Suami Bayaranku Yang Dingin

Suami Bayaranku Yang Dingin
Season 2 Episode 61: Keputusan Raka


__ADS_3

Raka yang masih memiliki perasaan yang tidak nyaman itu, segera pergi menjauh dari Orang Tuanya, dan masuk ke dalam Aula Pesta.


Melihat Aula itu sudah penuh dengan orang-orang.


Beberapa orang yang mengenali Raka, tentu saja menyapa Raka itu dengan sopan, beberapa kenalan lamanya juga ada, karena sepertinya Emelin mengundang beberapa teman sekolahnya juga.


Mencoba mengendalikan emosinya, Raka mencoba berbicara dengan mereka.


Namun pikiran Raka masih melayang jauh memikirkan soal Alissya.


Apakah benar, Alissya saudara Sepupu Antony?


Lalu dia itu masuk kantor ini atas rekomendasi Kakak Sepupunya itu?


Ya, diirnya tidak tahu hal-hal ini, Alissya tidak pernah memberitahunya soal ini.


Tidak, bukan karena Alissya tidak memberitahunya, tapi dirinya yang tidak pernah bertanya.


Namun, Alissya itu tidak pernah ingin bercerita soal hidupnya, sejujurnya dirinya tidak begitu tahu soal Keluarga Alissya seperti apa.


Hanya beberapa Infomasi sederhana yang dirinya tahu, seperti Alissya berasal dari Keluarga Biasa, orang tuanya memiliki sebuah toko, dan dia memiliki satu saudara kandung.


Dirinya tidak tahu kalau Alissya memiliki Kakak sepupu.


Tunggu dulu...


Dirinya tahu!!


Ah, benar dulu saat masih di Sekolah, bukankan guru sering bilang sesuatu seperti ini,


'Sudah di duga dari kamu, Alissya. Kamu sama pintarnya dengan Kakak sepupumu,'


Sekarang masuk akal kenapa Guru-guru selalu memperlakukan Alissya cukup baik.


Kalau mengigat kata-kata Kak Emelin, suaminya itu, seharusnya menjadi salah satu Siswa Berprestasi Kesayangan Para Guru yang bisa membangakan nama Sekolah karena Prestasi dan Nilai-nilainya itu.


Hanya, dirinya tidak pernah tau jika Sepupunya Alissya itu ternyata adalah Antony.


Ya, sama seperti dirinya tidak pernah mengira Suami Kak Emelin adalah Sepupu dirinya yaitu Antony.


Dunia terlihat begitu sempit.


Ketika Raka masih memikirkannya, tiba-tiba seorang gadis tertentu masuk kedalam pandangan.


Dan benar saja, gadis itu saat itu sedang duduk disalah satu kursi dan menikmati makanan sambil mengobrol dengan Pamannya Viktor.


Perasaan tidak nyaman dalam hatinya ini jelas perasaan cemburu.


Ya, kenapa Alissya dekat dengan Pamannya itu?


Hal-hal yang Ibunya katakan itu...


Tentu saja dirinya tidak percaya....


Hanya saja...


Apakah mungkin Paman Viktor memang benar-benar lebih ke Tipe Alissya?


Sungguh, melihat mereka berdua seperti itu membuat mood Raka benar-benar buruk.


Akhirnya, karena cukup muak, dirinya pergi dari tempat itu, dan pergi ke Emelin untuk menyapa.


"Kak Emelin dan Kak Antony, selamat ya, akhirnya kalian akan memiliki anak kedua lagi,"


Emelin tersemyum lalu berkata,

__ADS_1


"Tentu saja, terimakasih Raka,"


"Ngomong-ngomong, Kak calon anak Kakak nanti laki-laki atau perempuan?"


Ditanya itu, Emelin lalu sedikit tertawa, lalu berkata,


"Ini rahasia,"


"Ah, pakai rahasia segala sih, owh iya sebenarnya ada yang ingin aku katakan sebentar pada Kak Emelin,"


"Huh? Apa?"


"Berdua saja.... Ini penting," kata Raka ragu sambil menatap kearah Antony.


Ekpersi Antony juga terkejut,


Emelin lalu tersenyum kearah suaminya itu,


"Antony, kamu disini sebentar aku akan mendengarkan apa yang ingin Raka katakan,"


Antony tengi saja memiliki ekpersi cemburut diwajahnya.


Tahu hal itu, Emelin sekali lagi berkata,


"Ayolah, sayang jangan seperti itu, ini hanya beberapa menit, tidak lebih? Oke?"


Antony akhirnya menghela nafas, lalu berkata,


"Ya, jangan lama-lama,"


Namun tatapan ya jelas menjadi horor ketika mengapa Raka.


Raka sendiri yang ditatap juga menjadi takut.


Tidak lebih dan tidak kurang!!


Kenapa begitu posesif sekali?


Dirinya baru tahu kalau Suami Kak Emelin ini bisa seposesif ini.


Keduanya lalu pergi ke pinggiran ruangan.


Emelin dengan tidak sabar, lalu bertanya,


"Apa apa? Hal penting apa yang ingin kamu katakan?"


Raka sedikit ragu, namun akhirnya bertanya,


"Apakah Suami Kakak itu memiliki Sepupu bernama Alissya?"


Emelin berpikir sejenak, lalu mengigat lagi kalau Alissya itu sepertinya teman sekelas Raka juga.


"Ya, itu benar, Antony memiliki Sepupu bernama Alissya Callisto, kalau tidak salah dia teman sekelasmu dulu ketika SMA?"


Mendengar hal itu, Raka tentu sudah siap.


Ya, jadi memang benar jika Antony dan Alissya itu saudara sepupu.


"Ya, dia teman sekelasku. Tapi kenapa Kak Emelin baru bilang sekarang?"


Tentu Emelin langsung menatap Raka dengan ekpersi heran,


"Lah? Memang nya kenapa?"


Raka sedikit binggung dengan pertanyaan Emelin.

__ADS_1


Dirinya masih sedikit malu untuk mengakui kalau dirinya memiliki perasaan pada Alissya.


"Ya.... Aku kan cukup kenal baik dengannya, dan belakangan aku bertemu dengannya di Perusahaan. Jadi apakah benar, Suami Kakak yang memasukan Alissya ke Perusahaan,"


"Itu benar, beberapa hal sempat terjadi dan Antony yang merekomendasikannya kesana, lagipula Alissya terlihat sangat cakap dan memiliki pendidikan yang bagus, aku rasa tidak masalah jika memasukan dia kesana, lagipula aku dan Antony ingin sedikit menolong gadis itu,"


"Menolong? Maksud Kakak?"


"Orang Tua Alissya itu ya, sangat menyebalkan sekali,"


Emelin lalu mulai bercerita sedikit, bagaimana orang tua Alissya itu cukup jahat pada Antony sebelumnya, dan mencoba mengancam Suaminya itu.


Dan lagi, Alissya yang masih begitu muda harus menjadi penanggung jawab pengeluaran Keluarganya.


"Hah, padahal dia masih gadis yang begitu muda namun sudah memiliki beban yang berat, bahkan sebelumnya aku dengar, Paman dan Bibi Antony itu yang begitu marah karena rencananya gagal soal memeras Suamiku, dia marah pada Alissya juga, dan berniat menjodohkan Alissya pada salah satu rentenir jahat, agar mereka bisa melunasi hutang-hutangnya, sungguh tidak tahu malu. Untungnya saat itu, Suamiku tahu, lalu membawanya pergi dari Paman dan Bibinya itu, ukh tapi sampai sekarang mereka masih suka membuat masalah untuk Antony ataupun Alissya, sungguh tidak masuk akal," kata Emelin dengan ekpersi marah.


Raka yang mendengar cerita itu, tentu saja Kaget.


Dirinya tidak tahu jika Alissya memiliki kehidupan seperti itu....


Memang, dirinya ini masih begitu buruk.


Bilang, mencintai Alissya, dan namun tidak memikirkannya bagaimana perasaannya Alissya, bagaimana tentang hidupnya selama ini....


Hanya dirinya yang menjadi egois dan mendekati Alissya.


Sekarang, dirinya tahu apa maksud kata-kata Alissya sebelumnya.


'Kamu mungkin akan mudah menaggung konsekuensinya jika ini berakhir, namun tidak dengan aku...'


Ya, dirinya tidak tahu sebanyak itu beban yang Alissya miliki.


"Orang Tua Alissya itu mereka terlihat cukup buruk," kata Raka dengan ekpersi marah.


"Memang, mereka memang orang yang seperti itu, sungguh tidak masuk akal, mereka benar-benar sangat mata duitan dan beban. Aku akan sangat senang jika Alissya itu segera menemukan laki-laki yang baik hati dan segera menikah, setidaknya dia benar-benar bisa lepas dari kendali orang tuanya itu,"


Mendengar kata-kata Emelin itu, Raka juga menjadi sedikit terteguh.


Jadi begitu.


Yang Alissya mau, mungkin tidak hanya seorang Kekasih.


Mungkin Alissya masih mengagap dirinya kekanak-kanakan dan mengagap hal-hal yang dirinya katakan tidak benar-benar serius, hanya salah satu permainan cinta.


Jadi, dari pada mencoba menjadi Kekasih Alissya...


Bagaimana kalau langsung melamarnya saja?


Ya, dirinya sudah memikirkan hal ini matang-matang, sejak sebelum dirinya berbicara dengan Kakeknya itu.


Kalau dirinya ingin menjalin hubungan yang serius dengan Alissya, tidak hanya sebagai sepasang Kekasih, namun ke jenjang yang lebih serius yaitu Pernikahan.


Dirinya tidak bisa menyerah untuk mendapatkan Alissya.


"Jadi, begitu. Terimakasih atas informasinya Kak, Emelin. Dan Kak Emelin tenang saja, Alissya sudah menemukan Pangerannya yang akan membawanya Pergi," kata Raka sambil tersenyum.


Itu membuat Emelin tentu saja binggung,


"Hey? Maksudmu apa?"


"Ini Rahasia," kata Raka sok Misterius, lalu langsung segera berniat pergi dari sana.


"Sana, Kak Emelin kembali ke Suami Kakak, lihat aku sudah tidak tahan mendapatkan Deathgare dari tadi dari Suami Kakak itu,"


Emelin lalu menatap kebelakang, dan benar saja, ada Antony yang menatap mereka dari tadi!!

__ADS_1


__ADS_2