Suami Bayaranku Yang Dingin

Suami Bayaranku Yang Dingin
Episode 106: Rencana Jahat Claudia


__ADS_3

Selama beberapa hari ini di Rumah Sakit, Claudia tentu saja tidak diam saja.


Dia masih marah-marah tiap harinya karena semakin hari Gosip dan Rumor soal dirinya menjadi semakin buruk.


Apalagi barusan, dirinya dapat kabar kalau salah satu film yang dirinya bintangi yang barusaja launching malah tidak laku.


Sekarang bahkan film itu mendapatkan beberapa hujatan dari orang-orang yang menontonnya tentang bagaimana akting Claudia dalam film itu buruk.


"Sialan!! Apa yang orang-orang ini tahu? Para Netizen ini hanya bicara seenaknya saja!! Sialan kalian semua!!"


Claudia yang marah-marah itu tidak sengaja membuat luka diperutnya bergeser sehingga rasa sakit muncul.


Luka jahitan akibat dari Operasi masih tersisa di tubuh Claudia, dan itu masih menyakitkan.


"Sialan.... Akhhh... Sakit..."


"Claudia, sudah Mama bilang kamu jangan terlalu banyak emosi dan marah-marah itu tidak baik untuk kondisi mu sekarang,"


"Bagaimana aku tidak marah-marah? Apakah Mama tidak tahu kalau saat ini semakin hari Gosip soal diriku semakin buruk?"


"Mama paham, Mama paham, namun kamu harus fokus pada menyebuhanmu dulu! Pikirkan soal itu nanti,"


"Akhhh.... Mama lihat? Ayah tidak bisa berbuat apa-apa soal gosip yang beredar ini!! Kalau ini terus berlanjut bagaimana dengan Karirku.... Ayah benar-benar tidak berguna!!"


"Hah, Mama juga sudah menanyakan ini pada Ayahmu, namun sampai sekarang dia tidak menangapi hal-hal ini, hanya bilang akan mengurusnya, nanti semua akan reda pada waktunya, hanya harus menunggu."


"Bagaimana aku bisa menunggu? Semakin hari aku semakin menunggu, bukannya Rumor mereda, namun malah semakin menggila!! Mama lihat? Padahal jelas aku yang berada di Rumah Sakit berkat Emelin namun tidak ada orang yang bersimpati padaku! Dan malah mereka bersimpati pada Emelin sialan itu!!"


"Benar, sungguh licik sekali, kenapa bisa dia membuat rencana seperti itu? Sampai-sampai semua bukti dan rekaman CCTV soal dia berada di Bandara bisa benar-benar menghilang! Emelin itu sangat bodoh, bagaimana dia bisa merencanakan semua ini?"


"Mama benar, aku yakin Emelin itu dibangun oleh seseorang."


"Menurutmu siapa yang membantu Emelin?"


"Bisa menghilangkan jejak barang bukti seperti itu, dia pasti bukan orang sembarangan, bahkan sampai bisa mendapatkan hasil Tes DNA aku dan Ayahku...."


"Iya, bagaimana bisa anak itu membuat rencana yang begitu sempurna? Emelin itu selain menjadi Nona Kaya yang manja, tidak ada hal lain yang bisa dia lakukan. Apakah kamu memiliki perkiraan orang yang membangun Emelin?"


"Sebenarnya aku mencurigai seseorang,"


"Siapa?"


"Mama tau Tuan Muda Keluarga Anderson? Raka Anderson itu?"


"Ya, siapa yang tidak tahu soal Tuan Muda Keluarga besar itu?"


"Kemungkinan dia yang membantu, Emelin."

__ADS_1


"Astaga, apakah mereka memiliki semacam hubungan?"


"Aku juga tidak tahu, namun dulu ketika masih di Sekolah mereka sangat dekat... Aku curiga Raka ini ada hubungannya, aku sempat mendengar ancaman Raka soal dia yang ingin memblokirku dari Dunia Hiburan,"


"Sialan... Jika ini Raka Anderson yang itu bagaimana kita bisa berususan?"


"Namun, kita bisa memanfaatkan hal-hal ini bukan? Tidakkah Mama tau, kalau Tuan Muda itu memiliki reputasi buruk? Bagaimana dia suka mensponsori beberapa wanita? Jika kita bisa mendapatkan beberapa foto, Emelin dan orang itu bersama, mungkin akan terjadi sesuatu yang menarik."


Cornelia tertawa mendengar rencana Putrinya itu.


"Sungguh, kamu sangat pintar Claudia."


"Tentu saja, aku kan Putri Mama. Ayo bersiaplah Emelin!! Kamu juga pasti akan jatuh! Jika aku jatuh, aku akan memastikan kamu juga jatuh kedalam jurang sepertiku!!"


"Ya, kita memang tidak bisa membiarkan Emelin itu hidup tenang disaat kita kesusahan seperti ini gara-gara dia."


"Tepat sekali!! Soal hal-hal ini, ini juga mengigatkanku, aku mendapatkan kabar dari orang suruhan ku di tempat Emelin syuting, tentang bagaimana dia cukup dekat dengan Sutradara. Dia pasti juga memiliki semacam hubungan dengan Sutradara itu! Kalau tidak, bagaimana bisa Emelin mendapatkan peran itu! Dan bagaimana Pak Sutradara itu begitu ngotot memilih Emelin sebagai Pemeran Utama disaat dia akan kehilangan Investasi dari Ayahku? Ini pasti ada hubungannya dengan Emelin itu, dia mulai tidak tahu malu dan menggoda beberapa Pria Kaya dan berpegaruh."


"Ada yang seperti itu?"


"Benar, saat itu Sutradara itu sangat beruntung karena setelah Ayahku mundur dari Investasi, ada Investor besar yang mendanai film itu, aku mencurigai ini juga mungkin perbuatan Raka Anderson itu."


"Wow, sampai sejauh itu? Apakah Tuan Muda itu memendam perasaan pada Emelin?"


"Ya siapa yang tahu, namun Emelin ini benar-benar tidak tahu diri, dia sudah memiliki Suami namun masih mengoda Sutradara dan Raka Anderson itu!!"


"Memang, ini bisa dijadikan bahan untuk menjatuhkan Emelin itu, bagaimana dia itu tukang Selingkuh."


"Ya, Skandal tentang Wanita tukang selingkuh."


Dua orang itu tertawa bahagia memikirkan rencana mereka yang sempurna itu.


Tiba-tiba telepon Cornelia berbunyi, dia langsung menjawabnya,


"Hallo?"


'Jeng, apakah Jeng Lupa kalau hari ini kita ada arisan?'


"Ya ampun, itu benar, aku sampai lupa karena harus merawat Putriku yang sakit,"


'Apakah kamu akan datang nanti?'


"Tentu saja, Putriku sudah cukup baik, aku akan kesana, kirimkan aja lokasinya,"


'Sekarang di lokasinya di Rumahku,'


"Ah, disana ya? Tentu-tentu, aku akan datang."

__ADS_1


Cornelia lalu menutup teleponnya.


"Siapa itu, Ma?" Tanya Claudia penasaran,


"Biasa, Sosialita Mama mu, mereka ada acara Arisan hari ini, apakah kamu aku tinggal baik-baik saja?"


"Aku baik-baik saja. Mungkin Mama bisa butuh beberapa refesing agar tidak terlalu tertekan,"


"Kamu benar. Ya sudah, Mama akan pulang dulu ya. Aku akan menelepon Daniel untuk menjagamu."


"Tidak perlu. Aku tidak apa-apa disini sendiri. Aku sedang tidak mood melihat Daniel."


"Claudia, kamu tidak bisa seperti itu, dia adalah Suamimu."


"Aku mengerti, Mama. Hanya aku ingin lebih menangkan diri dulu."


"Baiklah kalau begitu, aku akan pergi dulu sayang."


"Ya, hati-hati, Ma."


Tanpa orang-orang ini sadari, di ujung telepon orang yang menelepon Cornelia tadi tengah tertawa bersama teman-temannya.


Rombongan Nyonya-nyonya kaya itu sepertinya sedang asik bergosip,


"Aku sudah menelepon Cornelia itu, dia bilang dia akan datang,"


Salah satu Wanita disana tertawa,


"Ya ampun, Cornelia itu dia masih berani menampakkan dirinya setelah semua skaldal yang dia lakukan?"


"Entahlah, wanita itu sepertinya memang tidak tahu diri. Ketika dia bergabung dengan Sosialita kita, dua begitu sombong setelah menyandang gelar Nyonya Smith, siapa yang tahu kalau dia ternyata hanya wanita murahan,"


"Ya ampun, Jeng, aku juga tidak suka gaya Cornelia yang sok hebat itu astaga,"


"Ini bisa menjadi kesempatan bagus untuk mempermalukannya,"


"Kamu benar-benar pintar sekali, Jeng,"


Beberapa wanita kaya itu, tertawa bersama-sama, sambil menantikan bintang utama acara ini datang.


####


Bersambung


####


Terimakasih atas dukungannya ya, πŸ˜†

__ADS_1


maaf blm bisa menyapa dulu, Author lagi sakit nih, jadi Update seadanya dulu ya, πŸ₯ΊπŸ₯ΊπŸ₯Ί


Nantikan terus kelanjutannya πŸ˜‰


__ADS_2