
Disalah satu gedung perkantoran, saat ini terlihat didepan pintu masuk gedung, beberapa orang tengah berjejer, seperti menunggu seseorang.
Benar saja, mereka memang sedang menunggu seseorang, itu adalah CEO mereka.
Identitas CEO mereka cukup misterius, semua tidak terlalu diketahui, hanya saja CEO muda ini, sebenarnya adalah Anak yang hilang dari Ketua Group Anderson Group yang baru muncul beberapa tahun lalu.
Namun secara mengejutkan, Putra Tunggal ini cukup hebat, dalam beberapa tahun dia sudah bisa mengambil alih Perusahaan, juga meningkatkan kinerja dan keuntungan Perusahaan dalam beberapa tahun terakhir.
Sosok CEO muda yang hebat dan terkenal jenius, namun Identitasnya tidak ingin di Publikasikan ke Publik, beberapa pegawai juga tidak begitu tahu mengapa.
Kemudian, ada sebuah mobil hitam, yang datang dan berhenti didepan gedung itu.
Beberapa mengenali mobil itu, dari dalamnya, keluar seorang pemuda tinggi, dan tampan, dengan kacamata hitam yang menutupi matanya, mengenakan setelan Jas Berwarna hitam, dan kemeja berwarna biru muda yang terlihat serasi ditubuhnya.
Dia berjalan dengan ekpersi yang terlihat dingin seperti biasanya.
"Selamat Datang, Pak Presder."
Sapa orang-orang disana.
"Ya." Jawab pemuda itu dengan singkat, lalu dia mulai berjalan memasuki gedung, dengan rombongan itu mengikutinya dari belakang.
Lalu salah satu, orang yang terlihat seperti Sekertaris, mengulurkan sebuah berkas kerangan Pemuda itu.
"Ini untuk Jatwal yang tertunda kemari, Pak Presdir,"
"Baik, segera bawa juga berkas-berkas yang kemarin sempat tertunda ke Ruanganku."
"Baik, Pak Presdir."
Wanita yang merupakan Sekertaris CEO itu sudah terbiasa dengan cara CEO mereka bersikap dingin, dan irit bicara, atasannya ini juga tipe workholic yang sepertinya lebih banyak menghabiskan waktu di kantor dari pada dirumah, namun yang mengejutkan CEO workholic ini tiba-tiba tanpa badai tanda angin, kemarin mengajurkan cuti.
Iya!!
Cuti!!
Sesuatu yang cukup jarang, untuk Bos Besar ini, mengigat dia bergitu perfeksionis dalam semua pekerjaannya dan jangan sampai ada yang tertunda.
Setelah tiba diruangan, Sekertaris itu lalu meletakkan beberapa dokumen diatas meja CEO.
Di atas meja itu, ada sebuah papan nama tetulis sebuah nama besar,
CEO Antony Callisto
"Ini berkas-berkasnya, saya sudah siapkan."
"Ya. Kamu bisa pergi."
Namun dengan rasa ingin tahunya, Sekertaris ini kemudian bertanya,
"Bagaimana dengan Liburan Bapak Kemarin?"
"Baik-baik saja, ah ya itu mengigatkanku."
Lalu, Antony mengeluarkan beberapa sovenir dari Tasnya.
Sebenarnya ini bukan gayanya memberikan sovenir seperti ini, tapi ini paksaan Emelin, yang bilang agar dirinya akrab dengan teman-teman kantornya, dia harus memberikan oleh-oleh pada mereka, dan begitulah Emelin dengan alasan itu membeli begitu banyak sovenir dan makanan khas daerah itu, ya mungkin itu hanya alasan Istrinya yang memang suka berbelanja.
Ini adalah sekotak camilan ringan khas daerah tertentu, membuat Sekertaris itu kaget,
"Ini..."
Namun tidak cukup disitu, dari dalam Tasnya, dikeluarkan lagi beberapa hal,
"Kamu bisa membagikan ini ke beberapa pegawai, oleh-oleh dariku."
Tentu saja, Sekertaris itu terteguh karena ini bukan hal yang biasa untuk CEO mereka memberikan oleh-oleh seperti ini...
Ini aneh...
Ah...
Ini jadi mengigatkannya soal beberapa minggu lalu, ada seorang wanita yang menelepon ke ponsel atasannya ini.....
Mood Atasannya juga terlihat cukup baik belakangan, dia tidak lagi menghukum orang atau memarahi orang-orang, suasanaya terlihat damai...
Dan liburan tiba-tiba...
Apakah ini ada hubungannya dengan wanita itu?
Ah...
CEO mereka yang workholic ini juga terkenal karena menjauhkan dirinya dari kebanyakan wanita, dan benar-benar menjaga jarak yang aman, dengan mereka, membuat dirinya berpikir kalau Pak CEO ini mungkin tidak menyukai wanita seperti, Ayahnya.
Yang hanya memikirkan pekerjaan, pekerjaan dan pekerjaan...
__ADS_1
Namun ternyata juga ada seseorang yang menarik perhatiannya, ini tidak bisa membuat Sekertaris itu yang sangat suka bergosip, tidak penasaran akan hal ini....
Ah....
Siapa kira-kira wanita beruntung yang bisa membuat sikap Presder mereka berubah?
####
Hari itu berjalan dengan tenang, suasana hati Antony terasa cukup baik, jadi dia melanjutkan pekerjaannya dengan baik hari ini.
Siang ini juga dia harus bertemu beberapa klaien penting yang kemarin sempat tertunda.
"Apakah jatwal pertemuan dengan Perusahaan X sudah dijatwalkan ulang?"
"Jatwalnya siang ini, Pak."
"Baik, segera siapkan semua berkas-berkasnya."
"Owh iya, Pak sebenarnya soal Brand Ambasador untuk Produk-produk terbaru kita, setelah membatalkan Kontrak dengan Artis Populer, Claudia kita memiliki pengganti untuknya, mungkin Bapak tertarik untuk melihat orang itu?"
"Itu tidak begitu penting siapa dia, asalkan bukan Artis yang sebelumnya."
"Baik, saya mengerti. Lagipula Artis Baru yang akan menjadi Bintang Iklan untuk Produk kita juga tidak akan kalah dari Caludia, dia barusaja pulang dari Luar Negeri, dia adalah salah satu Artis Papan Atas yang populer di Luar Negeri, dia barusaja pulang ke Negara ini, namun sepertinya para Fansnya disini cukup banyak."
"Ya, aku menyerahkan itu para manager pemasaran yang bertanggung jawab atas itu,"
"Hanya, saya menyarankan untuk bertemu barangkali orang ini nanti tidak akan cocok juga seperti sebelumnya untuk Bapak, akan sangat merepotkan jika kita tiba-tiba membatalkan kontrak seperti sebelumnya."
"Apakah ada masalah soal pembatalan kontrak itu?"
"Benar, Artis itu membuat banyak keributan dan meminta banyak ganti rugi merepotkan,"
Antony menghela nafas panjang, sudah diduga dari Claudia, apa sih yang tidak dibuat heboh soal dia?
Awalnya dirinya tidak terlalu peduli soal hal-hal di Dunia Hiburan dan soal mereka, namun melihat kelakuan Claudia yang memang semakin menjadi-jadi membuat dirinya tidak tahan, apalagi degan apa yang dia lakukan pada Emelin.
"Jangan beri dia uang sepeserpun,"
Sekertaris itu terteguh mendengar nada dingin dan penuh kebencian itu.
"Ba... Baik, Pak akan saya atur semuanya,"
"Ya, jangan buat dia bisa berbuat seenaknya di Perusahaan ini."
"Saya mengerti."
Dia lalu fokus membaca beberapa dokumen didepannya, namun tidak beberapa lama, ada sebuah telepon, itu adalah telepon dari salah satu teman baiknya saat Kuliah.
"Ada apa?"
'Antony kamu tahu tidak? Ini benar-benar menyebalkan.' suara di ujung telepon terlihat sangat kesal.
Mendengar perkataan tidak jelas dari temannya ini, Antony merasa ingin segera menutup teleponnya, ini benar-benar tidak penting.
"Aku akan menutup teleponnya jika tidak penting."
'Kamu masih begitu jahat seperti biasanya,'
"Aku tutup."
'Antony tunggu dulu ayolah, ini soal Artis yang kamu Rekomenasikan untuk filmku tempo hari,'
Mendengar hal itu, membuat Antony tidak jadi menutup teleponnya.
Benar, artis yang dia Rekomenasi pada temannya yang merupakan seorang Sutradara baru dalam dunia perfilman ini adalah Emelin.
Ini hanya Rekomenasi untuk ikut chasting film, apakah dia berhasil atau tidak, itu semua terserah kinerjanya, lagipula dirinya yakin kalau Emelin cukup baik untuk bisa lolos audisi.
Dirinya bisa melihat, bagaimana selama ini dia berlatih keras untuk Audisi itu, naskah film itu selalu dia bawa kemana-mana. Benar-benar cukup pekerjaan keras, itu juga mungkin yang membuat Emelin selama ini sukses di Dunia Hiburan, niat dan tekatnya untuk mengejar mimpinya begitu tinggi, dan dia benar-benar sangat serius untuk itu.
Walaupun dia adalah Seorang Nona Kaya, bahkan walaupun dia tidak menjadi Artis pun, seharusnya dia tetap bisa memiliki kehidupan yang baik. Namun dia tetap pergi dari mengejar mimpinya menjadi seorang Artis, bahkan sampai menerima Perjodohan Kakeknya dan Menikah dengannya sampai seperti ini...
"Jadi apa masalahnya?"
'Artis yang kamu rekomendasikan benar-benar sangat baik dalam aktingnya, dia bisa menadalmi peran yang dipilihnya dengan baik, aku juga sangat menyukai bagaimana dia begitu serasi dengan Tokoh Utama Wanita dalam film ku... Tapi sayang sekali ada beberapa masalah yang membuat aku kesal.'
"Jangan berputar-putar,"
'Salah satu Sponsor yang mensponsori film, ini bisa dibilang Investor besar dalam film ini, tidak setuju jika aku menggunakan Artis itu, dan malah mereka menyuruh agar aku menggunakan seorang Artis bernama, Claudia. Ukhhh... Claudia ini bener-benar tidak bagus untuk Pemeran Utama Filmku... Namun jika aku menolak ini... Mereka akan mencabut Investasinya... Akhhh aku benar-benar dalam dilema... Tanpa dana dari mereka, Film ini tidak akan berjalan dengan baik... Tapi... Kalau Pemeran Utama nya Claudia... Aku cukup putus asa, apakah Film ini akan bisa berjalan sesuai keinginanku atau tidak.... Akhhh.... Orang yang memiliki uang benar-benar menyebalkan!'
Mendengar keluhan pajang ini, dan mendengar nama Claudia tiba-tiba, membuat wajah Antony terlihat semakin dingin, dan menunjukan ekpersi kemarahan.
"Memang siapa yang mensponsori Film itu?"
'Ini... Sepertinya dari salah satu Perusahaan Investasi milik Smith Gorup.'
__ADS_1
Mendengar nama Keluarga Smith ini membuat Antony menjadi semakin marah.
"Mereka?"
'Benar. Akhhh sekarang aku binggung harus bagaimana.... Uang... Seandainya aku punya uang.... Sial.'
Perusahaan Smith ini seharusnya adalah milik Istrinya Emelin...
Namun Keluarga sialan itu berani mengambil alih dengan cara kotor dan sekarang mereka bahkan berani menekan Emelin dengan Perusahaan itu?
Sesuatu yang seharusnya menjadi milik Emelin...
Mereka sungguh berani!!
"Kamu tenang saja, aku akan mengurus dan membantumu soal Investasi, aku memiliki kenalan yang baik yang bisa ber Investasi dalam filmmu."
'Tapi dana untuk film ini cukup besar, apalagi aku hanya Sutradara yang masih terbilang Baru... Siapa yang akan mengambil resiko ini?'
"Aku percaya pada kemampuanmu. Itu sudah cukup,"
'Antony kamu....'
"Jadi, Lakukan dan selesaikan film ini sesuai kemauanmu, aku akan mengurus soal Sponsor,"
Mendengar perkataan Antony dari telepon itu, membuat seseorang disisi lain Telepon merasa terharu.
'Terimakasih, Antony.'
"Ya."
'Tapi ngomong-ngomong, siapa sebenarnya Artis bernama Emelin ini? Kami merekomendasikannya bukan?'
"Itu bukan urusanmu."
'Aku hanya ingin tahu bukan? Lihat dia sebenarnya memang begitu cantik, wajah itu benar-benar sesuatu... Coba saja dia belum menikah, mungkin aku akan merayunya, ah tapi Antony dia sudah menikah dan memiliki seorang anak, kamu jangan coba ingin berselingkuh atau sesuatu.'
"Tutup mulutmu itu, seharunya aku yang bilang kamu jangan dekat-dekat dengan dia,"
'Kamu masih menyebalkan!!'
Dalam percakapan itu, teman di ujung telepon tiba-tiba mengigat sesuatu.
'Tunggu dulu... Jangan bilang ini adalah Istrimu yang misterius itu?'
"Diam."
'Apakah tebakkanku benar? Ah~ Dia secantik ini, pantas saja kamu menyebuyikannya...'
Mendengar ocehan yang sepertinya tidak akan ada habisnya itu, Antony langsung menutup teleponnya.
Disini, Antony masih memikirkannya, dia mulai memikirkan beberapa hal, bagaimana cara bertindak dengan Perusahaan Smith ini....
Sebuah rencana yang bagus...
Sebuah senyum jahat tiba-tiba muncul di wajah tampannya.
####
Siang itu, didalam sebuah gedung perkantoran, terlihat seorang wanita cantik, tengah berjalan dengan Managernya, sepertinya wanita itu barusaja selesai mengurus beberapa hal disana.
"Nona Isabella, kita akan pergi ke tempat berikutnya,"
"Ya, sebenarnya aku cukup kecewa karena tidak bisa melihat CEO Anderson Group, Identitasnya cukup misterius, membuatku penasaran."
"Nona Isabella sebaiknya jarang terlalu memikirkan ini, ada hal yah sebaiknya tidak perlu kami tahu,"
"Kamu tidak asik."
Namun ketika wanita itu berjalan, tiba-tiba dia dikejutkan oleh sesuatu.
Ada seseorang yang terlihat sedang menuju pintu keluar gedung.
Ini ada wajah yang familiar.
"Kamu tunggu disini, aku seperti melihat seseorang yang aku kenal...."
Isabella segara buru-buru untuk mendatangi Pria yang berjas rapi itu, lalu menepuk pundaknya.
"Antony? Ini benar kamu, Antony?"
Antony yang kaget itu lalu menatap wanita yang mengejutkannya itu.
Dia.....
####
__ADS_1
Bersambung