
Itu juga di atap, Alissya memergokinya berteriak aneh seperti ini...
Yang berakhir dengan dirinya menjadi marah saat itu, lalu mendekati Alissya, bertengkar dengannya dan akhirnya Raka hendak memojokkan Alissya disalah satu dinding, namun Raka malah terpeleset hingga dirinya menimpa Alissya yang ada di dinding, membuat posisi mereka terlihat sangat ambigu sekali.
Namun siapa yang tahu, ketika itu terjadi tiba-tiba ada Guru Patroli datang, dan malah menuduh mereka berdua berbuat mesum di Atap.
Itu adalah kejadian paling sial yang mereka berdua alami kala itu.
Apalagi, mereka lalu mulai di ceramahi oleh guru, bagaimana anak muda jaman sekarang itu, bukannya berlajar malah berbuat yang macam-macam, apalagi mereka berani berbuat aneh-aneh itu di Sekolah.
Walaupun Raka dan Alissya menjelaskannya, Guru itu tidak percaya, apalagi melihat pakaian mereka yang berantakan saat itu.
Raka sendiri menjadi begitu malu hari itu, bahkan kabar itu sempat menjadi heboh.
Soal dirinya yang berbuat mesum di Atap dengan seorang gadis!
Walaupun semua orang tidak tahu siapa Identitas gadis itu, termasuk dirinya saat itu yang tidak tahu siapa dia, namun satu sekolah tetap saja heboh.
Bahkan teman-temannya sempat menuju Raka.
'Tuan Muda Raka benar-benar sangat berani melakukan hal-hal seperti itu di atap, sudah aku duga dari Tuan Muda Raka, sangat hebat!'
Gosip itu benar-benar membuat dirinya malu sekali, padanya dirinya jelas tidak melakukan apa-apa dengan Alissya saat itu.
Benar-benar pertemuan sial pada awalnya.
"Aku rasa sebaiknya aku pergi,"
Kata-kata Alissya itu membuyarkan lamunan Raka.
"Lagi-lagi kamu melihat semua hal-hal memalukan itu?"
"Sungguh, sebaiknya kita kalau mau bicara pindah tempat dulu, takut-takut nanti ada yang lihat lalu menuduh kita berbuat mesum di Atap lagi,"
"Kamu benar-benar ingat kejadian itu?"
"Ya? Bagaimana tidak. Gosip itu menjadi pembicaraan hangat selama satu minggu, sangat beruntung namaku tidak disebutkan, namun tatap saja aku merasa malu hanya dengan mendengarkannya saja,"
"Itu... Itu namamu tidak disebut, tapi namaku yang di sebut-sebut sepanjang bulan itu!"
Alissya lalu tertawa mendengar kata-kata Raka itu.
"Itu memang lucu ketika Memikirkannya lagi,"
"Memang, tidak pernah mengira ada pertemuan yang cukup konyol seperti itu,"
"Ya, jadi mari kita pindah sebelum ada gosip konyol,"
"Namun disini cukup nyaman dan sepi, tidak ada siapa-siapa, sangat tenang untuk menenangkan diri disini,"
Alissya lalu mendekat kearah Raka, ikut juga memadang kota yang sibuk di bawah sana.
__ADS_1
"Kamu memang benar, tempat ini sangat menangkan karena sepi, tapi justru itu yang membuat tempat seperti ini malah di jadikan tempat yang tidak-tidak, dan berniat aneh-aneh,"
"Pfffff, orang-orang saja yang pikirannya tidak benar,"
Keduanya lalu tertawa saat mengigat masalalu.
Sampai kemudian ada keheningan saat menatap kearah langit yang cerah itu.
Keduanya sama-sama diam.
Sampai kemudian Alissya mulai bertanya,
"Apakah masih ada masalah dengan Orang Tuamu?"
"Waktu terkadang tidak merubah seseorang, mereka masih seperti itu sampai sekarang,"
"Hmm, aku juga sedikit mengerti. Kadang orang tuaku juga suka begitu, mereka suka meminta sesuatu yang melebihi kemampuanku dan ingin mengatur-atur hidupku,"
"Apakah semua orang tua seperti itu?"
"Sebelumnya, aku masih memiliki Kakek yang selalu membelaku.... Ketika aku mengigat Kakekku, rasanya cukup sedih....."
Raka termenung sebentar, sambil berpikir,
"Ini mengigatkanku pada Nenekku. Sebelum dia meninggal, dia selalu baik dan begitu perhatian padaku,"
"Lalu bagaimana dengan Kakekmu?"
"Aku selalu tidak begitu dekat dengan Kakek, entahlah aku juga tidak tahu,"
Melihat sepertinya pembicaraan ini malah mengarah kearah emosi negatif, keduanya lalu kembali dalam keheningan.
Sampai Raka teringat sesuatu,
"Hey, Alissya...."
Namun ketika Alissya menoleh, yang dirinya lihat adalah wajah Raka yang begitu dekat dengan wajahnya.
Membuat Alissya begitu kaget, dan langsung mundur sejenak.
Melihat ekpersi kaget Alissya itu jelas, membuat Raka sedikit tertawa,
"Kenapa? Apakah kamu tidak terpesona oleh ketampanaku?"
Alissya menormalkan kembali ekpersinya, lalu kembali menatap kearah Raka.
"Hmm, aku rasa ini cukup tampan... Dengan wajah ini kamu bisa merayu wanita manapun,"
Raka lalu tertawa,
"Namun dengan wajah ini gagal untuk merayu gadis yang aku, suka, jadi aku harus bagaimana?"
__ADS_1
Alissya lalu terdiam, tidak tahu harus merespon apa.
"Ya, ya kamu tidak perlu memikirkannya sekarang. Aku tahu, kamu masih merasa takut soal Keluargaku bukan? Ya, kamu harus yakin, ini benar-benar tidak ada hubungan dengan Keluargaku atau Keluarga mu, lagipula, kamu tahu sendiri orang tuaku seperti apa, apapun yang aku lakukan, akan selalu salah di mata mereka, mereka hanya ingin mengendalikan hidupku seperti boneka mereka, dan bahkan akan mengatur Pernikahanku. Tapi toh aku tidak akan mau, setidaknya dalam hidupku ini, aku ingin memiliki keinginan dan mimpiku sendiri, terlebih aku ingin menikah dengan orang yang aku sukai, yaitu kamu...."
"Raka... Kamu benar-benar serius soal ini?"
Raka lalu kembali menatap kearah langit.
"Memang, sekarang aku belum memiliki kemampuan apa-apa dan kekuatan apa-apa untuk melawan takdirku, namun tunggu sedikit lagi, aku pasti akan melakukannya, dan akan memiliki kemapuan yang cukup untuk bisa menjagamu,"
Ya, memikirkannya lagi, Raka mulai bertekad.
Tentu saja, hubungan mereka akan sulit melihat betapa keras kepalanya orang tuanya.
Namun jika dirinya bisa sedikit membuktikan dirinya didepan Kakeknya, mungkin Kakeknya akan memberikan ijin?
Kalau soal pernikahan, sepertinya Kakeknya lebih terbuka.
Ya, itu mungkin karena Pamannya Thomas tidak menikah, itu sebenarnya membuat Kakeknya merasa sedih.
Paman Viktor itu juga belum menikah sempat membuat Kakeknya khawatir.
Dan ketika sepupunya itu sudah menikah, Kakek nya terlihat terasa lega dan tidak terlalu memikirkan siapa Istri sepupunya itu.
Sekarang Raka baru saja menemukan alasan untuk terus berjuang dan belajar di Perusahaan ini.
Ya, agar dirinya memiliki kemampuan cukup untuk membawa pulang gadis yang di cintainya.
####
Disisi lainnya, saat ini Thomas Anderson tengah fokus di meja kerjanya sampai tiba-tiba pintu ruangannya di ketuk.
"Ya, masuk saja."
Itu adalah asistennya, dia langsung masuk dan membawa sesuatu.
"Ada apa?" Tanya Thomas penasaran.
"Ini, Pak ada paket untuk Bapak,"
"Dari siapa?"
"Soal itu saya kurang tahu, karena tidak ada pemgimirmnya,"
"Kalau tidak jelas, kenapa kamu terima?"
"Tapi, Pak... Saya kira mungkin dari anak buah Bapak atau sesuatu, atau mungkin barang Penting,"
Thomas mengela nafas lelah, dan akhirnya mengambil kotak itu, dan menyuruh keluar Asistennya itu.
Thomas menatap kotak itu dengan ekspresi penasaran, lalu segera membukanya.
__ADS_1
Disana ada sebuah kertas, dan tulisan di atasnya membuat Thomas terkejut, juga ada beberapa foto didalamnya.