Suami Bayaranku Yang Dingin

Suami Bayaranku Yang Dingin
Episode 72: Perpisahan Singkat


__ADS_3

Dalam keterkejutannya sesaat, Emelin lalu pulih.


Lalu menjawab dengan nada agak tenang,


"Tidak ada hanya memikirkan soal aku yang akan segera pergi Ke Luar Kota, dan mungkin akan agak sibuk,"


Tentu saja dirinya tidak bisa bertanya soal foto apalagi soal masalah bagaimana Antony salah satu Putra Keluarga Anderson bukan?


Dirinya juga tidak mau dicap sebagai tukang cemburuan hanya karena foto.


Juga dirinya sedang terlalu malas membahas soal ini.


"Owh, begitu."


Mendengar jawaban Antony yang sepertinya biasa-biasa saja, membuat Emelin sebenarnya ingin bertanya,


"Apakah kamu ingin mengatakan sesuatu padaku?"


"Sesuatu seperti apa?"


"Misalnya beberapa hal saat kamu di kantor, atau sesuatu seperti itu?"


"Tidak ada apa-apa soal kantor hanya seperti biasanya,"


"Bagaimana tentang keluargamu, atau sesuatu,"


"Soal Keluargaku? Tidak ada yang baru."


Memang, sepertinya Antony menjawab dengan tenang, dan tidak akan mengatakan apa-apa padanya.


Apakah ada alasan untuk melakukan?


Atau memang karena dirinya tidak begitu penting untuk tahu?


Hah....


Kenapa dirinya jadi kembali memikirkan ini?


Tenang, Tenang...


Mari ikuti dulu saran Raka, lagipula dirinya benar-benar butuh ketenangan untuk saat ini.


Dengan itu, percakapan mereka berdua berakhir.


Emelin terlihat berniat pergi dari sana,


"Malam ini aku akan tidur dengan Alex,"


"Tidak dikamar kita?"


Mencoba membuat alasan, Emelin lalu menjawab,


"Ya, aku hanya ingin menghabiskan banyak waktu dengannya sebelum Pergi,"


"Begitu. Tidak menghabiskan lebih banyak waktu dengan ku?"


"Hpmh, kamu sudah dewasa apakah perlu untuk ditemani?"


Disini Emelin mencoba pura-pura cuek.


Dirinya pikir ide Raka bisa jadi bagus, biar suaminya ini jadi lebih peka tidak seperti gunung es berjalan!!


Kamu harus jujur padaku kalau kamu ingin mendekatiku!!


Mendengar ucapan Emelin, Antony hanya sedikit tertawa.


"Baiklah-baiklah, aku mengerti."


Antony lalu berdiri, mendekat kearah Emelin, dan tanpa peringatan mencium keningnya, lalu berkata,


"Selamat Malam,"


Sambil tersenyum lalu pergi dari sana.


Dia....

__ADS_1


Dia....


Akhhhhh.....


Walaupun kamu bersikap manis aku masih tetap kesal!!


Sikap orang itu terlalu berubah-ubah.


Dia sendiri yang awalnya bilang kalau hanya mengagap dirinya Ibu dari Putranya, tidak lebih dan tidak kurang, namun kenapa terkadang bersikap seperti ini?


Terkadang dirinya ingin bertanya, namun masih begitu takut jika jawabannya masih sama.


Apakah dia baik padaku seperti ini hanya karena aku Ibu dari Putranya?


Jadi untuk membiarkan agar kontak pernikahan ini tidak cepat berakhir sampai Alex cukup umur, dia menjadi begitu ramah?


Dirinya hanya bisa mengira-ngira.


Terkadang beberapa kenyataan terlalu menakutkan untuk didengar.


Dulu ketika Penghianat Claudia hal-hal dan kenyataannya bahkan lebih buruk dari pada yang dirinya kira, bahwa tidak hanya mereka menipunya, tapi juga sudah merencanakan ini lebih awal, seperti bagaimana Caludia tidak hanya sekedar saudara tirinya, namun benar-benar saudara dengan Ayah yang sama.


Kenyataan masih begitu pahit, bahkan sampai hari ini dirinya masih sedikit trauma ketika memikirkannya.


Perasaan yang menyakitkan ketika mengetahui kenyataan.


Dan saat ini tentu saja dirinya berada dalam dilema.


Seandainya dirinya bertanya pada Antony, bagaimana perasaannya pada dirinya....


Jika dirinya akan mendapatkan jawaban yang sama seperti 'Kamu adalah Ibu dari Putraku' lagi, saat ini hatinya tidak bisa menerimanya lagi.


Perasaannya tidak akan setenang sebelumnya ketika Antony mengatakan hal itu dulu.


Seolah ingin lari dari kenyataan, namun begitulah dirinya ini.


Mencoba menenangkan hatinya yang sesaat gundah itu, Emelin menuju ke kamar Alex.


Lagipula dirinya juga punya hal lain lagi yang benar-benar harus fokus.


####


Namun hari benar-benar berlalu dalam sekejap mata.


Sesuai jatwalnya, Emelin saat ini sudah berada di bandara.


Saat ini Emelin masih di lobby Bandara untuk mengucapkan perpisahan dengan Antony dan Alex.


Sebelumnya saat dirinya pergi tidak ada yang mengantarkannya ke bandara.


Dirinya akan hanya pergi begitu saja seperti itu, karena itu adalah hal biasa.


Jadi rasanya sedikit aneh ketika tiba-tiba diantar seperti ini.


Rasanya juga menjadi sedikit sepi untuk pergi sendirian.


"Kamu jangan nakal di rumah Alex, jangan membuat repot Papamu, Mama akan sering mematuamu melalui telepon,"


"Tentu saja! Alex akan selalu menjadi anak yang baik, dan Alex harap Mama segera pulang,"


"Ya, aku akan sangat merindukanmu, Alex,"


"Alex juga akan sangat merindukan, Mama...."


"Maafkan Mama ya Alex, Mama harus pergi dan menjadi sibuk seperti ini,"


"Tidak apa-apa, Alex mengerti. Lagipula kita sudah menghabiskan banyak waktu bersama, nanti setelah Mama pulang, Mama akan menemani Alex lagi?"


"Tentu saja, sayangku."


"Alex juga akan sangat kangen dengan masakan Mama,"


"Pfffff, kamu bisa saja, paling bisa ya membuat Mama tersentuh. Kamu memang Putra Mama yang paling baik dan lucu,"


Emelin lalu memeluk anak itu dengan erat seolah tidak ingin melepaskannya.

__ADS_1


Walaupun ini hanya perjalanan ke kota sebelah, dan hanya membuat beberapa waktu naik pesawat kesana, namun bagaimana jika dirinya sibuk?


Rasanya walaupun sebentar, berpisah dengan Alex, sedikit merasa sedih, mereka menghabiskan banyak waktu bersama sebelumnya.


Setiap hari dirinya akan bertemu dengan anak ini, dan hari-harinya terasa menyenangkan.


Dengan berat hati lalu Emelin melepaskan pelukannya pada Alex, lalu berikutnya tatapan Emelin bertemu dengan Antony.


Dan soal Antony...


Perasaannya menjadi begitu rumit sekarang.


Emelin mulai memikirkannya, jika dirinya pergi ke Luar Kota, apakah orang itu akan merindukannya?


Ataukah dia hanya akan tetap menjalani hari-harinya seperti biasanya, tanpa merasa ada yang salah atau ada yang kurang.


Hari-hari biasa tanpa dirinya...


Sedangkan dirinya sendiri, mungkin akan sedikit merindukan orang itu.


Rasanya ini adalah perasaan yang aneh.


"Kamu harus hati-hati dan menjaga kesehatan, jangan lupa makan teratur," kata Antony dengan singkat.


Emelin tersemyum setelah mendengarkan kata-kata penuh perhatian itu.


Perasaannya masih begitu rumit ketika mendengarnya.


"Kamu juga, kamu harus makan teratur jangan telat makan di kantor,"


"Ya, tentu saja. Jangan lupa untuk sering menelepon jika memiliki waktu,"


Apakah ini karena Alex?


Itulah kenapa memintanya sering menelepon?


"Baiklah."


"Sampai jumpa,"


"Ya, sampai jumpa lagi,"


"Sampai jumpa lagi, Mama!"


"Aku akan menelepon setelah sampai,"


Hanya beberapa kata-kata singkat dan dengan itu, Emelin pergi menuju pesawat dengan perasaannya yang masih begitu berat.


Fokus!!


Dirinya harus fokus!!


Dengan itu, Emelin pergi, meninggal beberapa hal yang mengajal hatinya.


Menuju Kota Baru dimana awal dari Karirnya sebagai Artis sekali lagi dimulai.


Namun kali ini sedikit berbeda...


Dirinya tidak akan seperti dulu yang tidak berperasaan, akan dirinya pastikan untuk lebih sering pulang dan menelepon Rumah.


Dirinya benar-benar harus bisa membagi waktu dengan baik kali ini.


####


Bersambung


####


Hehe, Terimakasih atas dukungannya atas gift, vote, like dan komentar, bikin tampah aku semangat, 😊😊😊


Karena kalian begitu bersemangat, ini aku Update lagi, doubel Update hari ini 😆😆


Semoga kalian menikmatinya,


Nantikan saja kelanjutannya lagi Besok lagi ya, 😆

__ADS_1


__ADS_2