
Thomas tidak mempercayai apa yang dirinya lihat di kertas itu.
Itu adalah tulisan berbunyi,
'Kecelakaan yang menimpamu beberapa tahun lalu adalah ulah adikmu, Charlise Anderson,'
Disana juga ada foto, adiknya bersama dengan sosok yang familiar.
Itu adalah wajah orang yang seharusnya bertanggung jawab atas kecelakaan yang menimpanya.
Awalnya dirinya tidak curiga, hanya mengagap itu kecelakaan biasa, namun sekitar beberapa tahun lalu, ketika dirinya sedang pergi keluar kota, dirinya bertemu dengan orang ini, yang bertanggungjawab atas kecelakaan yang menimpanya, harusnya dia dipenjara, namun malah hidup bebas, bahkan dia terlihat memakai berbagai pakaian mewah.
Sayang sekali, dirinya kehilangan jejak orang itu, dari sana dirinya mulia curiga kalau kecelakaan itu memang ulah seseorang, namun sampai saat ini pelaku utama di balik insiden itu belum di ketahui.
Sialan.
Dirinya memang sudah menebak jika mungkin ini bisa jadi ulah salah satu Musuh Keluarga Anderson, atau seseorang dalam Keluarga Anderson yang membencinya, misalnya anak Selingkuh Ayahnya itu, Viktor.
Namun dari semua orang, ini benar-benar Charlise Anderson....
Adik kandungnya sendiri....
Thomas mulai memikirkannya sekarang, memikirkan soal kapan hubungan antara dirinya dan adiknya menjadi buruk.
Dulu ketika mereka masih cukup muda, hubungan mereka masih cukup baik.
Charlise adalah adik kesayangannya dulu, dia begitu penurut dan lucu ketika masih kecil.
'Kalau aku sudah besar, aku ingin menjadi seperti Kakak yang hebat dan keren....'
Ya, kapan semuanya menjadi salah?
Hubungan antara mereka.
Seolah ada garis yang perlahan terbentuk.
Apakah sejak orang tua mereka suka bertengkar sejak tahu keberadaan Viktor?
Dan apakah separah itu kebenciannya adiknya ini sampai....
Memikirkan ini benar-benar membuat Thomas merasa pusing sendiri, ini benar-benar rumit.
Namun tunggu dulu, siapa yang mengirimkannya kotak ini?
Tidakkah ini mencurigakan?
Benar, dirinya memang harus menyelidiki ini lebih dalam, tidak bisa langsung mengambil kesimpulan.
Namun bagaimana jika ini benar-benar kenyataannya?
Walaupun saat ini dirinya dan adiknya itu memilih hubungan yang buruk, namun tetap saja mereka masih saudara....
__ADS_1
Tapi berikutnya apa....
####
Sekali lagi, hari-hari berlalu dengan cepat.
Sore itu, Antony pulang kerumahnya lebih awal. Dirinya segaja pulang lebih awal karena ingin mengantar Emelin untuk pergi ke dokter.
Bukan, bukan, bukan karena Emelin sakit.
Namun mereka hanya ingin berkonsultasi pada dokter soal program kehamilan mereka.
"Emelin, apakah ini benar-benar perlu?"
"Tentu saja perlu, kamu kan tahu, aku habis mengalami Keguguran, mungkin ini ada hubungannya dengan itu,"
"Tapi dokter bilang itu sudah tidak masalah lagi bukan?"
"Memang sih, namun apa yang salah dengan konsultasi dengan seorang ahli? Kamu tahu, aku baru saja membatalkan ikut Movie baru, karena movie itu akan syuting di Luar Negeri dalam beberapa bulan lagi, jelas karena rencana kehamilan ini,"
Antony lalu menatap kearah Emelin dengan ekpersi heran,
"Kamu... Kamu benar-benar serius soal ini? Apakah ini benar-benar tidak masalah untuk Karirmu? Kamu tahu, belakangan karirmu sedang meningkat pesat,"
Emelin terlihat menghela nafas lelah,
"Ya, aku tahu, Karirku memang penting. Aku hanya ikut beberapa drama-drama yang syuting di sekitar sini saja, aku ingin menghabiskan lebih banyak waktu dengan Alex juga, tidak bisa pergi begitu jauh dan lama seperti sebelumnya. Setelah berfokus pada karirku untuk waktu yang lama, dan baru akhir-akhir ini aku menghabiskan waktu dengan Keluarga, aku sadar betapa pentingnya waktu dengan Keluarga, dan itu sangat berharga juga, jadi mari kamu juga kurangi kerja lemburmu itu,"
"Hah, ya mau bagaimana lagi? Saat ini selain mengurus Perusahaan Anderson, aku juga mengurus AX Investment biasanya aku di Perusahaan Anderson dari pagi sampai sore, dan malam aku ke AX Investment serta saat akhir pekan, aku biasanya juga mengerjakan beberapa hal dari laptopku seputar laporan dari AX Investment, lalu sekarang ada Perusahaan Smith yang harus aku urus juga karena baru masa pemulihan setelah kekacauan sebelumnya,"
"Ya ampun, Antony kenapa begitu banyak? Itukah alasan kamu lebih sering kerja lembur ini? Sungguh beban kerja yang berat sekali, kamu benar-benar penggila kerja, dasar workholic,"
"Ya, ini merupakan sebuah kebiasaan saja sih, bagaimanapun juga bertahun-tahun memang seperti ini. Namun sepertinya karena sekarang sudah ada yang menantiku di rumah, aku harus sedikit mengurangi beban kerjaku? Hmm, aku juga memiliki tugas tambahan sekarang untuk memanjakan Istriku ini," kata Antony sambil mengelus pipi Emelin.
"Dasar kamu ini,"
"Soal beban-beban kerjamu di Perusahaan Anderson, serahkan saja sebagian pada wakil CEO, bukankah itu Raka? Suruh saja dia bekerja lembur. Dia memiliki kinerja yang baik bukan?"
"Aku melihat awalnya dia masih malas-malasan, tapi belakangan dia mulai menjadi lebih semangat,"
"Owh? Raka itu benar-benar sudah semagat bekerja? Sungguh?"
"Ya, dia kadang bertanya padaku jika ada yang tidak mengerti. Aku rasa benar katamu, dia benar-benar bukan orang yang buruk,"
Emelin sedikit tertawa, lalu berkata,
"Memang, selain mulut Raka yang kadang memang suka asal bicara itu, dia sebenarnya cukup baik, ya kamu tahu... Menjadi cucu Keluarga Anderson dan semua orang memiliki banyak harapan padanya itu sulit,"
"Ya, semua orang memang memiliki alasan dan masalahnya sendiri,"
"Hmm, namun aku cukup senang jika kalian setidaknya memiliki hubungan yang baik,"
__ADS_1
"Tapi sepertinya, Ayah Raka tetap tidak menyukaiku,"
"Hah... Masalah orang tua memang sungguh melelahkan, kamu tidak perlu terlalu memikirkannya,"
"Ya, kamu benar juga. Mereka ya mereka,"
Keduanya lalu mulai bersiap untuk pergi ke dokter.
Ketika berada didalam mobil, Emelin yang teringat sesuatu lalu bertanya,
"Owh, iya bagaimana soal Buku Harian Ibumu itu? Apakah kamu sudah berhasil mengambilnya?"
"Belum, aku masih menunggu waktu yang tepat untuk hal itu,"
"Hah, padahal aku cukup penasaran dengan isinya,"
"Rencananya, dalam waktu dekat aku akan segera menyuruh anak buahku kesana,"
"Itu bagus, semakin cepat semakin baik," kata Emelin terlihat setuju sekali.
"Aku akan membuat seperti rumah itu seolah dirampok,"
Ekspresi Emelin menjadi sedikit gugup.
"Kamu.... Kamu benar-benar melakukan hal-hal ilegal?"
"Aku dengar itu di taro di kotak sejenis brangkas rahasia, bukankah wajah jika itu di bawa paksa beserta kotak-kotaknya?"
"Ya, kamu benar. Aku rasa Paman dan Bibimu yang kurang ajar itu perlu diberi beberapa pelajaran. Tapi apakah ini tidak apa-apa?"
"Kamu khawatir soal Alissya? Aku dengar dia akan segera pindah dari rumah itu, aku rasa memang yang paling baik, setelah Alissya pindah,"
"Ya, aku rasa dia adalah gadis yang baik. Sangat sayang, Paman dan Bibimu itu seperti itu,"
"Hah, entahlah."
"Jadi Antony, bagaimana dengan mu dan Ayahmu? Apakah kamu tidak mulai berbicara dengannya?"
"Itu... Aku binggung harus mulai dari mana,"
Emelin berpikir sebentar,
"Kamu bawa saja Alex ke rumah Ayahmu, bilang Alex ingin bertamu Kakeknya atau sesuatu, Alex juga pasti akan senang,"
"Itu sepertinya ide yang bagus... Namun...."
"Kamu masih penasaran soal hubungan antara Ayahmu dan Mamamu yang sesungguhnya?"
"Ya,"
"Aku juga ingin tahu soal masalalu mereka,"
__ADS_1
"Cepat atau lambat kita akan segera tahu dan mengungkapkan semua ini,"
"Tentu saja,"