
Emelin berjalan menuju kamar mandi bersama dengan Raka, sambil sesekali mengobrol.
"Ya ampun, Raka teman-temanmu masih sama seperti dulu, tidak berubah sama sekali, kalian masuk suka beramain-main?"
"Haha... Kita hanya masih menikmati hidup saja sih Kak, di bawa santai saja,"
"Kapan serius menikah kalau begitu hmm?"
"Ya, ampun? Kenapa musti buru-buru pula,"
Mereka terlihat asik mengobrol hingga saat merada di lorong mereka berdua melihat adegan yang mengejutkan.
Itu adalah wajah yang familiar...
Terlihat Antony sedang berciuman dengan seorang wanita...
Tunggu....
Itu Isabella....
Emelin yang tadinya masih tersenyum dan bercanda dengan senang hati itu, tiba-tiba wajahnya menjadi pucat.
Raka yang awalnya menatap Emelin, tentu saja kartu dengan perubahan ekpersi pada Emelin itu, lalu menatap kearah yang Emelin tatap.
Raka tidak mengira adegan yang dilihatnya adalah sepupunya berciuman dengan Isabella!!
Bagaimana mereka bisa melakukan?
Di sini?
Ditempat ramai!!
Belum lagi, jelas Sepupunya ini sudah memiliki Kak Emelin!!
"Kak... Mereka.... Mereka begitu Berani!!! Sungguh kurang ajar!!"
Emelin sejujurnya tidak pernah menyangka akan apa yang dilihatnya itu.
Bagaimana bisa, Antony mencium wanita lain?
Terlebih itu adalah Isabella....
Dirinya percaya Antony bukan Pria seperti itu, namun kenapa?
Kenapa dia berciuman dengan Isabella dari semua orang?
Padahal dirinya sungguh percaya pada Antony.
Dari semua orang...
Kenapa Antony bisa....
Perasaan sakit muncul dihati Emelin, perasaan marah, cemburu, keputusan, dan perasaan di khianati...
Semua perasaan negatif mulai muncul dalam benak Emelin.
Lalu Emelin kembali teringat sebuah foto yang masih Antony simpan di ujung kamarnya...
Foto Antony dengan Isabella ketika mereka masih Kuliah....
Memikirkannya lagi....
Apa mungkin Antony masih menyimpan sesuatu pada Isabella?
Apakah masih ada perasaan dari Antony untuknya?
Tapi kenapa...
Kenapa harus Isabella sialan itu??
Dirinya merasa Isabella bukan hal yang baik....
Seolah kebersamaan barusan dengan Antony adalah sebuah ilusi yang tiba-tiba runtuh...
Ini...
Ini bukan pertama kalinya dirinya dikhianati seperti itu...
Apakah itu pacar pertamanya?
Kekasih keduanya?
Atau bahkan terakhir ketika melihat Claudia yang bersama Daniel?
Hatinya sudah mulai sedikit tenang, dan menerima Antony...
Namun kenapa dirinya harus melihat hal-hal seperti ini lagi?
__ADS_1
Dirinya tidak bisa terbiasa...
"Kak, Emelin kita tidak bisa membiarkannya!!"
Kata-kata Raka membuat Emelin tersadar dari lamunannya.
Itu benar, kenapa dirinya hanya menonton seperti orang bodoh!
Dirinya tidak bisa menerima ini....
Emelin lalu bersama Raka mendatangi mereka.
"Antony apa-apaan ini!!"
Emelin sedikit melihat, Antony mencoba mendorong Isabella disana.
Tatapan mereka bertemu, Antony melihat Emelin, lalu disamping Emelin ada Raka.
Tiba-tiba perasaan marah muncul dalam hati Antony...
Dirinya barusan dijebak, karena tubuhnya tiba-tiba terasa lemas, Isabella tiba-tiba memaksa menciumnya.
Perasaannya masih begitu rumit memikirkan soal foto yang ditujukan oleh Isabella.
Kepalanya sangat pusing, saat ini Antony tidak bisa berpikir dengan jernih hanya kepalanya tiba-tiba saja penuh dengan kemarahan.
Tentang apa hubungan Emelin dengan Sepupunya itu...
Lalu....
Isabella yang mengigatkannya akan fakta bahwa hubungan pernikahan antara dirinya dan Emelin hanyalah Pernikahan Kontrak...
"Antony, lihat Istrimu malah sedang bersama Raka, bukankah ini sesuatu?"
"Diam!!" Antony mendorong lari Isabella yang berniat mendekatinya.
Emelin mendegar ini, tentu saja juga marah,
"Apa-apa kamu Isabella!! Kamu sudah aku peringkatkan untuk tidak dekat-dekat dengan Suamiku Antony!! Namun kamu masih begitu berani!! Kamu benar-benar wanita tidak tahu malu!!"
"Suami apa huh? Suami Kontrak? Aku tahu Antony hanya Suami Kontrakmu! Pernikahanmu hanyalah sandiwara!!"
"Diam kamu Isabella!! Kamu tidak tahu apa-apa...."
Antony sendiri tidak bisa mendengar apa yang mereka berdua katakan karena badannya begitu tidak nyaman, dan kepalanya terasa sangat pusing, tubuhnya menjadi lebih panas.
Emelin yang marah, melampiaskan perasaan marahnya itu dengan menampar Isabella.
"Dasar! Kamu Isabella wanita murahan tidak tahu diri!!"
Terjadi beberapa pertengkaran disana, Raka sendiri mencoba melerai mereka, takut-takut Emelin malah terlibat masalah.
"Lepaskan Aku Raka!! Biarkan Aku membuat perhitungan dengan wanita tidak tahu malu ini!!" Kata Emelin penuh emosi mencoba terlepas dari pegangan Raka.
"Kak, dengarkan aku, jangan membuat kekacauan aku takut nanti akan ada orang lewat dan mengambil gambar jika sampai tersebar gosip dan rumor yang tidak-tidak ini akan bahaya...."
"Aku tidak peduli!!"
Antony perlahan mengembalikan kesadarannya, namun hal pertama yang dia lihat lagi adalah Emelin yang berada dalam pelukan Raka...
Perasaan cemburu dan kemarahan muncul...
Apa hubunganmu dengan Raka ini, Emelin?
Apakah kamu hanya benar-benar mengagapku sekedar Ayah dari Putramu, dan tidak lebih?
Kamu seharusnya milikku...
Kamu hanya milikku...
Kamu tidak bisa membiarkan orang lain menyentuhmu atau dekat-dekat denganmu....
Kamu adalah Istriku....
Antony yang begitu kesal dan hatinya dipenuhi rasa marah itu, tiba-tiba langsung memukul Raka, hingga Raka terpental.
Emelin atau Isabella tidak mengira hal-hal itu terjadi, apalagi Raka yang kena pukul.
Mendapat pukulan tiba-tiba itu, Raka juga menjadi marah.
Apa-apa Sepupunya ini!
Sudah ketahuan berbuat yang tidak-tidak, malah sekarang memukulnya?
Banyangkan perasaan Kak Emelin sekarang!!
Namun Sepupunya ini malah bertindak tidak jelas?
__ADS_1
"Antony!! Kamu apa-apaan Hah!!"
Raka bangun lalu memukul juga pipi Antony, hingga Antony terpojok di dinding.
"Raka hentikan!!"
"Kak! Kita tidak bisa membiarkan orang ini seenaknya!! Kakak tidak lihat apa yang dia lakukan dengan wanita murahan itu?" Tujuk Raka dengan Emosi.
Isabella juga menjadi marah disebut wanita Murahan.
"Apa katamu? Emelin itu yang hanya menikah Kontrak dengan Antony!! Hubungan pernikahan mereka hanya sebatas Kontrak!! Tidak lebih, jadi tidak ada yang salah dariku dekat dengan Antony!!"
"Isabella!! Kamu sungguh berani ya!!" Emelin juga menjadi marah.
Antony yang masih linglung itu, lalu tiba-tiba menarik tangan Emelin, agar Emelin tidak dekat dengan Raka lagi.
"Ikut aku!! Dan kalian diam!! Ini masalah antara aku dan Emelin! Kalian tidak berhak ikut campur!" Kata Antony lagi dengan marah.
Isabella mencoba mencegah Antony pergi, namun tangannya juga di tarik oleh Raka.
"Raka! Tolong urus dia! Aku akan mengurus ini dengan Antony, kami pergi bicara empat mata sepertinya,"
Raka yang tidak begitu mengerti situasinya hanya mengiyakan, lalu Karen kebetulan ada kamar mandi dekat itu, dia segera memasukan paksa Isabella kedalam sana, dan menguncinya dari luar.
Lalu meletakkan lebel jangan di buka didepan pintu kamar mandi.
"Keluarkan aku!! Keluarkan!!"
"Diam saja kamu sialan!!" Kata Raka marah.
Raka lalu hanya bisa menatap kepergian Emelin dan Sepupunya Antony yang menaiki lift di ujung lorong.
Dirinya hanya bisa berharap masalah mereka selesai.
Ukhh...
Urusan Rumah Tangga benar-benar rumit...
Dan apa-apa yang Isabella katakan itu!
Pernikahan Kontrak Apa?
Ya ampun...
Apakah benar Kak Emelin hanya menikah Kontrak?
Astaga...
Sepertinya Pernikahan Kak Emelin begitu rumit.
####
Didalam lift, Emelin jelas merasakan pergelangan tangannya menjadi begitu sakit karena Antony terus mencengkram tangannya dengan erat.
"Antony... Lepaskan ini sakit...."
Antony sendiri saat ini dalam keadaan pikiran tidak begitu jernih, hanya masih penuh dengan kemarahan, lalu mulai membentak Emelin,
"Apa? Kamu masih ingin bersama dengan Raka itu? Hah?"
"Apa maksudmu?"
"Apa hubunganmu dengan Raka-Raka itu? Apakah dia Selingkuhan barumu?"
Mendengar itu, jelas Emelin merasa marah dan tersinggung, padahal jelas dirinya yang melihat Antony berciuman dengan Isabella, namun kenapa malah Antony yang menuduhnya tidak jelas seperti ini?
Seharusnya dirinya yang marah melihat Antony bersama dengan wanita lain.
Namun apa ini?
Antony berani malah menuduhnya selingkuh?
"Kamu!! Jangan bicara sembarangan!!" Kata Emelin lalu menampar Antony.
Lalu Antony hanya tertawa sendiri,
"Emelin... Kenapa sekarang kamu mulai berani denganku? Aku sudah cukup toleran dengan semua hal yang kamu perbuat sampai sekarang.... Namun kamu selalu bisa menguji aku sampai batas emosiku!!"
Antony sekarang mulai mencekam tangan Emelin, lalu keluar dari lift.
"Lepaskan!! Mau kemana kita!!"
"Itu bukan urusanmu!!"
Tidak lama, mereka sampai didepan salah satu kamar di hotel itu, Antony mengeluarkan kartu didalam dompetnya lalu membuka kamar itu, menyeret masuk Emelin kedalam, dan mengunci pintunya.
"Antony!!! Apa-apa kamu!!"
__ADS_1
Saat ini tubuh Antony terasa semakin panas, beberapa bagian tubuhnya terasa sangat tidak nyaman...
Antony lalu menatap Emelin, didepannya....