
Berikutnya, ada beberapa kisah-kisah dimana Irena yang masih muda itu menuliskan kesehariannya.
Bagaimana Irena sering di hina di sekolah karena merupakan anak seorang pelayan oleh teman-temannya sekolahnya.
Namun, terkadang Thomas akan membantunya, juga ada Olivia disana.
Disana juga di ceritakan, bagaimana Olivia sangat suka melukis.
Melihat buku harian ini, Emelin menjadi tertawa sendiri dan berkomentar,
"Cinta masa muda memang begitu indah.... Sepertinya memang Mamamu sangat menyukai Paman Thomas,"
Antony sendiri juga tidak bisa berkomentar soal hal ini, karena ini begitu mengejutkan dirinya.
Namun ini benar-benar membuat Antony penasaran lagi, jadi karena dirinya adalah anak dari laki-laki yang Mamanya cintai, makanya Mamanya membesarkannya dengan baik?
Tapi sepertinya akhir dari cerita ini tidak berlajan dengan indah.
Dan benar saja, di halaman berikutnya, ada sebuah curhat dimana Irena akhirnya tahu kalau ternyata Thomas menyukai Olivia.
Namun disini Olivia salah paham sesuatu.
'Nona Olivia akhirnya tahu juga soal perasaanku pada Tuan Muda Thomas. Dia bilang, dia akan mendukungku bersama dengan sahabatnya saat itu. Namun aku tidak benar-benar tahu seperti apa isi hati Nona Olivia... Karena aku lihat... Nona Olivia dan Tuan Muda Thomas sangat dekat sekali. Seperti tidak bisa dipisahkan,'
Sekali lagi, Antony dan Emelin saling bertatapan dengan ekspresi binggung.
"Sudah aku duga, sebaiknya aku juga mengambil buku harian Mamaku di Rumah Keluarga Smith jika itu ada, sungguh, hal-hal ini ternyata lebih rumit dari pada yang aku kira," kata Emelin lagi.
Antony juga menilai ini lebih rumit dari kelihatannya.
"Mari buka halaman berikutnya," kata Antony lagi.
Kemudian disana mulai diceritakan juga bagaimana Ayah Olivia mulai menjodohkannya dengan Thomas Anderson.
'Hari itu, Nona Olivia menyakinkanku jika dia dan Tuan Muda Thomas tidak memiliki hubungan apapun, bahwa mereka hanya berpura-pura untuk mengelabui orang tua mereka. Namun, kenapa dimataku itu tidak terlihat seperti itu?'
Ada nada kesedihan dalam tulisan itu.
Setelahnya, tidak banyak hal lagi yang di tulis disana.
__ADS_1
Sampai mereka membuka sebuah halaman buku yang cukup berantakan.
Dilihat dari penulisan yang tidak rapi, terlihat jelas penulisnya dalam suasana hati yang buruk.
'Bagaimana ini? Gara-gara aku, Nona Olivia mengalami Kecelakaan itu.... Dan itu membuat Nona Olivia tidak lagi bisa melukis....'
Ada jeda banyak disana, sampai tanggal buku harian sudah cukup berganti beberapa hari.
'Nona Olivia masih di Rumah Sakit, dia mengurung dirinya di kamar Rumah Sakit dan tidak mau pulang tidak ingin bertemu siapapun.... Dia tidak ingin lagi bertemu denganku.... Ini semua salahku.... Aku tahu betapa Nona Olivia sangat menyukai melukis, menjadi salah satu Pelukis terkenal adalah mimpinya,'
Ketika membaca ini, ekpersi Emelin menjadi berubah.
Jadi, memang ada sebuah kejadian besar yang menimpa Mamanya, yang membuatnya tidak bisa melukis lagi.
Hal-hal yang sangat Mamanya sukai, namun tidak lagi bisa dia lakukan, itukan kenapa Mamanya tidak pernah bercerita?
'Melihat Nona Olivia seperti itu, tentu saja itu membuat Tuan Muda Thomas sangat sedih, hubunganku dan dia juga menjadi tidak begitu baik,'
Berikutnya, lebih banyak halaman kosong.
"Apakah tidak ada lagi lanjutannya?" Kata Emelin dengan penasaran.
"Sepertinya masih ada,"
'Melihat Nona Olivia yang biasanya tersemyum itu, menjadi begitu pendiam sejak kejadian itu, ini benar-benar membuat aku merasa bersalah, tatapannya yang selalu menjadi begitu ceria, menjadi sebuah tatapan kosong dan sering melamun sendiri. Melihat itu, aku sangat sedih, namun tidak tahu bagaimana cara menghiburnya. Bagaimanapun juga dia adalah Mahasiswi terbaik di Fakultas Seni Lukis, namun dia tidak bisa melukis lagi, aku tidak tahu bagaimana perasaan Nona Olivia.... Memikirkan ini, ini benar-benar membuat aku frustasi.... Aku juga suka melukis karena Nona Olivia... Aku pikir, aku akan berhenti melukis juga....'
'Jarak antara kami sekarang sudah jauh, aku hanya memandang dari jauh bagaimana Tuan Muda Thomas selalu mencoba menghibur Nona Olivia.... Namun sepertinya itu tidak begitu berhasil... Namun melihat Nona Olivia terlihat sangat deperesi itu, membuat aku begitu takut.... Jadi aku memutuskan untuk berhenti Kuliah. Lagipula, aku sudah sangat muak dengan melukis, tidak ingin lagi ada di fakultas Seni ini.'
Setelahnya, tidak ada lagi catatan lainnya dalam beberapa halaman.
Sampai ada tanggal baru disana, ini tahun yang sangat jauh sekali.
'Sudah begitu lama sejak aku menulis buku harian? Apakah sudah tiga tahun berlalu? Itu mungkin karena aku tidak memiliki hari-hari yang baik, Ayahku memutuskan untuk berhenti menjadi Pelayan Keluarga Smith dan memulai bisnisnya di kota yang jauh, aku membantu dia, namun semua tidak berjalan selancar itu,'
"Sungguh? Kenapa tidak ada kelanjutannya? Lalu bagaimana dengan Mamaku dan Paman Thomas?" Kata Emelin dengan ekpersi kecewa.
Jelas, dirinya ingin tahu bagaimana Mamanya bisa berubah seperti itu?
Apakah dimasa-masa deperesi itu Mamanya bertemu dengan Ayahnya atau sesuatu?
__ADS_1
Sungguh, semakin menebak-nebak menjadi semakin penasaran.
"Hah, sepertinya harus ditanyakan pada orangnya langsung,"
"Maksudmu Ayahmu?" Tanya Emelin lagi.
"Ya, dia yang tahu segalanya bukan?"
"Sudah, mari cek dulu apa lagi yang ada di halaman Buku Harian ini,"
'Aku dan Keluargaku kembali ke kota kelahiranku, dan Ayahku mulai membuka sebuah toko, toko ini berjalan cukup baik, rasanya senang kembali ke tempat ini lagi,'
Kemudian, diceritakan sedikit tentang kehidupan kesehariannya itu, sampai ada suatu tanggal yang menarik perhatian Emelin dan Antony.
'Ketika aku mengantar salah satu pesanan, dan melewati sebuah gedung, aku terkejut melihat nama Nona Olivia disana, itu adalah dekorasi pernikahan.... Namun... Nona Olivia menikah dengan Alvan? Siapa itu Alvan? Dan bagaimana dengan Tuan Muda Thomas?'
"Ini... Sepertinya memasuki bagian yang menarik," komentar Emelin.
"Sepertinya ini bisa ditebak kelanjutannya, apakah ini soal laki-laki patah hati yang menjadi begitu deperesi dan frustasi lalu..."
Emelin sedikit tertawa mendengar tebakan Antony itu.
"Pffff.... Sepertinya begitu, lihat ini kelanjutannya...."
'Aku lagi-lagi melakukan kesalahan besar. Apakah itu karena aku tidak bisa melihat dia yang begitu sedih dan sendirian terlihat begitu deperesi itu? Walaupun tahun-tahun berlalu, namun perasaan dalam diriku tidak bisa hilang, perasaan sial ini... Sepertinya aku juga menjadi jahat dan memanfaatkan kelemahan Tuan Muda Thomas hari itu....'
Berikutnya catatan berhenti lagi, sampai bulan berganti.
'Bagaimana ini? Aku... Hamil.... Memikirkan ini membuatku begitu takut, aku tidak tahu harus bagaimana, jadi aku ingin mencoba menghubungi Tuan Muda Thomas. Namun aku tidak tahu bagaimana cara menghubunginya.....'
Ada lagi catatan setelah beberapa hari.
'Aku tidak menyangka Keluarga Anderson bisa begitu jahat. Ketika aku disana, aku bertemu dengan Ibu Tuan Muda Thomas, dia bilang aku bisa berbicara padanya tentang apapun, lalu ketika aku berbicara soal kehamilanku. Dia mengusirku dengan kejam. Dia bilang aku hanya wanita murahan seperti Selingkuhan suaminya atau sesuatu, yang hanya ingin memanfaatkan Putranya, dan ingin mendapatkan jalan pintas menjadi kaya, itu membuatku sangat terpukul, dia bahkan memberikan uang agar aku mengugurkan kandunganku kala itu.'
'Dan aku akhirnya tahu, Tuan Muda Thomas Pergi Ke Luar Negeri dan tidak tahu kapan akan kembali. Aku sekarang tidak tahu harus bagaimana,'
Setelah membaca hal itu, sekali lagi Antony dan Emelin saling bertatapan tidak tahu harus merespon apa.
"Ini... Nenekmu?"
__ADS_1
"Dia sudah meninggal ketika aku datang, jadi aku tidak tahu,"
Ekpersi mereka berdua lalu menjadi rumit.