Suami Bayaranku Yang Dingin

Suami Bayaranku Yang Dingin
Season 2 Episode 69: Hal-hal Menghawatirkan


__ADS_3

Saat ini di salah satu ruangan di Rumah Sakit, terlihat Antony masih berbaring di ranjang Rumah Sakit dengan perban di kepalanya dan gips di tangan dan Kakinya.


Melihat tangan dan kakinya mengalami patah tulang itu, membuat Antony benar-benar merasa tidak nyaman.


Terutama berkat hal-hal ini, dirinya bisa pergi ke perusahaan dan mengurus Perusahaan.


Terutama Perusahaan Anderson yang saat ini sedang dalam periode yang sangat penting.


Karena masih mengerjakan sebuah proyek besar yang memiliki kontribusi tinggi pada keuntungan Perusahaan.


Memikirkannya saja, membuat Antony merasa pusing, saat ini benar-benar bukan saat yang baik untuk sakit seperti ini.


Emelin melihat wajah suaminya itu terlihat tidak nyaman, apalagi sambil menatap laptop yang ada di meja, jelas tahu apa yang ingin suaminya ini lakukan.


"Antony, sudahlah kamu tidak perlu memikirkan soal Perusahaan dan Pekerjaan, kamu itu butuh istirahat dan ketenangan pikiran berhentilah memikirkan hal-hal itu, apalagi kamu baru selesai melakukan operasi, jangan menjadi workholic seperti ini," kata Emelin dengan tagas, sambil mengambil laptop di atas meja dan memasukkannya ke dalam laci jauh-jauh dari pandangan suaminya.


Antony hanya menatap Istrinya itu dengan pasangan rumit.


dirinya masuk rumah sakit istrinya ini bahkan tidak membiarkannya menyentuh laptop atau ponselnya menyuruhnya benar-benar istirahat total dan tidak memikirkan apapun.


Namun semakin ditinggalkan, malah dirinya menjadi semakin kepikiran.


Apakah ini benar-benar efek dirinya yang selalu menjadi workholic selama beberapa tahun ini?


Sungguh pusing mengurus berbagai Perusahaan ini.


"Tapi ini benar-benar sangat penting, Emelin. Saat ini Perusahaan Anderson terutama sang melakukan project besar yang merupakan suatu tanggung jawab yang diberikan padaku untuk mengurus ini, dan aku benar-benar tidak bisa mengabaikan proyek ini,"


"Kamu kan sementara bisa menyerahkan dan menyuruh orang lain untuk mengurus hal-hal ini,"


Antony lalu menghela nafas lelah,


"Bukankah Raka juga ada di Rumah Sakit? Sekarang dengan kepergian ku dan dia coba lihat apa nanti yang akan terjadi di Perusahaan. Jelas ini akan menjadi kekacauan,"


Emelin mulai berpikir sejenak, sepertinya ini benar-benar masalah serius?


Raka saat ini sedang di Rumah Sakit dan di Kurung oleh Orang Tuanya itu, just tidak bisa mengurus Perusahaan.


Dan sekarang tambah Antony yang malah masuk ke Rumah Sakit juga di saat-saat penting ini.


Ekspresi Emelin terlihat menjadi sedih.


Ini semua salah dirinya yang meminta aneh-aneh segala.


Antony tentu saja melihat perubahan ekspresi itu.


"Emelin, aku sudah bilang ini semua bukan salahmu ini adalah kecelakaan. Tidak, lebih tepatnya kemungkinan ini direncanakan oleh seseorang,"


Emelin segera menatap Suaminya dengan ekpersi kaget.


"Benar-benar ini di rencanakan seseorang? Tapi bagaimana bisa?"


"Aku juga tidak begitu tahu pastinya tapi sepertinya memang ada mata-mata yang menyelidiki ku, dan mungkin saja hari itu para musuhku ini melihat aku akan menanam pohon mangga sehingga mengambil kesempatan itu untuk membuatku celaka,"


Mendengar itu, jelas Emelin menjadi gemetar,


"Apakah ini benar-benar nyata?"


"Saat ini aku belum menemukan bukti yang pasti namun jelas aku curiga jika ini perbuatan seseorang. Sangat aneh bagaimana tiang penyangga itu jatuh. Nanti aku akan menyuruh anak buah ku untuk menyelidiki hal ini lebih jauh,"


Ketika mereka sedang asyik bercakap-cakap itu, tiba-tiba pintu diketuk.


Emelin tentu saja menyuruh orang itu masuk.


Ternyata itu adalah Thomas Anderson, yang membawa sekeranjang buah, terlihat ingin menjenguk Putranya.


Melihat itu ekpersi Emelin, kembali ceria, dia segera menyambut Thomas Anderson dengan ramah.


"Bagaimana keadaanmu?" Tanyanya pada Antony setelah menyapa Emelin sebelumnya.


"Seperti yang Ayah lihat, aku dalam keadaan kurang baik, dan masih membutuhkan waktu yang cukup lama untuk pulih, jadi mungkin aku tidak bisa pergi ke Perusahaan untuk sementara waktu,"


"Aku mengerti. Aku juga tidak mengira ada hal seperti ini yang terjadi,"

__ADS_1


"Sebenarnya aku masih cukup cemas dengan Perusahaan Anderson yang aku tinggal, saat ini sedang ada project besar yang masih berjalan,"


Mendengar Putranya yang masih sakit itu bahkan masih memikirkan soal Perusahaan, Perasaan Thomas menjadi cukup rumit.


Ini mengigatkannya pada dirinya yang masih muda, dulu dirinya juga begitu peduli yusan perusahaan bahkan sampai dirinya sakit pun masih memikirkan soal Perusahaan.


Yah, Antony benar-benar Putranya yang mewarisi bahkan kebiasaan buruk ini.


"Kamu tidak usah mempermasalahkannya, semua sudah ada yang mengurus sementara," kata Thomas mencoba menenangkan Putranya itu.


"Apakah Raka udah kembali ke Perusahaan?"


"Belum, Dia masih di Rumah Sakit,"


"Lalu?"


"Sebenarnya, Kakekmu sementara sudah menunjuk orang untuk bertanggung jawab soal hal-hal ini,"


Mendengar itu, Antony memiliki semacam firasat buruk.


"Tenang saja, aku juga termasuk dalam orang yang sementara bertanggung jawab soal menggantikanmu,"


Mendengar itu Antony menjadi sedikit binggung.


"Maksud Ayah apa? Ayah yang mengantikan ku? Aku bisa merasakan cukup lega jika seperti itu,"


"Sebenarnya bukan seperti itu, Kakekmu menuduhku, dan kedua Pamanmu kerjasama untuk mengurus ini sementara. Aku tidak tahu apa tujuan Ayahku, namun begitulah akhirnya kami bertiga terpaksa untuk bekerjasama,"


"Dengan Paman Viktor dan Paman Charlise?"


"Itu benar, aku jelas tahu apa yang kamu khawatirkan apakah ini soal informasi dalam perusahaan yang mungkin saja disebar oleh salah satu dari mereka?"


"Ya, aku khawatir soal ini."


"Aku juga, ku juga mengkhawatirkan soal ini itulah kenapa aku memiliki beberapa rencana,"


Emelin yang duduk disana, melihat mereka berdua sepertinya ingin melakukan pembicaraan serius, tentu saja sadar, lalu segera pergi dari Ruangan itu.


Emelin mengerti, Antony pasti tidak ingin dirinya terlibat dalam rencananya itu, dan didiknya sendiri tidak mau terlalu pusing memikirkan itu, toh sudah ada Ayah Antony yang akan membantu Suaminya itu, saling berbagi kekhawatiran bersama.


Semuanya memang seperti apa yang ada didalam buku harian Mamanya, jika Paman Thomas adalah orang yang baik, walaupun dia terlihat cukup dingin, namun baik hati didalam.


Dirinya sudah membaca buku harian Mamanya sebelumnya, dan isinya lebih rumit dari pada yang dirinya kira.


Beberapa kata-kata dalam buku harian itu yang masih Emelin ingat,


'Thomas selalu sangat baik padaku, aku sangat senang bersama dengannya, ingin terus seperti ini dengan dia,'


'Aku pikir, Irena menyukai Thomas. Memikirkan ini membuat perasaanku cukup rumit, dan membuatku sadar ternyata aku memiliki beberapa perasaan padanya. Namun ini tidak bisa, Irena sudah menyukai Thomas duluan, aku tidak boleh menjadi orang ketiga diantara mereka, memang aku harus mengubur perasaan ini jauh-jauh, lagipula aku tidak ingin merusak hubunganku dengan Thomas... Jika dia tidak memiliki perasaan yang sama denganku, ini akan menjadi rumit,'


'Hari ini Aku dan Thomas bertunangan, aku merasa sangat bahagia entah bagaimana, namun juga tiba-tiba merasa ini cukup rumit. Aku sendiri yang bilang pada Thomas jika ini hanya berpura-pura tunangan, dan dia hanya menyetujuinya namun kenapa ini terasa begitu menyakitkan entah bagaimana, karena ini hanya pura-pura....'


Dan berikutnya, adalah kisah-kisah yang lebih rumit untuk dibaca.


Emelin yang membaca itu benar-benar menjadi tidak tahan lagi.


Apalagi dirinya tahu, bahwa sebenarnya Paman Thomas menyukai Mamanya, dan sepertinya Makamnya juga begitu, namun begitu banyak salah paham.


Sampai Mamanya berhenti melukis dan semua nya menjadi lebih rumit, hingga Mamanya bertemu dengan Alvan, Ayahnya.


Apakah itu cinta yang tidak sampai?


Emelin tidak lagi ingin memikirkan soal hal-hal ini dan segera pergi dari Ruangan itu, meninggalkan Ayah dan Anak itu untuk berdiskusi.


Didalam ruangan, setelah Emelin pergi, Antony dan Thomas jelas melanjutkan pembicaraan mereka.


"Antony, aku yang akan memastikan dan mengawasi mereka berdua. Dan lagi, ini juga merupakan sebuah kesempatan mencari penghianat itu, dan menangkapnya, selagi kamu tidak ada, penghianat ini pasti memanfaatkan celah ini,"


Antony diam lalu mulai berpikir sejenak, dan berkata,


"Aku mengerti maksud Ayah. Baik, aku akan percayakan ini pada Ayah,"


"Ya, kamu sekarang Istirahat saja, serahkan semua ini pada Ayahmu, tidak usah begitu Khawatir, semua akan baik-baik saja,"

__ADS_1


"Baiklah. Ah ya benar juga, ini masih membuatku khawatir, soal Insiden yang aku alami hari ini sepertinya ada seseorang yang sengaja membuatku celaka,"


Mendengar itu, jelas saja wajah Thomas menjadi kaget dan marah.


"Apa katamu? Apakah itu benar?"


"Saat ini aku masih mencoba menyelidiki ini, tapi aku judika jika kejadian ini memang disengaja."


"Hah, sepertinya musuh-musuhmu lebih banyak dari yang kita kira, jika kamu sudah mendapatkan hasil dari penyelidikan segera beritahu aku,"


"Baik Ayah. Nanti akan aku beritahu,"


"Dan kamu tidak perlu terlalu cemas, jika ada sesuatu yang menggagumu, kamu benar-benar harus bicara padaku,"


"Tentu saja,"


Setelah beberapa percakapan singkat itu, Thomas segera pergi dari tempat itu.


Lalu Thomas bertemu dengan Emelin didepan pintu.


"Ayah Thomas, sebenarnya aku memiliki sesuatu untuk anda,"


"Huh? Apa itu, Emelin?"


Emelin segera mengeluarkan sebuah buku harian dari dalam Tasnya.


"Ini milik Mamaku, aku merasa ada baiknya jika Ayah Thomas membaca ini,"


Thomas menatap buku harian itu dengan ekpersi yang cukup rumit, dan merasa begitu sedih ketika mengigat soal Olivia.


Emelin menyerahkan buku itu pada Thomas, dan Thomas menerimanya.


"Terimakasih,"


"Ya. Lain kali, mari kunjungi Makam Mamaku bersama?"


Thomas mencoba tersenyum lalu berkata,


"Tentu saja,"


Dengan itu, Thomas pergi dari sana, dan Emelin kembali masuk kedalam.


####


Di tempat lainnya, saat ini Viktor yang sudah diberikan tanggung jawab itu, merasa sedikit tidak puas.


Dia menatap berkas-berkas didepannya dengan marah.


Sialan!!


Kenapa kekuasaan itu tidak diberikan padanya langsung!


Malah menyuruh mereka bertiga untuk bekerja sama.


Ayahnya benar-benar tidak masuk akal.


Dari awal, siapa yang membuat hubungan Putra-putra berantakan?


Demi menghormati Isterinya itu, dia bahkan mengasingkanku ke Luar Negeri...


Memikirkan hal-hal di masa lalu membuat Viktor merasa rumit.


Namun segera dia menenangkan pikirannya karena sebuah ide tiba-tiba melintas di kepalanya.


Bukankah ini ide yang bagus untuk mencoba menjebak Charlise soal hal-hal ini?


Apalagi, kecelakaan yang menimpa Antony memang hasil perbuatannya, bagaimana jika dirinya memanfaatkan ini, untuk menjatuhkan Charlise lebih dalam sebagai penghianat?


Pasti Kakaknya Thomas itu akan mengawasi gerak-gerik mereka, dan ketika di awasi, ini bisa menjadi saat yang baik untuk menjebak seseorang.


Dan lihat, nanti Kakak tirinya Charlise itu, ketika sudah terjebak dan jatuh ke jurang keputusan, hal-hal nekat apa yang akan dia lakukan?


Astaga, membuat dia melakukan hal-hal buruk pada Kakaknya Thomas dan Keponakannya sendiri, membuat Viktor tiba-tiba bersemangat.

__ADS_1


Menyingkirkan musuh tanpa mengotori tangannya sendiri.


Ini benar-benar rencana yang sangat berlian.


__ADS_2