
Didalam mobil saat perjalanan, Emelin masih asik bercakap-cakap dengan Raka di Telepon.
"Ya ya. Kamu bujuk saja itu Ketua Panitia agar dia dapat mengundang Angkatanmu juga,"
'Tentu saja, aku juga menantikan agar bisa ikut acara itu. Itu akan menjadi sebuah acara yang cukup besar bukan?"
"Ya, itu benar-benar hal-hal bagus untuk bertemu teman-teman lama."
'Ngomong-ngomong, Kak Emelin hari ini akan ke Perusahaan?'
"Iya, Manager disana baru saja menyuruhku datang untuk pemotongan iklan bersama Brand Ambasador mereka,"
'Aku hari ini juga kebetulan memiki jatwal kosong, bagaimana kalau aku temani?'
"Memang aku anak kecil yang butuh kamu temani?"
'Ya, mungkin Kakak ingin berkeliling atau sesuatu bukan?'
"Benar juga, kalau kamu benar-benar mengagur bagaimana kalau kamu menemani Putraku untuk berkeliling?"
'Putra Kak Emelin ikut?'
"Ya, dia bosan dirumah jadi aku mengajaknya, namun mungkin dia juga akan bosan jika menuggu aku disana, jadi karena kamu juga mengagur mengajaknya berkeliling adalah hal yang bagus?"
'Kakak kira aku pengasuh?'
"Kalau kamu tidak ingin tidak masalah."
'Ayolah Kak, aku hanya bercanda. Aku juga jadi ingin dekat dengan Keponakan kecil ini, Eh Adik kecil,'
"Kamu sudah Dewasa namun masih ingin dipanggil Kakak oleh Putraku?"
'Aku masih muda!'
"Baiklah-baiklah, Tuan Muda Raka itulah kenapa semua orang memanggilmu Tuan Muda,"
'Aku tunggu di Pintu Kantor,'
"Baiklah-baiklah, ini sudah ditengah perjalanan,"
Begitu menutup teleponnya, dia lalu menatap kearah Putranya,
"Alex apakah kamu tertarik untuk berkeliling di Perusahaan Anderson itu?"
"Berkeliling? Tentu saja, Ma! Aku sedikit penasaran dengan Perusahaan itu, itu sangat besar, seperti apa isinya, Ah~"
"Kamu bisa berkeliling nanti,"
"Benarkah?"
"Tentu saja. Apakah kamu ingat teman Mama tempo hari?"
"Yang mana Ma?"
"Kakak Raka, apakah kamu ingat?"
"Owh, Paman yang ingin di panggil Kakak itu,"
"Ahahahaha, kamu mengigatnya dengan baik,"
"Tapi Alex tidak begitu suka dengan dia,"
"Kenapa? Dia adalah orang yang cukup baik,"
"Terlalu banyak bicara,"
"Ahahahaha, memang Raka itu sedikit banyak bicara namun tidak apa-apa, yang penting kamu berkeliling bukan?"
"Ya, ya. Tentu saja!"
Dengan persetujuan Alex itu, Emelin bisa tenang sekarang, jadi dirinya bisa menitipkan Putranya pada Raka..
Namun anak itu...
Apakah Raka bisa mengurus anak kecil?
Dia sendiri masih seperti anak kecil walaupun sudah umur segitu.
Tidak beberapa lama, Emelin tiba di Kantor Pusat Perusahaan Anderson itu.
Dia segera turun dengan Alex, dan begitu sampai dipintu, dia melihat sosok Raka yang duduk dan bermain ponselnya di sekitar Lobby.
Emelin langsung menghampiri orang itu.
"Raka!"
"Kak Emelin sudah datang?"
"Bagitu cepat?"
"Ya, kebetulan tidak ada macet."
Raka lalu melihat kearah si kecil.
__ADS_1
Memang, anak ini memiliki wajah yang familiar semakin dirinya melihatnya, namun siapa ya?
Entahlah, di dunia ini ada segelintir orang dengan wajah sama, dirinya tidak begitu ingat wajah dan nama orang, jadi lupakan saja.
"Hallo, Alex."
Alex lalu menatap Raka dan menyapanya,
"Hallo, Paman Raka,"
"Jangan panggil Paman, panggil Kakak Raka,"
Alex tidak mengerti dengan Pria dewasa didepannya ini, kenapa dia terlihat begitu ngotot di panggil Kakak?
Sungguh aneh.
"Kenapa dengan Panggilan Paman?"
"Aku jadi terlihat cukup tua,"
"Tapi Paman memang sudah Tua,"
Emelin tertawa melihat tingkah Raka yang cemberut itu setelah dipermaikan oleh anak kecil, benar-benar lucu.
"Alex, sekarang Mama akan pergi ke lantai 12 untuk Pemotretan, tempat kita tepo hari iklan itu, kamu bisa berkeliling kantor dengan, Paman... Masudku dengan Kakak Raka!"
Mendengar permintaan Mamanya, akhirnya Alex menurut dan mengikut Raka.
Sedangkan Emelin pergi kelantai atas.
Melihat sekarang tinggal ada Raka dan Alex berdua, Raka lalu mengandeng tangan kecil Alex.
"Apakah Alex ingin camilan?"
"Camilan?"
"Iya, ada permen enak di kantin."
"Boleh-boleh, Paman."
Melihat senyuman kecil dari wajah antusias itu, Raka juga ikut senang lalu menaiki lift khusus petinggi di ujung sana itu untuk melihat-lihat.
"Huh? Kita tidak menaiki lift yang sama dengan yang dinaiki Mama?"
Raka terkejut mendengar anak kecil ini ternyata memiliki ingatan yang baik, dia bahkan ingat kalau lift ini berbeda dengan lift yang dinaikinya.
"Ini adalah lift khusus seperti itu, untuk Para Atasan dan sejenisnya,"
"Ah jadi begitu?"
####
Saat ini seperti biasanya, suasana Kantor Perusahaan Anderson terlihat tenang dan damai.
Tidak banyak hal terjadi, hanya saja saat ini beberapa pasang mata telah melihat seorang anak kecil yang berjalan sendirian di tengah keramaian Kantin.
Beberapa pegawai menatap penasaran pada anak kecil itu.
Mereka kebetulan habis membeli makan siang, atau ada yang baru saja tiba untuk membeli makan siang.
Ini masih jam Istirahat, jadi mereka memiliki waktu luang.
Beberapa pegawai yang melihat anak itu, sepintas cukup terkejut.
Wajah kecil ini benar-benar familiar!
Lihat, bukankah dia mirip Pak Presdir mereka?
Lihat mata itu!
Lihat wajah itu!
Semua orang yang pernah melihat Pak Presdir mereka, asal tidak buta atau seorang idiot, bisa melihat seberapa mirip anak ini dengan Pak Presdir mereka.
Beberapa orang mulai bergosip,
"Lihat, anak itu benar-benar mirip dengan Pak Presdir, siapa dia sebenarnya?"
"Ya ampun, dia benar-benar mirip dahan Pak Presdir, astaga..."
"Ah, jangan bilang ini Putra Tersembunyi Pak Presdir atau sesuatu?"
"Hust, kamu jangan bergosip, Pak Presdir jelas masih singel."
"Kan bisa saja ini seperti di novel-novel bukan? Sesuatu seperti Malam Panas Pak Presdir dengan seorang wanita tertentu, lalu dia hamil anak Pak Presdir kemudian lari,"
"Kamu bicara omong kosong, kebanyakan membaca novel,"
"Aku serius!"
Mereka yang penasaran itu lalu berniat mendekati anak itu, namun sebelum mereka mendekat, ada Raka yang mendekati anak itu, memberinya beberapa permen manis.
Itu...
__ADS_1
Itu Tuan Muda Raka!!
Dia kenal anak yang mirip Pak Presdir?
Atau jangan bilang ini anak tersembunyi Tuan Muda mereka?
Tidak-tidak, bagaimanapun orang melihatnya, anak itu tidak ada mirip-miripnya dengan Raka.
Karena penasaran, pegawai yang lewat itu memberanikan diri bertanya.
"Selamat Siang, Tuan Muda... Ini.. siapa anak kecil ini kalau boleh tahu?"
Raka menjawabnya dengan tidak jelas.
"Ini Keponakanku. Sudah jangan banyak bertanya aku ada urusan lainnya,"
Dengan kata-kata ambigu itu, membuat pegawai yang bergosip itu semakin heboh, beberapa orang yang kebetulan lewat dan mendengarnya juga menjadi heboh.
"Apa? Kepoponaka? Astaga!! Ini benar-benar gosip besar!!"
"Bisa saja Tuan Muda bicara omong kosong bukan? Tidakkah kamu tau kalau Hubungan Tuan Muda dan Pak Presdir sangat buruk? Tidak mungkin Tuan Muda mau mengurus Putra Pak Presdir,"
"Ah kamu masuk akal, tapi tetap saja... Wajah itu...."
Dalam satu jam, soal anak yang mirip Pak Presdir itu sudah menyebar keseluruhan penjuru kantor, dan menjadi topik pembicaraan semua orang ketika jam Istirahat.
Disisi lainnya, Raka dan Alex berkeliling kantor, melihat-lihat, sampai Raka tiba-tiba sakit perut dan pergi ke kamar mandi.
Raka yang sepertinya cukup lama di kamar mandi itu, membuat Alex bosan.
Saat ini mereka ada dilantai dekat lantai paling atas, yaitu Ruangan Kerja Raka.
Raka meninggalkan Alex disana sendirian, karena Asistennya sedang pergi ada urusan.
Alex yang sudah berkeliling, melihat banyak ruangan, namun dia belum melihat lantai atas tempat ini.
Karena dia bosan, dia akhirnya memutuskan untuk melihat-lihat lantai atas.
"Kakak itu sepertinya akan lama, aku akan naik sebentar lalu kembali," kata Alex penuh tekat.
Lalu dengan mudah dia memasuki lift khusus petinggi itu, dan menekan tombol lift dengan cara melompat.
Tidak lama sampai lift terbuka, dan ada sebuah lorong mewah yang lebih merah dari ruangan-ruangan yang sebelumnya Alex kunjungi.
"Tempat ini sangat indah..."
Kata anak itu dengan kagum, sambil melihat dekorasi lorong itu.
Di ujung lorong, ada dua Sekertaris di Meja fokus dengan dokumen masing-masing, namun tiba-tiba mereka melihat anak kecil dengan wajah yang familiar.
Sekertaris Wanita itu menatap anak itu dengan kaget...
Ya ampun....
Ini benar-benar Copy paste dari Pak Presdir!!
Siapa anak ini??
Alex yang melihat-lihat, matanya lalu menatap seorang wanita yang menatapnya dengan binggung.
"Aku tersesat," kata Alex dengan senyum palsu, dia tahu kalau dirinya sepertinya mengagu orang, tidak tahu harus membuat alasan apa.
Sebelum Sekertaris itu bereaksi, pintu masuk ruangan CEO terbuka.
Alex melihat wajah yang familiar.
"Papa?"
Antony sangat kaget melihat Alex tiba-tiba ada didepan pintu ruangannya.
"Alex?"
"Ini benar-benar, Papa?"
Dengan nada ceria Alex berlari kearah Antony, dan memeluknya.
"Papa, senang bisa melihat Papa..."
Kata-kata singkat itu membuat dua orang lainnya disana menjadi syok.
Apa yang anak kecil itu bilang?
Ah...
Ini benar-benar Putra Misterius Pak Presdir!!!
####
Bersambung
####
Terimakasih atas dukungannya ya semua, 😆
__ADS_1
Berkat kalian ku jadi semangat Update tiap hari,