
Hari-hari cepat berlalu, dan sudah saatnya menjelang tanggal Reuni.
Emelin tentu saja masih sibuk dengan urusan rilis film baru, juga belakangan mendapatkan tawaran menjadi bintang iklan dari beberapa produk, dia belum lagi membahas hal-hal soal Reuni.
Siang itu, Emelin yang sudah bersiap-siap pergi ke stasiun televisi, menyapa Antony yang masih bersantai dengan Alex.
"Alex, hari ini kamu ada les piano bukan? Mari bersiap-siap berangkat, biar bisa bersama Mama pergi, aku dengar nanti guru Piano mu mengajak kamu dan teman-temanmu menonton pertunjukan?"
"Ah, benar juga! Alex sampai lupa!! Tunggu, Ma, Alex akan bersiap-siap dulu," kata Alex bangkit dari pangkuan Antony, segera meluncur ke kamarnya, ditemani oleh Pengasuhnya.
Sekarang tinggal Antony dan Emelin disana, Emelin lalu membuka percakapan dulu,
"Sayang sekali Alex ada acara, padahal aku ingin mengajak anak itu,"
"Itu benar, apakah sebaiknya acara Alex dibatalkan saja?" Usul Antony.
"Tidak bisa. Alex sudah menantikan acara ini sejak beberapa hari lalu, dia sangat senang bisa keluar bersama teman-temannya,"
"Benar juga, sayang sekali dia tidak bisa diajak,"
"Hmm, tapi tidak masalah. Lagipula ini acara orang dewasa, pasti Alex hanya akan bosan disana,"
"Ada benarnya, ngomong-ngomong, kamu sudah akan berangkat ke Stasiun Televisi?"
"Benar, setelah mengantar Alex, aku akan langsung pergi kesana, nanti biar Supir dan Pengasuh yang menjemput pulang,"
"Baiklah."
"Antony, kamu jadi datang ke acara itu?" Tanya Emelin dengan nada penasaran.
"Benar, aku akan datang kesana, aku sudah mengkonfirmasi kehadiran,"
Emelin sedikit terkejut lalu bertanya,
"Memang perlu mengonfirmasi kehadiran segala?"
"Sepertinya begitu,"
"Ini aneh, temanku yang memberikan undangan tidak bilang,"
"Temanmu?"
"Dia panitianya, lagipula semua orang diundang apakah datang atau tidak itu tidak masalah, lagipula acara ini diadakan di Gedung Pertemuan di Hotel Y,"
"Eh? Tidak di gedung sekolah kita?"
__ADS_1
"Kamu pasti tidak membaca undangannya dengan benar, coba baca lagi, dan jangan lupa membawa undangan itu, aku dengar nanti agar bisa langsung ketemu dengan teman-teman sekelas,"
"Aku kira di Sekolah Kita,"
Emelin lalu tertawa, dan menjawab,
"Memang iya, aku denger awalnya acaranya akan diadakan di Sekolah, namun beberapa orang sepertinya ikut memseposori acara ini dan akhirnya diadakan di Gedung Pertemuan di Hotel Y,"
Antony ingat, Gedung Pertemuan di Hotel Y, itu mampu menampung lebih dari 1000 tamu undangan, itu adalah Gedung milik Keluarga Anderson.
Tunggu, sepertinya Gedung itu di pinjam Raka beberapa bulan lalu untuk acara apalah itu?
Tidak mungkin untuk Reuni ini bukan?
Tidak, tidak, mereka tidak satu sekolah.
Dunia cukup luas, bisa saja untuk acara lainnya, Raka itu kan memang punya banyak teman, mungkin disewakan pada temannya atau sesuatu.
"Owh begitu, aku baru tahu."
"Antony sebaiknya kamu nanti berangkat duluan saja, aku akan menyusul karena sepertinya bakal telat,"
"Kapan kamu datang kesana?"
"Aku juga tidak tahu, tunggu sampai acaraku selesai,"
"Tapi kamu datang kan?"
"Tentu saja, aku pasti datang." Kata Emelin dengan pasti.
"Baiklah,"
Dengan itu, mereka lalu berpisah karena Alex sudah selesai bersiap-siap.
Emelin dan Alex segera pergi dan berpamitan dengan Antony.
####
Sore itu, Isabella sudah menunggu Antony di tempat parkir gedung pertemuan Hotel Y. Dia sengaja menunggu disana, agar bisa mendekati Antony dan masuk bersama dengan dalih kebetulan bertemu di tempat parkir.
Ini benar-benar ide yang sempura untuk rencananya.
Untuk acara Malam ini, Isabella sudah menyiapkan rencana sempurnanya, ini mungkin akan lebih sulit bertemu dengan Antony karena syutingnya sebagai Brand Ambassador di Andersen Group akan segera berakhir, dan kedepan hanya akan ke Gedung Anderson Group sesekali, jelas akan sangat sulit lagi untuk bertemu Antony.
Maka dari itu, dengan pertaruhan pertemuan hari ini, Isabella sudah mengerahkan segalanya untuk hari ini.
__ADS_1
"Aku harus mendapatkan Antony hari ini, aku akan membuat dia menjadi ingat lagi kenangan dulu, aku pastikan dia akan berada dalam pelukanku malam ini," sebuah senyuman licik muncul diwajah cantik itu.
Isabella benar-benar menunggu Antony dengan sabar disana.
Dan benar saja, penantiannya tidak sia-sia.
Sebuah mobil mewah berwarna hitam segera terparkir di tempat parkir, dari dalam mobil itu keluar Antony dengan set jas putih, memancarkan Aura yang berbeda malam ini, terlihat lebih tampan dengan warna cerah.
Isabella seketika terpukau dengan tampilan Antony. Cukup heran, kenapa Antony memakai setelan putih?
Tidak seperti biasanya, dia biasanya akan memakai warna-warna gelap.
Tapi, memang iya Antony yang memakai warna cerah seperti putih ini, terlihat sangat tampan.
Sesuai rencananya, Isabella juga pura-pura keluar dari mobilnya, lalu menghampiri kearah Antony.
"Antony? Kebetulan sekali, kita bertemu disini, astaga, kami benar-benar datang," kata Isabella dengan nada seolah terkejut.
"Ya, aku datang."
"Karena kita kebetulan bertemu, kenapa tidak kita masuk kedalam bersama?"
Antony merasa ide itu tidak salah, lagipula mereka memang reuni, dan pada akhirnya Isabella juga akan masuk, apalagi dulu mereka satu kelas, sekalian saja.
"Ya, tidak masalah." Kata Antony dengan tenang, dia lalu langsung berjalan masuk menuju pintu masuk, di ikuti oleh Isabella dari belakang.
Awalnya tidak ada yang berbicara disana, namun Isabella mencoba membuka topik.
"Kamu, tumben hari ini memakai warna putih? Aku kira kamu suka warna gelap?"
"Tidak apa-apa, hanya ingin."
Antony sendiri memang biasanya lebih menyukai warna hitam dan warna-warna gelap, alasan utama dirinya memakai baju putih karena ini baju yang Emelin pilihkan, kata Emelin sih, sesuai dengan Gaun yang akan Emelin pakai, pakaian pasangan, sesuatu seperti itu, jadi dirinya hanya mengikutnya saja.
Isabella sendiri memakai gaun berwarna biru muda yang indah, ada beberapa bagian dari gaun itu yang berwarna putih juga.
Isabella merasa keberuntungannya cukup tinggi.
'Astaga, aku kebetulan juga memakai baju cerah, bukankah ini terlihat seperti baju pasangan dengan Antony? Sangat bagus,'
Dengan perasaan gembira, Isabella mencoba mengajak bicara Antony lagi tentang masalalu, beberapa nostalgia ketika masih SMA.
Tidak lama mereka sampai di pintu masuk.
Dan tentu saja disana ada beberapa petugas yang memeriksa kartu undangan untuk mengarahkan para tamu ke rombongan kelas masing-masing.
__ADS_1
Di dekat pintu masuk itu, kebetulan ada wajah familiar yang membuat Antony kaget.
Itu adalah Wajah dari Raka Anderson, yang sepertinya sedang memeriksa beberapa tamu disana.