
Sejak Alex terkena alergi dan masuk Rumah Sakit kemarin, Emelin masih cukup diam.
Setelah percakapan dengan Antony kemarin, Emelin juga tidak lagi membuka percakapan dengan Antony.
Antony sendiri tidak memulai percakapan dengan Emelin.
Mereka berdua menjaga Alex dalam keheningan.
Pagi ini ketika Emelin bangun dari tidurnya, sepertinya dirinya ketiduran, dirinya merasakan sebuah jaket yang menyelimuti tubuhnya.
Tentu saja, Emelin tahu milik siapa ini.
"Kamu sudah bangun? Ini aku membawakanmu sarapan, jangan lupa untuk tetap makan teratur," kata Antony sambil menyerahkan satu kotak makanan.
Emelin tersemyum, lalu menerima kotak itu,
"Terimakasih,"
"Ya."
Lalu sekali lagi ada keheningan disana,
"Kamu masih mau disini?" Tanya Antony.
"Hmm, aku harus menjaga Alex, dia mungkin akan mencariku ketika bangun,"
"Ya, kamu boleh disini, nanti bisa gantian denganku untuk menjaga Alex."
"Terimakasih,"
"Sekarang makan sarapanmu, kamu tidak boleh sakit,"
Emelin hanya menurut, lalu memakan sarapannya itu.
Ini adalah bubur ayam, menu yang cocok dipagi hari, disana juga tidak ada kacang yang Emelin tidak suka, juga ada extra sambal, karena Emelin suka pedas.
Dirinya tidak pernah memperhatikannya sebelumnya, namun Antony selalu menyediakan hal-hal yang dirinya suka, bahkan menu makanannya pun, selalu dipilih dengan hati-hati sesuai seleranya.
Ini tidak hanya sekali atau dua kali, namun berkali-kali dimasalalu.
Hanya saja dirinya saja yang mungkin kurang memperhatikannya.
Sekarang memperhatikan perilaku Antony terhadapnya, membuat Emelin semakin di liputi oleh rasa bersalah.
Dirinya yang bahkan tidak tahu hal-hal yang Antony suka, namun Antony tahu hal-hal apa yang dirinya suka dan tidak suka.
"Kamu juga harus sarapan,"
Antony hanya mengaguk, lalu juga memakan sarapan yang dibelinya.
Mereka sarapan dengan tenang, sampai Alex bangun.
"Ah, Mama dan Papa sudah sarapan? Mana sarapan Alex? Alex lapar, Alex juga ingin bubur ayam,", kata Alex setelah melihat bubur ayam yang Emelin makan.
Emelin meletakkan bubur ayam yang baru beberapa suap Emelin makan ditangannya itu ke meja, lalu mencoba membujuk Alex.
"Alex tidak boleh makan hal-hal diluar dulu, nanti akan ada Sarapan dari Rumah Sakit, seharusnya sebentar lagi akan datang,"
"Tapi Alex ingin Bubur Ayam seperti punya Mama,"
__ADS_1
"Kamu belum boleh dulu,"
"Tapi... Tapi Alex ingin..."
Kemudian, Emelin menatap kearah Antony, mencoba mencari persetujuan, dan bertanya,
"Apakah Alex boleh?"
Melihat bagaimana Emelin sepertinya sangat khawatir pada keadaan Alex, perasaan marah Antony benar-benar menghilang.
Rasanya melihat wajah sedih itu, hatinya juga terasa sedih, tidak ingin melihat wanita didepannya ini menjadi sedih.
"Boleh, tapi hanya sedikit saja,"
"Asik!! Alex ingin bubur ayam!!"
Lalu Emelin mulai bertanya,
"Apakah ada yang membuat Alex alergi lain? Atau hal-hal yang tidak Alex suka?"
Antony berpikir sejenak, melihat Emelin sepertinya terlihat serius ketika bertanya,
"Alex juga tidak suka kacang sepertimu, dia hanya alergi daging kambing dan olahannya, termasuk susu kambing,"
Alex lalu menyetujui kata-kata Ayahnya.
"Benar, Alex tidak suka jenis kacang-kacangan, tidak enak. Alex juga tidak suka wortel,"
"Ya, ampun Alex, kenapa kamu begitu pemilih?" Tanya Emelin dengan nada sedikit bercanda.
Antony juga lalu menjawab,
"Aku tidak pemilih ya!"
"Ah? Benarkah? Aku melihat kamu sering menghindari beberapa jenis makanan,"
"Itu untuk diet oke? Kacang selalu tidak bagus untuk kesehatan wajah,"
"Aku sudah bilang kamu jangan diet, lihat betapa kurusnya kamu,"
Berkat Alex, ketegangan antara Emelin dan Antony sedikit berkurang.
Namun, dalam hati, Emelin masih merasa tidak nyaman.
Pada akhirnya, hari-hari berlalu begitu saja ketika Alex di rawat di Rumah Sakit.
Dia empat hari disana, Emelin juga meminta cuti untuk syutingnya lebih dari seminggu karena harus merawat Alex.
Dalam hari-hari di Rumah Sakit ini, keculai ketika Alex berbicara, Emelin begitu pendiam terutama pada Antony.
Emelin belum lagi memulai percakapannya empat mata dengan Antony.
Masih takut kalau Antony marah padanya.
Antony sendiri hanya menatap Emelin diam-diam, namun selalu memperhatikan apa yang Emelin butuhkan.
Mereka saling membantu dan bergiliran untuk merawat Alex.
Saat ini, setelah Alex keluar dari Rumah Sakit, Alex terlihat bahagia, dia berlari-lari di taman rumah dengan senang.
__ADS_1
Emelin juga ikut senang, melihat bagaimana sepertinya Alex sudah sembuh, walaupun dokter bilang, Alex masih harus minum obat dan rawat jalan untuk beberapa hari.
"Kamu tidak kembali syuting?" Tanya Antony tiba-tiba.
Mendengar pertanyaan itu, rasa gugup kembali muncul.
Memang, dirinya sudah berada disini seminggu lebih, harusnya dirinya disini hanya 2-4, hari.
Tapi itu tidak masalah sama sekali, bahkan walaupun Sutradara marah, dirinya tidak bisa kembali kesana.
Untuk Antony bertanya, apakah Antony curiga dirinya akan pergi lagu seperti dulu?
Tiba-tiba rasa tidak nyaman kembali muncul.
"Aku... Aku akan disini dulu sampai Alex benar-benar sembuh."
"Tapi bukankah syuting mu penting?"
"Alex adalah hal yang terpenting dalam hidupku... Ketika aku kehilangan segala-galanya termasuk Karirku hancur, aku baru menyadarinya, bahwa masih ada orang yang mencintaiku walaupun aku seperti itu, Alex masih sangat menyayangiku walaupun aku pernah jahat padanya, kemudian, melihat Alex menyayagiku dan melihat dia tersenyum bahagia seperti itu..."
Antony mendegarkan perkataan Emelin dengan tenang, Emelin masih lanjut berbicara,
"Aku juga menjadi merasa senang, saat itu aku berpikir, cukup bagiku bisa bersama dengan Alex dan melihat Alex bahagia, terkadang aku memikirkannya, aku sebenarnya mungkin tidak benar-benar menyukai uang atau panggung dunia hiburan... Mungkin ini hanya keinginan egoisku yang hidup dengan kekurangan cinta dari Ayahku, mendapatkan pujian dan di cintai dari semua orang menjadi sangat menyenangkan, itulah kenapa aku ingin menjadi Artis Populer... Namun itu semua cinta yang semu... Yang bisa hilang kapan saja, jadi saat melihat Alex bilang dia menyukaiku, aku benar-benar tersentuh. Aku hanya ingin menjadi ibu yang baik untuknya, menjadi Ibu yang bisa dia banggakan juga, itulah kenapa aku berniat kembali ke Dunia Hiburan lagi..."
Emelin lalu tersenyum, dan berkata lagi,
"Jadi, apa artinya aku kembali ke Dunia Hiburan lagi jika tidak bisa melihat Alex bahagia? Terimakasih Antony, kamu telah memberiku Alex, membuatku memiliki Alex yang sangat berharga untukku. Kamu selalu menjadi seorang Ayah yang baik,"
Mendengar kata-kata, Emelin ini terasa sangat familiar juga.
Perasaan yang dirinya rasakan dulu sekali.
Saat itu dirinya juga merasa kehilangan segalanya, sudah lama Ibunya meninggal, Kekasih yang paling dirinya cintai meninggalkannya dan berselingkuh, dan Kakeknya yang sangat dirinya sayangi juga tiba-tiba meninggal.
Membuat Antony saat itu merasa sebatang kara, dan tidak memiliki siapa-siapa di dunia ini.
Hingga...
Emelin melahirkan seorang anak untuknya yaitu Alex, yang merupakan segalanya untuknya saat itu.
Seorang bayi kecil yang mengisi kekosongan dalam hidupnya, Emelin sudah sudah payah melahirkannya hingga dia sampai koma saat itu.
"Ya, aku juga merasa begitu, Alex sangat berharga untukku dan Aku tidak pernah menyesal untuk memilih menikah dengan mu, itu adalah keputusan paling bagus yang aku ambil dalam hidupku."
Emelin masih sedikit linglung dengan kata-kata Antony, namun sebelum Emelin sempat memikirkan arti mendalamnya, atau sebelum Antony melakukan ucapannya, Alex memanggil Emelin.
"Mama!! Kesini lihat-lihat, Papa membelikan Alex mainan baru!"
Emelin langsung mengalihkan pandangannya pada Alex.
"Baik, baik Alex Mama segera kesana,"
Antony harusnya ingin mengatakan sesuatu lagi pada Emelin, namun melihat wanita itu pergi menjauh, Antony hanya bisa menahan kata-katanya.
Mungkin bukan sekarang.
#####
Bersambung
__ADS_1