Suami Bayaranku Yang Dingin

Suami Bayaranku Yang Dingin
Episode 119: Kedamaian Semu


__ADS_3

Malam telah berlalu dalam sekejap, dan tidak ada banyak hal yang terjadi, Emelin menikmati tidur malamnya dengan tenang dan lelap bersama Alex.


Hal mengejutkan yang Emelin temui dipagi hari adalah sudah ada sarapan yang siap di meja makan.


Karena lelah dalam perjalanan kemarin, tentu saja Emelin tidak akan sempat memasak, dan lagi Emelin bangun cukup kesiangan.


Di meja makan, Emelin melihat bagaimana Antony yang masih mengenakan celemek seperti habis memasak, membuat tatapan Emelin tentu saja heran.


"Kamu sudah bangun?" Tanya Antony sambil menoleh kearah Emelin, yang masih menatapnya dengan heran.


"Kamu... Kamu memasak?"


"Ya. Apakah ada masalah? Duduklah dulu, Alex belum bangun?"


Emelin menuruti permintaan Antony lalu duduk di salah satu kursi disana, melihat ada sarapan nasi goreng di meja makan, dari aromanya terasa harum, membuat Perut Emelin yang memang keroncongan itu menjadi semakin lapar.


Aroma Seafood tercium dari nasi goreng itu, benar-benar sangat menggugah selera.


"Alex dikamar mandi sedang mandi di bantu pengasuh, nanti dia akan segera kesini,"


Hari ini Emelin masih begitu lelah jadi dia tidak membantu Alex untuk mandi, dan Alex sediri tidak keberatan.


"Ah begitu? Baiklah."


Dengan rasa ingin tahu, Emelin lalu bertanya,


"Tumben kamu memasak?"


"Bukankah aku bilang kemarin kalau Alex sedang marah padaku karena beberapa hal sebelumnya? Ya, aku memasak nasi goreng kesukaan Alex sekarang agar dia tidak marah lagi,"


"Ah, masalah lembur ya?"


"Sebenarnya saat itu aku memang lembur, tapi aku sudah usahakan untuk pulang tepat waktu, siapa yang tau aku malah terjebak macet, jadi aku menyuruh Alex makan duluan, dan dia marah."


Emelin lalu sedikit tertawa,


"Pfffff... Alex memang masih kecil, maklum kalau dia masih sedikit manja,"


"Ya, aku juga malah lebih suka jika Alex terlihat manja seperti itu, terlihat seperti kebayakan anak seusianya, terkadang melihat bagaimana dia bersikap sedikit lebih dewasa dari pada umurnya, membuat aku cukup khawatir,"


"Alex memang lebih cerdas dari kebanyakan anak,"


"Ya, Putra kita memang seperti itu, sangat pintar dan cerdas,"


Antony lalu melepaskan Celemeknya, menyusuh pembantu membawanya ke dapur, lalu duduk di kursi sana.


Namun saat ini, baik Emelin atau Antony tidak ada yang membuka percakapan, hanya keheningan disana sampai sebuah suara memecahkan keheningan itu.


Krukkkk


Itu adalah suara perut Emelin yang sudah kelaparan, wajah Emelin langsung memerah karena begitu malu, apalagi Antony menatapnya.


"Sudah sudah, kalau kamu lapar kamu bisa makan dulu," kata Antony lalu mengabil piring disana, dan mengabikan nasi goreng dari wadah, lalu dengan sigap meletakan piring berisi nasi goreng di depan Emelin.


Emelin sesaat terkesima dengan tindakan Antony yang begitu so sweet itu.

__ADS_1


Lalu tanpa sadar, Emelin berkata,


"Sebagai laki-laki, kamu terlihat sangat peduli dan perhatian seperti ini, bahkan sangat pandai memasak, aku pikir sangat beruntung wanita yang kamu nikahi itu,"


Mendengar pernyataan Emelin yang tiba-tiba itu tentu membuat Antony juga terkejut,


"Bukankah kamu wanita yang aku nikahi? Apa kamu tidak merasa cukup beruntung, Eh?"


Emelin yang merasa ucapannya salah, menjadi malu sendiri,


"Kamu ini bisa saja sangat pandai mengodaku seperti ini,"


"Aku hanya mengatakan fakta, kamulah satu-satunya wanita yang aku nikahi,"


Emelin terdiam sejenak setelah mendengarkan kata-kata itu, tidak tahu harus merespon seperti apa, itu memang fakta namun tidak benar-benar fakta, kan?


Mereka menikah atas dasar pernikahan kontrak pula.


"Berhentilah bicara omong kosong dan mengodaku, mari aku coba masakanmu, aku benar-benar kelaparan," kata Emelin lalu mencoba nasi goreng itu.


Antony hanya bisa tersenyum masam melihat bagaimana Emelin mengalihkan pembicaraan, lalu hanya lanjut bertanya,


"Apakah enak?"


"Hmm, ini sangat enak..."


Melihat bagaimana Emelin sangat lahap makan, Antony juga menjadi senang.


Tidak lama, Alex datang bersama pengasuhnya dan begitu bersemangat melihat menu di meja makan.


"Apakah Papa memasak?"


Alex segera duduk ditempat duduknya, lalu Emelin dengan sigap mengabilkan Nasi goreng itu untuk Alex.


"Ah... Masakan Papa pasti sangat enak,"


"Sekarang kamu tidak marah lagi dengan Papa?"


Alex yang menikmati nasi gosong itu dengan lahap, lalu berkata dengan nada yang begitu lucu, mencoba terlihat terkesan angkuh,


"Hpmh, kali ini Alex memaafkan Papa, dan tidak akan marah lagi."


"Jadi nanti malam, Papa bisa meminjam Mamamu untuk tidur bersama, Papa, hmm?"


"Emm, Papa boleh bergabung dengan Mama dan Alex, dan tentu saja Alex akan tetap tidur dengan Mama,"


Antony mengacak-acak rambut Alex melihat sikap lucu anak itu, Alex benar-benar menjadi lengket dengan Mamanya, sungguh tidak memberi dirinya kesempatan.


Emelin juga hanya bisa tertawa mendengar lelucon Antony.


####


Disisi lainnya, Isabella telah menerima telepon dari Managernya,


"Jadi, aku bisa ikut acara rapat itu?"

__ADS_1


'Benar, saya sudah mengaturnya, dan Manager bagian Perikanan sudah setuju,'


"Kamu melakukan dengan bagus,"


Isabella tersenyum senang, Antony itu sangat sibuk, dan sangat susah untuknya bisa bertemu dengannya.


Namun untunglah rencana tahap pertamanya berhasil, nanti akan ada acara meeting di luar membahas perikanan dan promosi produk yang dirinya lakukan bintangi bersama Presdir Perusahaan, dan tentu saja Isabella tidak bisa melewatkan hal ini.


Ini saat yang baik untuk mencoba mendekati Antony lagi.


Lagipula Antony dan Istrinya hanya dalam pernikahan Kontrak, tidak ada yang salah dirinya mencoba masuk.


Toh Hati Antony walaupun sekarang bukan miliknya, ini juga bukan milik Istrinya itu.


Setelah memikirkan rencananya, Isabella segera bersiap-siap untuk acara siang ini, memasukkan memilih tipe baju yang cukup seksi yang sesuai selera Antony.


####


Seperti biasanya, Antony berangkat Ke Kantor dan menjalani rutinitasnya.


Sangat sayang sekali hari ini bukan akhir pekan, jadi dirinya tidak bisa libur dan menghabiskan waktunya bersama Emelin.


Masih ada meeting nanti siang di luar.


Terlalu fokus dengan pekerjaannya, waktu berlalu dalam sekejap mata.


Sampai Sekertaris Antony datang dan masuk keruangannya lalu segera mengigatkan Antony.


"Pak Presdir, sebentar lagi ada meeting di luar, Restoran sudah dipesan,"


"Baik, aku akan segera bersiap-siap."


Antony melihat jam tangannya, lalu membuka kearah ponselnya, seharusnya sebentar lagi jam makan siang, ada sebuah pesan di ponselnya dari Emelin untuk mengigatkan agar makan tepat waktu, sambil menatap ponselnya dengan tersenyum, Antony lalu membalas agar Emelin makan tepat waktu juga.


Tidak lama balasan masuk,


'Hari ini aku makan siang di luar, ingin mencari udara segar, aku dengar dari temanku, ada Restoran baru yang baru dibuka, aku ingin mencobanya dulu, jika enak aku ingin mengajak kamu dan Alex kesini nanti, kapan-kapan,'


Tanpa pikir panjang, Antony membalas,


'Tentu saja, aku juga menantikannya,'


Dengan perasaan gembira Antony bersiap-siap untuk meeting.


Siapa yang tahu, ketika sampai di Restoran tempat nya meeting, dirinya melihat wajah yang familiar,


"Isabella?" Tanya Antony dengan kaget.


Antony sempat merasa apakah dirinya salah masuk ruang pribadi?


Dia lalu menengok ke arah Asistennya, namun Asistennya memberi isyarat kalau memang tidak ada yang salah dengan lokasi yang mereka tuju.


Namun kenapa ada Isabella dalam ruangan itu?


"Kamu pasti terkejut, jadi Pak Manager Perikanan juga mengajakku untuk ikut meeting ini, dia merasa aku sebagai Brand Ambassador juga harus tahu beberapa hal soal review dan pembahasan soal Ikan-ikan yang akan aku bintangi ini,"

__ADS_1


Tanpa rasa curiga, Antony hanya mengaguk setuju-setuju saja.


Lalu dia duduk di kursi sebrang Isabella, bersama Sekertarisnya di sampingnya.


__ADS_2