Suami Bayaranku Yang Dingin

Suami Bayaranku Yang Dingin
Episode 86: Segera Pulang (Part 1)


__ADS_3

Hari-hari terasa cepat berlalu, dan saat ini sudah hari Sabtu.


Syuting belakangan ini juga berjalan dengan cepat, jadi Kru memberikan hari Libur untuk semua orang diawal Minggu ini.


Hari Sabtu ini, Syuting berlangsung hanya setengah hari sampai jam sebelas siang, mengambil beberapa adegan penting.


Dihari-hari belakangan ini, Emelin juga cukup sibuk, syuting berlangsung juga sampai malam hari, membuat Emelin begitu lelah, jadi dia bahkan belum sempat lagi menelepon Keluarga, apalagi menelepon Raka.


Dan ketika seseorang sibuk, hal-hal serasa berjalan dengan cepat, itu juga yang dirasakan Emelin.


"CUT!"


Itu adalah aba-aba dari Sutradara untuk mengakhiri syuting hari ini.


"Bagus, kalian semua sudah bekerja dengan baik selama seminggu ini, aku harap kalian terus mempertahankan kinerja kalian sampai syuting ini berakhir. Untuk menjaga agar kalian tetap dalam kondisi yang baik, Syuting diliburkan sampai hari Minggu, kalian bisa mengunakan waktu luang ini untuk apapun yang kalian inginkan, kalian juga boleh pulang jika kalian mau," kata Sutradara itu pada semua anggota Kru dan Para Pemeran dalam film ini.


Terlihat wajah kegembiraan semacam kelegaan untuk beberapa orang.


Bagaimanapun juga tempat ini susah sinyal, membuat hampir semua orang disini sangat susah hanya untuk menghubungi orang-orang terdekat mereka, jadi akhirnya memiki hari libur, beberapa orang akan pulang, namun beberapa orang masih berencana untuk tetap disana namun mencari tempat yang cukup sinyal untuk menghabiskan lebih banyak waktu.


Salah satu Artis yang kebetulan cukup kenal dengan Emelin mulai bertanya pada Emelin,


"Emelin, apakah kamu ingin ikut denganku untuk berkeliling daerah wisata dekat sini?"


Emelin awalnya masih tengelam dalam lamunannya, memikirkan bagaimana akhirnya memiliki hari libur, waktu satu minggu terasa sangat lama untuknya.


Sudah lama tidak melihat dan bertemu langsung dengan Alex dan Antony.


Dan sesuai rencananya, Emelin sudah memesan tiket pulang untuk sore ini.


"Tidak, tidak. Aku akan pulang kembali ke Kota J nanti sore,"


Gadis didepannya menatap dengan kaget,


"Begitu cepat kamu ingin kembali? Ayolah, ini baru satu minggu,"


"Ya, kamu tahulah, aku sudah memiliki seorang Putra, dan dia sudah sangat ingin bertemu denganku. Bagaimanapun juga sebagai seorang Ibu aku harus merawat Putraku dengan baik, jadi begitulah aku harus pulang,"


"Owh ya ampun, benar juga, kamu sudah memiliki Suami dan Putramu, jadi ada alasan untuk pulang, aku sendiri masih singel, jadi tidak ada yang menunggu aku pulang, sungguh sedih memikirkannya,"


"Kamu ini, ya, makanya cepat-cepat menikah, agar ada yang menunggumu ketika pulang,"


"Ahahaha Aku masih sibuk dengan Karirku, belum sempat memikirkan hal-hal seperti itu."


"Itulah kenapa kamu masih saja singel,"


"Ya ampun, Kak Emelin ini ya mentang-mentang sudah menikah, Ah~"


"Ya begitulah,"


"Ngomong-ngomong aku memikirkannya, sebenarnya Kak Emelin pulang tidak untuk bertemu dengan Putra Kakakkan? Ini pasti ingin bersiap untuk mesra-mesraan dengan Suamimu,"

__ADS_1


Mendengar kata 'Suami' membuat Emelin yang memikirkan Antony wajahnya sedikit memerah.


Ah benar, sudah lama tidak melihat Antony...


"Kamu ini! Mau tahu saja urusan orang dewasa!!"


"Kakak bagitu pelit, aku juga ingin melihat Suami Kakak seperti apa, apakah dia sangat tampah hingga membuat Kak Emelin bela-belain pulang jauh-jauh untuk bertemu dengannya? Cie, Cie...."


Gadis itu sungguh menggoda Emelin sampai akhir, membuat ekpersi Emelin yang memerah karena semakin malu itu.


"Tentu saja wajah suamiku sangat tampan! Dan itu adalah rahasia, hanya aku yang boleh melihat wajah tampannya,"


"Astaga Kak.... Jadi itulah kenapa tidak pernah menunjukkan Suami Kakak di hadapan Publik? Astaga, Kak Emelin begitu posesif dan hanya ingin menikmati Ketampanannya untuk dirimu sendiri,"


"Kamu terlalu berlebihan deh,"


Emelin, juga melihat kearah jam tangannya, sudah jam segini dirinya harus segera bersiap-siap untuk penerbangan nanti.


"Olivia, sepertinya aku akan segera bersiap-siap untuk pulang, sepertinya lain kali saja kita ngobrol-ngobrolnya,"


"Ya ampun, Kak. Kakak sungguh buru-buru,"


"Aku sudah memesan tiket untuk nanti jam tiga, ini harus segera ke Bandara atau akan telat."


Gadis bernama Olivia itu hanya bisa tersenyum sambil terus menggoda Emelin.


"Kakak sangat buru-buru sekali, terlalu tidak sabar untuk menikmati Malam yang Panas dengan Suami Kakak?"


Emelin mulai mengigat 'Malam Yang Panas' dengan Antony dulu.


Antony selalu sangat baik ditempat tidur, dia sangat berbakat dalam hal-hal itu, membuat dirinya selalu menikmati semuanya.


Sangat menyenangkan melakukan ini dan itu dengannya, Antony juga selalu patuh.


Dengan tubuh dan wajah yang sempurna itu, bahkan kemapuan yang teruji di tempat tidur memang, membuat pesona Antony tidak terkalahkan.


Awalnya Antony memang memiliki stamina yang buruk, namun seiring berjalannya waktu, dia juga memperbaiki kelemahannya itu.


Memikirkannya, kalau tanpa alat pengaman, hari-hari panas itu...


Sudah berapa adik yang mungkin Alex miliki?


Akhhhhh....


Kenapa dirinya jadi memikirkan hal-hal itu?


Namun memang sudah cukup lama sejak dirinya dan Antony memiliki hubungan suami istri seperti itu....


Dan sekarang hanya beberapa ciuman kecil...


Itu pasti masih sangat kurang....

__ADS_1


Sekarang akan sangat memalukan jika dirinya mencoba meminta dan mengambil Inisiatif lagi setelah dirinya mengatakan tekatnya tempo hari didepan Antony bagaimana dirinya ingin berubah dan tidak akan meminta hal-hal aneh lagi.


Memikirkannya lagi, Antony ini selalu begitu dingin bukan?


Antony tidak pernah menunjukkan Inisiatifnya untuk meminta melakukan hal-hal itu dengannya.


Apakah Antony tidak pernah menikmatinya, dan melakukannya hanya terpaksa?


Atau dirinya yang terlalu agresif sampai-sampai Antony tidak menyukainya?


Itu tidak membuat Antony puas?


Memikirkan hal-hal ini tiba-tiba membuat Emelin sedih.


Antony masih selalu terlihat seperti gunung Es, bahkan ketika dirinya memakai pakaian seksi, terlihat tidak ada perubahan dalam ekpersi Antony.


Beberapa kali, ketika mereka tidur bersama belakangan di tempat tidur yang sama, dirinya kadang akan memakai pakaian tidur yang cukup seksi dan terbuka...


Namun apa?


Antony tidak menunjukan reaksi sedikitpun!


Ekpersi dinginnya bahkan masih sama!


Dirinya akan mengira kalau Antony tidak memiliki hasrat seksual dan Impoten kalau saja dirinya tidak pernah melakukan hal-hal itu dengan Antony, dan tahu seberapa baik orang itu di tempat tidur....


Sungguh, gunung Es itu terkadang tidak tergoyahkan, namun benar-benar sangat berbeda ketika mereka melakukannya....


Dia juga sangat pandai mengatakan kata-kata manis di tempat tidur seperti,


'Emelin, apakah ini cukup baik?'


'Emelin, aku akan bersikap lembut, tahan sebentar....'


'Apa masih mengiginkan satu putaran tambahan?'


'Hmm, kamu begitu manis.... Aku menyukaimu....'


Sikapnya begitu memanjakan dan begitu manis di tempat tidur dan terkadang mengatakan banyak hal omong kosong, namun begitu selesai, Antony benar-benar kembali ke wajahnya yang sedingin Es!!


Apakah itu hanya akting!


Sungguh perbedaan yang sangat tinggi, sampai-sampai membuat dirinya heran, apakah itu masih Antony yang sama.


Akhhhhh.....


Sial kenapa dirinya jadi memikirkan hal-hal itu lagi?


Bukan berati dirinya sangat bernapsu ingin melakukannya, namun...


Tetap saja, sikap Antony yang tidak mengambil inisiatif itu membuatnya merasa terganggu.

__ADS_1


__ADS_2