Suami Bayaranku Yang Dingin

Suami Bayaranku Yang Dingin
Episode 132: Kepulangan Emelin


__ADS_3

Menatap sekali lagi, di bandara yang sama, yaitu Bandara Kota J perasaan Emelin menjadi rumit.


Tentu saja, kembali ketempat ini harusnya dirinya senang, karena kesibukan syuting akhirnya selesai.


Dan lagi, setelah ini dirinya juga bisa menghabiskan lebih banyak waktu dengan Alex.


Tapi itu artinya masalah yang selalu Emelin hindari akhirnya harus Emelin hadapi.


Ya, ini soal Antony, Emelin masih belum siap untuk bertemu dengannya.


Masih belum tahu harus bersikap seperti apa.


"Mama.... Mama akhirnya pulang,"


Teriakan Alex yang bersemangat itu menyadarkan Emelin dari lamunannya.


Dia langsung memeluk Alex, dan menyapanya dengan ceria.


"Ya, Alex. Akhirnya semuanya selesai dan Mama akhirnya bisa melihatmu,"


Dan tentu saja, di samping Alex ada Antony.


Emelin hanya tersenyum dan menyapa Antony juga.


"Selamat Datang, Emelin." Kata Antony sambil tersenyum, terlihat sangat senang akhirnya bisa melihat Emelin.


"Ya, aku pulang," kata Emelin sambil tersenyum menatap Antony, namun Emelin menyibukkan dirinya dengan mengendong Alex, tidak mengatakan apa-apa lagi pada Antony.


Emelin sendiri merasa dirinya harus membayar rasa bersalahnya, terutama hal ini pada Alex.


Jadi Emelin berusaha untuk tidak dulu memikirkan soal hubungannya dengan Antony.


Apapun itu nanti.


Hal yang paling jelas adalah fakta bahwa dirinya masih akan tetap menjadi Ibu Alexander Smith tidak akan pernah berubah.


Jadi Emelin memilih untuk fokus ke prioritas utama yaitu menjadi seorang Ibu yang baik untuk Alex.


Alex sangat senang digendong oleh Emelin, dia memeluk Emelin cukup erat.


"Alex sangat merindukan, Mama..."


"Tentu saja, sayang. Mulai sekarang Mama memiliki begitu banyak waktu luang untuk dihabiskan dengan Alex, mari bersenang-senang,"


"Hore!! Akhirnya bisa bersama Mama lagi! Alex ingin pergi membeli Es krim dan ke taman bermain dengan Mama,"


"Tentu saja sayang,"


Keluarga kecil itu lalu mulai menuju mobil, dan tentu saja tanpa banyak pertanyaan Antony lah yang mengurusi Koper Emelin.


Mereka sampai di rumah dengan aman.


Begitu sampai di Rumah, Emelin langsung menyuruh pembatu di Rumah untuk membereskan barang-barangnya.


"Nyonya... Ini harus saya bereskan dimana? Apakah di Kamar Nyonya atau di Kamar Tuan?" Tanya Pembatu itu dengan binggung.


Karena Pembatu itu belakangan tahu kalau Nyonya mereka pindah ke Kamar Tuan Besar, dan mereka tidur satu kamar.


Sebagai pembantu rumah tangga yang sudah berada di rumah ini selama bertahun-tahun, dirinya sedikit tahu kalau hubungan pernikahan para majikannya ini terlihat tidak biasa.


Walaupun Tuan dan Nyonya sudah lama menikah, namun mereka tidak tidur di kamar yang sama.


Awalnya melihat hal itu cukup aneh, namun sebagai pembantu biasa, tidak bisa mencampuri urusan majikanya, jadi dirinya hanya patuh dan mengamati seolah hal itu wajar.


Tapi walaupun Tuan dan Nyonya terlihat tidak memiliki hubungan yang baik, dirinya selalu Megamall kalau Tuan dan Nyonya ini selalu memperhatikan Tuan Muda, terutama Tuan Antony.


Pernikahan mereka cukup aneh, namun mereka memiliki seorang Putra yang selucu dan semanis Tuan Muda Alex.


Dan belakangan sepertinya hubungan mereka cukup bagus hingga mereka tidur di kamar yang sama.


Namun sekarang dirinya masih binggung apakah mereka benar-benar tinggal dikamar yang sama atau itu hanya karena permintaan Tuan Muda Alex.


Tuan Muda Alex pernah meregek dan mengeluh soal ini sebelumnya.


Mendengar pertanyaan dari pembantunya itu, Emelin terteguh sebentar, dan mulai memikirkannya.


Sebaiknya apakah dirinya tetap di kamar Antony atau ke kamarnya sebelumnya?


Tidak, kalau dirinya pindah tiba-tiba seperti sebelumya pasti Alex akan sedih.


"Nyonya? Jadi bagaimana?" Tanya Pembatu itu lagi, membuyarkan lamunan Emelin.


"Letakan di Kamar Antony,"


"Baik Nyonya,"


Pembatu itu langsung pergi membawa koper Emelin ke kamar Antony.

__ADS_1


Emelin sendiri lalu lanjut untuk menghabiskan waktunya di kamar Alex, menghilangkan rasa rindu dihatinya.


Lagipula berkat dirinya sebelumnya, Alex sampai masuk rumah sakit, dan mengalami hal-hal tidak menyenangkan.


Dirinya harus membayar hal-hal ini dengan lebih memanjakan Alex lagi!!


Baik, lupakan soal masalah Antony!


Alex adalah Prioritas!!!


####


Sepanjang sore itu, Emelin menghabiskan waktunya bersama Alex secara terus-menerus.


Antony, saat ini sedang menatap layar laptopnya dengan pandangan hampar.


Tidak mengira kalau setelah Emelin pulang, Emelin malah seperti mengabaikannya seperti ini.


Emelin malah hanya terlihat peduli pada Alex.


Hah...


Dirinya juga paham, pasti Emelin sangat merindukan Alex, terutama soal kejadian yang menimpa Alex sebelumnya.


Sangat wajar jika Emelin menjadi lebih perhatian pada Alex lebih dari sebelumnya.


Antony hanya bisa menghela nafasnya, terlihat pasrah bagaimana Emelin memang tengah fokus pada Alex.


"Ah... Sebaiknya aku memasak beberapa hal? Ini terdengar ide yang bagus,"


Memikirkan rencananya, Antony langsung menuju ke dapur untuk memasak sesuatu untuk makan malam.


Sebelumnya, mereka bertiga tidak sempat memiliki hal-hal indah bersama karena Alex sakit, kali ini setidaknya setelah Emelin pulang dirinya ingin membuat beberapa kenangan indah, yang bisa menyenangkan Emelin dan Alex.


Mari masak beberapa udang kesukaan Alex dan Ayam Goreng kesukaan Emelin.


Emelin selalu sangat suka Ayam Goreng tepung, namun karena dia lebih sering diet Antony tahu Emelin sering menghindari makanan kesukaannya itu walaupun dia ingin.


"Hah, Emelin begitu kurus seperti itu mau diet apa lagi? Sepertinya aku akan memasak banyak Ayam Goreng sekarang,"


Antony jadi ingat, saat Emelin dulu hamil Alex, dia sempat tidak bisa makan apapun, jadi saat itu dirinya berinisiatif mencoba memasak beberapa hidangan untuk Emelin, dan tidak mengira kalau Emelin yang tidak bisa makan apapun saat itu memakan Ayam Goreng yang dibuatnya itu, dan malah sangat menyukainya, dan menjadi sering meminta Ayam Goreng buatannya itu.


Namun tentu saja, Emelin tidak tahu kalau itu masakan buatan dirinya, karena Antony tahu sebelumnya Emelin itu tipe pemilih soal makanannya, harus di buat koki profesional bintang lima lah atau apalah itu, selera orang kaya yang dirinya tidak mengerti.


Dengan itu, Antony mulai melaksanakan rencananya.


Emelin dan Alex yang baru keluar dari kamar Alex tentu saja terkejut saat di meja makan, melihat Antony menyiapkan hidangan disana.


"Papa? Papa masak?"


"Tentu saja, Alex. Lihat Papa memaskaan Udang Goreng favoritmu."


Emelin juga terteguh melihat meja makan, disana ada udang goreng favorit Alex, juga ada menu Ayam Goreng.


Melihat ayam goreng itu, Emelin menjadi semakin lapar.


"Kamu memasak semua ini?" Tanya Emelin lagi,


"Hmm, tentu saja. Anggap saja ini perayaan karena kamu telah menyelesaikan syuting film dengan lancar,"


"Kamu ini bisa saja ya, terimakasih."


"Aku sudah bilang untuk tidak perlu mengucapkan terimakasih antara kita,"


"Hmm, baiklah-baiklah."


Emelin lalu segera mengalihkan perhatiannya pada Alex, mengabilkan nasi untuknya, dan membantu Alex makan.


"Alex bisa makan sendiri, Mama coba saja masakan Papa! Semua masakan Papa sangat enak,"


"Baik-baik sayang, Mama akan mencobanya,"


Lalu Emelin mengabil Ayam Goreng tepung dan sambal disana.


Emelin terkejut ketika merasakan rasa ayam goreng ini.


Ini rasa yang familiar.


Lalu segera Emelin memasukan Ayam ke sambal disana.


Rasa sambal dan ayam yang familiar mengigatkan Emelin pada Ayam Goreng favoritnya.


Dulu ketika dirinya hamil, Antony sering membawakan menu ini untuknya, saat itu dirinya susah makan apapun, tapi setelah makan ayam goreng itu, selera makannya jadi bertambah dan bisa makan lebih banyak lagi.


Emelin cukup kangen dengan rasa Ayam Goreng itu, namun dirinya tidak tahu dimana Antony membelinya.


Itu Ayam Goreng favoritnya...

__ADS_1


Memikirkannya lagi...


Sekarang akhirnya Emelin tahu...


Ah begitu.


Jadi itu adalah Ayam Goreng masakan Antony?


Pantas saja aku mencari kemanapun tidak ada Ayam Goreng seenak itu, selalu terasa ada yang Kurang.


Diam-diam sambil memakannya, Emelin mencuri pandang kearah Antony.


Antony dari tadi melihat kearah Emelin.


Tatapan mata mereka bertemu,


Antony tersemyum lalu berkata,


"Kesukaan mu bukan?"


"Hmm, kesukaanku. Ini sangat-sangat enak,"


"Tentu saja, aku senang jika kamu senang,"


Melihat senyuman dan kata-kata tulus dari Antony itu, Emelin berbedebar-debar.


Ya ampun....


Hatinya menjadi tidak kuat.


Diperlakukan begitu baik seperti ini membuat Emelin sangat tersentuh.


Emelin semakin memikirkannya,


Antony....


Jika kamu seperti ini...


Bagaimana aku tidak jatuh cinta padamu....


Akhhh....


Bagaimana ini???


Hatiku sungguh tidak kuat!!


Malam itu berakhir dengan damai, dan Keluarga kecil itu tidur bersama di Kamar Antony, dan tentu saja Alex tidur di tengah Emelin dan Antony.


####


Hari pun berlalu, pagi itu berjalan seperti biasanya.


Karena ini bukan akhir pekan, Antony harus pergi ke kantor, dan Alex pergi ke sekolah.


Tentu saja, Emelin yang begitu lelah tidak sempat memasak.


Mereka sarapan dengan tenang, sampai Emelin pergi mengantarkan Alex Kesekolah.


Sudah lama dirinya tidak mengantarkan Alex.


Selama perjalanan, tiba-tiba ponsel Emelin berbunyi.


"Hallo, ya Raka ada apa?"


'Selamat, Kak... Akhirnya Kakak selesai syuting dengan lancar.'


"Owh, terimakasih Raka."


'Aku benar-benar menantikan rilisan film Kakak itu lo!'


"Masih bulan depan,"


'Ah benar sekali, ngomong-ngomong apakah Kak Emelin sibuk belakangan ini?'


"Tidak, aku tidak sibuk sepertinya jatwalku sementara ini kosong, memangnya ada apa?"


'Aku ada kabar terbaru untuk Kakak...'


"Apa itu?"


'Sebelumnya aku pernah membacarakan ini dengan Kakak bukan? Kepala Sekolah menyentujui Usulanku,'


"Tunggu apa yang kamu bicarakan ini?"


####


Bersambung

__ADS_1


__ADS_2