Suami Bayaranku Yang Dingin

Suami Bayaranku Yang Dingin
Season 2 Episode 20: Sebuah Pertemuan


__ADS_3

Siang itu, tepat setelah jam makan siang, terlihat seorang gadis tertentu dengan ekpersi dingin mulai memasuki sebuah Gedung Perkantoran.


Itu adalah Gedung Utama Perusahan Anderson Group.


Gadis itu tidak merasa sedikit gugup ketika memasuki gedung itu, namun dia segera mencoba menenangkan dirinya.


Mencoba fokus untuk Interview kali ini, semoga semua berjalan dengan lancar.


Kemudian, dirinya mulai bertanya pada Resepsionis dimana lokasi wawancara.


"Silahkan, Nona ke Lantai 5 di ujung ruangan, disana ada Ruangan Pertemuan khusus untuk Interview hari ini,"


"Baik, baik. Terimakasih."


"Tentu saja. Lift nya yang ada di ujung saja ya,"


Alissya mengikuti kata-kataku resepsionis itu, lalu berjalan ke arah lift.


Alissya pertama melihat sekeliling, melihat berapa besar dan mewahnya gedung Perusahaan ini.


Tentu, sebagai Perusahaan Multinasional, kantor sebagus ini cukup wajar.


Sebenarnya sangat bagus jika memang bisa di terima di tempat ini.


Dengan ekspresi tenangnya, gadis itu mulai naik ke lantai atas.


Sampai di lantai tujuannya, dia langsung menuju ke tempat yang di jatwalkan.


"Permisi, apakah benar ini tempat wawancaranya?" Tanya Alissya pada salah satu karyawan disana.


"Ya, Nona bisa duduk disana dulu, nanti akan ada beberapa serangkaian Tes dulu,"


"Baik, Terimakasih."


Alissya melihat kearah jam tangannya, saat ini jam menunjukkan setengah dua.


Jatwal wawancara sekitar jam 2 siang, dirinya sengaja datang lebih awal.


Namun memang perjalanan dari Rumahnya ke Perusahaan ini cukup jauh, terutama karena Rumahnya ada di ujung kota.


Alissya mulai berpikir, apakah sebaiknya mencari kost dekat sini saja?


Lagipula, terlalu malas untuk kembali ke Rumah.


Pasti selalu ada Ayah dan Ibunya yang membuat dirinya tidak bisa tenang, belum lagi Kakaknya yang terkadang membuat masalah.


Lagipula, karena memang jarak ke kantor cukup jauh, hampir satu jam lebih, itu akan cukup melelahkan.


Memikirkannya, Alissya sekarang merasa cukup lapar.


Sebelumnya dirinya belum sempat makan siang karena buru-buru.


Hanya makan beberapa Kue sebelum kesini, paginya untungnya sudah sarapan.


Semoga interview ini berjalan dengan cepat sehingga dirinya bisa cepat-cepat makan siang.


Ketika Alissya masih duduk dan menunggu itu, dia lalu diberikan semacam kertas Tes untuk disini.


Disisi lainnya, saat ini Viktor Anderson baru saja selesai untuk makan siangnya.

__ADS_1


Lalu segera kembali ke Ruangannya dan melihat lagi daftar calon Asistennya yang akan di wawancarai hari ini.


Awalnya dirinya tidak tertarik.


Namun tiba-tiba, ada sebuah nama yang membuatnya cukup tertarik.


Apakah ini nama, 'Alissya Callisto'?


Entah kenapa nama Callisto ini cukup familiar?


Atau mungkin memang hanya kebetulan saja dengan nama Keluarga seperti itu, lagipula Dunia ini cukup luas, wajar untuk memiliki nama yang hampir mirip.


Namun, ini memang patut di curigai, apakah ini mata-mata dari Keponakannya?


Tidak, jika ini mata-mata, harusnya tidak memakai nama yang bergitu terlihat jelas ini.


Apakah ini hanya kebetulan?


Mungkin memang Sepupunya itu mulai memasukan Keluarganya yang lain ke Perusahaan, dan karena ini kebetulan ada lowongan, dia langsung mendaftarkan salah satu kerabatnya itu.


Ini cukup menarik, jika memang iya setidaknya kemungkinan ini menjadi mata-mata cukup kecil.


Tapi apa mungkin memang ini hanya kebetulan memiliki nama yang sama saja?


Lagipula bukankah jika Keponakannya ini memasukan kerabatnya ke Perusahaan sudah dari dulu?


Entahlah, ini masih menjadi misteri juga.


Mari lihat nanti saat Interview, apakah gadis ini cukup baik untuk bisa menjadi Asistennya.


Dirinya rasa ini tidak buruk, bisa juga sambil menyelidiki soal masalalu Keponakannya itu.


Memikirkan rencananya, Viktor segera menuju ke ruang Interview.


####


Namun tiba-tiba setelah selesai, perutnya menjadi terasa sakit.


Ini...


Sepertinya dirinya perlu kekamar mandi.


Ah, sungguh sial kenapa musti di saat seperti ini?


Alissya lalu menatap ke arah, sampingnya, ada beberapa orang disana, apalagi dirinya termasuk datang cukup lambat.


Melihat sepertinya akan antri cukup lama, Alissya yang merasa tidak tahan itu segera ijin untuk pergi ke Kamar mandi dulu.


Dia mulai bertanya pada Karyawan yang jaga, sayangnya kamar mandi lantai ini sedang rusak, harus ke lantai 6 jika ingin ke kamar mandi.


"Lantai enam ya?"


"Ya, di atas. Disana juga kebetulan ada Kantin,"


"Ah, tentu-tentu, saya kumpulkan dokumen ini dulu ya, saya ke kamar mandi dulu,"


Karyawan itu tersenyum ramah pada Alissya.


Kemudian, Alissya segera pergi kelantai atas, menuju kamar mandi disana.

__ADS_1


Tidak ada masalah ketika dia berjalan kekamar mandi.


Hanya saja, sepertinya dia cukup lama menghabiskan waktu di kamar mandi.


Dengan buru-buru, Alissya segera ingin cepat-cepat kembali keatas.


Namun siapa yang tahu, ketika dirinya di lorong, dirinya melihat seseorang yang sedang memukuli mesin minuman otomatis.


Alissya tentu saja kaget, dia mulai berpikir jangan-jangan itu orang jahat yang berniat membobol mesin atau hanya ingin mendapat minuman Gratis?


Melihat itu, tentu saja Alissya tidak membiarkannya.


Dia mendatangi Pria itu yang saat ini tengah mengambil minuman disana.


"Hey, kamu apa yang kamu lakukan?"


Pemuda yang memukuli mesin minuman itu, merasa kaget, dan kaleng yang di pegangnya, kebetulan malah terbuka, dan berakhir menyemprotkan isinya pada Alissya.


Menatap wajah Pemuda yang familier itu, ekpersi Alissya menjadi gelap, termasuk baju dan wajahnya yang menjadi basah kuyup terkena soda.


"Alissya? Ini kamu?" Kata pemuda itu dengan kaget.


Alissya hanya bisa merasa, kenapa setiap kali bertemu dengan orang ini dirinya selalu terkena sial?


Ini juga sudah dimulai sejak pertemuan pertama mereka di Sekolah Menengah dulu...


Lalu pertemuan mereka kembali dua bulan lalu....


Dan sekarang ini, saat yang penting untuk Interview malah bajunya basah semua seperti ini!!!


Namun Alissya mencoba menenangkan emosinya, lalu mengusap air diwajahnya yang basah, dan berkata dengan ekpersi tenang,


"Aku hanya tidak pernah mengira bisa melihat Tuan Muda dari Keluarga Anderson memukuli dan menendang Mesin Penjual Otomotis untuk mendapatkan minuman gratis,"


Ekpersi Raka langsung memerah karena malu, mengigat aksinya sebelumnya.


Sial!!


Kenapa dirinya musti dilihat disaat-saat memalukan seperti itu?


Mana oleh, Alissya dari semua orang!!


Kenapa setiap kali bertemu dengannya, dirinya selalu terlihat memalukan?


Akhhhhh....


Apakah ada lubang untuk bersembunyi?


"Itu... Itu Ini Mesin Penjual Otomotisnya error', aku jelas sudah memaskan koin namun tidak keluar minumannya. Lalu... Kamu sendiri kenapa disini?"


Sayangnya, sebelumnya Alissya bisa menjawab, perutnya berbunyi.


Itu bunyi Perut yang lapar.


Alissya yang dari tadi mencoba memasang wajah tenang itu, sekarang ekpersinya berubah,


"Pfffff.... Apakah kamu lapar? Mari aku traktir sesuatu sebagai ucapan permintaan maaf," kata Raka sambil menahan tawanya, setelah melihat ekpersi Alissya yang berubah itu.


Benar-benar pertemuan yang tidak terduga.

__ADS_1


####


Bersambung


__ADS_2