
Sore itu, sesuai rencana pada akhirnya Antony memutuskan mengirimkan video itu pada Emelin.
Entah bagaimana pendapat Emelin setelah melihat video itu.
Ah, benar juga setidaknya Emelin tidak tahu kalau Thomas Anderson adalah Ayahnya bukan?
Jadi mungkin dia hanya akan terkejut jika Ibunya dulu pernah memiliki semacam Mantan Tunangan.
Lagipula memang tidak mengherankan seseorang memiliki Mantan, entah itu Mantan Kekasih, Mantan Tunangan atau mungkin bahkan Mantan-mantan yang lainnya.
Ya, seperti semua hubungan selalu memiliki awal dan terkadang memiliki akhir, entah akhir yang baik atau buruk.
Tidak, tidak ada akhir yang baik dari suatu hubungan, karena hubungan yang baik pasti tidak akan pernah berakhir.
Kalau memikirkan soal akhir...
Tiba-tiba Antony teringat sesuatu...
Dia lalu membuka laci mejanya dengan sebuah kunci, didalamnya ada sebuah kotak lagi yang terbuat dari besi, dan membukanya dengan password.
Dari dalam kotak besi itu, ada beberapa hal penting yang termpan.
Salah satunya adalah sebuah dokumen yang masih tersimpan rapi dalam sebuah Map yang tidak pernah tersentuh.
Antony lalu mengambil dokumen itu, membukanya, judul yang jelas terlihat ketika Map itu di buka.
Surat Perjanjian Pernikahan Kontrak
Menatap surat ini membuat perasaan Antony menjadi rumit.
Banyak hal-hal yang tertulis disana, dan dibawah ada nama mereka berdua yang menyetujui hal-hal itu....
Rasanya melihat surat ini dirinya ingin mengakhiri Perjanjian Pernikahan Kontrak ini...
Dan membuat ini menjadi...
Pernikahan yang sebenarnya...
Namun saat ini hubungan mereka jauh dari kata sebenarnya....
Pada akhirnya, Antony hanya menatap surat itu, tidak melakukan apapun padanya dan memasukannya kembali kedalam kotak.
Lalu Antony kembali menatap ponselnya, sambil memikirkan banyak hal.
Namun sepertinya, Emelin belum juga membalas pesan miliknya?
Apakah dia sibuk?
Mungkin menunggu nanti malam saja ketika dia ada waktu?
Pada akhirnya, Antony melanjutkan pekerjaannya sampai malam saat itu, sampai jam menunjukkan pukul 7 malam, barulah balasan pesan diterimanya dari Emelin.
Itu hanya beberapa kata,
'Aku akan melihat videonya nanti, aku masih sibuk dan baru sempat membuka ponsel sekarang, Terimakasih'
Melihat pesan singkat itu, tangan Antony gatal ingin mencoba memanggil Emelin.
Mari karena sepertinya Emelin sengang, coba menelponnya?
__ADS_1
Ini buka panggilan video, hanya panggilan telepon biasa.
Emelin di ujung ponsel sana, yang sedang berniat membuka emailnya, ingin melihat video yang dikirimkan oleh Antony karena penasaran dengan isinya, merasa terkejut melihat sebuah nama memanggilnya tiba-tiba.
Ya...
Nama di ponselnya bertuliskan,
'Suamiku Tersayang'
Akhhh....
Apa-apa dengan pengaturan ponsel ini?
Siapa yang menyimpan nomor Antony dengan nama ini di ponselnya?
Ini memang ponsel yang di kirimkan Antony padanya sih...
Tidak mungkin Antony yang menyetingnya seperti ini bukan?
Ini pasti ulah bawahannya!!
Astaga... Astaga...
Tadi ketika barusan menadapatkan pesan, dirinya sempat kaget dan hampir mendapatkan seragam kejut, namun melihat sekarang mendapatkan panggilan dari nomor kontak yang sama, membuat Emelin merasa terkejut.
"Hallo," sapa Emelin dengan gugup.
'Selamat Malam Emelin,'
Mendengar suara maskulin yang merdu dan membuat hati berdebar itu, hanya dengan suaranya, seolah membuat Emelin barusan ingin menjawab, 'Selamat Malam juga suami,'
"Ya, ya selamat malam, kenapa menelepon?"
'Tidak, hanya ingin membicarakan soal video yang aku kirimkan,' kata Antony dari baik telepon, sebenarnya dirinya hanya ingin mendengar suara Emelin saja makanya dia menelepon, sedikit mengobati rasa rindunya bisa mendengar suara Emelin lagi, dan sepertinya dia baik-baik saja di Luar Kota sana.
"Ah, ya soal Video itu? Aku belum membukanya, memang isinya apa itu?" Tanya Emelin dengan penasaran.
'Isinya mungkin merupakan sebuah hiburan yang menarik,'
"Apakah ini beberapa video lucu?"
'Ini Video soal Ibu Tirimu yang dipermalukan di depan teman-teman Arisannya, coba lihat saja nanti, mungkin kamu akan cukup terhibur dengan video itu,'
"Eh?? Video soal Wanita Murahan itu? Astaga, dia dipermalukan di depan banyak orang? Aku benar-benar tidak sabar melihat ekpersi wajahnya,"
'Aku sudah melihatnya, dan memang ekpersinya sangat jelek, sungguh menghibur melihat dia menjadi seperti itu, itulah kenapa aku mengirimkan videonya padamu, mungkin bisa menghiburmu,'
Emelin sedikit tertawa mendengar perkataan tulus dari Antony itu, yang benar-benar berniat memberinya beberapa hiburan.
"Ya ya, ini pasti akan menghibur, sangat bosan disini seharian syuting, mungkin aku bisa menertawakan video ini nanti, sungguh, sangat senang bisa melihat bagaimana Cornelia Si Wanita Murahan itu di Permalukan!!"
'Memamang, kamu harus menontonnya,'
"Ya, Terimakasih Antony,"
'Tidak tidak, kamu tidak perlu berterimakasih padaku, hubuangan kita tidak sejauh itu, sehingga untukmu selalu berterimakasih padaku, Aku Suamimu setelah semua,'
Mendengar kata 'Suamimu' hati Emelin tiba-tiba merasa berbunga-bunga.
__ADS_1
Apakah dirinya tidak salah dengar?
"Hmm, Suamiku."
Antony tidak bisa merespon sesaat ketika Emelin mengatakannya barusan, kata Suami...
Sepertinya dirinya menyukai panggilan ini keluar dari Emelin....
Kapan ya dirinya bisa memanggil Emelin, Isteriku?
Disini lain telepon, hal-hal ini lalu mengingatkan Emelin soal ponsel yang dikirimkan Antony, Emelin yang penasaran itu tidak bisa untuk tidak bertanya,
"Ponsel yang kamu kirimkan itu... Kamu juga yang menyeting nya?"
Pertanyaan Emelin membuyarkan lamunan Antony barusan.
'Huh? Memang ada yang salah dengan ponsel itu? Itu salah satu kenalanku yang mengaturnya,'
"Tidak-tidak, ponselnya baik-baik saja. Itu berfungsi dengan baik,"
'Kamu menyukainya?'
"Ya ya, sangat suka. Modelnya bagus,"
'Hmm, aku senang jika kamu menyukainya,'
"Ya."
Lalu sesaat ada keheningan disana, mencoba mencari bahan pembicaraan, karena Antony tidak ingin segera mengakhiri telepon ini, dia mulai bertanya,
'Apakah kamu sudah makan malam?'
"Belum, Belum. Sebentar lagi aku akan makan malam dengan beberapa anggota Kru."
'Begitu. Jangan lupa untuk makan telah waktu,'
"Harusnya aku yang bilang begitu, kamu pasti belum makan malam kan?"
'Ya, masih di kantor ada beberapa pekerjaan menumpuk,'
"Sebaiknya kamu segera pulang saja, tidak usah lembur, aku rasa Alex akan kesepian kalau dia makan malam sendirian,"
'Baik, Baik setelah ini aku akan segera pulang,'
"Hmm, jangan lupa sampaikan salam ku pada Alex, jika aku sangat-sangat merindukannya, aku akan menelepon dia nanti mungkin,"
'Tentu saja, dia pasti akan senang,'
"Ya."
Pada akhirnya mereka akan segera mengakhiri telepon, karena Antony harus segera pulang atau kalau tidak dia mungkin akan terjebak macet, jika Antony sampai telat pulang, pasti Alex akan sedih..
Setelah mengakhiri telepon, suasana hati Antony yang tadinya merasa tidak nyaman setelah melihat surat perjanjian pernikahan mereka itu, sekarang sudah lebih baik.
Surat Perjanjian itu...
Pasti akan dirinya akhiri....
Agar mereka bisa memulai lagi semuanya dari awal...
__ADS_1