
Di sisi lainnya, saat ini di CLA Entertainment, terlihat Daniel tengah sibuk mengurusi berbagai macam dokumen untuk urusan Investasi dan berbagai macam keluhan.
Belalangan ini sejak rumor tentang Claudia yang merupakan anak haram muncul di Publik, tidak hanya reputasi Claudia yang turun, namun dirinya juga ikut turun.
Misalnya saja, beberapa hari ini sudah ada dua tempat Iklan yang membatalkan kontrak dengannya, dengan alasan tidak bisa terlibat skandal yang mungkin bisa di alami dirinya berkat Claudia Istrinya, sempat juga ada beberapa kecaman dan hujatan soal dirinya di Internet.
Sejujurnya, sejak Claudia mengalahkan keguguran dan kehilangan calon anak mereka, hatinya cukup hancur, terutama mendegar bagaimana Claudia tidak sedikitpun peduli pada calon anak mereka, dan bahkan malah merasa senang bagaimana dia keguguran.
Hanya dirinya yang menantikan seorang anak, sedangkan Claudia tidak?
Istrinya itu bahkan membuat berbagai gosip dan rumor memanfaatkan kepergian calon anak mereka, dengan mendapatkan simpati dari orang banyak, namun akhirnya malah gagal dan Claudia sendirilah yang kena hingga akhirnya Rumor menjadi seperti ini.
Jujur saja, Daniel juga merasa kaget dengan hal-hal di Internet, dan baru saja tahu juga dari sana soal fakta kalau Claudia adalah anak kandung dari Alvan Smith, yang berati Saudara satu Ayah dengan Emelin.
Caludia tidak pernah menceritakan hal-hal ini padanya.
Memikirkan bahwa Claudia masih menyimpan beberapa rahasia bahkan darinya...
Jika tidak ada gosip viral ini apakah Claudia tidak akan mengatakan hal-hal penting ini?
Ini tentu sesuatu yang sangat besar yang mungkin bahkan bisa mempengaruhi dirinya, namun Claudia menyembunyikannya.
Memikirkan ini, membuat perasaan kesal dan jengkel di hati Daniel semakin bertambah.
Dia lalu melihat kearah ponselnya, hmm hari ini ada jatwal Pemotretan di Luar.
Sambil mencoba menenangkan pikirannya dengan menyibukkan diri sendiri, Daniel merapikan dokumen-dokumen yang ada disana.
Dengan mood yang buruk, Daniel sampai di tempat pemoteran yang sibuk itu.
Sampai disana dia terkejut karena disapa oleh seorang gadis cantik.
"Selamat Datang Tuan Daniel, perkenalkan saya Diana, Asisten anda yang ditugaskan oleh Produser untuk menyiapkan perlengkapan anda ketika pemoteran ini dari awal sampai besok Proses Iklan ini berakhir," sapa gadis itu dengan ramah.
"Baik, Terimakasih. Sepertinya Pak Produser cukup perhatian juga,"
"Tidak-tidak, itu layak untuk Tuan Daniel di Perlakukan dengan baik. Apakah ada yang saat ini bisa saya bantu? Misalnya membawa barang-barang Anda?"
Daniel juga tersenyum melihat sikap ramah gadis itu.
"Tidak perlu, tidak perlu."
Gadis itu lalu hanya mengikuti Daniel dari belakang.
__ADS_1
Selama Pemotretan, Asisten itu memperlakukan Daniel dengan baik, seperti saat ini, ketika Daniel telah selesai Pemotretan dari tempat yang panas, Diana sudah siap dengan sebuah handuk dan air minum.
Dengan sigap dia langsung mendatangi Daniel dan membantunya mengelap keringatnya.
Daniel sesaat kaget melihat sikap yang terlihat terlalu intim tersebut.
"Ah.... Maaf... Aku seharusnya tidak berlebihan," kata Diana sambil menjaga jarak jari Daniel lalu menyerahkan handuk itu.
"Tidak, tidak masalah."
Asisten itu lalu juga menyerahkan air minum untuk Daniel, melihat diperlukan begitu ramah seperti itu, mood Daniel tiba-tiba menjadi baik.
"Maaf Tuan Daniel jika aku melakukannya kesalahan, Aku belum terlalu terbiasa dengan tugas sebagai Asisten, ini baru pertamakalinya,"
"Owh, kamu baru?"
"Iya, saya masih baru dan baru bekerja magang sekarang,"
"Baik, sepertinya kamu cukup bagus dalam bekerja, jika nanti kamu butuh pekerjaan kamu bisa menghubungiku. Setelah selesai magang,"
"Benarkah itu, Tuan Daniel, Tuan sangat baik sekali,"
"Tidak masalah, lagipula aku belum memiliki Asisten, Asisten lamaku mengundurkan diri beberapa saat lalu, membuat aku cukup pusing."
"Kamu tahu juga hal-hal di Internet?"
"Aku turut berdukacita atas kehilangan yang Tuan Daniel Alami,"
"Hmm, Terimakasih."
"Aku bisa melihat kalau saat ini Tuan sedang sangat bersedih, jika Tuan bersedia Tuan bisa berbagi cerita dengan saya,"
"Apakah itu terlihat diwajahku?"
"Tuan Daniel sudah cukup baik menutupinya dengan make up untuk Pemotretan sekarang, naamj. Sebelumnya saat Tuan Daniel datang, saya bisa melihat lingkaran hitam dibawah mata Tuan, sepertinya hari-hari Tuan tidak begitu baik,"
"Ah? Begitukah? Memang, belakangan hari-hariku cukup berat,"
Dalam seharian itu menjadi Asisten Daniel, Diana sudah terlihat akrab dengan Daniel, dan Daniel yang kebetulan memiliki banyak tekanan dalam dirinya, sedikit demi sedikit terkadang akan berbicara dengan Asistennya.
Selama hari-hari pemoteran, Daniel juga menjadi cukup akrab dengan Asistennya itu.
Hari-hari benar-benar berlalu dalam sekejap mata, Daniel sempat menjenguk Claudia juga di Rumah Sakit, namun menadapatkan perlakuan yang cukup dingin dari Istrinya itu.
__ADS_1
Belum lagi, di Kantor dia harus mengurus mendapatkan kemarahan dari Ayah Claudia.
Dan ketika sampai di Rumah, tidak ada siapa-siapa, hanya tersisa bagitu banyak rasa lelah. Belakangan juga dia makan kurang teratur karena begitu bayak tekanan, dirinya membagi Ayah Claudia mengurus Perusahaan, namun karena masih belajar, dia masih belum terlalu mengerti, namun yang jelas kepada Perusahaan saat ini tidak baik.
Begitu pulang dari kantornya, Daniel awalnya berniat pulang, namun dijalanan lampu merah dia tiba-tiba melihat wajah seorang gadis yang cukup familiar.
Gadis itu terlihat kesusahan sambil membawa sebuah koper.
Tunggu sebuah koper?
Dengan penasaran, Daniel lalu memarkirkan mobilnya didekat sana, lalu menghampiri gadis yang duduk didekat trotoar jalan itu.
"Diana? Apa yang kamu lakukan disini?"
Diana menunjukan ekpersi terkejutnya,
"Ah? Tuan Daniel? Ini... Ini saya baru saja diusir dari tempat saya Kos, karena tunggakan biaya, belakangan sangat sulit mendapatkan uang, dan saya juga belum menerima gaji magang saya, itu saja saya masih harus mengirimkan uang untuk keluarga saya di kampung halaman. Saat ini saya hampir tidak memiliki uang, dan binggung mau kemana lagi," ekspresi menagis terlihat dari gadis muda itu.
"Ya ampun, kamu barusan terkena musibah? Sebenarnya aku memiliki Apartment kosong yang kebetulan tidak terpakai, kamu sementara bisa kesana dulu,"
"Tapi... Tapi apakah tidak merepotkan?"
"Tidak sama sekali, toh itu kosong dan aku tidak tinggal disana,"
"Tapi Tuan...."
"Anggap saja kamu menyewa kamar disana, besok kalau kamu sudah gajian, kamu bisa memberikan biaya sewanya padaku,"
Diana menunjukan ekspresi bahagianya, lalu secara spontan memeluk Daniel, membuat Daniel terteguh sejenak.
"Terimakasih banyak Tuan...."
Namun begitu Diana menyadari tindakan Impulsifnya, dia segera melepaskan pelukannya.
"M... Maaf... Saya tidak sengaja..."
Sebenarnya Daniel juga cukup kasihan dengan gadis muda didapannya itu, itu sedikit mengigatkannya pada masalalu, ketika dirinya hampir ada diposisi yang sama.
Saat itu, bahkan job sebagai Aktor pembatu yang hanya kadang-kadang saja tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan hidupnya, dan mulai membuatnya berpikir untuk mungkin berhenti dan menyerah saja soal mimpinya.
Sampai suatu hari, sebuah pertemuan tertentu merubah hidupnya,
'Aku merasa kamu cukup baik dalam berakting, kenapa tidak mencoba chasting menjadi salah satu pemeran utama? Kamu memiliki beberapa potensi,'
__ADS_1
Itu adalah kata-kata dari salah satu Artis yang cukup populer kala itu, Emelin Smith....