
Ini adalah pagi yang lainnya, pagi ini Emelin bangun cukup kesiangan, ketika dia bangun sudah tidak ada orang ditempat tidur, dia terbangun masih sedikit linglung setelah berada dikamar yang asing.
Dia mulai melihat kearah jam, sepertinya jam menunjukkan pukul enam lebih.
Memang, ini sudah cukup siang, sepertinya dirinya tidak masak untuk hari ini, mungkin lain kali saja.
Dengan itu, Emelin turun dari tempat tidurnya dan bersiap-siap mandi, agar bisa mengantar Alex Ke Sekolah.
Dikamar yang familier namun tidak familiar ini, Emelin membuka salah satu lemari disana, dirinya sudah memindahkan beberapa baju santai disini agar bisa sekalian mandi anak ganti baju disini.
Masih agak setengah mengantuk, Emelin membuka pintu kamar mandi yang tidak familiar ditempat itu.
Begitu dibuka, aroma wangi semerbak yang familiar tercium dari hidungnya.
Ketika kamar mandi itu dibuka, ada suara pancuran air, berdiri ditengah-tengah kamar mandi itu, Antony sedang mandi mengunakan shower, menatap kaget pada Emelin yang tiba-tiba memasuki kamar mandi.
Emelin yang masih setengah sadar itu belum sepenuhnya fokus.
Sedikit mengucek matanya, berpikir dia masih sedikit didalam mimpi, dia kembali melihat pemandangan orang tidak memakai apa-apa tersebut didepannya.
Butuh beberapa detik untuk Emelin bereaksi, setelah menatap tubuh itu dengan seksama.
"Uwaaaa..... Ma... Maafkan aku, aku tidak tahu jika kamu berada disini, kamu sih kamar mandi tidak dikunci," teriak Emelin dengan malu, lalu menutup matanya dengan tangannya.
"Ah, ini kebiasaan, aku lupa tidak mengunci kamar mandi,"
"Hmph, lain kali dikunci, karena aku juga tinggal dikamar ini mulai sekarang," kata Emelin yang wajahnya memerah malu itu sambil berbalik untuk keluar dari kamar mandi.
"Baiklah-baiklah,"
"Aku akan mandi dikamarku saja,"
"Tentu."
Dengan itu, Emelin keluar dari kamar mandi, lalu menutup pintunya.
Wajahnya masih memerah dan masih terasa panas.
Sungguh, dipagi hari disambut dengan pemandangan yang cukup 'wah' seperti itu membuat Emelin tidak terbiasa.
Mencoba mengalihkan pikirannya, Emelin mulai berjalan keluar dari kamar Antony, menuju ke kamarnya sendiri sebelumnya.
####
Tidak banyak hal terjadi sebenarnya pagi itu, setelah mandi mereka bertiga sarapan seperti biasanya, hanya saja kali ini, Antony yang mengantarkan Alex ke Sekolahnya.
Emelin yang merasa mengagur itu dipagi hari, menyalakan televisi untuk beberapa hiburan.
Namun sayangnya, hanya berita sial yang dirinya lihat di televisi.
Judul Beritanya saja hanya membuat Emelin muak.
'Smith Group memulai Perusahaan di Industri Hiburan, yang akan diresmikan beberapa hari lagi,'
Dalam berita itu di ceritakan bahwa, Smith Group melakukan investasi besar-besaran di dunia hiburan, dan membuat Perusahaan Cabang yang bernama CLA Entertainment.
Jelas, nama CLA diambil dari nama Claudia bukan?
Sumpah, melihat berita ini benar-benar menyebalkan.
Dirinya ingin mereka segera bangkrut saja, coba dirinya tahu hal-hal soal bisnis, ku buat bangkrut mereka.
Hah, benar-benar menyebalkan ketika melihat berita tidak jelas itu, lalu dia memindah ke channel lainnya.
Ketika channel dipindah, itu masih berita soal Berita Hiburan.
Disana sepertinya memberitakan kepulangan salah satu Artis ternama tertentu di luar negeri.
Kembalinya Isabella Owen
Emelin menatap wajah itu dilayar kaca.
Ini sepertinya wajah yang cukup familiar.
Wajah itu....
Bukankah itu wajah yang berada di foto dengan Antony?
__ADS_1
Foto itu sudah foto lama, ketika mereka cukup muda.
Disini Emelin mulai memikirkannya, jadi apa hubungan mereka berdua?
Apakah ini cinta pertama Antony atau sesuatu?
Memang, hal-hal seperti itu bisa saja terjadi.
Jadi laki-laki dingin seperti dia masih bisa jatuh cinta?
Melihat bahwa Antony masih menyimpan foto lama, mungkin masih ada perasaan tertinggal?
Cinta Pertama memang selalu menjadi kenangan sesuatu.
Ada perasaan depresi ketika Emelin memilikirkannya.
Namun ada sisi positif juga, melihat bahwa wanita di foto sepertinya selama ini berada di Luar Negeri, itu berati dia dan Antony tidak memiliki hubungan bukan?
Yah dirinya hanya bisa berharap mereka berdua tidak lagi bertemu, agak merasa takut jika benih-benih cinta kembali tumbuh antara mereka.
Sial, Cinta Pertama memang sesuatu.
Ini mengigatkannya, pada cinta pertamanya.
Dirinya bahkan sudah tidak begitu ingat wajah itu lagi, mungkin karena dirinya mencoba yang terbaik untuk melupakannya, dan akhirnya benar-benar lupa.
Itu adalah Kakak Kelas Senior yang rajin dan baik hati saat awal SMA dulu, tapi sayangnya orang itu sudah punya pacar.
Memang, Cinta Pertama bisa berakhir manis, namun banyak juga yang berakhir bahkan sebelum dimulai.
Dirinya bahkan belum sempat berkenalan, hanya beberapa naksir ringan setelah melihatnya beberapa kali dan beberapa pertemuan tidak terduga.
Namun tahu, orang yang dirinya suka sudah punya pacar, dirinya langsung menyerah bahkan sebelum memulai.
Sudahlah, dirinya tidak mau mengigat-ingat lagi hal-hal dimasa lalu.
Dia kembali fokus menatap layar televisi.
"Dikabarkan bawah Isabella sebentar lagi akan menjadi Brand Ambassador dari Produk-produk milik Anderson Group,"
Pembawa acara mulai terus mengatakan hal-hal di televisi, dan Emelin mendengarkannya.
'Ah, jadi ini Brand Ambassador yang Raka ceritakan itu? Yang katanya adalah Selingkuhan dari Kakak Sepupunya yang merupakan CEO Anderson Group yang sekarang?'
Syukurlah, kalau begitu, itu artinya wanita itu tidak ada hubungannya dengan suaminya sama sekali.
Setelah semua, suaminya hanyalah pegawai biasa di salah satu perusahaan biasa, bagaimana dia bisa bertemu dengan Artis Papan y seperti Isabella itu?
Dan lagi, artis ini sepertinya akan terlibat skandal dengan sepupu Raka ini.
Apapun itu, yang jelas asal Tidka ada hubungannya dengan suaminya, itu tidak masalah sama sekali.
Ya ya ya, sekarang dirinya tahu ini mungkin cinta pertama yang sudah ditembus, semacam perbedaan kasta atau sesuatu?
Antony mencintai seseorang yang tidak bisa dia raih atau sesuatu karena mereka ada didunia yang berbeda?
Sudahlah, toh itu hanya masalalu, kenapa dirinya memikirkannya?
Tapi lihat, Isabella ini terlihat sangat cantik.
Sial, semoga saja dia tidak pernah bertemu dengan Antony.
####
Malam itu, disalah satu Hotel Mewah milik Anderson Group, sedang diadakan sebuah pertemuan penting, untuk meluncurkan produk baru.
Dari arah pintu masuk, bisa terlihat beberapa orang mengenakan pakaian pesta mewah satu persatu turun dari mobil mewahnya.
Yang diundang untuk acara ini tentu saja adalah para pembisnis kelas atas, dan beberapa petinggi Anderson Group.
Raka adalah salah satunya, dengan ekpersi malas, dia keluar dari mobilnya, lalu memasuki ruangan pesta.
Disana sudah penuh dengan orang-orang.
Agak malas mengikuti pesta-pesta formal seperti ini, namun apa boleh buat?
Ini untuk membuat beberapa konksni bukan?
__ADS_1
Lalu Raka mulai berbicara dengan beberapa orang disana setelah dia disapa, salah satu kolegan itu lalu bertanya,
"Aku dengar kali ini, CEO Anderson Group akan muncul di Pesta ini, apakah ini benar?"
Raka yang mendengar ini tentu saja cukup kesal, namun dia mencoba mempertahankan senyum terbaiknya.
"Ah, soal itu, aku juga kurang tahu."
"Begitukah? Bukankah kalian Saudara?"
"Kami tidak begitu dekat,"
Beberapa orang itu lalu saling pandang dalam diam, diam-diam mengerti jika hal yang mereka katakan salah, sebaiknya tidak perlu mengungkit-ungkit soal sepupunya di depan Tuan Muda Keluarga Anderson ini.
Bagaimanapun juga sepertinya hubungan mereka memang buruk seperti yang terdengar digosip.
Mereka juga tidak ingin menyinggung perasaan Tuan Muda ini.
Bagaimanapun juga soal siapa yang akan mewarisi Anderson Group, masih belum ditentukan, kan lebih baik secara mereka bersifat netral.
Disaat yang sama, dipintu masuk, Isabella keluar dari mobilnya.
Dia mengenakan gaun pesta yang mewah yang cukup terbuka, gaun khusus yang disiapkan untuk malam ini.
Sepintas ketika dia masuk kedalam ruangan, dia menjadi pusat perhatian, bagaimana dia begitu cantik dan anggun.
Memang, Brand Ambassador baru Anderson Group sangat cantik, yang memilih orang ini memiliki mata yang cukup baik, beberapa orang juga sempat bertanya pada Raka,
"Brand Ambassador baru milik Perusahaan Anderson sangat cantik,"
"Itu benar, apakah kamu mengenal orang itu juga?"
Raka menatap wajah cantik itu sekitar, memang dia terlihat cantik namun hanya itu.
Lagipula dia terlihat terlibat skandal dengan Kakak Sepupunya, dirinya benar-benar tidak ingin terlihat.
"Hanya pernah bertemu sesekali,"
Namun sayangnya, seperti Isabella malah berjalan mendekat kearah Raka, dan mulai menyapanya,
"Selamat Malah Tuan Muda Raka," sapa Isabella dengan senyum termanisnya.
Tiba-tiba melihat orang itu, Raka merasa tidak nyaman.
Namun dia berusaha menjaga senyumannya, dan membalas sapaannya,
"Selamat Malam juga, Nona Isabella,"
Mereka mulai membicarakan beberapa hal disana.
Ditempat lainnya, dilantai atas Hotel, terlihat Antony dan Sekertarisnya sedang bersiap-siap untuk turun kebawah.
"Pak Presder, anda akan benar-benar menunjukan diri dalam acara malam ini?"
"Iya, tidak masalah lagipula ini hanya acara Private, asal tidak di ekspos ke Publik itu tidak masalah,"
"Tentu saja, saya juga sudah memastikan kalau tidak ada wartawan,"
"Itu bagus,"
Antony lalu mulai memasuki lift, menuju ruang pertemuan dibawah.
Peluncuran Produk baru ini cukup penting, juga ada beberapa proposal lain yang harus dirinya presentasikan nanti, jadi tentu saja dirinya harus hadir disini.
Acara malam ini berjalan dengan lancar.
####
Bersambung
####
Terimakasih atas dukungannya ya semua, 😆😆
Mungkin hanya bisa Update sekali sehari, namun ku usahakan episodenya lebih panjang, 😆
Nantikan saja kelanjutannya, 😉
__ADS_1