
Mendengar hal yang ada ditelepon tentu saja membuat Antony kaget.
"Alex kenapa?"
'Tuan Muda jatuh dari tangga, tadi dia berlarian lalu terpeleset,'
"Lalu, sekarang bagaimana?"
'Saat ini saya membawanya ke Rumah Sakit H, Tuan Muda Alex masih belum sadarkan diri,'
"Kenapa hal-hal seperti itu bisa terjadi?"
'Tadi Tuan Muda begitu bersemangat kalau Tuan akan pulang, dia mulai berlarian dengan semangat lalu....'
"Cukup, aku akan segera disana, pastikan kabari aku soal keadaannya,"
'Baik, Tuan.'
Antony memasuki dilema.
Sekarang malah Alex jatuh dari tangga, nama keadaannya tidak diketahui seperti, apa belum lagi Emelin yang masih di rawat di Rumah Sakit saat ini...
Dan soal keguguran yang Emelin alami....
Mencoba menenangkan dirinya, Antony lalu bertanya pada Dokter,
"Jadi bagaimana dengan Istri saya?"
"Saat ini saya mengajurkan untuk segera mengangkat janin dalam kandungan Istri Tuan, ini tidak ada jalan lain, kalau di biarkan akan malah akan membuat Istri Tuan dalam bahaya,"
"Apakah tidak bisa di selamatkan?"
"Usia Janin masih terlalu kecil dan sangat rawan, dan berkat benturan ini, terlalu berat dan begitulah..."
Antony mengepalkan tangannya dengan erat.
Kenapa hal-hal bisa menjadi seperti ini?
"Baik, lakukan yang terbaik untuk Istri saya, dan kondisi lainnya...."
"Bapak tidak perlu khawatir, kami sudah melakukan cek secara total, dan tidak ada kelainan parah, luka dalamnya tidak terlalu parah hanya ada beberapa pendarahan, kami akan segera melakukan operasi, setelah Operasi semua akan baik-baik saja, ini hanya operasi ringan, Bapak dapat yakin, ini tidak akan membahayakan Istri Bapak,"
"Baik kalau begitu, Dokter. Lakukan yang terbaik,"
"Nanti Suster akan memberikan berkas-berkas persetujuan yang harus Bapak tanda tangani,"
Kemudian, Dokter itu segera pergi dari situ.
Tidak lama sampai seorang suster menyerahkan beberapa berkas pada Antony, dan setelah membacanya, Antony langsung memberikan persetujuan Operasi.
Antony hampir lupa sesuatu,
"Apakah... Butuh donor darah?"
"Kami sampai lupa, golongan darah Istri Bapak...."
"Aku mengerti, aku akan segera mendapatkan donor itu segera,"
Memikirkan Emelin saja membuat Antony sangat cemas, belum sekarang keadaan Alex tidak diketahui.
Antony begitu cemas, dan sekarang Emelin butuh donor darah...
Satu-satunya orang yang saat ini memiliki golongan darah yang sama dengannya adalah....
Ayah Emelin dan Claudia itu...
Sial.
Juga, Ayah Kandungnya kebetulan sama.
Tidak memiliki pilihan lainnya, Antony lalu menekan suatu nomor di ponselnya.
'Thomas Anderson'
Menatap nama itu membuat perasaan Antony menjadi rumit.
Mengigat kembali kejadian beberapa tahun yang lalu...
Namun, ini bukan saatnya memikirkan kebencian di masalalu, dirinya harus mengesampingkan perasaan demi keselamatan Emelin.
Tidak beberapa saat sampai telepon di angkat,
"Aku membutuhkan bantuan,"
'Apakah ini sopan santun ketika seseorang butuh bantuan?'
Terdengar suara dingin dari ujung telepon.
"Tuan Thomas Anderson, saya butuh bantuan,"
'Hah.... Antony jika kamu meminta bantuan terlihatlah lebih tulus,'
__ADS_1
Akhirnya mencoba mengalah, Antony lalu berkata lagi,
"Ayah, saat ini Istriku mengalami Kecelakaan, dan dia butuh donor darah, aku harap Ayah bisa segera kesini, kamu di Rumah Sakit Y,"
'Istrimu Kecelakaan?'
"Ayah, aku mohon... Cepatlah datang, aku tidak memiliki banyak waktu tersisa, aku juga harus mengurus Alex yang saat ini juga berada di Rumah Sakit H,"
'Apa? Putramu juga? Apa yang sebenarnya terjadi?'
"Tidak tahu, pokoknya cepat kesini,"
Dengan desakan Antony yang panik itu, tentu saja Thomas terlihat heran.
Putranya ini bukan tipe orang yang akan tunduk pada orang lain..
Tipikal yang cukup keras kepala.....
Namun sampai mau menundukan kepalanya seperti ini...
Ini mirip dengan kejadian beberapa tahun lalu...
Jadi begitu.
Putranya yang selalu terlihat dingin dan tidak tersentuh itu sangat mencintai Istri dan Putranya...
Memikirkan hal-hal soal cinta tiba-tiba membuat Thomas memilih perasaan rumit.
'Baik, aku akan kesana segera,'
Setelah telepon mati, Antony merasa sedikit lega, satu maslahat teratasi sekarang tinggal tanya lagu keadaan, Alex,
"Bagaimana dengan Alex?"
'Tuan Muda belum sadarkan diri, namun ini tidak mengancam nyawanya, namun tetap saja dengan tubuh sekecil ini...'
"Awasi dia dengan baik, aku akan segera kesana setelah ini,"
'Baik, Baik. Kami akan selalu melaporkan informasi terbaru,'
"Tunggu, apakah Alex tidak bisa dipindahkan ke Rumah Sakit lain?"
'Maaf Tuan, sebelumnya keadaan darurat jadi saya hanya bisa membawa ke Rumah Sakit terdekat, namun melihat keadaan Tuan Muda saat ini, belum memungkinkan untuk pindah Rumah Sakit,'
Antony sekarang menjadi binggung, dirinya tidak mungkin meninggalkan Emelin sendirian disini, namun dirinya juga tidak bisa membiarkan Alex sendirian.
Anak itu juga gampang cemas, apalagi sekarang keadaannya tidak baik, jika dia sadar dari sakitnya, dan tidak melihat dirinya atau Emelin bersamanya, seberapa panik anak itu?
Apalagi kalau dia sampai tahu keadaan Mamanya sekarang.
Memikirkan ini, benar-benar membuat Antony semakin binggung.
Dia masih mondar-mandir dengan takut didepan ruang tunggu.
Tanpa sadar, waktu cepat berlalu, hingga Ayah Antony, yaitu Thomas Anderson datang.
Antony menatap wajah Ayahnya dengan ekpersi rumit, lalu berkata dengan seadanya,
"Aku mengandalkanmu,"
"Kamu bisa mengurus Putramu, dia tidak disini kan? Biar aku yang menjaga, Emelin Istrimu, kamu mengurus saja soal Putramu,"
Antony lalu terdiam sebentar, memikirkan kemungkinan-kemungkinan tertentu, apakah ini langkah yang baik atau tidak.
"Percayalah, aku tidak akan melakukan hal yang tidak-tidak, bagaimanapun dia masih...."
Lalu, Antony teringat sesuatu yang penting tiba-tiba...
"Aku tahu, kamu akhirnya juga tahu bukan? Ini Emelin yang sama, anak dari wanita yang kamu cintai,"
Sekarang Thomas yang menatap Antony dengan pandangan rumit, sepertinya akhirnya Putranya itu tahu...
Namun mungkin hanya setengah kebenaran, dirinya tidak bermaksud menjelaskan soal kebenaran sekarang.
Thomas hanya berkata dengan tenang, tanpa menjawab atau tanpa mengelak.
"Pergilah, dan yakinlah semua baik-baik saja,"
Antony lalu segera berniat pergi dari sana, namun sebelum dia pergi, dia menyampaikan sesuatu,
"Olivia Smith dia bukan meninggal karena Kecelakaan, namun segaja di bunuh oleh seseorang,"
Mendengar itu ekpersi terkejut jelas muncul dari wajah Thomas.
"Apa... Apa kamu bilang?"
"Aku tidak memiliki waktu untuk menjelaskannya,"
Antony pergi, dengan meninggalkan ekpersi binggung dan kaget pada wajah Ayahnya itu.
Dirinya tidak tahu apa yang dikatakan oleh Antony itu benar atau tidak...
__ADS_1
Namun jika sampai itu benar....
Tiba-tiba rasa kemarahan muncul dari dalam hatinya.
"Bapak, yang akan donor darah? Silahkan lewat sini," kata salah satu suster disana.
"Ya, aku yang akan donor darah. Jadi bagaimana sebenarnya keadaan Emelin Smith ini?"
"Nyonya Emelin baru saja keguguran, dan sebentar lagi akan menjalani beberapa Operasi, jadi dia butuh donor darah secepatnya,"
Thomas lagu-lagi merasa kaget,
"Apa katamu? Keguguran?"
"Benar, ini efek dari Benturan keras yang dia alami berkat kecelakaan yang menimpanya. Mari Pak Silahkan segera masuk, lebih cepat lebih baik,"
Tanpa banyak bertanya, Thomas lalu masuk ke ruang donor dengan perasan yang rumit dan bingung.
Jika Emelin keguguran, bagaimanapun juga itu adalah calon cucunya juga...
Calon anak Antony.
Hah...
Sebenarnya apa yang terjadi?
Sayangnya, saat ini tidak ada yang bisa dirinya tanya-tanya lagi.
####
Disisi lainnya, Antony dengan panik langsung memanggil taksi dan menuju Rumah Sakit tempat Alex dirawat.
Ini cukup jauh dari rumah sakit tempat Emelin di rawat.
Apalagi setelah menaiki taksi, jalanan malah macet.
"Pak, apakah tidak ada cara fish cepat untuk menuju ke rumah sakit H?"
"Maaf Pak, saat ini memang jalanan sedang sibuk sibuk nya dan macet saya tidak bisa berbuat apa-apa, apalagi Rumah Sakit H berada di cukup ujung sana, kita berada di tengah kota, ini akan memakan waktu, apalagi akhir pekan seperti ini, banyak mobil-mobil dari Luar Kota barusana selesai menghabiskan weekend,"
Mendengar kata supir itu, Antony tidak memiliki pilihan lainnya.
Kecelakaan yang menimpa Emelin terlalu tiba-tiba.
Kenapa bisa terjadi Kecelakaan?
Saat ini mobil itu sudah terbakar habis beserta supir mobil yang meninggal ditempat kejadian.
Namun dirinya akan mencoba menyelidiki ini nanti.
Sungguh, sangat disayangkan saat ini jalan paling cepat untuk penyelidikan hanya bisa bertanya pada Emelin nanti setelah dia sadar, tentang apa yang terjadi, lalu soal Alex...
Semoga dia baik-baik saja...
####
Di tempat lainnya, Isabella saat ini tengah menikmati makan malamnya dengan indah, memikirkan rencananya berjalan dengan baik.
Namun ditengah makan malam itu, dia mendapatkan telepon dari Anak Buahnya,
"Ya? Ada apa?"
'Maaf Nona, Rencana Nona gagal, Emelin Smith selamat dari Kecelakaan itu,'
"Apa kamu bilang? Dia bisa selamat? Bagaimana bisa?"
'Saya tidak tahu, sepertinya dia cukup beruntung... Hanya mengalami beberapa luka kecil dan...'
Mood Isabella yang baik itu menjadi begitu marah.
"Apa? Dia tidak kenapa-kenapa?"
Sialan!! Kenapa wanita Sialan itu masih hidup segala?
Padahal rencananya sudah tersusun baik dan sempurna!!
Emelin Sialan!!!
'Saya sudah menyelidiki tempat dia dirawat, kabarnya Emelin Smith mengalami keguguran, saat ini sedang menjalani Operasi,'
"Keguguran katamu?"
'Saya dengar ini masih Kehamilan muda, dan Suaminya juga barusan kaget ketika mendengar ini,'
Mendengar hal-hal itu, tiba-tiba Isabella memiliki sebuah ide yang bagus lagi.
"Tetap awasi perkembangannya, dan jangan sampai ketahuan,"
'Baik, Nona.'
Isabella lalu mengirimkan sebuah pesan ke Claudia.
__ADS_1
#####
Bersambung