
Raka terdiam mendengarkan curahan hati Emelin.
Dirinya awalnya tidak begitu mengerti bagaimana harus merespon terutama ketika melihat Emelin tiba-tiba menagis.
"Kak Emelin, jangan menangis...."
"Tapi ini salahku...."
Raka merasakan rasa iba yang dalam setelah mendengar cerita dari Emelin.
Hal-hal berat yang dia alami, ini pasti berat.
"Bahkan jika ini salah Kakak, hal-hal dimasalalu tidak bisa diubah. Namun masa depan masih panjang, hal-hal masih belum terjadi... Kakak masih bisa mencobanya lagi, menjadi yang lebih baik, itu tidak salah untuk mencoba bahagia, jadi tetaplah semangat,"
"Apakah begitu?"
"Tapi tetap saja ini juga salah sepupuku itu kan? Coba dia juga merefleksikan diri, kalau dia juga salah bukan? Dia pasti tidak memperhatikan Kakak selama ini. Apalagi sekarang kepergok dengan wanita lain seperti ini,"
"Aku juga tidak mengerti harus bagaimana,"
Emelin mencoba menghapus air matanya.
"Tantu saja menyingkirkan wanita sialan yang mengoda suami Kakak ini, walaupun aku masih kesal dengan sepupu menyebalkan itu, tapi kalau Kakak masih ingin mencoba memperbaiki hubungan Kakak, aku akan mendukungnya, coba saja Kak,"
"Tapi bagaimana, aku masih belum memiliki ketetapan hati,"
"Kak, tidak masalah jika mencoba lagi...."
"Tapi ini masih merasa menyakitkan...."
"Tidak apa-apa, Kak Emelin berhasil melewati hal-hal ini sampai sekarang bukan?"
"Kamu benar."
"Ya ya, lain kali aku melihat Model bernama Isabella itu, aku pasti akan mengusirnya jauh-jauh, singkirkan saja dia Kak bagaimanapun caranya,"
"Hmm, tapi bagaimana kalau Antony benar-benar memiliki perasaan padanya?"
"Tapi kan Kakak masih Istrinya. Lagian lakukan saja dengan cara lama, jauhkan mereka sejauh-jauhnya, labrak itu Isabella sialan itu,"
"Kamu mengatakannya seolah itu mudah,"
Emelin memikirkannya bahwa pernikahan mereka adalah sebuah Pernikahan Kontrak dimana ini bisa di akhiri kapan saja, dimana dalam pernikahan kontrak ini tidak bisa saling mencampuri urusan pribadi masing-masing.
Memikirkan Pernikahan Kontrak ini sejujurnya cukup rumit.
Surat perjanjian pernikahan kontrak ini masih tersimpan rapi di lemari.
Dengan tanda tangan antara dirinya dan Antony.
Salah satu pasalnya, jelas tidak bisa memiliki perasaan satu sama lainnya.
__ADS_1
Dirinya jelas yang mengusulkan salah satu syarat itu, namun sakarang dirinya juga yang merasa sakit karena syarat itu.
"Kalau tidak bagaimana kalau merayu suami Kakak ini? Pepet aja terus Kak, tidur sama dia terus bikin adek deh buat Alex,"
"Kamu kalau ngomong ngawur! Aku memang pernah memikirkannya sebelumnya, namun aku rasa itu tidak efektif,"
"Ya sudah berani satu-satunya cara menyingkirkan Isabella itu, bagaimana kalau kita menyewa beberapa preman?"
"Astaga, otakmu kriminal sekali,"
"Untuk mendapatkan alamat Kakak, aku bahkan menyuruh orang profesional untuk mengikuti sepupuku selama seminggu, sungguh dia begitu pintar menghindar sangat susah sampai menemukan alamat ini,"
"Astaga Raka kamu ini benar-benar deh,"
"Ah aku barusan memikirkannya sepertinya kisah Kak Emelin cukup familiar,"
"Familiar bagaimana?"
"Tidakkah Kak Emelin sering menonton Drama?"
"Tunggu... Tunggu aku mengerti itu, ini seperti beberapa Novel yang pernah aku baca sebelumnya...."
"Tepat, ini seperti Peran Kakak adalah Istri Jahat Pemeran Utama Pria yang menghalalkan segala cara untuk memisahkan Pemeran Utama Pria dan Cinta Pertamanya owh astaga ini sangat dramatis...."
"Sembarangan aja, kalau seperti itu bukankah peranmu Sepupu jahat Pemeran Utama Pria yang ingin menghancurkannya?"
"Ukkhhh... Kenapa bisa begitu? Aku tidak jahat, aku baik hati dan ramah,"
"Ya ampun Kak, Kakak sepertinya terlalu banyak menontom drama, aku tidak pernah begitu? Aku hanya anak polos dan baik hati."
"Kamu memang tukang cari masalah,"
"Kalau soal masalah, aku juga memikirkannya, alasan kenapa aku begitu takut kalau di depak dari Keluarga Anderson adalah karena sebelumnya aku telah menyingung banyak orang, salah satunya misalanya CEO Perusahaan X, tempo hari ketika disebuah Pesta Pacarnya dekat-dekat denganku, dan kita berselisih, aku bisa melihat bagaimana dia sangat membenciku! Walaupun itu bukan salahku kenapa pesonaku mempesona banyak wanita! Tapi tatapannya terlihat membunuh! Jika aku bukan dari Keluarga Anderson dia pasti sudah menyewa Preman atau sesuatu seperti itu untukku,"
Emelin mulai sedikit tertawa, merasa sedikit terhibur dengan cerita Raka, memang anak ini sangat bisa menghibur orang dalam berbagai keadaan.
"Pfffff.... Kalau kamu merasa pesoanamu bisa mempesona banyak wanita, kenapa tidak memikirkan mendapatkan wanita kaya sesuatu seperti itu yang bisa memseposori mu,"
"Astaga, Aku benar-benar minta maaf Kak! Kakak masih menyingung itu! Aku benar-benar tidak akan menyebut-nyebut lagi soal Wanita Kaya yang mensponsori Sepupuku, aku sudah bertobat!"
"Hah, sepertinya aku memang butuh waktu lagi untuk menenangkan hatiku untuk saat ini,"
"Kak, kali ini aku memiliki ide yang lebih bagus!"
"Apa lagi?"
"Ini adalah semacam Trik Jitu memikat orang, di tinggal Pas Sayang-sayangnya! Kakak pernah bilang sebelumnya kalau Kakak bahkan membuatkan bekal dan memasak sarapan untuknya bukan? Semakin ramah, tentu saja akan ada sedikit getaran, bahkan walaupun hanya sedikit, tapi kalau Kakak tiba-tiba berhenti melakukannya, pasti dia akan merasa ada yang salah!"
"Apakah itu berguna? Aku sebenarnya tidak memasak hari ini dan tidak membawakannya bekal karena sedang tidak mood,"
"Nah, bukankah ini momentum yang bagus? Lanjutkan!"
__ADS_1
"Hah, lagipula aku akan keluar kota sebentar lagi,"
"Hah? Keluar Kota?"
"Aku ada syuting disana dan mungkin hanya bisa pulang akhir pekan,"
"Nah itu malah lebih bagus bukan?"
"Bagaimana kalau ini malah tidak berfungsi, jika saat aku pergi dia melakukan hal-hal dengan Isabella bagaimana?"
"Aku akan mengawasinya Kak, nanti akan aku berikan laporan siap siaga!"
"Hah, sudahlah. Aku benar-benar tidak begitu memiliki waktu untuk fokus hal-hal ini, aku ingin fokus dulu untuk syuting ini, lagipula aku masih membuatkan waktu untuk menengangkan diri,"
"Baiklah, Kakak pikirkan saja dulu. Nanti kalau tenang, Kakak putuskan harus bagaimana lagi,"
"Ya. Itu benar."
Memang, Emelin sedang memikirkan kalau dirinya memang benar-benar butuh ketengan untuk hatinya yang saat ini masih terasa tidak nyaman.
Mungkin pergi ke luar kota ini juga bisa menjadi hal yang bagus.
Ya, memikirkannya jika dirinya pergi apakah Antony akan merasa kerinduan atau sesuatu padanya?
Tapi mengapa Antony masih berbohong padanya....
Sejujurnya dirinya sama sekali tidak mengerti.
Perasaan sakit dan meganjal ini masih ada dihatinya.
####
Malam itu, saat jam makan malam masih hening seperti sebelumnya.
Emelin masih belum ingin berbicara dengan Antony.
Ketika Alex pergi kekamarnya untuk mengerjakan pekerjaan rumah, dan sekarang tinggal Antony dan Emelin.
Emelin sekali lagi merasakan perasaan tidak nyaman.
Perasaan canggung ketika hanya berdua dengan Antony.
"Aku melihat sepertinya kamu dalam mood tidak bagus hari ini? Apakah ada masalah?"
Mendengar pertanyaan yang tiba-tiba, membuat Emelin sedikit terkejut.
Antony menyadarinya?
####
Bersambung
__ADS_1