
Alissya menatap orang itu dengan kaget, segera membernarkan posisinya, lalu segera minta maaf.
"Ah, Pak Viktor, maafkan saya,"
Viktor yang menangkap Alissya itu hanya tersenyum mendengar kata-kata Alissya, lalu berkata,
"Tidak masalah sama sekali, kebetulan sekali bertemu disini,"
Sekarang Alissya menjadi gugup, soal bagaimana cara dirinya menjelaskan kenapa dirinya bisa ada disini.
"Ah, benar kebetulan sekali,"
"Karena kamu sudah disini, kenapa tidak masuk bersama?"
"Ti... Tidak perlu, takut membuat orang salah paham,"
"Kamu kan Asistenku, orang-orang juga akan mengagap wajar jika kamu datang bersamaku, lagipula banyak kolegan Penting Perusahaan didalam sana yang harus di sapa, akan lebih baik jika kamu juga familir dengan mereka, karena mereka bisa saja akan sering bertemu kita kedepannya dalam beberapa Proyek,"
Menilai ucapan Atasannya itu cukup wajar, Alissya akhirnya setuju untuk masuk bersama dengannya.
"Baik, Pak Terimakasih banyak. Saya akan ikut dengan Bapak," kata Alissya dengan sopan.
Viktor hanya tersenyum, dan berkata,
"Ya, sama-sama. Sebenarnya aku cukup terkejut ketika melihatmu dengan pemapilan ini, ini cukup membuatku pangling, kamu sangat cantik,"
Alissya yang di puji itu merasa sedikit malu.
Memang, hari ini dirinya memakai make up yang lebih mencolok tidak seperti biasanya.
Masih merasa sedikit malu dengan dandanan seperti ini.
"Ah, Bapak bisa saja,"
"Aku serius, kamu sangat cantik,"
Alissya hanya membalas dengan senyuman, lalu segera berkata,
"Kita sebaiknya segera masuk saja,"
Viktor lalu sedikit mendekat kearah Alissya, membuat gadis itu sedikit gugup.
"Pak Viktor?"
Jarak wajah diantara mereka semakin dekat, tentu membuat Alissya gugup.
"Ah, ada serangan tadi di rambutmu," kata Viktor lagi,
Alissya yang sedikit takut dengan serangga itu tentu menjadi panik.
"Serangga? Ah...."
Alissya panik, dan malah menabrak Viktor didepannya.
Viktor lalu tertawa,
"Sudah tidak ada lagi, kamu tenang saja,"
Alissya yang menyadari posisinya salah, dan berada dalam pelukan atasannya itu, tentu saja merasa malu.
Dia segera menjauh sekali lagi, dan kembali memasang ekspresi biasanya.
"Aku hanya sedikit takut dengan serangga,"
"Tidak apa-apa, mari masuk saja,"
Viktor lalu mengandeng tangan Alissya, menariknya masuk tidak menunggu Alissya bisa mengelak.
Sepintas, Viktor menatap kearah belakang, ada beberapa orang dengan wajah familiar dari jarak yang cukup jauh.
Itu adalah Raka Anderson dan orang tuanya.
Mereka baru saja turun dari mobil dan melihat agedan barusan.
Raka tentu saja kaget melihat Alissya di peluk oleh Pamannya itu.
Masih tidak percaya dengan apa yang barusan dilihatnya.
__ADS_1
Ada perasaan tidak nyaman yang jelas dalam hatinya.
Itu Alissya bukan?
Kenapa dia berada disini?
Dan lagi dengan Pamannya Viktor...
Dan apa yang mereka lakukan barusan?
Berpelukan seperti itu...
Sedangkan Ibu Raka yang mengenali wajah wanita di depan tadi berkomentar,
"Heh, Raka apakah itu wanita yang belalangan di gosipkan denganmu itu? Lihat kelakuannya, benar-benar terlihat seperti wanita murahan, dia bahkan mengoda, Pamanmu,"
Raka berusaha menormalkan emosinya, lalu berkata,
"Dia bukan wanita seperti itu, itu pasti jelas salah paham,"
Ya, Raka masih percaya itu mungkin tidak seperti yang dilihat.
Hal-hal yang dilihat belum tentu sesuai dengan kenyataan yang ada.
Dirinya sudah belajar dari kesalahannya sebelumnya yang menuduh Suami Kak Emelin itu selingkuh hanya karena terlihat berpelukan dengan seseorang.
Dan dirinya sendiri juga mengalami disalah pahami hanya karena dirinya mengajak Kak Emelin ke Apartemennya.
Itu benar, apa yang di lihat, belum tentu benar.
Ya...
Alissya tidak seperti itu.
Raka terus mengulangi kata-kata itu dalam hati.
Tapi...
Bagaimana jika Alissya memang memiliki semacam perasaan pada Pamannya itu?
Apakah karena dirinya masih terlihat kekanak-kanakan dan tidak bisa di andalkan?
Dan lihat, Pamannya Viktor itu memang terlihat sosok dewasa yang bisa diandalkan dan bertanggung jawab.
Seperti sosok yang mungkin akan menjadi selera Alissya.
Memikirkan ini, membuat perasaan Raka jadi cukup rumit.
"Hah, kamu itu jelas sekali kelakuannya tapi kamu masih saja membelanya. Mama melarangmu dekat-dekat dengan gadis itu,"
"Mama apa-apaan, itu terserah aku mau dekat dengan siapa,"
"Raka, dengarkan apa kata Mamamu itu, kamu tidak tau bukan soal Identitas gadis itu yang sebenarnya?" Kata Ayah Raka dengan marah.
"Ya, Raka dengarkan aku, gadis itu cukup licik, jelas dia mencoba mendekatimu dengan maksud tertentu,"
"Tidak, dia tidak seperti itu," kata Raka dengan yakin.
Ya, kerena bukan Alissya yang mendekatinya selama ini, namun dirinya yang mengejar-ngejar Alissya selama ini.
"Raka kamu itu ya, susah sekali di bilangin, dengarkan Mamamu kali ini. Mama sudah menemukan calon Istri untukmu, dia adalah Putri dari kenalan Mama, dia adalah seorang gadis yang cantik dan baik hati dari Keluarga Kaya, kamu pasti tidak akan kecewa dengan pilihan Mama,"
Mendengar kata-kata Mamanya soal ingin menjodohkan dirinya itu, Raka tentu saja menjadi marah.
"Siapa yang mau di jodohkan! Aku tidak mau!! Aku akan menemukan calon Istriku sendiri,"
"Raka kamu ini ya, jika kamu memilih sendiri kamu hanya akan di tipu oleh seorang wanita yang mengincar hartamu saja,"
"Tidak!! Aku yakin dengan pilihanku sendiri,"
Mama Raka itu lalu tertawa mendengar ucapan Raka itu.
"Maksudmu, pilihanmu itu wanita yang tadi itu bukan? Dia adalah Alissya Callisto, Sepupu dari Antony Callisto Anak Haram itu dari pihak Ibunya. Dia segala di masukan ke Perusahaan oleh Kakaknya itu siapa yang tahu apa yang mereka rencanakan diam-diam, kamu pasti tidak tahu bukan?"
Raka tentu saja kaget dengan hal-hal yang barusan dirinya dengar itu.
"Apa? Itu tidak mungkin!!"
__ADS_1
"Apakah kamu tidak sadar? Bahkan nama Keluarga mereka sama, atau memang wanita itu sengaja membohongimu hah? Jelas, dia memiliki maksud tertentu mendekatimu, Raka kamu jangan terlalu naif,"
Raka benar-benar tidak percaya dengan apa yang dirinya dengar.
Alissya itu, adik sepupu dari Antony itu?
Bagaimana bisa?
Lalu, Alissya datang ke Perusahaan Anderson atas rekomendasi Kakaknya itu?
Dan sebuah rencana?
Rencana apa?
"Tidak!! Kalian bohong!!"
"Coba kamu cari tahu sendiri kalau tidak percaya. Jelas wanita bernama Alissya itu datang ke Perusahaan dengan maksud tertentu, dia menjadi Asisten Pamanmu Viktor bukan? Mungkin dia datang sebagai mata-mata, dan mencoba mendekati Pamanmu itu untuk menipunya, namun tidak hanya itu, dia juga mungkin di suruh mendekatimu untuk menimpumu dan memata-mataimu," kata Mama Raka dengan yakin.
Raka segera menutup telinganya.
Tidak ingin lagi mendegar omong kosong kedua orang tuanya itu.
"Tidak!! Itu tidak benar!!"
"Raka! Kamu itu harus menerima fakta ini!!"
"Tidak! Alissya tidak seperti itu!!"
Raka yang kesal dan masih syok dengan semua Informasi yang didengarnya itu, segera lari dan pergi dari tempat itu.
"Raka!! Dengarkan Mama!!" Teriak Mama Raka dengan emosi.
Sungguh, Putranya satu-satunya ini tidak bisa andalkan sekali, dia tidak kompeten sama seperti Ayahnya itu.
Benar-benar hanya bisa membuat masalah sejak masih kecil dan tidak begitu pintar, sehingga sering membuat kecewa Kakeknya itu.
Apalagi sikap nakal dan pembangkangnya itu yang tidak bisa di atur, dan suka membuat masalah, membuat Kakeknya tidak menyukai Putranya ini.
Sangat tidak bisa diandalkan.
Jika saja, Putranya ini bisa begitu pintar dan hebat, pasti posisinya di Perusahaan akan aman, dan dia akan menjadi Kesayangan Kakeknya, jadi mereka tidak perlu cemas dan tersiksa seperti ini karena posisi mereka terancam.
Putranya sungguh bodoh, bahkan tidak bisa bersaing dengan Putra Haram Thomas itu.
Hah...
Sayang sekali, dirinya dan suaminya ini hanya memiliki satu Putra.
Dulu ketika dirinya ingin memiliki anak kedua, Suaminya tidak mau.
Suaminya hanya ingin memiliki satu orang Putra, karena takut jika memiliki anak kedua, dan keduanya akan ada pertengkaran soal harta warisan antara Putra-putranya seperti yang dialaminya itu.
Cih, suaminya itu memang pengecut.
Dan sekarang mereka hanya memiliki Raka Putranya yang tidak berguna itu.
Setidaknya, dirinya ingin menemukan seorang Istri dari Keluarga Kaya yang cukup baik dan pintar dalam mengurus Bisnis yang bisa mendukung Raka putranya agar dia bisa mendapatkan Perusahaan Anderson menjadi milik mereka, juga akan menaikan posisi Raka didepan Kakeknya.
Namun siapa yang tahu, jika Raka itu malah bermain-main dengan seorang wanita miskin.
Tidak bisa dibiarkan.
Entah apa yang Alissya lakukan itu sampai membuat Putranya bisa tergila-gila padanya itu!!
Sungguh!!
Lihat saja, apa yang akan dirinya lakukan padanya nanti!
Dirinya akan memastikan untuk memisahkan wanita itu dari Putranya!!
Dia jelas tidak bisa dekat-dekat dengan Putranya!!
Dasar, licik dia sama liciknya dengan Kakak Sepupunya Antony itu.
Mereka jelas bersekokol untuk mencoba mendapatkan harta Warisan Keluarga Anderson.
Tidak bisa dibiarkan memang.
__ADS_1