
Seperti rencana mereka berdua, sekarang Antony dan Emelin segera sampai di Rumah Sakit tempat mereka akan konsultasi.
Sebelumnya mereka memang sudah melakukan reservasi, jadi begitu mereka datang, mereka tidak perlu mengantri lagi, hanya prosedur pendaftaran ulang, kemudian tidak lama mereka di panggil ke ruangan dokter.
Sampai di ruang dokter, Emelin menjelaskan soal keinginannya untuk segera hamil, dan meminta saran dari dokter.
"Baik, mari sebelumnya kita akan melakukan pemeriksaaan terlebih dahulu untuk Bapak dan Ibu, silahkan nanti ikuti Perawat kami ke tempat yang di sediakan," kata dokter itu dengan ramah.
"Baik, Dokter. Kami akan melakukan pemeriksaan,"
Dokter itu juga segera memberikan Emelin beberapa lembar kertas.
"Untuk apa ini dokter?" Tanya Emelin binggung.
"Nanti disini Bapak dan Ibu harus mengisi quetonoer juga, ini hanya pertanyaan sederhana soal kebiasaan... Suami Istri dalam berhubungan, karena ini juga akan mempengaruhi proses perencanaan kehamilan Ibu,"
Emelin lalu menatap salah satu pertanyaan itu, dan tiba-tiba merasa malu sendiri.
Emelin segera menyerahkan satu lembar itu untuk Antony.
Antony menerimanya tanpa keberatan apapun.
Dan segera, seorang perawat datang dan mengantar Emelin dan Antony ke tempat terpisah, untuk pemeriksaan masing-masing.
Ternyata butuh waktu cukup lama sampai pemeriksaan selesai.
Ini hampir setengah jam lebih setelah Emelin memasuki Laboratorium.
Yang di periksa ternyata tidak hanya sekedar soal rahimnya, namun kesehatan secara menyeluruh, lebih mirip Chek Up.
Emelin yang keluar dari Laboratorium melihat kalau Antony sudah duduk di ruang tunggu.
"Kamu sudah selesai duluan?"
"Tidak, sebenanya aku juga baru saja keluar,"
Emelin lalu duduk di samping Antony yang saat ini mulai mengisi kuesioner sebelumnya.
"Aku tidak mengira prosedurnya begitu panjang,"
"Ya, aku sudah menduga ini sih, karena memang jika perencanaan seperti ini bukan hanya akan kamu yang di periksa namun juga aku,"
"Tapi aku yakin kamu baik-baik saja, lagipula sebelumnya lancar-lancar saja,"
"Anggap saja hanya formalitas,"
Emelin lalu mengeggam tangan Antony.
"Terimakasih telah mau ikut hal-hal merepotkan ini, aku tahu kamu sebenarnya sangat sibuk,"
Antony hanya tersenyum lalu berkata,
"Apa yang merepotkan hmm? Tentu saja tidak, aku juga sebenanya sangat ingin memiliki anak kedua denganmu. Kali ini, anak kedua kita, akan kita buat dengan sepenuh hati, bukan karena kecelakaan atau hal-hal yang tidak direncanakan, namun itu karena murni keinginan kita berdua,"
"Hmm, kamu benar. Sepertinya masih menunggu cukup lama sampai hasilnya keluar,"
"Ya, isi saja dulu kuesionernya,"
Mereka berdua pun dengan patuh segera mengisi kuesioner itu sambil menunggu hasil dari Laboratorium.
Dan satu hal lebih akhirnya berlalu, mereka berdua kembali ke Rumah Dokter.
Dokter itu menatap hasil kertas di hadapannya dengan ekpersi binggung.
__ADS_1
Itu jelas membuat Emelin sedikit gugup, namun Antony memegang tangan Emelin dengan erat, mencoba menenangkan Istrinya itu.
Seolah berkata, 'Semua akan baik-baik saja,'
"Jadi bagaimana hasil pemeriksaan kami? Apakah ada masalah serius?"
Namun dokter itu tidak menjawab, dan hanya tersenyum.
"Sebenarnya ini di luar dugaan kami,"
Mendengar itu, Emelin menjadi semakin cemas.
Apakah rahimnya bermasalah semenjak operasi itu?
Dirinya dengar, setelah beberapa orang mengalami keguguran, cukup sulit untuk benar-benar bisa hamil lagi, terutama dirinya yang sebelumnya pernah mengalami masalah saat melahirkan Alex.
Sepertinya kondisi rahimnya cukup rawan dan lemah.
Ini membuat dirinya semakin khawatir.
"Jadi apa hasilnya? Langsung ke intinya saja," tanya Antony dengan tidak sabar, karena Emelin terlihat cemas itu, tentu saja dirinya menjadi tidak suka.
"Jadi begini, Selamat pada Nyonya Emelin saat ini ada sedang hamil, jadi tidak perlu lagi melakukan perencanaan lagi,"
Emelin menatap Dokter itu dengan ekpersi heran, lalu berbalik menatap Antony yang juga memiliki ekpersi kaget sekaligus heran.
"Eh? Apakah tidak salah? Ini tidak mungkin, baru beberapa hari lalu kami memeriksa dengan testpack dan hasilnya negatif,"
Doktor itu hanya mengaguk, dan mulai menjelaskan lagi,
"Jadi begini, karena Kehamilan Nyonya Emelin masih di tahap sangat awal, bisa jadi alat seperti itu terkadang tidak begitu akurat. Ini baru sekitar satu minggu pertama,"
"Jadi... Jadi saya benar-benar hamil?"
Emelin yang mendengar kabar itu tentu saja menjadi begitu kaget.
Dirinya langsung menatap ke Antony, dan segera memeluknya.
Dirinya tidak tahu bagaimana mengungkapkan kebahagiaannya ini, ini sungguh mengejutkan sampai dirinya tidak mengiranya.
Sekarang, dirinya akhirnya hamil anak Antony lagi....
Buah cinta mereka....
Calon anak dari Suami yang begitu dirinya cintai, akhirnya tumbuh didalam dirinya.
Antony juga tidak bisa menahan kebahagiaannya, dirinya menjadi sangat senang dengan kabar ini.
Sejujurnya, dirinya juga tidak menyangka akan secepat ini.
Namun ini benar-benar sebuah anugrah terindah lain dalam hidupnya.
Dirinya dan Istrinya yang paling di cintainya, sekali lagi diberikan kepercayaan untuk memiliki anak kedua mereka.
Antony benar-benar bersumpah, kejadian yang sebelum-sebelumnya tidak akan terjadi lagi.
Mulai sekarang, dirinya akan memastikan keamanan Emelin secara penuh, akan menjaganya sebisa dirinya.
Dokter itu lalu memberikan foto hasil USG Emelin.
"Ini adalah hasil USG Nyonya Emelin, saat ini janinnya masih begitu kecil, lihat ini masih sangat-sangat kecil,"
Emelin dan Antony lalu mengabil foto itu, ya benar saja didalam foto itu, memang ada semacam gumpalan yang masih sangat kecil.
__ADS_1
Calon kehidupan baru....
Melihat gambar itu, hari Emelin dan Antony menjadi sangat bahagia.
Ini...
Ini benar-benar calon anak mereka...
Kehidupan kecil yang sedang berusaha untuk tumbuh.
Ketika mereka berdua fokus dengan foto itu, Dokter kembali melanjutkan nasehatnya,
"Karena ini baru awal ini benar-benar saat-saat yang paling penting, alangkah lebih baik jika Ibu Emelin bisa lebih banyak Istirahat lagi, dan juga saat masa kehamilan awal ini alangkah lebih baik jika Bapak dan Ibu mengurangi dulu aktivitas hubungan kalian, saya melihat dari hasil kuisioner kalian terlihat cukup antusias,"
Mendengar itu, wajah Emelin menjadi memerah karena merasa sangat malu.
Memang, suaminya ini terlalu agresif dan begitu manja.
"Tentu saja, akan coba kami kurangi,"
Antony hanya bisa mengaguk patuh.
Yah, tidak apa-apa sementara ini, harus sabar.
Setelahnya, dokter itu mulai meresepkan beberapa vitamin untuk Emelin.
Begitu keluar dari Rumah Sakit dan sampai di mobil, Emelin sejujurnya masih tidak percaya dengan kabar ini.
"Astaga, Antony. Aku benar-benar sedang hamil?"
"Iya, itu benar,"
"Hmm, aku benar-benar sangat senang mendengar ini, dan lagi saat ini kamu bersamaku, aku benar-benar bahagia juga bisa berbagi kabar ini denganmu. Sungguh, dulu saat aku tahu kehamilan keduaku, saat itu kamu di Luar Kota, walaupun aku ingin segera memberitahumu, namun aku menahan diri karena ingin memberimu kejutan, namun siapa yang tahu bahwa...."
Melihat ekspresi Emelin yang tiba-tiba menjadi sedih itu, tentu saja Antony merasa tidak nyaman.
"Sudah, kamu jangan terlalu memikirkan hal-hal yang sudah berlalu. Sekarang fokus saja pada kehamilanmu sekarang,"
Emelin merubah ekpersinya, dan kembali tersenyum, lalu mulai berkata,
"Kamu ada benarnya juga. Ngomong-ngomong, aku selalu ingin menanyakan ini,"
"Apa yang ingin kamu tanyakan?"
"Menurutmu, calon anak kita ini laki-laki atau perempuan?"
Antony terdiam sejenak,
"Kamu selalu mengiginkan seorang anak perempuan bukan? Aku harap ini perempuan, dan dia akan menjadi sangat cantik dan mirip denganmu,"
Emelin sedikit tertawa,
"Ya, aku harap begitu. Namun bagaimana jika ini laki-laki?"
Antony lalu tertawa sambil mengelus perut Emelin.
"Tidak apa-apa jika ini laki-laki, aku akan tetap sangat senang, dan lagi kita berdua selalu bisa membuat yang berikutnya,"
Emelin lalu sedikit memukul suaminya itu,
"Kamu benar-benar tidak tahu malu, hmph,"
Keduanya lalu tertawa bahagia, benar-benar menikmati hadiah tidak terduga ini.
__ADS_1