Suami Bayaranku Yang Dingin

Suami Bayaranku Yang Dingin
Episode 141: Teman-teman SMA (Part 2)


__ADS_3

Emelin terlihat asik bercakap-cakap dengan wanita-wanita disana. Sedangkan Isabella yang awalnya menjadi pusat perhatian, tersingkir dipinggiran sangat kesal bagaimana Emelin selain merebut perhatikan Antony juga merebut perhatian semua orang dari dirinya. Juga kesal bagaimana Emelin terlihat begitu mesra dengan Antony.


Sejak kecil, Emelin memang terbiasa berurusan dengan banyak orang, jadi sangat mudah untuknya berbaur dengan orang-orang dipesta, terkesan sangat alami.


Teman dekat Isabella juga lalu menyeret Isabella kesana,


"Antony kamu jadi sudah menikah dengan Emelin ini? Kenapa tidak bilang? Aku kira kamu masih memiliki beberapa hubungan dengan Isabella ini,"


Isabella merasa kesal karena temannya ini benar-benar tidak bisa menjaga mulutnya.


"Ah? Siapa Isabella ini?" tanya Emelin pura-pura tidak kenal.


"Sudahlah Emelin tidak perlu terlalu memikirkannya, itu hanya cerita lama. Dan Isabella perkenalkan ini Emelin, Istriku."


Isabella menatap Emelin dengan penuh kebencian, mencoba tetap memasang senyumannya.


"Hallo, Emelin aku Isabella, dulu aku mantan Kekasihnya Antony,"


"Ah? Hanya Mantan Bukan? Ah tentu saja itu benar-benar sudah lewat, Perkenalan juga Aku Emelin, Istri Antony,"


Emelin sangat bangga ketika mengatakannya.


Seharusnya tidak apa-apa kan?


Antony toh sudah memperkenalkannya pada Isabella ini?


Melihat dua orang itu sepertinya dalam suasana yang buruk, teman Isabella segera sadar kalau dia salah bertindak, lalu segera berkata,


"Ah, benar, Isabella mari menemaniku ke Kamar Mandi dulu,"


Tanpa ragu, mereka berdua pergi dari situ, dan situasi terkendali kembali, sekarang Kemabli kepercakapan tenang.


Setelah bercakap-cakap itu, akhirnya ada seseorang yang sadar sesuatu setelah menatap Emelin.


"Tunggu dulu, bukankah kamu Emelin yang sama yang merupakan adik kelas kami? Emelin yang dulu berasal dari Kelas B saat Kelas Satu?"


"Ah, ya ampun bagaimana kamu tahu?" Tanya Emelin heran.


Beberapa orang juga mulai mengingat-ingat lagi.


"Ah, benar aku sempat tidak mengenalinya karena dulu kamu mengecat rambutmu,"


Emelin yang mendengar itu langsung menjadi malu.


"Tapi, Emelin apakah tidak apa-apa kamu disini? Apakah kamu tidak menyapa teman-temanmu?"


"Astaga, iya juga. Aku hampir saja lupa soal hal ini,"


Lalu Emelin mulai mengajak Antony untuk pergi dari sana, menuju ketempat teman-teman lamanya, berpamitan dengan teman-teman Antony.


Ketika Emelin mengandeng tangan Antony, terlihat tidak ada keberatan disana.

__ADS_1


Saat mereka berjalan, Emelin melihat diam-diam kearah Antony.


Namun tidak tahu harus berkata apa.


"Emelin, kamu memakai kalung itu?"


"Ah? Kalung ini? Ini hadiah darimu untuk perayaan Pernikahan kita terakhir kali bukan? Aku sangat menyukainya, kamu pasti sudah berusaha keras untuk mendapatkannya, dan memilihnya untukku, aku sangat berterimakasih padamu jadi tentu saja aku akan memakainya dengan bangga, ini adalah hal-hal yang kamu dapatkan dengan usaha kerasmu!"


Tentu saja, Emelin tau walaupun Antony sekarang Kaya, hal-hal yang dia dapatkan dari Kakeknya dan posisinya sebagai CEO Anderson Group pasti tidak mudah.


Kalau semudah itu, bukankah Raka sudah lama jadi CEO?


Pasti Antony selalu berusaha keras selama bertahun-tahun ini untuk mendapatkan posisi itu.


Juga untuk kalung liontin berharga ini pasti meluangkan beberapa gajinya untuk membelikan dan memilihkan kalung hadiah ini dengan hati-hati.


Kalung yang memang sesuai dengan seleranya, pasti Antony benar-benar memperhatikan dirinya sampai tahu kalung yang mungkin dirinya suka.


Pria pekerja keras seperti Antony memang membuat Emelin merasa meleleh.


"Aku senang jika kamu menyukainya,"


Antony sendiri merasa senang bagaimana Emelin menghargai pemberiannya.


Dimasa lalu beberapa orang tidak pernah menghargai kerja keras dan usahanya, bahkan walaupun dirinya memberikan segalanya.


Sudah, itu sudah masalalu yang lewat.


Itu sudah membuat Antony sangat senang, jadi kali ini dirinya juga akan mengerahkan segalanya untuk Emelin, untuk bisa mendapatkan Perusahaan Smith yang sudah direbut darinya itu, dan akan dirinya hadiahkan sebagai hadiah untuk Emelin ketiak nanti dirinya menyatakan cintanya.


Tunggu sedikit lagi, sampai Perusahaan itu jadi miliknya...


Ketika mereka tengelam dalam pikirannya masing-masing, mereka telah tiba di tempat teman-teman lama Emelin berkumpul.


Seorang wanita disana, sangat senang ketika melihat Emelin,


"Ya ampun, Emelin kamu akhirnya tiba?"


"Risya? Itu kamu?"


"Astaga Emelin, aku sudah lama tidak melihatmu sejak empat tahun lalu, sungguh merindukanmu,


"Aku juga, Risya,"


"Hey, Hey Emelin kamu tidak merindukanku?" Tanya wanita lainnya yang mendekati Emelin.


"Tentu saja aku juga merindukanmu, Lia."


Tiga sahabat itu saling berpelukan satu sama lainnya, melepas kerinduan.


Lalu mengigat sesuatu, Emelin melihat sekeliling rombongan kelasnya.

__ADS_1


Melihat Emelin celingak-celinguk itu, Risya bertanya,


"Siapa yang kamu cari?"


"Caludia tidak datang kan?" Tanya Emelin dengan cemas, kalau sampai ada Claudia akan ada kerusuhan.


Teman Emelin yang bernama Lia itu lalu tertawa,


"Tentu saja tidak ada. Mana berani Caludia itu datang? Udah dengar cerita sebenarnya soal kamu dari Raka, sungguh Caludia itu sangat licik, benar-benar begitu jahat."


"Memang aku juga tidak pernah mengira jika Claudia bisa seperti itu," kata Emelin.


"Sebenarnya, aku sudah lama tidak menyukai Claudia-Claudia itu, dari awal aku melihat dia itu mencurigakan," kata Risya.


"Kenapa kamu tidak pernah bilang soal itu Riysa?" tanya Emelin.


"Habis, kamu dulu terlihat sangat menyayangi Caludia itu, aku merasa tidak enak aku takut-takut kamu malah membenciku,"


"Itu tidak ada hanya saja, dulu emang aku sempat dibutakan dan berhasil ditipu oleh Ibu Tiriku dan Claudia,"


"Kami turut sedih dengan kejadian yang menimpamu itu," kata Lia.


"Sudahlah, aku tidak ingin membahas soal Claudia itu, memikirkannya saja membuatku sangat kesal."


Setelah itu, Risya sadar ada seseorang yang berada disamping Emelin,


"Emelin? Ini? Siapa?"


Emelin yang hampir lupa kalau Antony disitu, lalu memperkenalkannya.


"Ini Suamiku Antony,"


Risya lalu menunjukan wajah terkejutnya,


"Ini? Ini Suamimu Emelin? Kamu Antony yang tadi memberikan sambutan didepan itu kan? Siswa dari Kelas Tiga A dulu?"


Antony menatap teman Emelin itu dengan heran.


"Benar,"


Risya itu lalu menunjukan ekpersi terkejutnya, lalu menatap kearah Emelin.


"Astaga... Astaga Emelin, kamu sungguh beruntung sekali bisa menikah dengan Antony ini..."


Risya itu lalu berbisik kearah Emelin, hingga hanya Emelin yang mendengarnya.


"Ya ampun, ini Antony Callisto yang sama dengan Cinta Pertamamu, astaga rasanya seperti baru kemarin aku melihat kamu diam-diam menatap Kakak kelas itu dari jauh, tapi sekarang dia sudah jadi Suamimu!! Astaga, kenapa kamu tak pernah bercerita soal ini, Emelin? Ya ampun bisa menikahi Cinta Pertama sangat beruntung sekali Astaga," Risya terlihat sangat antusias sekali ketika berbisik pada Emelin.


####


Bersambung

__ADS_1


__ADS_2