Suami Ku Hantu

Suami Ku Hantu
Bab 38 Penyelidikan


__ADS_3

Van Costel mengirim Antolin Lucian untuk menyelidiki hutan Hoia Baciu juga kediaman keluarga Kwee Lan.


Dia tidak ingin Dalca II merusak kesenangannya bersama Jia Li dan berharap pertempuran tidak pernah terulang lagi.


Namun, itu tampaknya sangat sulit terjadi karena Van Costel IV merasa perang seperti perang Patra akan segera terjadi seperti dua puluh tahun yang lalu.


''Jangan lupa untuk menyelidiki kediaman Kwee Lan serta pergerakan yang terjadi disana dan segera laporkan !'', perintah hantu tampan itu.


''Baik, Van Costel ! Akan segera aku laksanakan perintahmu !'', sahut Antolin Lucian.


''Bawalah serta yang lainnya ikut bersama denganmu karena aku berpikir hutan Hoia Baciu bukanlah tempat yang aman !'', kata Van Costel.


''Percayalah padaku karena aku akan baik-baik saja ! Tidak perlu pengawal untukku dalam penyelidikan ini !'', sahut Antolin Lucian.


''Tidak, Lucian ! Bukan karena aku mengkhawatirkan mu tapi aku masih memerlukan mu tetap bersama denganku, kamu mengerti'', kata Van Costel.


''Haish !? Kukira kamu akan sedikit lebih memperhatikan diriku yang setia padamu tapi kamu membuatku kecewa...'', sahut Antolin Lucian.


''Tetaplah waspada ! Aku membutuhkanmu untuk menghadapi semuanya, tidak mudah untukku memimpin dua dunia yang berbeda jauh, Lucian !'', kata Van Costel.


Kata-kata Van Costel sedikit bernada menekan saat dia mengatakannya pada sahabatnya, Antolin Lucian.


''Aku akan tiba beberapa hari dari sana, sebelum itu aku berpesan padamu. Jangan lalai dengan Jingmi !'', jawab Antolin Lucian.


''Aku mengerti...'', kata Van Costel.


Antolin Lucian menatap serius Van Costel saat mereka berada di salah satu ruangan rumah mewah milik hantu tampan itu.


''Dia bisa tersembunyi, dan tidak ada yang bisa menebaknya'', ucap Antolin Lucian.


''Tenanglah ! Karena aku punya Jia Li yang lebih melindungi ku dari bisa manapun, dia lebih tangguh dariku'', sahut Van Costel.


''Berhati-hatilah ! Sebentar lagi hari kelima belas, dan saat itu waktu yang rentan untukmu, Van Costel'', kata Antolin Lucian.


''Aku tidak kemana-mana saat waktu itu tiba dan aku berjanji padamu akan mengunci diriku dalam kamar'', sahut Van Costel IV.


''Hmmm...'', gumam Antolin Lucian.


''Pergilah ! Hari akan menjelang senja sebelum kamu tiba disana, pergilah Lucian !'', kata Van Costel.


''Ini hal yang paling ku benci karena aku tidak berada bersamamu dimalam kelima belas bulan purnama nanti, Van Costel'', ucap Antolin Lucian dingin.


''Jangan khawatirkan aku, Lucian !'', sahut Van Costel IV.

__ADS_1


''Jaga dirimu baik-baik selama aku tidak ada bersamamu !'', pesan Antolin Lucian.


Van Costel IV hanya menganggukkan kepalanya seraya menatap tajam ke arah Antolin Lucian.


Pria dingin bernama Antolin Lucian lalu menghilang sekejap mata dari pandangan Van Costel.


Hanya hembusan angin pelan yang tertinggal di ruangan itu bersama hantu tampan yang berdiri seorang diri menatap ke arah luar jendela.


Antolin Lucian bergerak cepat bagaikan kilatan angin menuju ke arah hutan Hoia Baciu.


Disisinya tampak beberapa orang berjubah hitam ikut bergerak bersamanya.


''Kita akan mampir ke rumah Kwee Lan sebelum melanjutkan perjalanan kita ke hutan Hoia Baciu'', ucap Antolin Lucian.


''Baik, tuan Lucian !'', sahut salah satu orang berjubah hitam.


''Pastikan tidak ada yang melihat kita kesana ! Lindungi aku !'', perintah Antolin Lucian.


''Siap, tuan Lucian !'', jawab mereka serempak.


''Saat ini Dalca telah maju lebih awal dari perkiraanku dan dia telah mulai menyusun siasat serangan kepada tuan Van Costel'', kata Antolin lucian.


''Apakah Dalca tahu jika tuan Van Costel hidup kembali ?'', tanya salah satu dari mereka.


''Anda mencurigai Kwee Lan bekerjasama dengan Dalca untuk melawan tuan kita'', kata orang berjubah hitam yang tidak terlihat wajahnya.


''Sudah sangat jelas, bukan !? Kalian sendiri yang memberitakan perihal tersebut bahwa Heng dan Ho bergerak masuk ke hutan Hoia Baciu'', sahut Antolin Lucian.


''Benar, kami melihatnya sendiri setelah kami mengikuti mereka setelah informan kami memberitahukan kepada kami mengenai mereka'', kata orang berjubah hitam itu.


''Dan kita tahu bahwa dua orang pelayan itu adalah orang kepercayaan Kwee Lan yang paling setia'', ucap Antolin Lucian.


''Benar, tuan !'', sahut orang berjubah hitam itu yang tidak kelihatan wajahnya.


Orang-orang berjubah hitam itu rata-rata tertutupi mukanya dengan penutup wajah seperti topeng yang berbentuk bulan bersinar.


Beberapa orang berjubah hitam itu bergerak cepat mengiringi gerakan Antolin Lucian.


Mereka berlompatan seperti cahaya di atas bangunan penduduk menuju ke rumah Kwee Lan.


''Berpencar ! Dan lindungi aku !'', perintah Antolin Lucian.


''Siap, tuan !'', sahut mereka kompak.

__ADS_1


Antolin Lucian menginjakkan kakinya di atas atap rumah besar Kwee Lan yang tampak sepi saat itu.


Terlihat penjaga rumah sedang berjaga-jaga di bawah sana, dekat gerbang masuk pintu kedua rumah Kwee Lan yang luas.


Bagian depan rumah Kwee Lan terbagi tiga tahapan pintu masuk.


Pintu masuk pertama tidak ada penjaganya sedangkan pintu kedua ada dua penjaga yang berdiri di depan pintu masuk.


Pintu ketiga adalah pintu dengan penjagaan super ketat yang dijaga oleh penjaga dengan dua serigala.


''Ada empat penjaga di pintu masuk rumah Kwee Lan sekarang dan tidak seperti biasanya, kediaman pria kejam ini dijaga super ketat oleh para penjaga'', kata Antolin Lucian.


''Apa karena dia tahu jika tuan Van Costel adalah hantu ?'', jawab orang berjubah itu.


''Benar, pria tua itu telah mengetahui bahwa Van Costel IV adalah hantu yang bangkit dari kematian'', kata Antolin Lucian.


''Ini sangat mengerikan !", ucap orang berjubah hitam itu.


"Bagaimana pria tua itu tahu ?", tanya seorang pria berjubah hitam.


"Dalca II yang memberitahukannya sendiri dengan caranya sendiri, menghasut Jingmi yang bodoh", sahut Antolin Lucian.


"Jingmi ? Siapa dia ?", tanya orang berjubah hitam yang wajahnya tertutup oleh topeng.


"Adik nyonya Jia Li", sahut Antolin Lucian.


"Adik ? Kenapa dia bisa begitu jahatnya kepada nyonya besar ?", kata orang berjubah hitam itu.


"Entahlah, aku sendiri tidak tahu alasannya tapi sebenarnya awalnya tuan Van Costel IV yang akan dinikahkan dengan Jingmi", sahut Antolin Lucian.


"Hmmm, begitu ya ?", gumam orang berjubah hitam seraya menganggukkan kepalanya.


"Hanya saja Jingmi mulai berubah pikiran dan nekat mengejar kembali Van Costel IV setelah dia tahu bagaimana tuan besar kita begitu mencintai nyonya Jia Li", sahut Antolin Lucian.


"Dasar perempuan bodoh !", kata orang berjubah hitam itu.


"Salah dia sendiri menolak Van Costel, sekarang dia menyesal dan ingin kembali pada Van Costel sedangkan hantu itu telah menikahi Jia Li", ucap Antolin Lucian.


"Rumit ! Ini rumit sekali ! Dua kakak beradik yang saling bermusuhan untuk mendapatkan cinta tuan besar", kata orang berjubah hitam itu.


"Ha... Ha... Ha... Si bodoh itu memang dari dulu menyulitkan siapapun hingga dia menjadi hantu pun masih saja menyusahkan orang lain", sahut Antolin Lucian.


Tawa Antolin Lucian pecah dan untung saja tidak ada seorangpun yang mendengar suaranya yang cukup keras karena dia telah membentengi dirinya dengan mantra ajaib agar tidak seorangpun yang mengetahui keberadaan dirinya di rumah Kwee Lan.

__ADS_1


__ADS_2