
Antony melihat wanita didepannya ini, sekilas otaknya blank, memanggilnya dengan gugup,
"Emelin?"
"Ya ya, kenapa kami disini?" tanya Emelin lagi dengan wajah penasaran.
Tentunya, dari semua tempat dirinya benar-benar tidak akan menyangka akan bertemu dengan Antony suaminya di Perusahaan Anderson ini.
Dirinya begitu kaget, apakah Suaminya bekerja di Perusahaan ini atau sesuatu?
Tapi dia bilang dia bekerja di Sebelah Perusahaan Parfum.
Hmm, ini aneh?
Apakah Antony berbohong?
Antony yang ditanya itu seven cukup binggung harus menjawab apa.
Sekarang belum saatnya untuk mengungkapkan hal-hal seperti ini, apalagi momentumnya kurang tepat.
Antony mulai berpikir keras dalam waktu singkat itu, lalu sebuah ide muncul dibenaknya.
"Aku... Aku melakukan tugas kesini. Ini menemani Atasan mengantarkan berkas dari Perusahaan cabang untuk atasan disini, semacam sesuatu seperti itu, benar bukan?"
Antony lalu menatap dua orang dibelakangnya dengan tatapan tajam, seolah mengatakan,
'Jawan Iya atau aku pecat,'
Dua orang itu saling berpandangan dengan binggung, namun melihat tatapan tajam dari Presder mereka, membuat mereka merasa sedikit takut. Lalu dengan gugup, Sekertaris Antony itu menjawab.
"Iya, benar. Sesuatu seperti itu."
Emelin yang mendengar jawaban Antony juga mulai memikirkannya.
Memang, Anderson Group memiliki banyak Perusahaan Cabang, salah satunya mungkin bergerak membuat produk Parfum Branded dan Produk perawatan kecantikan?
Masuk akal untuk Antony disuruh atasnya kesini mengantarkan berkas atau sesuatu.
"Ah begitu? Dan dua orang ini...."
Antony langsung berpikiran keras.
"Mereka rekan kerjaku. Yang ini adalah Atasanku." Kata Antony sambil menunjuk ke Pria parubaya disampaignya itu.
Pria itu hanya menggaguk ringan, tanda persetujuan.
"Ah, salam kenal Pak Direktur dan Nona Rekan Kerja Antony. Saya Emelin Smith, Istri dari Antony." Kata Emelin dengan sopan kepada dua orang itu.
Ekpersi dua orang itu menunjukan keterkejutannya, tidak paham dengan apa yang baru saja mereka dengar.
Istri Pak Presdir?
Apa mereka tidak salah dengar?
Kapan Pak Presdir menikah?
Mereka berdua benar-benar tidak percaya dengan apa yang barusan mereka dengar!!
"Istri?" Kata Pria Parubaya itu dengan kaget.
Menatap kedua orang itu dengan ekpersi kaget, Emelin lalu sadar akan yang barusan dirinya katakan.
Ah, benar juga pernikahan antara dirinya dan Antony tidak ada yang tahu, jadi selama ini mereka menyembunyikannya.
Namun sekarang tidak perlu lagi ada yang disembunyikan.
Ini pasti juga berita yang cukup mengejutkan untuk rekan-rekan kerja Antony bukan?
"Ah, begitulah. Aku adalah Istrinya, ada beberapa hal dalam Keluarga kami, jadi kami tidak mengungkap ini pada Publik, soal Pernikahan, kami. Benar begitu, Antony?"
Antony menatap dengan dingin kearah dua bawahannya itu seolah mengatakan untuk tidak banyak bertanya, lalu menjawab,
"Benar. Dia adalah Istriku."
Mendengar kata-kata Pak Presdir mereka membenarkan kata-kata wanita barusan, ini menjadi sebuah kejutan lainnya!!
Jadi Pak Presdir benar-benar sudah menikah?
Astaga, bukankah ini gosip besar?
Pak Presder yang selama ini terlihat menjauhkan diri dari pada wanita itu sebenernya sudah menikah!!
Tidak... Tidak lebih tepatnya, alasan Pak Presdir mereka menjauhkan dirinya dari para Wanita karena dia sudah menikah.
Owh, Astaga....
__ADS_1
Sekarang ini masuk akal, bagaimana dia selalu menjauh dan selalu menjaga hubungan yang jauh dari para wanita dan membuat semua orang tidak akan salah paham.
Ya ampun, benar-benar sangat so sweet bukan?
Itu jelas karena demi Istrinya agar Istrinya tidak cemburu.
Benar-benar terlalu manis memilikirkan bagaimana Pak Presdir mereka yang sangat dingin dan kejam ini ternyata sangat mencintai Istrinya!!
Dan lagi, soal bekal milik Pak Presdir itu....
Ah, jelas itu adalah buatan Istri Pak Presdir ini bukan?
Identitas wanita misterius itu ternyata tidak lain adalah Istri tersembunyi Pak Presdir.
Dan lagi, selama ini Pak Presdir menyembunyikan soal fakta Pernikahan mereka.
Juga, wanita didepannya ini sungguh sangat cantik, masuk akal jika Pak Presdir mereka menyembunyikan wanita secantik ini, jelas karena hanya boleh dirinya yang melihat bukan?
Owh, astaga apakah ini seperti di Drama-drama itu?
'Istri Tersembunyi Kesayangannya Presdir,'
Ya ampun, sangat menyentuh hanya untuk membayangkannya saja.
Tapi kalau memikirkannya lagi, kenapa Pak Presdir menyebuyikannya Identitasnya di Depan Istrinya?
Dua orang itu tengelam dalam pikiran masing-masing, mencoba menerima fakta yang sangat mengejutkan ini.
Dalam kesunyian yang tiba-tiba ini, Antony lalu bertanya pada Emelin.
"Kamu sendiri, disini ada perlu apa Emelin?"
"Ah, bukankah aku sudah pernah bilang sebelumnya kalau Alex pernah menjadi bintang iklan? Dia menjadi bintang iklan untuk produk susu anak-anak dari Perusahaan ini, sekarang aku kembali kesini untuk mengurusi pembayaran dan yang lainnya,"
"Ah, jadi begitu? Dia syuting disini tempo hari?"
"Benar, aku sempat melupakannya. Aku belum terlalu banyak bercerita denganmu bukan? Putra kita benar-benar sangat hebat," kata Emelin dengan penuh semangat, melupakan dua wajah lain di dalam lift itu yang sekarang memiliki ekpersi pucat saling kagetnya.
Mereka belum bisa memberikan kabar pernikahan Pak Presdir mereka sekarang di kejutkan oleh sebuah fakta baru.
Pak Presdir mereka bahkan sudah memiliki seorang Putra?
Astaga....
Berita besar semacam ini....
"Seorang Putra?"
Sekertaris itu tidak bisa menyembunyikan rasa ingin tahunya.
"Ah, kalian juga belum tahu bukan kalau Antony juga sudah memiliki seorang Putra? Dia sudah berumur enam tahun, sudah sebesar ini," kata Emelin mengunakan tangannya untuk menunjukan sekitar tinggi Alex.
"Sudan berumur enam tahun? Cukup besar?"
"Ya ya, namun kalian jangan salah sangka ini bukan seperti yang kalian pikirkan soal anak di luar nikah atau sesuatu, ini benar-benar Putra kami secara legal. Kami sudah menikah sejak tujuh tahun lalu, jadi jangan salah paham mengerti?" Kata Emelin menjelaskan dengan baik.
"Ah begitu," kata Sekertaris itu dengan nada tenang, padahal dirinya baru saja memilikirkan beberapa sekenario dalam beberapa drama seperti, 'Putra Tersembunyi Presdir' yang mengisahkan malam panas dari Presdir dengan wanita tertentu, dan akhirnya wanita itu hamil, namun dia tidak tahu identitas dari ayah Putranya kemudian kabur, dan banyak sekenario seperti itu.
Ah...
Dirinya sepertinya terlalu banyak nonton drama, hingga pikirannya mengada-ada.
"Sudah Emelin, kamu tidak perlu menjelaskan sampai segitunya dengan mereka."
Emelin lalu menunjukan wajah cemberutnya.
"Tentu saja aku harus menjelaskannya dengan baik. Aku tidak ingin orang-orang salah paham, mengerti? Tidakkah kamu tahu? Karena kesalahpahaman ini, orang-orang sebelumnya memfitnahku kalau aku memiliki anak haram di luar nikah hingga reputasiku hancur? Padahal ini benar-benar Putra kita yang legal yang kita miliki setelah menikah."
Lalu Antony menatap kearah dua orang itu, dan berkata dengan tenang,
"Kalian tidak akan salah paham bukan?"
Dengan tatapan Pak Presdir mereka yang begitu ganas itu, tentu saja mereka langsung mengeleng-gelengkan kepalanya.
Mana berani mereka memikirkan yang tidak-tidak soal Pak Presdir?
Ah, walaupun sempat sedikit terbesit dalam pikiran mereka.
"Tidak, tentu saja tidak."
"Syukurlah kalau begitu. Kalian baik-baik ya pada, Antony, dia memang sedikit dingin seperti itu namun dia sebenernya sangat baik."
Mereka berdua hanya tersenyum sambil mengiyakan perkataan Emelin.
"Ah, iya Antony aku membawakanmu dua kotak makan bukan? Salah satunya adalah beberapa camilan yang bisa kamu bagikan dengan beberapa teman sekantormu. Kamu jangan lupa makan dengan baik, dan tepat waktu juga harus bersikap ramah dengan teman-teman mu mengerti?"
__ADS_1
Antony tiba-tiba merasa kalau perkataan Emelin barusan sedikit familiar.
Itu kata-kata yang sama yang Emelin gunakan pada Alex pagi ini,
'Alex, Mama membawakanmu dua kotak, yang satu berisi camilan jangan lupa membagikannya pada teman-temanmu, agar kamu akrab dengan mereka, oke?'
Apakah sekarang Emelin jadi memperlakukan dirinya seperti anak kecil?
"Kamu jangan berlebihan seperti itu,"
"Apa? Aku hanya sedikit khawatir, dengan wajah dinginmu itu, orang-orang akan salah paham dan takut padamu, bagaimana kalau kamu tidak punya teman?"
"Ya, ampun, aku sudah bukan pada usia seperti itu, mengerti?"
Emelin lalu sedikit tertawa melihat ekpersi Antony yang pasrah itu.
"Tidak usah terlalu dipikirkan."
"Bagaimana denganmu? Kamu sendiri seperti tidak punya teman,"
"Kenapa sekarang jadi aku? Tentu saja aku punya teman. Lihat, alasan kenapa aku ada disini, karena salah satu temanku bekerja disini, jadi dia membawaku Ikan disini, memiliki teman dan koneksi benar-benar berharga."
"Teman? Siapakah itu?"
"Ah, bukankah aku sudah bercerita sebelumnya? Soal dia siapa...."
Emelin sedikit ragu untuk mengungkapkannya.
Dirinya tidak bisa mengekspos hubungannya dengan Raka bukan?
Ya mereka hanya teman, namun posisi seperti Teman dari Cucu Pemilik Anderson Group terdengar cukup mencolok bukan?
"Pokoknya dia adalah temanku, jangan banyak bertanya. Ah lagian aku juga harus segera keatas, cukup buru-buru, bagaimana denganmu?"
Antony sekarang mengigat kalau dirinya juga memiliki meeting penting diluar.
"Ya, kami harus segera kembali. Mungkin nanti saja dirumah kita lanjutkan."
"Tentu saja. Baik aku permisi dulu ya," kata Emelin dengan sopan, lalu Emelin mulai masuk lift, namun sebelum itu tangannya ditarik oleh Antony.
Sebuah ciuman singkat di dahinya.
"Ya, hati-hati." Kata Antony lalu kembali keluar dari lift, dan menutup pintu, bahkan sebelum Emelin sempat bereaksi.
Jantung Emelin hampir copot dengan serangan tiba-tiba itu!!!
Apa-apa itu!!
Ini masih di kantor dan di tempat kerja, apalagi berada di depan teman-teman satu kantornya!!
Sungguh tidak tahu malu!!
Akhhh.....
Hati Emelin semakin berdebar ketika memikirkannya, saat lift yang ditumpanginya perlahan-lahan naik.
Disisi lainnya, Antony yang tadi sedikit tersenyum setelah mengoda Emelin, kembali menunjukkan wajah dinginnya pada dua bahwasannya itu, yang saat ini menunjukkan ekspresi syok akan hal yang berusan mereka lihat.
Ya ampun...
Pak Presdir mereka yang dingin benar-benar tahu bagaimana cara tersenyum dan cara untuk menggoda Istrinya!
Astaga...
Terlalu banyak informasi yang diterima oleh otak sampai-sampai tidak bisa membuat otak mereka mencernanya dengan baik.
Antony lalu berkata dengan dingin pada mereka berdua,
"Jangan katakan apapun soal apa yang kalian lihat dan dengar hari ini. Jika sampai ada gosip yang tersebar...."
"Baik! Baik!! Mulut kami tertutup rapat!" Kata mereka berdua dengan kompak.
"Ya. Jadi mari kita segera ke tempat meeting."
Dua orang itu yang akhirnya ingat tujuan mereka, kembali sadar.
"Ya ya."
Mereka mengikuti Antony berjalan keluar, namun Sang Sekertaris yang masih penasaran, kembali bertanya sekali lagi,
"Dia tadi benar-benar Istri Pak Presdir?"
"Benar. Dan jangan banyak bertanya." Kata Antony dengan dingin.
####
__ADS_1
Bersambung