Suami Bayaranku Yang Dingin

Suami Bayaranku Yang Dingin
Season 2 Episode 59: Pesta Syukuran


__ADS_3

Disalah satu Aula Hotel Bintang Lima, terlihat tengah diadakan sebuah pesta besar.


Terlihat dari tamu-tamu yang hadir, itu bukan tamu-tamu biasa, mereka keluar dari mobil mewah masing-masing dan mengenakan pakaian Pesta yang tidak kalah mewah, menunjukan seberapa mewah pesta ini.


Juga beberapa wartawan turun datang untuk meliput Acara ini.


Dan saat ini, di Aula Pesta, Bintang Tamu dari Pesta itu, Emelin Smith dan Suaminya Antony Callisto tengah menyapa para Tamu Undangan, tentu saja lengkap bersama Alex yang duduk disamping mereka.


Alex terlihat memakai baju formal, dan terlihat sangat manis, lucu dan menggemaskan, setiap kali ada tamu menyapa tentu saja mereka tidak melupakan untuk menyentuh pipi chubby anak itu.


Sambal bilang betapa tampannya anak itu, membuat Alex terkadang akan malu sendiri.


Emelin mengundang banyak orang, termasuk teman-teman lamanya.


"Emelin, Selamat ya atas Kehamilanmu," kata salah satu teman Emelin itu.


"Ya, Terimakasih Lia, sudah datang,"


"Tentu saja, aku datang. Owh iya, aku menyampaikan Pesan dari Raisya juga, dia juga ikut senang atas Kehamilanmu, namun dia tidak bisa hadir dulu, kamu tahu kan soal Kehamilannya sekarang sudah memasuki Bulan ke Depan, jadi dia tidak bisa pergi-pergi dulu,"


"Ah iya, benar juga, sebentar lagi dia akan segera melahirkan,"


"Ya, mari kita mengujuginya jika dia lahiran nanti, aku tidak sabar melihat bayi Raisya nanti dia pasti akan begitu lucu,"


Emelin tertawa mendengar itu,


"Ya itu benar, aku akan kesana nanti mengunjunginya,"


"Tapi belakangan Raisya menjadi cukup cemas,"


"Kenapa?"


"Yah.... Kamu tahukah, ini kehamilan pertamanya, dia sempat curhat kalau dia sedikit takut ketika melahirkan nanti,"


"Pfffff... Bilang padanya, tidak ada yang perlu di takutkan. Semua akan baik-baik saja, minta saja Suaminya nanti untuk menemaninya ketika melahirkan,"


"Wow, kamu benar-benar pengalaman, kamu pernah melahirkan sebelumnya,"


"Ahaha... Ya, saat Putra pertamaku, itu memang sedikit sulit, apalagi ketika masa persalinan, namun selalu ada Suamiku yang mendampingiku, benar sayang?" Kata Emelin sambil meyengol Antony di sampingnya.


Antony lalu tersenyum,


"Ya, aku akan selalu menemanimu,"


Lia lalu tertawa melihat betapa mestranya pasangan didepannya itu.


"Astaga, kalian sangat manis..."


Emelin sendiri juga jadi ingat kenangan ketika dirinya berada di Rumah Sakit, menjelang Persalinan.


Jelas, itu ada kontraksi berat, dirinya bahkan sempat berpikir tidak sanggup lagi saat itu.


Namun Antony selalu mengegam tangannya, seolah memberinya semangat dan kekuatan, dia selalu disampingnya saat itu, sebelum Operasi, bahkan ketika Operasi.


Jelas, dirinya takut saat masuk ke Ruang Operasi...


Memikirkannya sakarang, itu menjadi salah satu memory manis yang tidak akan terlupakan.


Dulu, dirinya saja yang tidak menyadari sikap perhatian Antony yang diam-diam itu, mungkin juga karena Antony tidak terlalu bisa menujukan perasaannya, jadi dirinya selalu mengira sikap Antony begitu dingin.


Emelin terlihat senang pada Acara kali ini, menyapa Tamu satu demi satu.


Sampai, salah satu wajah kenalan Lama Emelin juga datang.

__ADS_1


Awalnya, Antony tidak begitu mengenal tamu-tamu yang datang, hanya kadang ada beberapa kolega Perusahaan Undangan dari Kakeknya.


Dirinya memang tidak memiliki banyak teman, jadi tidak mengundang begitu banyak. Berbeda dengan Emelin, yang memang memiliki begitu banyak kenalan di dunia orang-orang Kaya.


Jadi, Pesta ini juga sangat Pas bagi Emelin, untuk memperkenalkan Suami dan Putranya pada Kenalan dan Teman-teman lamanya itu.


Namun melihat wajah salah satu tamu itu membuat ekpersi Antony langsung dingin.


"Ah, Kak Cynthia apa kabar?" Kata seorang wanita cantik yang terlihat anggun dengan gaun berwarna biru muda miliknya.


"Aku baik-baik saja. Hmm, aku benar-benar tidak mengira kamu menikah dengan Tuan Muda Keluarga Anderson, kalian terlihat sangat serasi,"


"Ah, Kakak bisa saja, Kak Cynthia juga sepertinya sudah Menikah dengan Pria yang baik," kata Emelin sambil menagap seorang Pria di samping tamannya itu.


"Ah, benar aku belum memperkenalkanmu padanya bukan? Ini Suamiku, Geovanni Dirgantara," kata Cynthia memperkenalkan Suaminya itu.


Geovanni tersemyum ramah dan menyapa Emelin, dan menjabat tangannya sebentar.


"Salam kenal, Emelin kamu sangat cantik sekali lebih cantik dari pada yang di foto,"


"Ah, Kak Geovanni bisa saja, lebih cantik Kak Cynthia tentu saja,"


Geovanni segera merangkul Istrinya itu, lalu berkata,


"Hmm, tentu saja Istriku tidak ada duanya," katanya bersikap sedikit manja, namun tatapannya sedikit tidak bisa berlalih dari menatap Emelin.


Dirinya mengakui, Istri Antony musuhnya ini memang sangat cantik, pantas saja Antony sialan itu terlihat rela melakukan apa saja untuk Istirnya itu.


Sangat sia-sia wanita secantik ini menikah dengan orang menyebalkan itu.


"Sayang, kamu bisa saja," kata Cynthia sedikit merasa malu.


"Istriku sudah banyak cerita soal kamu Emelin, kalian sepertinya teman lama yang cukup baik,"


"Itu bukan apa-apa, Emelin,"


"Ah, Ya aku belum sempat memperkenalkan Suamiku, Antony ayo sapa mereka," kata Emelin yang melihat Antony dari tadi diam saja, tidak seperti sebelumnya.


Tentu ini membuat Emelin heran.


Kemudian, Geovanni menyapa Antony.


"Aku sudah kenal dengan Suamimu, bagaimanapun juga sebagai sesama Pengusaha, mana mungkin aku tidak kenal dengan CEO Keluarga Anderson? Kita sering bertemu dibeberapa tempat, benar bukan Pak Antony?" Kata Geovanni sambil tersenyum sok akrab pada Antony.


Antony disini mencoba mengendalikan emosinya.


Sungguh, dirinya tidak pernah berpikir orang kurang ajar ini berani datang ke Pesta miliknya.


Tidak tahu malu, apalagi setelah apa yang orang didepannya ini mungkin lakukan pada Istrinya.


Namun Antony tahu, ini bukan tempat yang tepat untuk marah, ada begitu banyak mata dan wartawan disini.


Dirinya tidak ingin merubah suasana Pesta yang hangat ini gara-gara sampah seperti Geovanni ini.


"Ya, saya juga tidak mengira kalau Pak Geovanni datang kesini dengan Istrinya," kata Antony dengan sikap sopan.


Tentu saja, Geovanni masih tersenyum lalu berkata,


"Ya, ya kebetulan sekali Istri kita saling mengenal, sungguh kebetulan yang tidak terkira, owh iya kami mengucapkan Selamat atas Kehamilan Istrimu Emelin, semoga bayi nya nanti bisa lahir dengan lancar, dan tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan,"


Antony yang menatap senyuman palsu dan licik itu benar-benar marah, dan berusaha keras menahan emosinya.


Dirinya jelas kata-kata barusan seolah seperti nada peringatan.

__ADS_1


Sialan!!!


Emelin yang tidak tahu apa-apa masih bercakap-cakap dengan Cynthia sampai beberapa saat, lalu kemudian pasangan itu pergi.


Emelin lalu duduk dikursi karena merasa sedikit lelah.


Antony yang melihat dua orang itu pergi, lalu berkata dengan Emelin,


"Emelin, aku memintamu untuk hati-hati dengan Pasangan tadi,"


Emelin tentu tidak tahu apa maksud Antony, lalu bertanya,


"Maksud kamu apa?"


"Itu, Cynthia dan Suaminya Geovanni, terutama Suaminya itu, dia berasal dari Perusahaan Musuh Keluarga Anderson,"


Emelin lalu menunjukkan ketidak percayaannya.


"Apa katamu? Namun Kak Cyntia itu...."


"Yang aku maksud bukan Istirnya, mungkin Istrinya malah tidak tahu kelakuan Suaminya di belakangnya, yang jelas hanya harus hati-hati pada Geovanni itu, dia berbahaya,"


"Baik, aku mengerti,"


Emelin benar-benar kaget dengan berita ini.


Betapa sialnya, Kak Cynthia itu kalau sampai hal yang dikatakan Suaminya itu benar.


Padahal Kak Cynthia adalah orang yang lembut dan baik hati.


####


Di tempat lainnya, Alissya yang juga di undang ke acara itu, tentu saja menjadi sedikit cemas ketika tiba di depan Hotel setelah naik taksi.


Apalagi melihat beberapa tamu undangan yang masuk, semua memakai mobil mewah, dan lagi pakaian yang mereka pakai sangat mewah dan mahal.


Dirinya selalu merasa, tempat seperti ini tidak cocok untuknya yang merupakan orang biasa.


Kalau dirinya tidak diberikan Gaun yang begitu Indah oleh Istri Kakak Sepupunya itu, dirinya mungkin tidak akan memiliki Gaun yang akan cocok dengan Pesta Besar seperti ini.


Alissya sekali lagi, menatap gaun berwarna merah muda yang dipakainya itu, baju ini jelas sangat mahal, mungkin gajinya sebulan tidak akan mampu untuk membelinya.


Bahkan sepatu yang dipakainya ini terlihat sangat mahal, ini satu set dengan baju yang Istri Kakak Sepupunya itu berikan.


Dan beruntung ukuran sepatu mereka pas.


Alissya lalu segera membuka Tasnya dan mengambil sebuah cermin, untuk melihat apakah dandanannya berantakan atau tidak.


Melihat tampilannya sudah cukup rapi, Alissya merasa cukup percaya diri.


Setidaknya dengan ini, dirinya tidak akan terlalu memalukan.


Bagaimanapun juga, ini adalah Pasta milik Kakak sepupunya yang banyak menolongnya, itulah kenapa dirinya harus hadir di acara ini.


Alissya segera bersiap untuk menyebrang jalan menuju ke hotel di seberang.


Melihat kearah jam tangannya, sepertinya sebentar lagi acara akan dimulai.


Dia berjalan cukup buru-buru ingin segera memasuki hotel.


Namun sepatu high heels terlihat sangat merepotkan.


Alissya hampir saja tersandung jatuh, namun untungnya ada seseorang yang menangkapnya tepat sebelum Alissya jatuh.

__ADS_1


Wajah Familiar itu, membuat Alissya kaget.


__ADS_2