!'
Suara penuh amarah keluar dari ujung telepon.
"Hah! Kamu bisanya menyalakan orang saja bukannya mencari solusi!"
'Harusnya kamu yang mencari solusi!! Coba saja kamu tidak mengatakan hal-hal soal Claudia pada Emelin hal ini jelas tidak akan terjadi, ini semua salahmu!!'
"Berhenti terus menyalahkanku! Dari awal jika kamu dan Claudia tidak membuat keributan di Bandara dengan Emelin semua hal pasti tidak akan menjadi seperti ini."
'Sekarang kamu malah menyalahkanku? Kamu ini benar-benar laki-laki tidak becus dari awal!! Kamu selalu seperti ini sejak dulu!!'
"Cornelia jaga bicaramu!"
'Kenapa? Aku masih ingat bagaimana kamu dulu lebih memilih menikahi wanita sialan itu dari pada aku!'
"Kamu! Kamu masih mengungkit-ungkit hal itu? Kamu tahu posisiku saat itu!"
'Kamu yang tidak tahu posisiku saat itu! Wanita sialan itu membuat aku dan Keluargaku keluar dari Kota! Aku selama hamil Claudia harus hidup menderita di luar, dan merawatnya seorang diri! Apa yang kamu mengerti ketika kamu bersenang-senang dengan wanita sialan!'
"Cornelia cukup soal itu!! Itu sudah masalalu dan tidak perlu diungkit-ungkit lagi!"
'Bagaimana aku tidak mengungkitnya ketika kamu malah menyalahkanku dan Claudia yang membuat keributan dengan Emelin? Kamu sekarang mulai membela anakmu dari wanita sialan itu, Hah??'
"Berbicara denganmu tidak menyelesaikan masalah."
Dengan kesal, Alvano menutup teleponnya itu.
Hal-hal ini ternyata lebih rumit dari pada yang dirinya kira.
Dirinya kira setelah dua orang yang dirinya benci Ayah Mertua Sialan dan Ibu Emelin itu mati, dan harta jatuh ke tangannya, semua dendamnya terbalaskan....
Namun sepertinya masalah baru malah muncul karena dirinya yang ceroboh!!
Belum lagi Perusahaan Smith yang malah keuangannya semakin memburuk belakangan ini, dan membuat dirinya pusing dengan utang-utangnya...
Hah... Bukanya menikmati hidup malah harus mengurus Perusahaan Smith yang sudah bobrok ini!!
Dan masalah yang Emelin buat...
Semua benar-benar kacau....
Memang, tidak Ibu atau Putrinya mereka semua masih sama dengan wajah yang sama, dan lagi sama liciknya, yang berniat menghantui dirinya seumur hidup dan tidak bisa membuat dirinya tenang!!
Bahkan walaupun Emelin Putrinya, fakta ini memberikan perasaan rumit padanya, namun melihat wajah itu selalu mengigatkan dirinya pada wajah Ibu anak itu....
Wajah yang selalu dirinya benci.
####
Bersambung
__ADS_1