
Mendengar perkenalkan Emelin itu, Paman dan Bibi Antony lalu menatap Emelin sebentar.
"Jadi ini Istrimu, Antony? Aku kira kamu hanya akan menikahi gadis miskin dari keluarga rendahan, namun sepertinya kamu cukup beruntung bisa menikahi, Emelin dari Keluarga Smith itu, seleramu cukup bagus," komentar Paman Antony.
Disisi lainnya, Bibi Antony itu menatap kesal ketika melihat Emelin.
"Hah? Gadis baik apa? Emelin ini hanya Artis yang suka membuat skandal. Raka, sudah Mama bilang jangan dekat-dekat dengan dia. Apa kamu tidak ingat kejadian dua bulan lalu? Ketika kamu sampai pernah di gosipkan dengan Emelin ini, Hah? Itu benar-benar membuat malu Keluarga! Kamu sampai di marahi habis-habisan oleh Kakekmu, apa kamu tidak sadar?"
Raka sedikit menunduk dengan Omelan Mamanya itu.
Memang berkat insiden dengan Emelin tempo hari tidak hanya dirinya kena marah orang taunya, namun Kakeknya juga memarahinya dengan penuh emosi, dan sempat menamparnya.
Raka masih sedikit ingat bagaimana Kakeknya bilang sesuatu seperti ini,
'Kamu ini Raka, hanya bisa membuat malu nama Keluarga! Sekarang apa lagi kelakuanmu, Hah? Bermain-main dengan Artis kecil dan memberinya Sponsor? Dan bahkan sampai semua media tahu hal ini? Dasar tidak di untung!'
Bahkan walaupun saat itu dirinya mencoba menjelaskannya soal dirinya yang tidak bersalah, Orang Tuanya ataupun Kakeknya tidak ada yang percaya.
Mereka hanya menuduhnya secara blak-blakan.
Dirinya tahu, kalau dirinya bukan orang yang baik, namun dirinya tidak sampai seburuk itu.
Tapi kenapa bahkan tidak ada seorangpun dipihaknya yang mempercayainya?
Saat itu, dirinya sempat pergi dari Rumah untuk menenangkan dirinya, disaat-saat buruk itu, dirinya sempat bertemu dengan seseorang yang tidak terduga.
Namun walaupun Insiden itu sepertinya sudah selesai dan ada klarifikasi, namun tetap saja Raka masih kesal bagaimana orang tuanya dan Kakeknya tidak percaya padanya, dan hanya memarahinya secara membabi-buta.
Seandainya Neneknya masih hidup....
Pasti Nenek akan percaya padanya...
Memikirkan hal ini membuat ekpersi Raka menjadi rumit.
Tentu saja, Raka juga tidak akan menyalahkan Emelin, karena dirinya tahu ini bukan salah Emelin, ini salah orang jahat yang memfitnah mereka.
Dan toh hal-hal itu sudah lewat dan semua sudah beres.
Dirinya tidak mau terlalu ambil pusing dengan hal-hal itu lagi.
Emelin yang sadar suasananya menjadi buruk, lalu segera mencoba berbicara lagi,
"Saya benar-benar minta maaf, hal-hal itu, saya di fitnah oleh seseorang,"
Emelin juga tidak mengira kalau hal itu benar-benar sampai membuat Raka dalam masalah besar.
Setelah ini, dirinya sepertinya akan coba minta maaf lagi.
Ini semua memang gara-gara dirinya, malah sampai melibatkan Raka segala.
Emelin jadi merasa bersalah memikirkannya.
"Emelin, kamu tidak perlu minta maaf itu bukan salahmu," kata Antony sambil mengandeng tangan Emelin, mencoba menenangkan Istrinya itu, yang sepertinya memiliki suasana hati yang buruk.
"Dan untuk Paman dan Bibi, saya sudah menyelesaikan soal Insiden itu, dan tidak perlu lagi di perpanjang,"
Ibu Raka lalu menjadi marah,
"Kamu ini!! Jaga itu Istrimu baik-baik! Jangan sampai dia hanya membuat masalah dan membuat malu nama Keluarga, dan kamu bahkan berani memakai Nama Keluarga Anderson untuk membela Istrimu? Kamu benar-benar tidak tahu, malu, Antony Callisto! Kamu itu hanya anak haram rendahan dari wanita murahan yang kebetulan tidur dan mengoda, Kakak Iparku! Sadarilah tempatmu! Kamu tidak layak menyandang nama Anderson!"
__ADS_1
Mendengar itu, Antony mengepalkan tangannya dengan marah.
"Tolong jangan membawa-bawa nama Ibuku dalam hal ini,"
Namun Antony berusaha untuk menyembunyikannya emosinya itu dan tetap berusaha bersikap tenang dan sopan.
Paman Antony lalu ikut serta dalam pembicaraan,
"Apakah sekarang kamu akhirnya sadar jika kamu tidak di terima di Keluarga ini, Hah? Kak Thomas itu memang benar-benar keterlaluan, membawa anak haram entah dari mana, dan hanya membuat malu saja."
Mendengar kata-kata pedas dari orang-orang itu soal Suaminya, tentu saja Emelin menjadi marah.
Dirinya tidak mengira kalau Antony diperlakukan seperti ini di Keluarga Anderson.
"Tolong Paman dan Bibi jangan keterlaluan, hal-hal soal masalah Hubungan antara Paman Thomas dan Ibu Antony, bukan bagian dari urusan kalian. Jika kalian ingin komplain soal masalah Antony yang masuk dalam Keluarga Anderson ini, kenapa tidak langsung pada Kepala Keluarga Anderson yang menerima Antony dalam Keluarga ini?" Kata Emelin dengan tegas.
Mendengar kata-kata Emelin yang membelanya itu, membuat Antony sedikit terkejut.
Itu benar, sekarang dirinya tidak sendirian lagi.
"Kamu! Kamu masih baru dalam keluarga ini dan tidak tahu apa-apa! Jangan bersikap sombong!" Kata Bibi Antony dengan marah.
Raka yang melihat ini sepertinya menjadi cukup buruk, mencoba menengahi juga.
"Mama, Papa ayo segera ke Ruang Makan, apakah kalian ingin membuat Kakek marah karena telat datang? Kakek sudah menunggu dari tadi sepertinya," kata Raka sambil mengandeng kedua orang tuanya pergi dari sana.
Lebih baik mencegah masalah selama masih bisa.
Alex yang melihat kejadian itu dari tadi, merasa binggung.
Orang dewasa bisa begitu aneh?
Apa yang barusan mereka pertengkarkan?
Namun yang jelas, sepertinya orang yang bersama Kakak Raka itu barusan membuat Mama dan Papanya menjadi sedih.
"Mama dan Papa jangan sedih, sudah-sudah, mari kita segera masuk dan bertemu Kakek Buyut? Bukankah kita kesini untuk bertemu Kakek buyut? Bukan untuk bertemu mereka?"
Melihat pahwalan kecilnya itu, Emelin tersenyum dan mengelus rambut Alex, lalu berkata,
"Hmm, kamu benar sayang. Mari segera kita bertemu Kakek buyutmu, mengerti? Pastikan nanti kamu bersikap baik didepannya oke?"
Alex dengan semangat lalu menjawab,
"Tentu saja, Mama! Serahkan pada Alex!!"
Alex terlihat mengatakannya dengan bangga.
Melihat Putranya itu, Antony juga cukup senang.
Alex memang selalu menjadi Putra Kebanggaannya.
Dan dengan itu, Keluarga kecil itu segera kembali menuju ke Ruang Makan tempat pertemuan diadakan.
Sejujurnya, ketika memasuki tempat ini, Emelin juga menjadi gugup.
Apakah nanti Kakek Antony akan menyukainya?
Ataukan gara-gara insiden dengan Raka itu, malah Kakek Antony membenci dirinya seperti Paman dan Bibi Antony itu?
__ADS_1
Awalnya sih, dirinya memang jarang bertemu dengan orang Tua Raka, jadi tidak benar-benar memiliki hubungan dengan mereka.
Dan soal Kakek Raka juga, hanya belum pernah bertemu juga.
Namun ini bukan saatnya untuk dirinya takut atau ragu.
Selama ini, Antony selalu membantunya dan mendukungnya melewati semua hal-hal buruk dalam hidupnya.
Saat ini giliran dirinya yang harus mendukung Antony, dan memberinya kekuatan agar bisa bertahan di Keluarga ini, dan tidak di permalukan lagi.
Dirinya harus bisa menjadi kekuatan untuk Antony.
Tidak ada orang yang boleh lagi sampai merendahkan atau menghina suaminya ini.
Tidak akan dirinya biarkan!!
Jadi mari ambil hati Kakek Antony, sepertinya dalam Keluarga ini jika mendapatkan hati Kakek Antony, hal-hal akan menjadi lebih baik.
Dengan penuh tekad itu, sekarang Emelin mulai memasuki Ruang Makan Keluarga Anderson.
Disana sudah ada beberapa orang termasuk Ayah Antony, Thomas Anderson, juga Kakek Antony, juga tadi Raka bersama orang tuanya.
"Antony, akhirnya kamu datang juga, sini duduk didekat Kakek. Dan apakah wanita cantik ini adalah Isterimu?"
Antony tersenyum dan mulai memperkenalkan dirinya.
"Ini benar, Kakek ini adalah Istriku Emelin Smith, dan ini adalah Putraku, Alexander Smith," kata Antony mulai memperkenalkan Istri dan Putranya itu.
"Hallo, salam Kenal Kakek," kata Emelin dengan ramah.
"Salam kenal juga, Kakek Buyut,"
Kakek Antony, lalu langsung menatap kearah anak kecil yang terlihat begitu rapi dan tampan itu.
"Ini cucu buyutku? Astaga, sini-sini ke pangkuan Kakek buyutmu, Kakek ingin melihatmu lebih dekat,"
Alex lalu menatap kearah Mamanya, Emelin mengaguk setuju, lalu membirakan Alex untuk ketempat Kakek Buyutnya itu.
Alex langsung memeluk Kakek buyutnya itu.
Mendapatkan pelukan dari si kecil itu, Kakek Antony terlihat sangat senang.
"Astaga, anak ini lucu sekali, berapakah umurnya?"
Alex lalu menjawab dengan begitu semangat,
"Alex sudah berumur enam tahun, saat ini kelas 1 di Sekolah Dasar."
Mendengar Cucu buyutnya itu menjawab sendiri pertanyaannya membuat Kakek Antony menjadi cukup heran.
Apalagi dengan umurnya yang masih enam tahun, namun dia sudah kelas Satu?
Bukankah biasanya Kelas satu kalau sudah tujuh tahun?
Ternyata Cucu buyutnya ini cukup pintar.
"Kamu sudah begitu besar, sini biar Kakek gendong,"
Alex dengan senang hati langsung mengulurkan tangannya,
__ADS_1
"Iya, Kakek. Kakek juga sangat tampan dan hebat!"
Melihat tingkah lucu Alex itu, Kakek Antony terlihat sangat senang juga, lalu mulai mengendong Alex.