Suami Bayaranku Yang Dingin

Suami Bayaranku Yang Dingin
Episode 139: Dia adalah Suamiku


__ADS_3

Siang itu, setelah selesai Acara televisi yang di ikutinya, Emelin melihat kearah ponselnya.


Disana terlihat, ada beberapa panggilan dari Raka.


Emelin hanya bisa bertanya-tanya kenapa Raka memanggil dirinya?


Apakah terjadi sesuatu?


Namun tidak beberapa lama, sekali lagi ponsel Emelin berbunyi.


"Ya, Raka ada apa?"


'Ah, Kak Emelin akhirnya selesai juga acaranya, aku ingin memberi tahu Kakak infomau penting,'


"Infomasi apa?"


'Jadi, seperti yang Kakak suruh, tadi aku sempat mengawasi Suami Kakak itu, eh malah di Pintu Masuk sudah langsung ketemu dong sama dia, Kakak Emelin tahu tidak, dia datang dengan siapa? Dia datang dengan Isabella-Isabella itu Kak!! Coba bayangkan!!'


Tentu saja Emelin yang mendengar kabar itu merasa kesal.


"Apa kamu bilang? Mereka datang bersama?"


'Soal ditanya bagaimana detailnya aku juga tidak tahu Kak. Hanya aku melihat mereka masuk bersama-sama, dan Kak Emelin tau tidak? Isabella-Isabella itu terlihat centil sekali sama Suami Kakak itu, sumpah ya, dia memanggilnya Antony, Antony dengan nada centil itu, astaga aku yang mendengarnya saja muak,'


"Apa? Jadi Isabella menyebalkan itu masih berani mengoda suamiku? Dia itu memang murahan! Jelas aku sudah memeringatkan tempo hari!!"


'Ya, mana aku tahu Kak.'


"Sekarang bagaimana dengan mereka? Apa yang mereka lakukan?"


'Aku tadi sempat mengecek mereka, terlihat sepertinya Isabella itu bersama teman-temannya, berbicara akrab dengan Antony lalu tiba-tiba ada beberapa pertengkaran, dan akhirnya sempat ada beberapa perkelahian kecil,'


"Apa? Apakah Suamiku bertengkar dan berkelahi dengan teman sekelasnya itu?"


Raka lalu sedikit tertawa lalu berkata dengan malu,


'Bukan seperti itu Kak, sebenarnya aku yang berkelahi disana, jadi ni, ketika aku mengamati mereka diam-diam aku melihat sosok kenalanku, lebih tepatnya salah satu musuhku yang merusak pemandangan, tentu melihatnya saja awalnya membuatku kesal harusnya juga dia tidak bisa berani datang ke Reuni karena ini milik Keluarga Anderson, tapi selain dia berani datang ada hal mengesalkan lain yang dia katakan pada teman-temannya dengan sombongnya, 'Aku? Takut dengan Tuan Muda manja dari Keluarga Andrson itu? Tentu saja tidak takut sama sekali, buktinya aku datang ke sini,' begitulah kurang lebih,"


Emelin lalu tidak tahu bagaimana caranya merespon, karena sudah hafal dengan Raka yang sedang itu.


Jadi dia hanya bertanya,


"Lalu bagaimana dengan Antony dan Isabella?"


'Yah, setelah beberapa perkelahian, aku sudah tidak memperhatikan mereka lagi, dan lagi aku juga menjadi sibuk dengan urusan ku sendiri dan bertemu dengan teman-teman lamaku, jadi aku tidak punya waktu untuk mengamati mereka lebih dekat, namun yang jelas sepertinya Isabella-Isabella itu masih mendekati dan menggoda suami Kakak, bahkan awalnya dia berani membuat lelucon seperti ini, 'Apakah Aku dan Antony terlihat sangat cocok?' begitu,'


"Hih!! Kurang Ajar Isabella itu!"


'Makanya Kak, aku menelepon Kakak agar Kakak segera kesini, aku tidak tahu apa lagi rencana yang akan dibuat oleh Isabella-Isabella itu, bagaimana kalau sampai Suami Kakak itu tergoda? Dan lagi baju yang dipakai Isabella itu sangat seksi, astaga,'


"Ya, ya aku akan segera kesana!! Sialan memang itu Isabella! Tidak bisa dibiarkan, aku akan turun tangan dan segera kesana,"


'Baik, Kak aku tunggu,'


Dengan itu, telepon itu selesai.


Saat ini Emelin berada diruang ganti artis, disana juga ada penata rias artis.


Emelin mulai merencanakan sesuatu, lalu mengabil baju ganti di Tasnya.

__ADS_1


Dirinya tidak boleh kalah dari Isabella sialan itu!!


Baju ini sudah dirinya siapkan dan pilih dengan baik, yang juga sudah disiapkan sepasang dengan baju yang Antony pakai.


Jelas ini akan lebih serasi ketika dirinya berdiri bersama Antony.


Dengan rencananya itu, Emelin lalu segera berganti baju, kemudian meminta Tata Rias itu mendandaninya dan merias rambutnya.


Melihat Tata Rias itu tidak keberatan, Emelin merasa tenang.


Dan tidak begitu lama, sampai Tata Rias itu selesai.


"Nona Emelin sangat cantik dengan gaun ini, terutama memang wajah Nona Emelin sudah begitu cantik jadi saya tidak perlu menambahkan terlalu banyak riasan," kata Tata Rias itu.


"Terimakasih banyak, ya. Kamu sangat hebat dalam merias, dan hasil dari riasan rambutku juga sangat bagus, aku benar-benar puas dengan kinerjamu,"


"Terimakasih banyak Nona Emelin. Tapi ngomong-ngomong, ada acara apa sampai Nona berdandan begitu rapi?"


"Biasalah, ada acara Reuni, jadi aku harus terlihat rapi bukan?"


"Ah, jadi begitu. Semoga acaranya lancar ya,"


"Terimakasih,"


Ketika Emelin mau berdiri lalu dirinya ingat sesuatu, Emelin segera mengambil sebuah kotak didalam tasnya.


Itu adalah Set Perhiasan, disana ada sebuah Liontin indah dan sepasang anting-anting.


"Bisa sekalian membantuku memasang ini?"


"Tentu saja, tidak masalah."


Tata rias itu lalu membantu Emelin memakai Liontin itu, sambil memuji betapa indahnya Liontin itu.


"Astaga, Suami Nona Emelin sangat Romantis sekali,"


"Begitulah,"


Setelah selesai memasang kalung itu, Emelin melihat tampilannya di cermin.


Kalung Liontin dan sepasang anting itu benar-benar melengkapi penampilan sempurna Emelin, terlihat cantik dengan sebuah gaun berwarna putih dengan renda-renda merah muda.


Setelah mengucapkan Terimakasih, tidak lupa Emelin memberikan sebuah amplop pada Tata Rias itu, dan Tata Rias itu terlihat sangat senang.


"Nona Emelin sangat baik sekali,"


"Bukan apa-apa, aku hanya menghargai kinerjamu yang juga sangat bagus. Aku puas dengan riasan darimu,"


"Terimakasih atas pujiannya, Nona,"


Dengan itu, Emelin segera ke parkiran, seharusnya supir yang dipanggilnya sudah datang untuk menjemputnya.


Dan tidak lama sampai Emelin tiba di Gedung Pertemuan tempat Reuni diadakan.


Begitu mengisi buku tamu, dia segera mengecek ponselnya dan menelepon Raka, lalu bertanya dimana Antony berada.


Raka yang kebetulan sudah lebih sengang, ijin kenapa teman-temannya.


"Mau kemana kamu Raka?"

__ADS_1


"Biasa menjemput Sang Ratu, dia datang ke acara Reuni ini jadi aku harus menemaninya berkeliling, Karena aku jadi panitia jadi tidak ada pilihan lainnya, kalau tidak, dia nanti akan marah-marah tidak jelas,"


Teman-temannya tentu tahu siapa yang Raka maksud itu, hanya bisa tertawa, lalu bertanya,


"Eh? Kak Emelin datang?"


"Iya, Kak Emelin datang, nanti dia pasti akan kesini juga menyapa,"


Dengan itu, Raka langsung menuju pintu masuk menemui Emelin.


Dia kaget dengan penampilan Emelin,


"Ya, ampun Kak Emelin cantik sekali, tentu saja Isabella-Isabella itu mah lewat dari Kak Emelin,"


"Ahahahaha... Kamu ini bisa saja. Jadi bagaimana? Apakah gadis yang kamu tunggu itu jadi datang ke acara ini?"


"Apa? Dia tidak datang, padahal aku sudah menunggunya, aku sudah bela-belain, ikut membuat acara ini dan menjadi salah satu Sponsor agar Angkatanku di undang, bahkan membiarkan Gedung ini dipakai untuk Acara Reuni, namun dia tidak datang!!"


"Astaga, jadi benar ada yang kamu tunggu?"


Raka yang keceplosan itu, langsung menutup mulutnya rapat-rapat.


"Kak Emelin apaan sih!!"


"Ya ampun, Raka, ternyata kamu bisa bertingkah sangat lucu juga ketika jatuh cinta,"


"Diam! Jangan mengodaku! Siapa yang jatuh cinta? Aku hanya ingin tahu kabarnya saja kok, hpmh,"


Emelin lalu berhenti tertawa dan menggoda Raka, dan kembali ke tujuan utamanya.


"Jadi dimana Suamiku?"


"Sebentar, mari aku antar kesana,"


Dan benar saja, tidak lama mereka sampai ke rombongan beberapa orang, dengan seseorang yang memiliki wajah familiar disana.


Melihat Isabella masih mencoba mengajak bicara Antony, Emelin menjadi kesal.


'Apa-apaan sih itu bersikap sok akrab, dengan Antony!'


Lalu dengan kesal Emelin langsung menghampiri rombongan itu.


"Hallo semuanya," sapa Emelin dengan senyum terbaiknya.


Semua mata dalam rombongan itu menatap ke arahnya.


Sepintas orang-orang itu kaget.


"Emelin? Kamu sudah datang? Respon Antony dengan terkejut,"


Emelin langsung menempel keadah Antony dan merangkul tangannya, lalu berkata dengan akrab,


"Aku sengaja membuat beberapa kejutan,"


Dan tentu saja membuat teman-teman Antony menatap binggung, melihat seorang wanita yang begitu cantik tiba-tiba merangkul Antony dengan akrab.


"Dia..."


"Ah, kalian pasti teman-temannya Antony bukan? Ya, Antony ini adalah Suamiku," kata Emelin dengan nada manja.

__ADS_1


####


Bersambung


__ADS_2