Suami Bayaranku Yang Dingin

Suami Bayaranku Yang Dingin
Season 2 Episode 47: Proyek Besar


__ADS_3

Siang itu, disalah satu ruangan rapat di Gedung tertentu, terlihat beberapa orang sudah berkumpul bersama disana.


Ada beberapa perwakilan dari Perusahaan-perusahaan besar yang akan ikut dalam tender Proyek ini.


Bagaimanapun juga, ini merupakan sebuah Proyek Besar yaitu pembangunan kompleks Apartemen Mewah dan Pusat Perbelanjaan di Kota X.


Kabarnya, ini akan menjadi salah satu proyek konstruksi besar tahun ini yang memungkinkan akan membuat keuntungan yang besar.


Tentu saja semua orang sangat mengiginkan proyek ini.


Termasuk Perusahaan Anderson, Antony sendiri sudah mempersiapkan untuk Proyek ini sejak beberapa minggu lalu.


Semua konsep rencana sudah dirinya siapkan dengan matang-matang untuk memastikan Klaien akan tertarik dengan ini.


Sekarang, Antony telah memasuki ruangan itu dan bertemu dengan perwakilan dari Perusahaan saingannya.


Ketika Antony duduk, seorang Pria di sampingnya menyapanya dengan lembut.


"Ah, jadi kamu CEO Anderson Group? Ini mungkin menjadi pertama kalinya kami bertemu secara langsung, perkenalkan, Saya Geovanni Dirgantara, CEO dari Dirgantara Group," kata Pria itu sambil tersenyum.


Mendengar nama itu, apalagi melihat senyuman sok akrab itu tiba-tiba membuat dirinya merasa ngeri.


Tentu saja dirinya kenal sekali dengan Dirgantara Group.


Ini adalah Perusahaan Besar yang sama besarnya dengan Anderson Group, mereka adalah saingan selama bertahun-tahun.


Dan ini memang baru pertama kalinya dirinya bertemu langsung dengan CEO mereka, karena, sama seperti dirinya CEO mereka yang baru itu juga jarang menunjukan dirinya ke Publik.


Namun persaingan ketat kedua Perusahaan jelas sekali terlihat di barbagai sektor.


Lihat saja, semua Produk-produk milik Dirgantara Group yang selalu ada di setiap toko dan berjejer langsung dengan Produk-produk milik Anderson Group.


Benar-benar sangat sengit.


Ada juga beberapa Proyek Konstruksi dan yang lainnya yang sering mereka perebutkan.


Semua orang juga tahu, betapa buruknya hubungan antara Dua Perusahaan, namun kenapa CEO mereka malah menyapa dengan ramah dirinya?


Ya, jelas inilah yang membuat Antony merasa terganggu sekali.


Rasanya, senyuman itu terlihat sekali sangat licik.


Antony juga segera memasang ekpersi biasanya, dan mengapa dengan wajar.


"Ya, salam kenal juga,"


Antony terlihat sekali tidak menerima basa-basi dari Geovanni itu, membuat Geovani sangat kesal.


Dasar sombong!!


Lihat saja nanti setelah semuanya berjalan dengan baik, apakah kamu masih akan memiliki ekpersi sombong ini?


Hah...


Namun Geovanni tidak menunjukan suasana hatinya, hanya terlihat tersenyum ramah seperti biasanya.

__ADS_1


Dan tidak lama sampai semua Perwakilan dari Beberapa Perusahaan itu berkumpul.


Sekarang, CEO dari Perusahaannya yang mengadakan Tender ini juga sudah datang, kemudian rapatpun dimulai.


Setelah beberapa formalitas, akhirnya dia menyuruh para perwakilan secara bergiliran berprestasi.


Beberapa Perusahaan lainnya sudah Presentasi terlebih dahulu.


Sampai, sekarang giliran Geovanni Dirgantara itu untuk maju dan melakukan Presentasi nya.


Antony yang kebetulan mendapatkan giliran setelahnya, hanya ikut menyimak Prestasi dari tadi.


Namun Antony menjadi begitu terkejut setelah melihat Presentasi dari Geovanni itu.


Bagaimana bisa konsep mereka sangat mirip sekali dengan konsep yang dirinya buat.


Namun bagaimana ini mungkin?


Kenapa mereka bisa sama?


Hanya ada beberapa perbedaan kecil dalam kedua konsep mereka.


Hanya saja terutama, masalah penggangaran dana.


Antony juga cukup terkejut terutama walaupun konsep mereka sama, dan cukup mirip namun milik mereka bisa merencanakan ini dengan lebih efisien dan menghemat anggaran.


Antony sendiri baru saja mengetahui kelemahan konsep miliknya dari presentasi itu...


Itu memang bagian pengarangnya...


Ini...


Dirinya jelas memikirkan semua ide-ide miliknya sendiri namun bagaimana bisa mereka benar-benar memiliki ide yang sama dengannya?


Jangan bilang ini....


"Berikutnya silahkan Perwakilan dari Perusahaan Anderson untuk Presentasi,"


Ya, Antony tidak memiliki waktu untuk terus berkutat memikirkan hal-hal itu.


Dirinya segera maju Presentasi.


Namun tidak mengira, setelah dirinya mulai Presentasi, beberapa orang itu malah mengunjungi dirinya.


Dan lagi, ada beberapa kesalahan dalam Power Poin yang mereka tampilkan.


Dirinya sudah memastikan jika kemarin semuanya baik-baik saja dan sudah menyimpannya di Flashdisk.


Tapi bagaimana bisa ada kesalahan ini?


Namun Antony tetap tenang dan menjabarkan konsepnya dengan baik.


Namun sekali lagi, setelah dirinya selesai, dirinya mulai di kritik bagaimana konsepnya itu meniru-niru milik Perusahaan Dirgantara.


Dirinya malah dituduh melakukan Plagiarisme.

__ADS_1


Dan sialnya, Klaien itu malah lebih membela Perwakilan dari Perusahaan Dirgantara itu.


Tentu saja, dirinya dan Perwakilan Anderson Group menjadi marah karena hal itu.


"Tidak seperti ini. Ini benar-benar konsep yang saya miliki,"


Salah satu perwakilan dari Dirgantara Group itu berkata dengan marah,


"Jelas mereka meniru kami! Tidakkah bapak lihat? Ketika dia sedang Presentasi terlihat ada beberapa kesalahan disana-sini! Ini jelas karena mereka meniru makanya mereka melakukan kesalahan-kesalahan itu! Saya yakin mereka mencoba mencuri ide dari Perusahaan kami!!"


Mendengarkan hal itu, tentu saja salah satu Perwakilan Perusahaan Anderson juga menjadi marah.


"Apa-apaan kalian!! Jelas ini semua ide dari CEO kami! Kalian yang meniru kami!"


"Hah? Mungkin CEO kalian saja yang tidak kompeten dan meniru Perusahaan kami, lagipula dia masih muda, dan pasti jelas tidak kompeten, lagian semuda itu sudah diangkat menjadi CEO? Memang Perusahaan Anderson itu tidak ada tahu malunya, mengagngat orang-orang tidak kompeten!"


"Apa katamu!!"


Melihat suasana menjadi panas, Antony mencoba menengangkan bawahnya itu.


Dia lalu berkata dengan ekspresi dingin,


"Yang namanya kepalsuan dan tindakan jahat cepat atau lambat akan terungkap pada akhirnya. beneran pasti akan menang baik mungkin hari ini kami belum bisa membuktikannya Mari lihat dan Tunggu saja,"


Antony lalu diam dan duduk disana.


Terlihat Klaien itu sedang mengamati soal apa yang sebenarnya terjadi, mencoba menengangkan orang-orang dari dua bela pihak.


Akhirnya presentasi masih dilanjutkan ke orang berikutnya.


Dan begitulah akhirnya, Pertemuan itu di bubarkan, menunggu Para Klaien untuk rapat dan memutuskan siapa pemenangnya.


Di rumah tunggu itu, terlihat sekali perwakilan dari Perusahaan Anderson menjadi begitu cemas dan panik.


"Pak Presdir bagaimana ini?"


"Kalian tidak usah Khawatir,"


"Tapi, Pak.... Mereka sampai bisa memiliki salinan dari rencana kita, artinya mereka memiliki mata-mata di antara kita,"


Antony terdiam, memang dirinya juga Mulai memikirkan hal ini.


Di project sebelumnya juga sempat terjadi hal-hal ini di mana rencananya sempat bocor dan membuat kekacauan.


Walaupun akhirnya itu bisa dibereskan dan tidak menimbulkan begitu banyak kerugian Tapi tetap saja...


Terutama saat ini, jelas sekali penipuan yang melakukan oleh perusahaan saingan itu...


Hah...


Dirinya tidak pernah mengira jika mereka menjadi sangat berani dan terang-terangan seperti ini.


Ketika mereka sedang sibuk berdiskusi itu, waktu cepat berlalu dan akhirnya pintu ruang rapat dibuka.


Melihat perwakilan dari Perusahaan Klaien itu, orang-orang yang menunggu di luar tentu saja menjadi cemas.

__ADS_1


Antony hanya nafas berharap semuanya baik-baik saja...


__ADS_2