Suami Ku Hantu

Suami Ku Hantu
Bab 45 Malam Kelima Belas


__ADS_3

Van Costel IV merasakan seluruh tubuhnya tercabik-cabik dari dalam.


Sekujur badannya terasa panas membara tersengat api dari tubuhnya.


''Argh... !'', ucap hantu tampan itu menahan kesakitan.


Api hijau mulai mengelilingi tubuh Van Costel IV yang duduk bersimpuh di depan lingkaran pelindung dengan membawa kitab hitam ditangannya.


''AAARRRGHHH !!!'', jerit Van Costel IV.


Kedua tangan Van Costel bergetar hebat saat dia membuka kitab hitam seraya membaca tulisan kuno yang tercatat di dalam kitab hitam berupa mantra.


Bibir Van Costel IV komat-kamit saat membaca mantra dengan kedua mata bersinar merah menyala-nyala terang bagaikan api.


Wajah Van Costel berubah memerah dengan kedua taring yang muncul dari dalam mulutnya.


''AAAARRRGHHH... AAAAARGHHH... !!!''


Teriakan kesakitan Van Costel IV terdengar nyaring memenuhi ruangan tertutup itu hingga Jia Li sendiri merasa bergidik ngeri saat mendengarnya.


Perubahan pada wajah Van Costel IV yang sudah menjadi sosok hantu semakin menambah kengerian yang amat sangat ketika wajah hantu itu menunjukkan aslinya.


Taring lancip yang muncul dari dalam mulut Van Costel membuatnya bertambah menakutkan.


''Van Costel sayang...'', gumam Jia Li.


Jia Li turun menapakkan kedua kakinya ke lantai ruangan lalu berjalan mendekat ke arah suami hantunya.


''Sayang...'', ucap Jia Li dengan kedua mata berkaca-kaca.


Tangan Jia Li terbuka lebar saat menghampiri Van Costel IV yang telah berubah menjadi sosok hantu yang menyeramkan dengan kedua taring yang keluar diantara deretan gigi-giginya yang rapi.


''J-I-A- L-I...'', gumam Van Costel IV.


Hantu yang masih tampan itu meski telah berubah penampilannya mencoba berbicara pada Jia Li meski dia kesulitan mengucapkan kata-kata saat memanggil istrinya.


''Sayangku !'', pekik Jia Li.


Jia Li berlari ke arah Van Costel IV dan mencoba memeluk suami hantunya itu tetapi Van Costel dengan cepat menahan istrinya untuk tidak mendekati dirinya.


''J-A-N-G-A-N M-E-N-D-E-K-A-T !''


Kata Van Costel IV dengan suara paraunya seraya menahan langkah Jia Li.


''Van Costel IV sayangku...'', ucap Jia Li lemas.


Jia Li tidak mampu untuk tidak melihat ke arah Van Costel IV yang menahan rasa sakitnya itu.

__ADS_1


Kedua tangan hantu tampan itu memegangi dadanya yang terasa nyeri akibat perubahan yang dia alami.


''AAAARRRGHHH...'', pekik hantu tampan itu kembali sembari membungkukkan badannya. ''AAAAARRRRGHHH.... GRRRR...!''


''Van Costel !'', jerit Jia Li iba.


Pandangan Jia Li sendu ketika dilihatnya suami hantunya meraung kesakitan akibat perubahan yang dia alami pada malam kelima belas.


''Dia telah menjadi hantu dan tidak akan kembali menjadi manusia seperti dulu lagi tapi kenapa masih saja dia harus mendapatkan kutukan lainnya yang sangat kejam ini !?'', ucap Jia Li.


Jia Li berurai air mata saat memandangi suami hantunya yang tertunduk kesakitan dengan bibir membaca mantra.


''TIDAK !'', teriak Jia Li.


Jia Li mengambil kitab hitam yang Van Costel pegang lalu melemparkannya asal hingga hantu tampan itu tersentak kaget.


''GRRRR... J-I-A L-I...''


Van Costel memanggil istrinya dengan suara parau serta kedua mata apinya.


Dia berdiri tertatih-tatih memasuki lingkaran pelindung agar dirinya tidak melukai Jia Li karena kitab hitam penahan untuknya sudah tidak dia pegang lagi.


''Van Costel !'', panggil Jia Li.


Lingkaran pelindung yang mengelilingi tubuh Van Costel berpijar kuat saat dirinya telah berada di dalam lingkaran dengan api hijau yang terus menyala mengelilinginya.


''AAAAARRRRGGGGHHHH...''


Tubuh Van Costel ambruk ke bawah pada saat telapak tangannya menyentuh lingkaran dalam dengan bunga plum yang hidup mengelilingi lingkaran itu.


Hantu tampan itu langsung menjerit kencang seraya mendongakkan kepalanya ke atas.


Kedua taring yang muncul dari mulutnya terlihat menyeramkan.


Kitab hitam yang tadi dilemparkan oleh Jia Li tadi tiba-tiba bergerak kembali ke arah Van Costel IV dan berputar cepat diatas lingkaran pelindung.


''Apa ini !?'', ucap Jia Li.


Terdengar suara melantun seperti lafal doa keluar dari arah kitab hitam saat kitab itu terbuka lembar demi lembar halamannya.


Berputar perlahan mengitari hantu tampan itu serta setiap lembar halamannya muncul cahaya terang yang menyelimuti tiap bagian tubuh Van Costel IV.


''Ya Tuhan... Kenapa ini semua terjadi padamu, sayangku ?'', ucap Jia Li.


Terlihat guratan kesedihan tergambar jelas di wajah Jia Li saat menatap sendu, Van Costel IV yang mengerang kesakitan ketika dia mengalami perubahan pada tubuhnya di malam kelima belas.


''TIDAK ! TIDAK VAN COSTEL !!!''

__ADS_1


Jerit Jia Li saat melihat suaminya yang merintih kesakitan dengan kedua tangan menutupi telinganya.


Dengungan mantra dari kitab hitam semakin membuat hantu tampan itu terbelenggu erat dalam jeratan untaian doa yang keluar dari kitab hitam.


Ditambah dengan api hijau yang mulai membakar tubuh Van Costel IV yang terus meraung-raung serta membelalakkan kedua matanya.


''TIDAAAAK !!!'', jerit Jia Li kencang. ''Hentikanlah itu !!!'', sambungnya.


Jia Li berlari cepat menembus lingkaran pelindung seraya mengucapkan seuntai doa suci.


Dipeluknya tubuh suaminya yang terbakar api hijau suci dengan dikelilingi bunga plum yang mengitari tubuh Van Costel IV.


Percikan api hijau langsung keluar terang dari tubuh keduanya ketika Jia Li mendekap badan suami hantunya itu.


Van Costel IV yang hampir setengah kesadarannya hilang tersadar cepat saat dia melihat Jia Li memeluknya erat.


''Tidak, sayangku... Tidak Van Costel... Jangan seperti ini...'', bisik Jia Li sedih.


Pelukan hangat Jia Li menghangatkan tubuh Van Costel IV yang tadinya beku sedingin es meski nyala api hijau spiritual milik Antolin Lucia membakar dirinya.


''Jia Li...'', gumam Van Costel.


Ketika Jia Li mendekat ke arahnya dan mendekap dirinya erat.


Tiba-tiba kedua mata Van Costel terbelalak dengan api menyembur panas keluar dari matanya.


Dia menahan luapan yang muncul dari dalam tubuhnya ketika Jia Li bersamanya.


"Aku tidak mungkin menghisap darah istriku sendiri karena aku tidak bisa melakukannya... Dia istri sekaligus wanita yang teramat aku cintai..."


Batin Van Costel bergemuruh kuat saat dua keinginan dalam hatinya bertempur keras, memilih diantara bertahan atau terpaksa memakan yang ada didepannya tanpa peduli apapun lagi.


Kedua taring Van Costel yang muncul karena kutukan kekuatan darah Vlad pada dirinya akibat ulahnya yang menghabisi keturunan Vlad hingga membuatnya menjelma menjadi monster seperti seorang Vlad hampir menerkam leher Jia Li.


Seandainya saja Van Costel tidak cepat menahan amukan serta dorongan nafsu untuk menghisap darah manusia mungkin Jia Li telah menjadi santapannya.


''AAAARRRRGHHH !!!''


Teriakan Van Costel IV terdengar kembali saat dirinya menggigit lengannya saat keinginan menghisap darah keluar ketika Jia Li bersama dengannya.


Jia Li tersentak keras saat dia melihat suami hantunya mengeluh hebat dan menerkam lengannya sendiri.


Darah segar berwarna biru keluar deras dari lengan Van Costel IV ketika kedua taring yang muncul padanya menancap kuat di atas lengan hantu tampan itu.


''TIDAK ! TIDAK !'', jerit Jia Li pedih.


Van Costel mendorong tubuh Jia Li menjauh darinya karena dia tidak ingin kehilangan kesadarannya untuk memangsa wanita yang dicintainya itu.

__ADS_1


''PERGI !''


Van Costel IV berkata dengan suara paraunya sedangkan dia masih menggigit lengannya sendiri seraya menatap tajam ke arah Jia Li.


__ADS_2