
Sambil berlari, Antony mencoba membuang pikiran-pikiran tidak berguna itu, sambil terus mendekatkan ocehan tidak jelas tetangganya ini.
Sampai di suatu tikungan, dekat rumah tangganya ini, ada seorang wanita cantik yang memanggil Pria disampingnya ini.
Wanita itu dengan bersemangat menghampiri Pria itu.
"Sayang, kamu sudah selesai? Ini, aku bawakan Jus biar kamu lebih segar setelah meminumnya. Atau apakah aku bisa membantu membersihkan kerigat? Aku sudah membawakan handuk,"
"Ya ampun, sayangku, kamu benar-benar perhatian,"
"Ah, tentu saja. Aku juga sudah menyiapkan sarapan di dalam, mari segera masuk,"
"Kenapa tidak memberiku ciuman dulu, sayangku? Hmm?"
Wanita itu terlihat malu ketika melihat kesamping ada orang lain disana, lalu sedikit menepis ciuman suaminya itu.
"Kamu ini... Kamu benar-benar tidak tahu malu ya, bersikap begitu manja di publik."
Pria itu baru ingat kalau Antony ada disana, melirik sekilas kearah Antony, lalu kembali bersikap manja,
"Sudah-sudah, ambaikan saja gunung Es, itu. Mana ciuman pagiku?"
Sekali lagi, dia ditepis. Dan wanita itu menyapa Antony dengan ramah.
"Maaf Pak Antony bisalah Suamiku ini bertingkah seperti biasanya. Apakah dia melakukan hal-hal merepotkan saat kalian pergi bersama?"
"Tidak-tidak. Hmm, aku juga akan segera kembali kerumah. Kalian bisa melanjutkan." Kata Antony dengan nada yang cukup datar.
Dengan Antony pergi, sepasang suami istri itu, menjadi tambah begitu mesra seakan dunia milik berdua, di Istri membangun membersikan keringat suaminya, lalu dengan mesara mengandeng tangannya masuk kedalam.
Melihat sepasang suami istri yang terlihat dimabuk cinta itu entah kenapa membuat Antony merasa kesal.
Bahkan ketika sampai di rumah, perasaan tidak nyaman itu masih ada di hati Antony.
Memikirkan itu, Antony segera mengalihkan pikirannya dan akan langsung pergi ke dapur dan mengambil minuman.
Di sana dia lalu ke mesin dispenser dan mengambil air putih.
Ketika meminum air putih itu tiba-tiba Antony merasa kalau air ini terlalu hambar.
Sepertinya air putih begitu menyegarkan sebelumya?
Kenapa sekarang tidak segar sama sekali?
Lalu pemadangan mesra sepasang suami istri itu kembali kedalam pikiran Antony.
Sekarang Antony ingat, belakangan setelah dirinya sampai di rumah, Emelin terkadang akan menyiapkan Jus juga untuknya di pagi hari.
Jus buatan Emelin cukup menyegarkan.
Sekarang orang itu pergi, tidak ada yang membuatkannya Jus lagi, jadi Antony hanya bisa meminum Air Putih hambar ini, lalu pergi mandi.
####
Pagi itu, suasana meja makan juga menjadi cukup damai dan sunyi.
Alex terlihat memakan sesuatu dengan ekpersi terlihat sedih.
"Kenapa kamu Alex?" Tanya Antony yang khawatir.
__ADS_1
"Alex kangen Mama, biasanya Mama akan memasak, sekarang Alex tiba-tiba kangen masakan Mama,"
"Ini belum dua hari sejak Mamamu pergi,"
"Benar, ini belum lama namun Alex sudah sangat rindu dengan Mama,"
"Kamu sekarang menjadi begitu manja pada Mamamu bukan?"
"Memang Papa tidak rindu dengan Mama?"
"Tidak. Lagipula ini belum lama,"
"Hmph, Alex kan tidak seperti Papa!"
"Sudah-sudah cepat habiskan sarapanmu, nanti Mamamu akan khawatir kalau kamu tidak makan, dia akan kaget kalau dia pulang melihat kamu menjadi begitu kurus,"
"Ah, benar juga. Alex akan makan dengan baik agar Mama tidak khawatir,"
"Ya, ya anak baik." Kata Antony lalu mengelus ringan rambut Alex.
Ayah dan anak itu, setelah melakukan beberapa percakapan kembali memakan sarapannya mereka. Sekarang Alex menjadi lebih bersemangat untuk sarapan karena kata-kata Antony barusan.
Namun disini, Antony justru yang menjadi tidak begitu bersemangat.
Mereka saat ini sarapan roti panggang.
Ini adalah sarapan yang biasa yang dirinya dan Alex makan dihari-hari sebelumnya, sebelum Emelin mulai membuat sarapan.
Tiba-tiba teringat rasa pancake buatan Emelin, itu manis dan dirinya tidak begitu menyukainya, tapi sekarang kembali memakan roti tawar ini, rasanya memang menjadi terlalu hambar.
Seperti ada sesuatu yang kurang.
####
Sekertaris Antony yang melihat penampilan Bosnya yang menjadi lebih dingin itu hanya bisa heran.
Kenapa dengan Pak Presdir ini?
Kenapa terlihat dia dalam mood yang cukup buruk?
Hari ini juga, Pak Presdir tidak membawa bekal lagi.
Bukakan itu Bekal buatan Istri Pak Presdir atau sesuatu?
Namun Sekertaris itu benar-benar tidak berani bertanya soal urusan atasannya itu.
Takut kena marah, karena tadi Pak Presdir mereka sempat marah-marah pada salah satu Manager yang melapor, manager itu benar-benar sial harus melapor pada Pak Presdir ketika mood Pak Presdir sedang buruk!
Sekertaris itu hanya bisa merasa kasian pada manager itu ketika keluar ruangan dengan wajah pucat seperti melihat hantu.
Tapi serius, kenapa dengan Pak Predir ini sih?
Ketika Sekertaris itu berpikir, tatapa matanya menatap kearah Antony.
Antony yang merasa tidak nyaman ditatap itu, lalu bertanya,
"Ada apa? Kenapa kamu menatap ku dari tadi?"
"Tidak. Tidak. Ini sudah hampir jam makan siang bukan? Pak Presdir tidak memesan beberapa makan siang? Atau nanti Istri Pak Presdir akan mengantarkan makan siang?"
__ADS_1
"Istriku sedang sibuk dan pergi keluar kota. Soal makan siang, nanti saja di pikirkan."
Sekertaris itu, lalu hanya bisa menunduk, lalu meminta permisi setelah menerima berkas-berkas dari Antony.
Sekarang pertanyaannya terjawab.
Jelas Pak Presdir sedang dalam suasana hati yang buruk karena ditinggal pergi Istrinya bukan?
Ya ampun, Pak Presdir ini benar-benar merindukan Istrinya, pasti sangat mencintainya.
Pantas saja moodnya menjadi buruk, tidak bisa melihat Istri Kesayangannya sih.
Kembali kedalam ruangan, Antony melihat beberapa dokumen dimejanya.
Dia kembali tengelam menatap tumpukan berkas, sampai dia lupa waktu kalau jam malam siang telah lewat.
Dia tidak akan sadar sampai Sekertarisnya datang dan membawakan kotak makan siang dari kantor.
Sekarang membuka kotak makan siang kantor ini, rasanya menjadi ada yang kurang.
Biasanya dirinya terbiasa dengan makanan sederhana dari kotak makan siang kantor ini, namun sekarang....
Dirinya tidak memiliki mood untuk makan....
Memang, walaupun dirinya mencoba mengalihkan pikirannya...
Namun perasaan mengganjal ini tidak hilang....
Seolah-olah ada sesuatu yang hilang dari hidupnya...
Mungkin dirinya merasa kalau Emelin sudah menjadi bagian dari hidupnya?
Jadi ada yang kurang ketika tidak melihat wanita itu.
Padahal sebelumnya tidak begini.
Hari-hari masih sama sebelumnya, bahkan ketika Emelin pergi selama berminggu-minggu.
Itu tidak pernah sekalipun mengagunya.
Namun ini belum sampai dua hari tidak melihat wajahnya....
Kenapa Antony merasa dalam hidupnya merasa ada yang kurang?
Dirinya mungkin terlalu terbiasa dengan keberadaan Emelin tiba-tiba.
Kedetakan mereka yang tiba-tiba itu...
Mengalir bagai air, yang sangat mudah membuat Antony merasa nyaman dan terbiasa.
####
Bersambung
####
Terimakasih atas dukungannya ya semua, 😆😆😆
Sebenarnya lagi ada rencana mengajukan Crazy Up, semoga di Terima ya sana Noveltoon biar kalian juga bisa menikmati lebih byk chapter juga.
__ADS_1
Semoga kalian suka boom Episode kali ini, 😆😆