
Sore itu, Cornelia kembali pulang ke rumah Keluarga Smith, mulai bersiap-siap untuk pergi ke acara Arisan oleh rombongan Sosialitanya.
Setelah memilih baju mana yang bagus, dan memilih Tas mana, dan sepatu mana, dia lalu membuka lagi sebuah lemari, dari lemari itu ada berbagai macam kotak perhiasan.
Disana dia mengeluarkan sebuah kotak kaca yang indah, dan membukanya.
Ada sebuah kalung dengan liontin safir yang indah, yang di kelilingi oleh rangkaian batu permata.
Sepintas dapat di lihat kalau itu adalah kalung permata yang sangat mahal juga sepasang anting dengan motif yang sama.
Cornelia menatap kalung itu,
"Hah, melihat wanita sialan itu sudah mati, semua perhiasan ini tentu saja menjadi milikku. Kalung ini sungguh indah, aku belum pernah memakainya, mungkin bisa aku pakai untuk sekedar pamer,"
Lalu Cornelia mulai membuka-buka lagi lemari itu, mengeluarkan beberapa kotak lagi, sedang memilih hal-hal yang ingin dirinya pakai.
Salah satu kotak, ada set rangkaian gelang emas, di kotak lainnya, ada sebuah gelang motif rantai dengan hiasan permata berwarna-warni disana.
"Hmm, apakah sebaiknya pakai yang ini atau yang ini?"
Dia menatap dua kotak gelang itu dengan binggung.
Tentu saja, semua gelang-gelang, bahkan semua perhiasan yang berada di sana bukan miliknya, namun milik Almarhum Ibu Emelin.
"Sudah aku duga sebaiknya aku membeli Perhiasan yang baru. Namun sayang sekali kalau hal-hal ini tidak dipakai, semua Perhiasan ini memilih desain sangat otentik pasti di Desain oleh Desainer Perhiasan terkenal. Ya mungkin aku bisa mencoba menjual beberapa diantaranya,"
Setelah memilih gelang, dia lalu mulai membuka kotak cincin disana, ada berbagai jenis cincin dengan desain yang indah, dan dihiasi oleh permata yang berkilau.
Cornelia dengan senang hati, mengambil salah satu cincin indah itu, mencoba di jarinya, lalu melepaskannya, dan mencoba lagi cincin-cincin disana, sampai dia merasa puas dan menemukan cincin yang cocok.
"Tidak buruk, cincin ini benar-benar sangat indah. Sangat sayang, hal-hal indah ini harus menjadi milik wanita sialan itu! Namun dia sudah mati! Dan semua ini milikku!! Sungguh senang bisa memiliki semua orang wanita sialan itu miliki!"
Setelah merasa puas, dengan perhiasan yang dia pakai, Cornelia lalu mampir ke salah satu salon kecantikan ternama di Kota untuk merias rambutnya.
Dia benar-benar menikmati hari ini, membuang hal-hal rumit dalam pikirannya, dan referesing sejenak.
Setelah melihat pantulan dirinya di kaca salon, Cornelia merasa puas.
Cornelia merasa kalau dirinya ini cantik, dulu dirinya hanyalah seorang gadis dari Keluarga miskin biasa, namun mengunakan berbagai hal-hal mewah seperti ini membuat Cornelia merasa lebih cantik lagi.
Untuk sesaat dia mengagumi penampilannya di cermin, terutama liontin safir dan anting-anting yang sangat indah itu, sangat cocok dengan dirinya.
Merasa penampilannya cukup sempurna, Cornelia akhirnya menuju tempat pertemuan Arisan.
__ADS_1
Di depan pintu rumah mewah itu, pertama dia disambut oleh seorang Pelayan.
"Silahkan masuk Nyonya Cornelia."
Ketika Cornelia masuk, disana sudah ada beberapa Nyonya-nyonya kaya dari Keluarga Besar dari berbagai Usia, ada yang di sekitar umur Cornelia atau ada yang lebih tua.
Ketika melihat Cornelia beberapa sempat terkejut, ada yang kaget, ada yang merasa penasaran.
Salah satu wanita disana mulai menyapa,
"Ya ampun, Nyonya Cornelia, bagus sekali kalung yang kamu pakai itu,"
"Terimakasih, Nyonya Ella dengan pujiannya, aku sangat tersanjung,"
Wanita bernama Ella itu, yang sebelumnya menelepon Cornelia lalu memanggil beberapa temannya.
"Ya ampun, indah sekali, dari mana kamu mendapatkannya?" Tanya salah satu wanita disana.
"Ini hadiah dari Suamiku tentu saja,"
"Ah? Benarkah? Semuanya, lihat Nyonya Cornelia sudah datang, kali ini dia memakai Liontin yang sangat indah, kalian mungkin mengenalinya,"
"Ya ampun, bukankah ini adalah Kalung Liontin dan Anting-anting milik Almarhum Olivia Smith, bagaimana bisa itu hadiah dari Suaminya? Astaga, aku tidak mengira bisa melihat kalung legendaris ini lagi,"
"Ya ampun, ya ampun Nyonya Cornelia aku tidak menyangka kamu sungguh berani memakai kalung legendaris ini...."
"A.. Apa maksud kalian?"
Tentu saja Cornelia merasa binggung, sebelumnya saat dirinya memakai perhiasan milik Olivia Smith, tidak ada yang menyadarinya karena memang awalnya Olivia itu jarang sekali hadir di acara-acara seperti ini, jadi dirinya dengan bangga memakai perhiasan miliknya...
Namun ini...
Bagaimana mereka bisa tahu?
"Ya ampun, Nyonya Cornelia benar-benar tidak tahu apa-apa? Aku bisa memaklumi sih, kamu kan sebelumnya dari generasi Keluarga kelas bawah," kata Ella dengan sedikit senyuman, lalu dilanjutkan oleh wanita disampingnya.
"Benar, Nyonya Cornelia ini kan dari kalangan bawah, bagaimana dia bisa tahu soal Kalung itu astaga?"
Wajah Cornelia sekarang menjadi benar-benar pucat.
"Ya ya ya, Tentu saja dia tidak akan tahu. Jadi, mari akan aku beritahu. Taukah kamu Nyonya Cornelia, dari mana Liontin ini berasal?"
Bahkan walaupun itu pertanyaannya, Cornelia tidak diberi kesempatan untuk menjawab.
__ADS_1
Wanita bernama Ella itu lalu mulai menjelaskan,
"Dulu, ketika aku masih muda Kalung itu sangat populer karena itu merupakan Hadiah dari Tuan Muda Thomas Anderson kala itu pada Nona Olivia Smith yang dia berikan dalam acara Ulang Tahun, dan dibuka dihadapan banyak orang. Itu adalah salah satu Set Limited Edition dari salah satu Desainer Perhiasan Ternama Dunia, Kalung yang menyimbolkan Cinta tulus dan kesetiaan, seperti bagaimana Cinta Tuan Thomas dulu pada Nona Olivia. Namun sayang sekali Pertunangan mereka dibatalkan."
"Itu benar, sangat sayang sekali. Padahal dalam acara Ulang Tahun itu, Olivia Smith membuat semua gadis muda menjadi iri bagaimana dia mendapat kalung yang bergitu berharga dari Tuan Thomas, ya sesuatu yang Menyimbolkan Kesetiaan... Cinta tanpa batas... Betapa so sweet nya momentum kala itu...."
"Iya, benar-benar sangat di sayangkan Olivia Smith membatalkan Pertunangan itu, padahal Tuan Thomas begitu mencintainya, aku juga sempat mendengar rumor, Alasan sampai saat ini Tuan Thomas Anderson tidak pernah menikah adalah Karena Kesediaan Cintanya pada Mantan Tunangannya, Olivia Smith... Cinta Tanpa Akhir...."
"Aku mulai memikirkannya sekarang, sungguh sangat malang bukan nasip Almarhum Olivia Smith? Dia meninggalkan orang yang begitu mencintainya, dan malah mendapatkan laki-laki sampah seperti Tuan Alvan itu, yang bahkan sekarang dia berani membawa Selingkuhannya ke Publik,"
"Dan itu, benar. Sungguh sekarang Nyonya Cornelia ini masih berani muncul di depan kita semua, sungguh wajah tidak tahu diri dari seorang wanita penggoda,"
"Benar, sungguh wanita murahan. Dan kamu masih berani muncul disini Cornelia?" Tanya Ella dengan menghilangkan sopan santunnya.
Cornelia menjadi malu setelah mendengar hal-hal itu.
Seorang wanita lalu menatap kearah Cornelia dengan pandangan jijik,
"Aku melihat, penampilannya sungguh sangat biasa, kalau di bandingkan Almarhum Olivia Smith yang dulu ketika masih muda merupakan Bunga Kecantikan di antara wanita Kelas Atas, yang bahkan sampai bisa mengambil hati Tuan Thomas yang terkenal sangat tampan dengan sikap dinginnya itu pada wanita... Sungguh, Cornelia ini tidak ada apa-apanya bukan?"
"Ya ya, aku menjadi penasaran bagaimana Tuan Alvan itu menjadi bodoh ketika bisa tergoda oleh wanita rendahan ini?"
"Ya ampun, pasti dia goda dan di rayu diatas tempat tidur bukan? Apa lagi kemampuan seorang wanita penggoda kalau bukan soal rayuaanya di Tempat tidur?"
"Owh, astaga benar-benar tidak tahu malu,"
"Sungguh wanita murahan,"
Mereka lalu mulai tertawa mengolok-olok Cornelia.
Cornelia tidak menyangka kalau dia datang ketempat ini hanya untuk di permalukan seperti ini....
Dan dari semua kalung yang dirinya bisa pilih...
Kenapa bisa dirinya begitu sial dan memilih Kalung ini?
####
Bersambung
####
Terimakasih atas dukungannya ya semua 😆
__ADS_1
Apakah kalian menunggu Emelin dan Antony untuk muncul? Nanti ada saatnya kok, ini adalah hari-hari yang berlalu Krn saat ini Emelin dan Antony sibuk sendiri2, 😆