Suami Bayaranku Yang Dingin

Suami Bayaranku Yang Dingin
Season 2 Episode 76: Tidak Perlu Mengejarku


__ADS_3

Butuh waktu sekitar dua Minggu untuk Raka pulih.


Dirinya juga sudah dengar, bagaimana kondisi Kakeknya menjadi buruk akhir-akhir ini, terutama setelah Ayahnya Pergi, dan juga Insiden yang disebabkan oleh Paman Viktor. Tentang bagaimana Putra-putra bermusuhan karena dirinya yang terlalu berekspektasi berlebihan dan selalu membanding-bandingkan mereka.


Hal-hal ini jelas membuat kondisi Kakeknya buruk, dan menjalani Pemeriksaan dan Perawatan Intensif di Rumah Sakit untuk Dua Minggu ini.


Raka sendiri juga cukup sedih setelah mendengar hal-hal itu, namun dirinya juga tidak bisa berbuat apa-apa Keluarga Anderson awalnya memang sudah seperti itu.


Hal-hal dimasa lalu tidak bisa dirubah, namun hal-hal dimasa depan tentu saja bisa dirubah untuk menjadi lebih baik.


Raka benar-benar sudah bertekad untuk hal ini.


Namun selain untuk merubah Keluarga Anderson, Ada hal lebih penting lain yang harus dirinya lakukan.


Setelah menjalani masa pemulihan ini, hari ini dirinya diizinkan untuk pulang ke rumah.


Tentu saja hal pertama yang ingin dirinya lakukan begitu keluar dari Rumah Sakit adalah untuk mencoba mencari Alissya.


Alissya mungkin tidak ingin bertemu dengannya namun dirinya masih ingin untuk bertemu dengan gadis itu.


Kali ini dirinya akan mencoba mengejar Alissya dengan lebih serius, lebih mencoba memahami tentang keadaan dan situasi gadis itu.


Sejujurnya dirinya masih takut dan hatinya cukup hancur melihat bagaimana Alissya pergi ke Kota lainnya.


Setidaknya dirinya masih ingin untuk bertemu dengan Alissya, ingin benar-benar mendengar penjelasan darinya dan ingin sekali lagi menyatakan cintanya dengan benar.


Raka yang sudah dibantu Pamannya Thomas itu, segera bersiap-siap untuk pergi dan bahkan sudah memesan tiket online.


"Raka, kamu benar-benar ingin pergi ke kota B sekarang?" Tanya Thomas dengan ekpersi khawatir.


"Tidak masalah, Paman. Semuanya sudah baik-baik saja aku benar-benar sudah cukup pulih sejak beberapa hari lalu," kata Raka sambil menunjukkan dia sudah bisa bergerak bebas, dan luka yang dimiliknya sudah cukup sembuh.


"Baiklah kalau begitu, jangan lupa bawa beberapa orang untuk menjagamu,"


Melihat Pamannya ini menjadi cukup waspada seperti ini sejak kejadian terkahir kali, Raka hanya bisa mengikuti.


"Tentu saja paman aku akan lebih berhati-hati lagi,"


"Itu bagus,"


Raka tentu saja segera menuju ke mobil yang menjemputnya, lalu segera berangkat ke Badara.


Sebelumnya dirinya juga sudah memesan hotel disana, jadi tidak akan repot untuk mencari dimana Alissya berada.


Namun tetap saja Raka masih merasa sedikit ragu soal hal-hal ini, walaupun dirinya sudah menguatkan hatinya.


####


Di Tempat lainnya, di salah satu Perusahaan Cabang Milik Keluarga Anderson, Alissya menjalani hari-harinya yang membosankan seperti biasanya.


Berangkat kerja, bekerja lalu pulang dan tidur.


Rasanya, hari-harinya kembali pada rutinitas ini, terlihat sangat biasa-biasa saja, dan terlalu monoton.


Saat ini, jam makan siang, dan Alissya makan siang bersama teman-teman Kantornya seperti biasanya.


Memang, rasanya ada yang kurang dalam hari-harinya ini.


Sebelum-sebelumnya, ketika masih ada di Perusahaan Pusat, disana dirinya akan sering bertemu Raka dalam berbagai situasi.


Terkadang mereka akan makan siang bersama...


Mereka juga kadang akan makan pagi bersama, dan saat jam Istirahat mereka kadang akan bertemu di Atap Kantor untuk mencari udara segar.


Raka yang terkedang bisa bersikap begitu lucu dan banyak omong itu selalu saja bisa menghibur hari-harinya, membuat hari-harinya menjadi penuh warna.


Dan ketika mulai memikirkan Raka lagi, Perasaan Alissya menjadi cukup sedih.


Perasaan yang saat ini dirinya rasakan cukup rumit.


Dirinya sudah tahu, jika Raka sudah baik-baik saja sekarang, dan tengah masa pemulihan.

__ADS_1


Namun entah bagaimana dirinya takut untuk bertemu dengan Raka lagi.


Apalagi setelah dirinya tanda tangan surat perjanjian itu, soal Uang 2,5 Milyar.


Raka jelas tahu soal hal-hal itu.


Pada pertemuan mereka sebelumnya mereka tidak sempat berbicara banyak.


Namun berita mutant berbicara langsung dengannya dirinya juga merasa cukup takut, takut jika Raka nanti kan membencinya dan akan berkata juga dirinya ini adalah Wanita yang gila harta.


Yah, iya tidak bisa berbuat apa-apa karena sebelumnya dirinya cukup diproses dan langsung mengambil pilihan itu tanpa pikir panjang.


Dan segalanya sudah menjadi seperti ini jadi yang bisa dirinya lakukan adalah menepati janji pada surat perjanjian itu untuk menjauh dari Raka Anderson walaupun ini terdengar sidikt menyedihkan.


Dan sekali lagi, hari itu terlalu dengan cepat sampai Alissya pulang dari Kantor.


Namun Alissya kita akan pernah mengira jika setelah dirinya keluar dari Kantor, dirinya akan melihat wajah yang familiar yang kau wajah yang sangat dirinya rindukan.


"Raka? Kenapa kamu ada disini?"


Raka lalu menatap Alissya sambil tersenyum, dan berkata,


"Tentu saja aku disini ingin bertemu denganmu,"


Alissya mundur sedikit karena ragu, namun Raka segera menarik tangan Alissya, mengajaknya ke suatu tempat dekat sana.


Yaitu sebuah Restoran Mewah.


Alissya masih tidak mengira jika raka datang untuk bertemu dengan dirinya setelah semua hal yang dirinya lakukan.


Termasuk tidak menemui atau menjenguk Raka yang jelas-jelas berada di Rumah Sakit.


Didinya benar-benar terlihat cukup jahat bukan?


Namun kenapa Raka masih ingin bertemu dengan dirinya?


"Raka, kenapa kamu kesini?" Tanya Alissya lagi begitu dirinya duduk disalah satu kursi disana.


Ya, hanya melihat wajah gadis didepannya ini yang begitu dirinya rindukan, Raka menjadi cukup senang dan bahagia.


"Sudah aku bilang aku ke sini untuk bertemu denganmu..."


"Tapi Raka... Kenapa?"


"Sttt... Kenapa kamu dari tadi bertanya kenapa tentu saja aku sangat merindukanmu itulah kenapa aku di sini dan jangan tanya lagi,"


"Raka.... Kamu tidak membenciku?"


Raka lalu tertawa,


"Membencimu bagaimana?"


"Aku pikir Mamamu sudah bilang soal hal-hal itu...."


"Ah? Soal Uang 2,5 Milyar itu? Tidak apa-apa, ambil saja uang itu jika kamu mau. Aku sendiri juga tahu kamu bukan tipe yang seperti itu..."


"Tapi aku benar-benar menerima hal-hal itu..."


"Soal Mamaku membayarmu 2,5 Milyar untuk menjauhiku?"


"Ya, bukankah kamu akan marah? Seolah aku menjual kebaikanmu dengan hal-hal seperti ini,"


Raka lalu menghela nafas.


"Sudah aku bilang, aku percaya padamu. Aku tahu kamu bukan orang seperti itu, lagipula pasti Mamaku begitu memaska dan menakutimu, tidak apa-apa sekarang semua baik-baik saja...."


Ekspresi Alissya menunjukan wajah yang cukup rumit.


"Tapi kenapa kamu bisa bergitu percaya padaku? Bagaimana jika aku benar-benar hanya mengincar harta dan uang-uangmu?"


Sekarang Raka yang tertawa,

__ADS_1


"Tentu saja karena aku mencintaimu. Aku percaya pada orang yang aku cintai, tidak kurang dan tidak lebih,"


"Raka kamu...."


"Ya... Aku sangat menyukaimu, dan ini bahkan tidak berubah... Bahkan ketika kamu pergi, aku menjadi semakin merindukanmu,"


"Tapi mungkin aku buka gadis yang benar-benar kamu tahu,"


"Aku sudah bilang, aku percaya padamu. Kamu tidak suka Uang-uangku,"


"Tapi aku menerima uang Mamamu,"


Raka lalu mengehela nafas sekali lagi, melihat sikap Alissya lalu segera berkata,


"Lalu bagaimana dengan ini? Aku akan memberimu dua kali lipat, tidak namun tiga kali lipat dari yang Mamamu berikan, jika kamu mau menikah denganku, 7,5 Milyar? 10 Milyar? Aku akan memberikan semua yang kami minta,"


Alissya terdiam mendengar hal-hal itu, kata-kata yang terlihat seperti merendahkan dirinya itu.


"Raka... Aku... Tidak menginginkannya uang-uangmu,"


Sekarang Raka tersenyum dan berkata,


"Memang aku tahu itu. Aku memang bukan laki-laki yang baik dan bijaksana seperti yang kamu mau, itulah kenapa kamu menolak ku. Aku memang seperti ini, tidak begitu pintar atau hebat, yang aku miliki hanya Uang-uangku ini... Aku juga berpikir jika aku mungkin bukan apa-apa dan tidak bisa apa-apa tanpa Uang-uangku ini, itulah seberapa tidak berguna nya aku, Tuan Muda Manja dari Keluarga Anderson. Ya selain Uang-uangku ini apa yang aku punya? Tapi aku bahkan tahu, dengan Uang-uangku, ini tidak akan dapat untuk mendapatkan cintamu,"


Alissya yang mendengar pertanyaan yang cukup menyedihkan itu tentu saja menjadi terteguh, dan segera berkata,


"Tidak... Kamu tidak seperti itu... Raka yang aku tahu, dia adalah pemuda yang ceria yang bisa menghagatkan hati dan menghibur orang-orang disekitar mu. Seseorang yang baik hati, hanya sedikit pemalu dan sedikit gengsi, namun kamu selalu peduli dengan orang-orang disekitarmu, itulah kenapa banyak orang menyukaimu...."


Mendengar kata-kata Alissya itu, Perasaan Raka menjadi gembira, lalu segera berkata,


"Jadi... Jadi aku masih memiliki kesempatan untuk mencoba mengejarmu?"


Sekarang Alissya mengeleng-gelengkan kepalanya, membuat ekpersi Raka segera berubah.


"Kamu tidak perlu mengejarku lagi...." Kata Alissya sedikit terputus.


Jelas, Raka tahu akan hal-hal ini, namun tatap saja ini...


"Karena aku sudah menjadi milikmu, jadi kamu tidak perlu mengejarku lagi,"


Raka tidak mempercayai apa yang dirinya dengar itu.


"Apa kamu bilang tadi Alissya?"


Alissya yang melihat wajah terkejut Raka itu, sedikit tertawa, lalu segera berkata,


"Ya, kamu tidak perlu lagi mengejarku, karena aku sudah menjadi milikmu, aku juga mencintaimu,"


"Alissya? Kamu... Kamu benar-benar menerimaku?"


"Tentu saja. Aku menerimamu. Aku sekarang sadar, aku saja yang terlalu overtaking, terlalu banyak berpikir berbagai kemungkinan yang tidak jelas, padahal jelas ada kamu yang menyukaiku tepat di hadapanku. Aku yang selalu overtaking ini mungkin menjadi kelemahanku, dan kamu selalu menjadi Impulsif, namun aku suka bagaimana kamu bersikap Impulsif itu, Raka yang selalu bisa membuat aku terkejut dan membuat hari-hariku lebih berwarna,"


"Kamu benar-benar menerimaku?"


Raka masih tengelam dalam kegembiraannya.


"Itu benar, Tuan Muda Raka Anderson, aku sangat menyukaimu.... Aku menerima tawaranmu sebelumnya,"


"Maksudmu?"


"Bukankah tadi sebelumnya kamu memberikan tawaran untuk menikah denganku?"


"Itu... Itu memang benar... Aku..." Kata Raka dengan gugup.


"Jadi kamu tidak serius dengan tawaran itu?"


"Tentu saja tidak, aku benar-benar ingin menikah denganmu,"


"Ya, aku juga...."


Setelahnya, Raka mulai berlutut dan memberikan cincin yang sudah lama dirinya siapkan itu untuk Alissya, membiarkan dirinya melamar Alissya dengan benar.

__ADS_1


Dan begitulah sore itu berakhir, menjadi hari yang indah dan tidak terlupakan untuk mereka berdua.


__ADS_2