Suami Bayaranku Yang Dingin

Suami Bayaranku Yang Dingin
Season 2 Episode 10: Keluarga Callisto (Part 1)


__ADS_3

Sore itu, sambil menikmati pemandangan matahari terbenam, Antony dan Emelin sudah duduk diatas kursi dengan berbagai hidangan khas laut.


Menatap menu-menu yang terlihat mengiurkan ini, Emelin sangat senang.


Namun juga dalam sebuah dilema.


"Kalau aku di beri makan seperti ini terus, aku akan benar-benar gendut,"


"Gendut apa? Kamu itu sangat kurus, bagaimana nanti kalau kamu hamil?"


"Hah, itu kan nanti."


"Tapi dengan pinggang sekecil itu, aku merasa setiap kali memegangnya, takut itu akan patah,"


"Astaga, Antony? Kenapa kamu berlebihan? Ini tidak kekecil itu! Ini masih berat seimbang, dan proporsional."


"Tapi menurutku kamu sangat kurus,"


"Nanti kalau aku berat, kamu tidak kuat mengendongku,"


"Pfffff... Kamu meremehkan kemampuanku?"


Mereka terlihat menikmati suasana disana, dan mulai berbicara banyak hal.


Kapal mereka saat ini berada di dekat pantai, jadi ada sinyal cukup.


Mereka berpikir untuk menelepon Alex.


Sebelumnya ingin menelepon Alex, namun Emelin ingat kalau Alex ada Les privat pada jam-jam itu.


Sekarang sudah jam segini, harusnya Alex mengagur?


"Aku akan segera menelpon Alex," kata Emelin dengan ceria.


"Tentu saja, kamu bisa."


Dan tidak lama sampai panggilan telepon itu diangkat.


"Hallo, Alex kamu apa kabar disana? Apakah kamu baik-baik saja di Rumah Kakek Buyutmu?"


'Alex baik-baik saja, semalam Kakek Buyut tidur dengan Alex lalu membacakan sebuah dongeng, dongeng itu sangat bagus,'


"Sepertinya kamu sangat menikmati berada disana?"


'Itu benar, Mama. Tadi Kakek Thomas juga datang, dan mengantar Alex Kesekolah,'


"Kakek Thomas?"


'Iya, Kakek Thomas juga sangat baik pada Alex, dia membelikan Alex sekotak coklat,'


Emelin sedikit tertawa melihat Putranya itu merasa sangat senang.


"Sepertinya kamu begitu dimanjakan disana? Apakah ada yang lainnya?"


'Tidak ada, Alex cukup nyaman disini. Halaman Rumahnya sangat besar, dan memiliki taman yang sangat indah, penuh dengan bunga, kata Kakek itu peninggalan Nenek Buyut Alex. Tadi juga Alex membuat mahkota dari bunga, itu ingin Alex berikan pada Mama,'


Mendengar Alex membuatkannya sesuatu itu, hati Emelin menjadi sangat senang.


Antony yang juga mendegar pecakapan itu juga senang, melihat Alex sepertinya betah disana, lalu ikut berbicara,

__ADS_1


"Alex kamu hanya membuatkan itu untuk Mamamu? Kamu tidak membuahkannya untuk Papamu?" Tanya Antony dengan nada bercanda.


'Hpmh, Papa kan laki-laki, Papa bisa membuatnya sendiri jika ingin,'


"Kamu, ini sangat pelit pada Papamu, benar-benar deh,"


Emelin yang melihat ekpersi cemberut Antony itu lalu tertawa.


Lalu Emelin kembali bertanya lagi pada Alex.


"Sekarang Alex sedang apa?"


'Saat ini, Alex sedang di rumah, Ma.'


"Di Rumah? Bukankah katanya kamu betah di Rumah Kakek Buyutmu? Kenapa kamu pulang?"


'Alex mengambil boneka Beruang Alex yang ketinggalan di Rumah, tidak nyaman tidur tanpa boneka itu,'


Emelin ingat, boneka beruang yang sering Alex peluk itu, sepertinya itu barang kesayangan Alex?


Namun seperti boneka itu sudah cukup usang?


Apakah sebaiknya dirinya membelikan Alex yang baru?


"Alex terlihat sangat menyukai boneka itu?"


'Tentu saja, ini adalah Boneka Kesayangan Alex, ini kan hadiah dari Mama!!'


"Dariku?"


'Benar, ini hadiah dari Mama jadi Alex akan selalu menjaganya, selalu menjaga hadiah dari Mama,'


Emelin tentu saja merasa tidak begitu ingat, lalu dirinya menatap kearah Antony.


"Itu hadiah ketika kamu pulang dari Luar Negeri, ketika ulang tahun ketiga Alex, dulu Alex sangat merindukanmu, lalu kamu memberikan boneka itu, kamu bilang jika kangen denganmu, Alex bisa memeluk boneka itu,"


Emelin lalu ingat, dirinya memang pernah memberikan boneka semacam itu pada Alex.


Itu hanya hadiah random yang dirinya dapatkan dari salah satu Fansnya, kala itu, dan kebetulan saat itu Pas Ulang Tahun Alex, karena terburu-buru, dirinya memberikan boneka beruang berwarna coklat itu.


Dirinya tidak pernah mengira kalau hadiah acak itu, akan selalu disimpan oleh Putranya.


Alex adalah anak laki-laki, biasanya anak laki-laki tidak menyukai sesuatu yang feminim seperti boneka.


Jadi begitu, Alex selalu memikirkan dirinya dari dulu.


Alex nya, malaikat kecilnya.


"Nanti setelah Mama pulang dari acara ini, Mama akan membelikan Alex hadiah lagi, yang sangat bagus,"


'Benarkah?'


"Tentu saja,"


'Yey!! Alex sangat menantikan hadiah dari Mama,'


Mereka bertiga lalu mulai bercakap-cakap dengan asik di telepon.


Kebetulan, Alex saat ini ada di Ruang Tamu, sedang duduk di sofa dan memeluk bonekanya sampai dia mendapat telepon dari Mamanya itu, lalu meletakkan bonekanya disalah satu sofa disana.

__ADS_1


Tiba-tiba ketika mereka asik berbicara ditelpon, ada beberapa orang yang menerobos masuk kedalam Rumah itu.


"Nyonya, tolong jangan masuk,"


"Apa-apaan sih kamu, hanya pembatu saja ribut-ribut dan berani mengusirku. Tolong panggikan itu manjikanmu untuk datang,"


"Nyonya, sudah saya bilang kalau Tuan sedang tidak ada dirumah."


"Aku tidak percaya omong kosongmu itu, hpmh,"


Wanita itu langsung menerobos masuk, bersama dengan Suaminya, lalu segera menuju ke Sofa dengan sombongnya.


"Bahkan jika Tuan Mu tidak ada, kamu setidaknya menyambutku dengan sopan. Apakah kamu tidak tahu siapa kami? Kami adalah Paman dan Bibi dari Tuanmu, jadi kami juga manjikanmu,"


"Maaf, Tuan dan Nyonya, Tapi Tuan Antony tidak mengijinkan siapapun untuk bertamu dulu ketika beliau pergi,"


"Hpmh, omong kosong."


Wanita itu terlihat tidak peduli, dan hendak duduk di sofa, namun kemudian dia melihat boneka usang di sofa yang menurutnya merusak pemandangan.


Wanita itu segera membuang boneka itu ke lantai.


"Hpmh, apa-apa benda jelek ini disini? Benar-benar merusak pemandangan,"


Dia lalu menginjak boneka itu.


Alex yang asik telepon akhirnya melihat kearah wanita itu dan boneka dilantai yang di tendang itu.


"Ah.... Boneka Alex...."


Disisi lain telepon, Emelin dan Antony yang mendengar Alex berteriak itu segera kaget.


"Alex? Hallo? Ada apa sayang?"


Namun tidak ada jawaban.


Jelas itu membuat Antony dan Emelin panik.


Ada apa?


Apa yang terjadi?


Sisanya adalah mereka mendengar Alex yang menagis.


"Antony? Apakah terjadi sesuatu di Rumah?"


"Tunggu, aku akan menghubungi pengasuh di Rumah untuk tanya apa yang terjadi,"


"Itu benar. Aku takut terjadi sesuatu lagi pada Alex,"


Antony segera menelpon pengasuh di Rumah dan bertanya apa yang terjadi.


"Ada apa ini? Kenapa telepon tiba-tiba putus?"


Pegasuh itu menjawab dengan ragu,


'Itu Tuan, tadi ada yang datang mengaku sebagai Paman dan Bibi Tuan, yang biasa datang itu, mereka memaksa masuk, lalu mereka menggagu Tuan Muda Alex, saya binggung harus bagaimana, mereka begitu ribut,"


"Apa kamu bilang? Mereka masih berani datang? Dan sekarang mengagu Putraku?"

__ADS_1


Tiba-tiba ekpersi Antony menjadi gelap, membut Emelin menjadi panik.


"Hey? Ada apa Antony? Jangan membuatku takut,"


__ADS_2