
Tentu saja, kesialan tidak hanya menimpa Isabella, saat ini disalah satu ruangan terlihat beberapa orang terlihat pertengkaran,
"Claudia ini pasti perbuatan mu yang menyebar oto omong kosong itu di internet," teriak Daniel dengan marah.
"Kamu sudah ketauan selingkuh namun malah merah-merah hah?"
"Aku tidak selingkuh kamu jangan sembarang!!''
"Lalu foto-foto itu apa hah?"
"Aku yakin itu hasil rekayasamu! Aku tahu dari awal kamu curiga padaku sejak aku memiliki asisten baru! Kamu pasti hanya begitu marah dan mulai membuat rekayasa soal foto ditempat tidur ini bukan? Untuk menjatuhkanku! Kamu hanya marah karena cemburu buta!"
Claudia tidak mengerti apa omong kosong yang Daniel katakan, yang jelas saat ini dirinya begitu marah melihat Daniel semakin kurang ajar padanya seperti ini.
Di yang jelas selingkuh sekarang malah berani memarahi dirinya seperti ini?
Bagaimana tidak tahu malu!
"Kamu sungguh keterlaluan Daniel! aku harusnya tahu Pria seperti apa kamu sejak kamu berselingkuh dari Emelin sebelumnya! kamu memang dari awal laki-laki tidak tahu diri dan murahan!"
Daniel yang marah itu langsung menampar Claudia.
Plakkk
"Daniel! Kamu berani menamparku?"
"Kamu pantas menerimanya! Lagipula awalnya bukankah kamu yang merayuku duluan? Sekarang mencoba menuduhku?"
"Sekarang kamu menyalahkanku? Aku harusnya yang sadar dari awal jika kamu bukan laki-laki yang setia! Aku menyesal bisa menyukaimu dan menikahi laki-laki tidak berguna dan tukang selingkuh sepertimu!"
"Kamu pikir aku tidak menyesal menikah dengan wanita jahat sepertimu yang bahkan senang kehilangan calon bayimu sendiri?"
"Kamu hanya bisa bicara omong kosong!"
Dua orang itu bertengkar dengan hebat, sampai akhirnya Daniel muak dan pergi dari rumah itu.
Tidak lama setelah kepergian Daniel, Claudia didapatkan telepon lagi dari Managernya.
"Ya ada apa?"
"Perusahaan GOOD menetapkan kontak iklan dengan kita,"
"Apa katamu? Ini sudah yang menerapkan dalam bulan ini kontrak dibatalkan? apa saja kerjamu sampai membiarkan aku kehilangan semua kontrak itu yah?"
"Maaf, Nona Claudia Rumor di Gosip soal Nona Claudia sudah menyebar di internet membuat sebuah skandal besar, bukan yang terakhir soal Perselingkuhan Tuan Daniel yang ikut membawa nama nona Claudia menjadi buruk,"
"Kamu tidak bisa mengutusnya??"
"Maaf ini diluar kemampuan kami, Nona,"
"Pokoknya secepatnya selidiki kenapa kontrak-kontrak denganku dibatalkan, sebenarnya sejak sebelum ada gosip ini sudah beberapa untuk membatalkan kontrak denganku, cepat selidiki! aku curiga ini perbuatan seseorang!"
"Sebenarnya kami pernah menyelidikinya, namun tidak menemukan apapun, hanya saja belakangan kami menerima kabar jika beberapa Ulangan tengah dibatalkan itu sekarang di gantikan oleh Emelin Smith,"
Mendengar hal itu rasa marah mulai memuncak dalam iri Caludia.
"Emelin? Ini ulah Emelin itu?"
"Sepertinya ini murni ketidak sengajaan, karena memang kontrak besar seperti dari perusahaan Anderson tidak diganti oleh Emelin, namun diganti oleh arti dari luar Negeri itu, hanya mungkin kebetulan saja di iklan kecil digantikan oleh Emelin,"
"Akhhh.... Ini pasti Ulah Emelin!! Akhhhhh... Emelin itu masih berani mencoba mengambil peranku!!"
"Nona Claudia, tolong jangan gegabah...."
Manajer dari balik telepon itu terlihat ingin memberikan nasehat, namun dia yang tau, ternyata Claudia sudah mematikan teleponnya.
Saat ini, Claudia hanya bisa marah-marah menatap ponselnya, memikirkan kalau Karirnya sudah berantakan berkat sekadal yang Emelin buat itu.
Benar-benar sialan semua orang!!
Tidak Daniel Brengsek itu!!
Tidak Emelin!!!
Hah....
####
__ADS_1
Disalah satu restoran tertentu, terlihat seorang wanita mengenakan pakaian mewah, namun dia mengunakan sebuah masket untuk menutupi wajahnya, didepan wanita itu, terlihat seorang wanita lain mengenakan pakaian yang compang-camping yang terlihat tidak sesuai dengan suasana di Restoran itu.
"Apa maumu? Kenapa kamu masih berani menghubungiku? Bukankah aku sudah bilang untuk pergi jatuh dari kota ini Hah?"
"Cornelia, aku hanya ingin meminta sedikit uang tambahan,"
"Uang tambahan apa, Hah? Aku sudah memberikanmu uang begitu banyak dulu!!!"
"Tapi itu sudah habis Cornelia, lagipula saat ini kamu bisa menjadi Istri Tuan Alvan berkat bantuanku, kita yang merencanakan soal pembunuhan Nyonya Olivia Smith sehingga kamu bisa masuk kedalam Keluarga itu,"
"Diam aku bilang! Itu sudah masalalu!! Tidak ada uang lagi untukmu,"
"Jika kamu tidak memberikan saya uang, saya akan membeberkan kejahatanmu pada semua orang, bahkan Tuan Alvan juga tidak tahu bukan soal kematian Istrinya dulu?"
"Hah? Kamu jangan macam-macam, kamu pikir Alvan itu peduli dengan Kematian Mendiang Istrinya itu? Dan lagi sekarang Ayah Wanita sialan itu juga sudah mati!! Kamu pikir ancamanmu itu berguna sekarang?"
Wanita dengan tampang lusuh itu sekarang terdiam.
Itu benar, awalnya dirinya nekat kesini karena sudah kehabisan uang, berharap bisa memeras mantan temannya ini, namun siapa yang tahu kalau saat ini sepertinya waktu yang buruk.
Jika Ayah Nyonya Olivia masih hidup, itu pasti akan sangat fatal jika kejahatan Cornelia didepannya ini terbongkar, karena dia pasti tidak hanya dikeluarkan dari Keluarga Smith, namun mungkin akan diperkarakan sampai pengadilan.
Namun saat ini, pemimpin Keluarga Smith adalah Alvan Smith yang memang sepertinya tidak memiliki sedikitpun perasaan pada mendiang Istrinya itu.
Apakah sekarang adalah jalan buntu?
Tunggu....
Nyonya Olivia masih memiliki seorang Putri, siapa namanya ya? Dirinya lupa.
Apakah itu, Emelin Smith?
"Atau saya akan membeberkan ini pada Nona Emelin, Putri dari Mending Nyonya Olivia,"
"Hah? Kamu berani? Anak itu bahkan tidak bisa melakukan apa-apa bahkan jika dia tahu, toh kamu juga tidak memiliki bukti selain kata-kata, jika kamu mengatakannya padanya langsung kamu juga pasti akan masuk penjara apakan kamu tidak paham hah?"
Wanita itu terdiam, pasti masih ada jalan untuk memeras mantan temannya ini....
Benar, dirinya masih memegang kejahatan lain dari Cornelia ini.
Kebetulan saat itu dirinya bekerja sebagai pelayan dari Keluarga Smith, dan teman lamanya ini meminta beberapa bantuan berbahaya darinya...
"Ah, benar. Aku sampai lupa, kejadian hari itu... Aku ingat kamu pernah menyuruhku memberikan obat perangsang pada Tuan Alvan agar dia mengira itu adalah perbuatan Nyonya Olivia, yang membuat Tuan Alvan semakin membenci Nyonya Olivia benar? Namun siapa yang tahu kejadian malam itu benar-benar membuat Nyonya Olivia hamil dan membuat rencanamu berantakan,"
"Kamu.... Tutup mulutmu!"
Tiba-tiba Cornelia menjadi pucat ketikan memikirkannya.
Memang, dari awal Olivia Smith mengagu rencananya untuk mendapatkan Alvan sehingga dirinya bisa menjadi Nyonya Kaya.
Tidak mengira bahwa, Olivia bisa sejauh itu menghalangi rencananya, apalagi dirinya sudah susah payah menjebak Alvan agar manjadi miliknya dengan tidur dengannya, namun Olivia itu....
Dia sungguh membuat semua hancur!!
Apalagi dirinya harus terusir dari kota kelahirannya itu.
Karena tidak terima, dirinya tentu saja khawatir kalau Alvan mungkin bisa jatuh cinta pada Olivia cepat atau lambat, bahkan walaupun dirinya sudah memiliki anak Alvan, lalu apa yang bisa dirinya lakukan jika Alvan benar-benar berpaling darinya?
Olivia Smith adalah Nona Muda dari Keluarga Kaya, Cantik, dan memiliki segalanya, sedangkan dirinya?
Karena hal inilah, dirinya mulai merencanakan ini, dan kebetulan salah satu temannya bekerja di rumah Keluarga Smith, dan membuat sekema seolah-olah Olivia lah yang menjebak Alvan agar tidur dengannya dengan obat-obatan.
Dengan begitu, rasa kebencian Alvan pada Olivia semakin bertambah. Dirinya tidak akan membiarkan Olivia itu bahagia.
Tentu saja dirinya tidak akan pernah mengira kalau Olivia akan hamil saat itu.
Namun dengan berbagai cara, dirinya tetap bisa merayu dan menghasut Alvan agar membenci Olivia setelahnya.
Namun setelah menyembunyikan hubungan mereka dalam rahasia, dirinya tidak tahan.
Dirinya dan Claudia harus menderita hidup diluar dengan rasa malu dan hinaan orang-orang, sedangkan Olivia dan Putrinya hidup bahagia dan memiliki segalanya.
Harusnya itu semua menjadi miliknya...
Harusnya dirinya yang bahagia dan menikah dengan Alvan....
Dengan semua kemarahan dan kebencian, Cornelia memulai rencana barunya.
__ADS_1
Dan begitu rencana berikutnya dimulai.
Untuk melenyapkan dua orang sialan itu!!
Namun sayangaya, yang meninggal hari itu hanya Olivia, dan dirinya gagal melenyapkan Emelin sekalian.
Dan tentu saja semua rencana itu tidak diketahui oleh Alvan.
Dirinya harus tetap terlihat seperti wanita baik yang tidak bersalah.
"Beri aku uang dan aku akan tutup mulut,"
"Sungguh saat ini aku tidak memiliki uang, keadaan Perusahaan sedang tidak baik,"
"Jangan berbohong!!"
"Aku bersumpah!!"
"Baik, kalau begitu serahkan saja kalung yang kamu pakai itu, itu terlihat seperti barang mahal."
Cornelia lalu menatap liontin berlian miliknya, ini adalah salah satu hadiah dari Alvan ketika mereka menikah.
Ini sangat berharga...
Namun...
"Ya, ambil ini dan tutup mulutmu," kata Cornelia menyerahkan kalung itu.
Lupakan, saat ini yang paling penting adalah menutupi semua kejahatannya, dirinya masih sayang nyawa dan tidak ingin masuk penjara, juga jika Alvan tahu apakah Alvan akan tiba-tiba menyalahkannya?
Tidak...
Tidak ini tidak bisa terjadi.
####
Ditempat lainnya, saat ini Antony sedang mendengarkan sebuah percakapan dari laptopnya.
Dirinya sengaja memberikan alat penyadap pada Tas Ibu Tiri Emelin itu.
Sebelumnya menurut laporan anak buahnya, Ibu Tiri Emelin bertingkah mencurigakan, dan terlihat ingin bertemu seseorang, jadi dirinya sengaja menyuruh mereka memasang alat penyadap ini.
Tidak mengira dirinya akan mendapatkan berita yang sangat mengejutkan ini.
"Hah... Seberapa jahat manusia bisa, hanya demi untuk mendapatkan Kekuasaan dan Harta? Sampai-sampai mempermainkan cinta dan kepercayaan.... Ibu tiri Emelin ini, selain juga begitu licik, sampai membuang rasa kemanusiaannha dan sanggup membunuh Ibu Emelin, dia sebenarnya juga menipu Suaminya selama bertahun-tahun?"
Antony benar-benar tidak habis pikir dengan Keluarga itu.
Semakin digali, kejahatan mereka menjadi semakin dalam dan banyak....
Seolah-olah semua potongan-potongan kecil mulai terhubung, dan awal dari semua tragedi ini akhirnya terungkap.
Hah...
Baik, mari sekarang coba cek tentang hal-hal yang Ayah Emelin itu lakukan.
Namun bagaimana dirinya menjelaskan soal hal-hal ini pada Emelin?
Apakah Emelin sanggup menerima ini?
Antony lalu menatap layar ponselnya, tiba-tiba sebuah pesan muncul.
Itu dari Emelin,
'Kamu pulang jam berapa nanti? Ada hal yang ingin aku bahas denganmu, jika kamu tidak ada lembut hari ini,'
Antony melihat kumpulkan dokumen dimejanya, harusnya memang ada lembur hari ini tapi...
'Aku akan pulang tempat waktu, katakan saja apa yang kamu ingin sampaikan nanti,'
Antony langsung mengirimkan pesan itu sambil tersenyum.
Ya barang kali kan, Emelin meminta hal-hal tertentu tiba-tiba, dan bisa memiliki malam yang menyenangkan?
Tentu saja, pekerjaan nomor dua, dan Istri nomor satu.
Memikirkan hal-hal itu, Antony lalu tersenyum sendiri.
__ADS_1
#####
Bersambung