Suami Bayaranku Yang Dingin

Suami Bayaranku Yang Dingin
Season 2 Episode 11: Keluarga Callisto (Part 2)


__ADS_3

Alex menatap tidak percaya melihat wajah seorang wanita yang berani membuang dan mengijak boneka kesayangannya di lantai itu.


Alex berteriak degan marah, lalu mendorong wanita itu.


"Apa yang Tante lakukan dengan bonekaku? Dan siapa Tante berani marah-marah dan masuk ke rumah ini sembarang?"


Wanita itu menatap Alex dengan ekpersi marah.


"Kamu ini apa-apaan mendorongku seperti itu, dasar anak tidak sopan!"


"Tante yang apa-apaan!! Seenaknya melemparkan bonekaku kelantai," kata Alex dengan marah lalu sambil mengambil boneka itu di lantai, melihat bonekanya.


Wanita itu menatap Alex dan boneka itu dengan tidak percaya.


"Astaga, boneka jelek seperti itu kenapa masih kamu simpan? Apakah Ayahmu begitu pelit padamu hingga tidak dibelikan mainan yang layak?"


"Itu bukan urusan Tante!! Lagipula apa urusan Tante disini? Benar-benar Tante tua jelek menyebalkan."


Mendengar dirinya diejek itu, wanita itu menjadi marah. Dia lalu mendekati Alex dan menjewer telinganya.


"Apakah ini yang ayahmu ajarkan padamu hah? Menjadi anak tidak tahu sopan santun!!!"


"Awww... Sakit...."


Alex berteriak kesakitan dengan jeweran itu.


Tentu saja, Alex dari kecil tidak pernah di hukum atau di perlakukan seperti itu oleh orang tuanya, itu adalah pertama kalinya dirinya di jewer seperti itu.


"Nyonya, tolong jangan seperti itu pada Tuan Muda Alex," kata pembatu itu mencoba menenangkan wanita itu.


"Kamu ini hanya pembatu. Tidka tahu apa-apa soal ini!! Aku disini hanya mendisiplinkan anak tidak sopan ini. Jika dia seperti ini bagaimana dia besar nanti?"


Alex yang merasa kesakitan itu segera mencakar tangan yang menjewer telinganya itu.


"Aw... Kamu ini ya! Masih berani tidak sopan!!"

__ADS_1


Wanita itu berniat untuk mencubit Alex karena kesal.


Namun Alex keburu mengigit tangan wanita itu dengan sekuat tenaga.


"Awww.... Lepaskan!! Anak sialan!!"


Namun bukannya melepaskanya, Alex malah mengigitnya lebih keras.


"Awww... Sayang tolong bantu aku membuat anak ini berhenti mengigitku!!"


Pria yang dari tadi duduk itu, lalu mencoba menarik Alex dari Istrinya, namun gigitan Alex benar-benar cukup kuat, hingga tangan wanita itu berdarah.


"Anak sialan!!"


Wanita itu yang tangannya kesakitan, mencoba ingin menampar Alex.


Namun tangannya di cegah oleh seseorang.


Alex yang melihat Pria itu, langsung mendatanginya, lalu bersembunyi di belakangnya.


"Kakek Thomas... Mereka jahat pada Alex... Hiks...."


Dan ketika Alex sudah mengambil boneka itu, dan hendak pergi, dirinya tiba-tiba ingin ke kamar mandi, jadi dirinya membiarkan Alex menunggu dulu di Ruang Tamu ketika dirinya di kamar mandi.


Namun siapa yang tahu, begitu dirinya kembali dari kamar mandi, pemadangan yang tidak sedap di pandang muncul.


Thomas lalu menatap Alex kecil yang merengek itu, melihat bajunya berantakan, lalu melihat Alex memegangi telinganya yang sekarang berwarna ungu itu, terlihat sangat menyakitikan.


Tadi dirinya meninggalkan Alex dalam tampilan rapi dan terlihat bahagia dengan bonekanya, siapa yang membuat cucunya ini menagis?


Thomas lalu menatap kearah dua orang dewasa yang berdiri disana.


"Kalian!! Kalian ini siapa, berani membuat ribut-ribut di Rumah orang? Dan bahkan membuat anak-anak menagis?" Kata Thomas dengan ekpersi marah.


Paman dan Bibi Antony itu saling bertatapan, tentu saja mereka mengenali orang yang ada didepan mereka.

__ADS_1


Sebelum mereka kesini, mereka sudah melakukan beberapa penelitian soal Identitas Antony yang sebenarnya, yang ternyata merupakan cucu dari Keluarga Anderson.


Dan tentu saja tahu, Putra tertua Keluarga Anderson yang kadang akan muncul dalam beberapa majalah ekonomi dan bisnis.


Melihat Pria itu dengan ekpersi dinginnya, Wanita itu tiba-tiba menjadi pucat, bagaimana ini?


Bagaimana kalau dirinya dan suaminya sampai membuat orang ini tersinggung?


Tadi dirinya hanya tiba-tiba menjadi sangat emosi melihat anak kecil yang menyebalkan.


Dengan perasaan cemas, dia memberi kode pada suaminya agar dia berbicara.


"Ah, ini hanya salah paham. Istriku hanya menasehati anak ini agar bersikap lebih sopan,"


"Kakek! Mereka bohong! Mereka tiba-tiba masuk ke Rumah ini dan membuat masalah! Mereka bahkan membuang boneka Alex, hiks, juga lihat telinga Alex... Ini sakit," kata Alex dengan ekpersi memelas.


Melihat cucunya yang terlihat sedih itu, hati Thomas tiba-tiba merasa tidak nyaman.


Walaupun belum lama ketika dirinya bertemu dengan anak ini, namun anak ini benar-benar menyenangkan dan sangat lucu untuk diajak berbicara.


Anak ini juga selalu patuh dan pintar, melihat anak ini membuat Thomas merasa menjadi begitu dekat dengan anak ini.


Benar-benar menghagatkan hati.


Hubungannya dengan Antony mungkin memang buruk, namun bagaimanapun juga Alex ini tetap cucunya satu-satunya saat ini.


Jadi tentu saja melihat Alex menunjukkan wajah sedih ini membuat Thomas merasa sangat terganggu sekali.


Lalu menatap dua orang itu dengan marah, dan berkata,


"Kalian bilang menyakiti anak ini adalah salah paham? Lihat kalian bahkan berani melukai telinga Alex!"


"Itu... Itu karena dia tidak sopan pada Istriku, jadi kami hanya memberinya beberapa nasihat.


"Kalian bilang ini hanya menasehati? Tolong jarang bicara omong kosong. Dan siapa kalian tiba-tiba kesini?"

__ADS_1


"Sungguh ini hanya salah paham, Istriku tidak bermaksud begitu, saya akan meminta maaf atas nama Istri saya. Dan soal Identitas kami ini, saya adalah Paman Antony, Hansel Callisto dan ini adalah Istri saya, Diana Callisto, kamilah yang selama ini merawat Antony hingga dia menjadi seseorang seperti sekarang, dan kami kesini hanya ingin menumui Keponakan kami,"


Thomas berpikir sebentar, menatap dua orang itu.


__ADS_2