Suami Bayaranku Yang Dingin

Suami Bayaranku Yang Dingin
Episode 175: Rencana Awal


__ADS_3

Claudia segera bangun dari posisi menyedihkannya itu, dan meminta Pembantu untuk membawakan beberapa koper ke dalam Taksi.


Menatap bajunya yang kotor itu, Claudia merasa sangat marah, apalagi Wartawan terkutuk itu berhasil mendapatkan gambarnya!!


Bagaimana ini!!


Ini akan menjadi semakin melalukan, apalagi tidak akan lama sampai hal-hal ini akan menjadi trending topik di Internet, dan semua orang tahu akan kejahatannya itu.


Reputasinya akan semakin hancur, bagaimana ini....


Astaga...


"Nona, kita akan kemana?"


Menangapi pertanyaan itu, sekarang Claudia menjadi pusing sendiri, lalu melihat kedalam dompet dan Tasnya.


Untungnya, masih ada beberapa perhiasan yang disana, yang biasa di pakai untuk syuting, juga masih ada cukup uang Cash.


Sebaiknya, dirinya segera ke ATM sebelum ATM miliknya di blokir juga.


"Ke Toko Serba ada di jalan sebelah sana ya,"


"Baik, Nona."


Lalu setelahnya, mobil itu berjalan meninggalkan Rumah Besar Keluarga Smith.


Menatap kearah Rumah itu, memberikan perasaan yang rumit dalam hati Claudia.


Ini mengigatkannya saat dirinya pertama kali menjigakan kaki di Rumah itu....


Membuat dirinya sangat iri pada Emelin...


Dia tinggal di Rumah sebesar itu sedangkan dirinya hanya di rumah kumuh...


Sejak saat mengijakan kaki Rumah Besar itu, dirinya sudah bertekat untuk bisa menguasai dan mendapatkan Rumah itu, dan mengusir Emelin dari sana.


Dan setelah perjalanan panjang, akhirnya dirinya berhasil menguasai dan mengusir Emelin dahan memalukan sebelumnya fair Rumah itu...


Itu adalah saat yang memberikannya kepuasan pada dirinya, ketika melihat Emelin di usir dan di seret dari Rumah Keluarga Smith dengan memalukan.


Namun siapa yang tahu, suatu hari akan tiba giliran dirinya yang di usir dengan begitu menyedih kan dari Rumah itu, seperti saat ini....


Sialan!!


"Sudah sampai Nona,"


"Baik. Kamu tunggu disini sebentar, aku tidak akan lama,"


Saat ini Claudia keluar dari taksi itu, lalu ketika dirinya keluar dia berpura-pura menjatuhkan Tasnya,


"Aduh, pakai jatuh segala,"


Ketika dia menunduk kebawah dia melihat sekelilingnya, dan benar saja ada sebuah mobil hitam yang sepertinya mengikutnya.


'Seperti ini? Dirinya juga masih di awasi? Sungguh, orang di balik Emelin ini cukup waspada,'


Lalu berpura-pura tenang, Caludia segera memasuki mesin ATM.


Dan tepat seperti dugaannya, beberapa kartu Banknya juga sudah di segel.


Namun jangan sebut dirinya Claudia jika tidak memiliki trik cadangan.


Tentu saja masih memiliki beberapa kartu tersembunyi, dia segera mengambil kartu itu, dan mengambil uang sebanyak-banyaknya, yang bisa dirinya ambil dan bawa sementara ini.


Untungnya dirinya memakai jaket besar, cukup aman dibawa disana.


Dan setelah itu, Claudia keluar dari mesin itu, sambil berpura-pura marah.


"Apa-apaan!! Semua uang-uangku di ATM di segel!! Dasar kurang ajar!!" Claudia segaja marah sambil menendang mesiu ATM sambil sedikit melirik ke orang di belakang yang mengikutinya.


Dengan ekpersi marah yang menarik banyak perhatian orang itu Claudia lalu segera kembali ke taksi.


"Pak tolong nyalakan musik sebentar dan jalan dulu,"


"Kita mau kemana?"


"Sudah pokoknya jalan dulu saja, nanti akan aku beritahu,"


Supir taksi itu tidak punya pilihan, lalu segera menyalakan mesin untuk jalan dan segera menyalakan musik di mobil.


"Pak sedikit keras kan musiknya, aku ingin sedikit rileks,"


Kartika musik menyala cukup keras itu, Claudia diam-diam mengambil ponselnya dan menelepon seseorang.

__ADS_1


Memastikan tidak ada yang mendengar apa yang ingin dirinya katakan di telepon, termasuk supir taksi itu.


Tidak lama telepon di angkat,


"Isabella, tolong aku. Saat ini aku barusan di Usir dari Rumah Keluarga Smith dan ATMku di blokir, sepertinya orang di balik Emelin yang merencanakan ini, aku benar-benar membenci Emelin itu,"


'Kamu tenang dulu, baik mari kita segera bertemu dulu, dan ceritakan detailnya,'


"Tapi aku saat ini sedang di awasi, coba cek apakah ada pelacak di telepon,"


'Aman,'


"Tapi aku tidak bisa bertelepon lebih lama, karena takut orang-orang yang mengikutiku akan curiga, tapi jika kita ingin bertemu bagaimana caranya?"


'Tenang dan ikuti kata-kataku, segera kamu ke Hotel Y, disana pilih kamar yang paling murah saja untuk penyamaran, lalu nanti disana ada fasilitas SPA Pribadi, kamu pesan saja salah satu Ruangan di SPA Pribadi itu, nanti kita akan bertemu disana, nanti kita akan berpura-pura bertemu disana dengan natural,'


"Baik, baik. Aku mengerti."


Tanpa banyak tanya lagi, Claudia segera menutup teleponnya, dan bilang pada supir taksi,


"Pak, pergi ke Hotel Y."


Dan begitulah taksi itu menuju hotel Y, diikuti oleh Mobil Hitam yang mengawasi Claudia.


Seperti petunjuk Isabella, dirinya lalu memesan kamar yang paling murah disana.


Ketika dirinya akan naik, seseorang terlihat tidak sengaja menabraknya.


Ini...


Orang mencurigakan!!


Jangan bilang ingin memasang penyadap pada dirinya?


Kalau dirinya menyingkirkannya itu pasti akan di curigai.


Lalu bagaimana sekarang dirinya bertemu Isabella?


Tunggu....


Ah, jadi begitu, ini adalah tempat SPA Pribadi, tentu saja akan melepaskan baju dan meletakan barang bawaan disana.


Ternyata Isabella cukup pintar memilih tempat bertemu.


Seolah berpura-pura tidak tahu, Claudia menuju kamar yang dirinya pesan.


####


Seperti perintah Isabella, Claudia segera masuk ke tempat SPA itu, melihat dari pantulan kaca, sepertinya orang-orang yang mengikutinya tidak bisa masuk.


Dan benar saja, disana dirinya disuruh menitipkan barang-barang miliknya itu dan segera disuruh berganti ke baju handuk.


Ketika di ruang ganti, Claudia memastikan tidak ada hal aneh di tubuhnya.


Merasa aman, dia masuk dan menunggu di ruang tunggu, dan tidak lama sampai Isabella masuk.


Mereka bertemu seolah mereka tidak sengaja bertemu.


Karena kebetulan mereka teman, mereka lalu memesan ruang kamar pribadi berdua untuk SPA.


Ketika memasuki ruangan SPA, mereka melakukan SPA normal, menerapkan beberapa masker wajah dan perawatan tubuh.


Begitu selesai, tentu saja ada waktu tunggu dan para pegawai segera keluar.


Dan begitu hanya mereka berdua yang berada didalam ruangan itu, Claudia akhirnya bernafas lega.


"Serius, orang-orang suruhan orang di balik Emelin itu begitu menyebalkan dan mengikutiku dan lagi mengawasi semau gerak gerik ku, membuatku merasa sangat kesal karena diawasi,"


Isabella lalu tertawa,


"Tapi ini malah bagus, dengan mereka mengawasimu dengan ketat, dan apalagi kamu tidak menunjukan gerakan mencurigakan, kita bisa membuat sebuah rencana yang mengejutkan mereka!! Buat mereka seakan-akan merasa bahagia dan bersenang-senang hingga mereka lengah lalu jatuhkan dengan kejam!"


"Wow, itu benar-benar rencana sangat bagus. Aku ingat sepertinya orang yang berada dibalik Emelin itu mengunakan taktik yang sama, sungguh menyebalkan ketika memikirkannya, keluargaku sebelumnya baik-baik saja, dan hancur hari ini."


"Kamu tenang saja, kamu bisa membalas mereka dengan cara yang sama,"


"Kamu benar. Jadi apa rencanamu, Isabella?"


Mendengar pertanyaan itu, Isabella balik bertanya,


"Kalau kamu, kamu ingin apa?"


"Aku ingin membunuh dan melenyapkan Emelin itu,"

__ADS_1


"Bagus, itu terdengar ide yang baik."


"Tapi kenapa kamu ingin membantuku?"


"Kamu tahu ada orang di balik Emelin kan? Aku ingin mendapatkan orang itu, tapi karena keberadaan Emelin, itu membuatku sulit untuk mendapatkan orang itu,"


"Siapa sebenanya orang ini?"


"Kamu tidak perlu tau, pokoknya ini orang besar."


Claudia cukup menebak, jadi sepertinya Isabella ini mengincar menjadi Nyonya Keluarga Kaya, namun terhalang Emelin itu.


Sungguh sial, kenapa Emelin sialan itu bisa mendapatkan dukungan yang begitu baik?


Apakah Emelin sialan itu benar-benar menjual tubuhnya?


Tapi bukan itu yang terpenting sekarang, namun rencana mereka.


"Oke aku mengerti, jadi menurutmu bagaimana cara melenyapkan Emelin?"


Isabella terdiam sebentar, memikirkan suatu rencana.


Claudia juga terdiam, lalu memiliki sebuah ide.


"Bagaimana dengan kecelakaan yang di rencanakan?"


"Itu sepertinya ide yang bagus," kata Isabella setuju.


"Tapi bagaimana? Apakah menyuruh orang?"


"Ya, aku akan menyuruh anak buahku," kata Isabella penuh percaya diri.


"Tapi bagaimana kalau sampai ketahuan orang yang ada di balik Emelin? Bisa habis kita,"


"Itu benar, maka kita harus hati-hati, sebenanya aku memiliki sebuah ide,"


"Apa itu?" Tanya Claudia dengan penasaran.


"Aku akan menyuruh anak buahku untuk membuat Rem Mobil yang dinaiki Emelin Blong, lalu juga akan menyiapkan peledak di mobil Emelin, jadi jika mobil itu menabrak sesuatu, Mobil itu akan meledak, itu akan terlihat seolah-olah mesinnya rusak lalu meledak, dengan itu masalah rem blong tidak akan bisa diketahui karena barang bukti mobil sudah lenyap, orang-orang akan berpikir itu kecelakaan normal dan yang paling hebat, biarkan Emelin hangus dan mati didalam mobil,"


Claudia lalu tertawa,


"Astaga.... Idemu sangat bagus sekali, Isabella,"


"Ya, dengan itu dia akan lenyap dari pandangan kita,"


"Tapi aku juga ingin Putra Emelin itu, siapa namanya? Alexander itu? Aku Putra Emelin juga lenyap, putra Emelin menghalangi rencanaku,"


Isabella berpikir sebentar, lalu mengigat wajah kecil yang terlihat sombong dan membenci dirinya itu.


Jika anak itu masih hidup, pasti anak itu akan menjadi penghalang rencananya mendapatkan Antony, dan mungkin dimasa depan walaupun dirinya menikah dengan Antony, dirinya harus berbagi harta Antony dengan Putra dari Emelin yang menjijikan itu, dirinya tidak sudi.


"Ah... Kamu benar, Putra Emelin juga memang menggagu, mari lenyapkan sekalian. Semoga saja dia juga ikut dalam mobil yang Emelin naiki,"


"Kamu benar, pilih waktu yang benar-benar pas untuk rencana itu,"


"Tentu saja aku akan menyuruh anak buahku untuk menyelidikinya, dan mengurus Putra Emelin juga,"


"Bagus, Isabella."


"Dan ingat, kamu jangan bertindak mencurigakan, dan bersikaplah seolah semua baik-baik saja, mengerti?"


"Tentu saja."


Memikirkan semua rencana yang sudah mereka berdua buat, mereka terlihat sangat senang sekali, dan mulai tertawa.


Benar-benar menantikan musuh mereka itu lenyap.


Dan akhirnya, Claudia bisa menikmati SPA, dan lebih rileks untuk hari ini.


Setelah ini, dirinya harus bertemu dengan Ibu dan Ayahnya itu, dan mencari tahu apa yang sebenarnya terjadi kenapa sampai mereka berdua masuk penjara.


Lalu akan memanggil pengacara juga.


Asal Emelin itu lenyap beserta anaknya, soal mengeluarkan Ayah dan Ibunya harusnya akan mudah.


Soal Suami Emelin?


Hah, toh dia hanya laki-laki Bayaran miskin yang tidak tahu apa-apa.


Soal orang dibalik Emelin, Isabella yang akan mengurusnya, serahkan saja padanya.


Walaupun dirinya sedikit penasaran dengan orang di balik Emelin, lebih baik nanti saja mencari tahu setelah Emelin itu lenyap.

__ADS_1


####


Bersambung


__ADS_2